Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Maa'idah

Al Maa’idah (Jamuan (hidangan makanan)) surah 5 ayat 15


یٰۤاَہۡلَ الۡکِتٰبِ قَدۡ جَآءَکُمۡ رَسُوۡلُنَا یُبَیِّنُ لَکُمۡ کَثِیۡرًا مِّمَّا کُنۡتُمۡ تُخۡفُوۡنَ مِنَ الۡکِتٰبِ وَ یَعۡفُوۡا عَنۡ کَثِیۡرٍ ۬ؕ قَدۡ جَآءَکُمۡ مِّنَ اللّٰہِ نُوۡرٌ وَّ کِتٰبٌ مُّبِیۡنٌ
Yaa ahlal kitaabi qad jaa-akum rasuulunaa yubai-yinu lakum katsiiran mimmaa kuntum tukhfuuna minal kitaabi waya’fuu ‘an katsiirin qad jaa-akum minallahi nuurun wakitaabun mubiinun;

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya.
Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan.
―QS. 5:15
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Keutamaan kalam Allah ▪ Ayat yang dinaskh
5:15, 5 15, 5-15, Al Maa’idah 15, AlMaaidah 15, Al Maidah 15, AlMaidah 15, Al-Ma’idah 15
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Maa’idah (5) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Muhammad telah datang menerangkan sebagian dari apa yang mereka sembunyikan tentang syariat Allah yang tersebut dalam Taurat.
Di antaranya apa yang diterangkan oleh Nabi seperti perhitungan amal dan balasannya di hari akhirat dan hukum rajam, tetapi banyak pula yang dibiarkan karena dianggapnya tidak begitu penting, seperti yang berkenaan dengan datangnya Muhammad ﷺ sebagai Nabi yang terakhir dan sifat-sifatnya.
Yang mendorong mereka untuk menyembunyikan apa yang mereka ketahui dari Taurat ialah disebabkan takut akan kehilangan kedudukan, pengaruh dan lain-lain yang berhubungan dengan keduniaan, termasuk perasaan yang tidak pernah lepas dari mereka, yaitu bahwa mereka adalah keturunan atau umat dari Nabi yang terbaik yakni keturunan dari Nabi Ishak, sedang Nabi Muhammad ﷺ adalah keturunan Nabi Ismail.
Keadaan Nabi Muhammad yang ummi (tidak pandai menulis dan membaca) menambah keberanian mereka untuk menyembunyikan apa yang ingin mereka sembunyikan, karena mereka mengira Nabi Muhammad tidak akan mengetahuinya, tetapi persangkaan mereka meleset dengan turunnya wahyu (Al-Qur’an) kepada Nabi yang mengungkapkan sebagian dari yang mereka sembunyikan itu yang menyebabkan banyak pendeta Yahudi masuk Islam.

Hukum rajam yang disembunyikan oleh Yahudi kepada Nabi Muhammad ﷺ masih terdapat sekarang dalam kitab Ulangan xxii.22-24: Perempuan bersuami atau laki-laki beristri kedapatan tidur bersama, “haruslah keduanya dibunuh mati.” Dan jika yang melakukan itu “seorang gadis yang masih perawan, maka haruslah mereka keduanya kamu bawa keluar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati.”

Selanjutnya diterangkan arti telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menjelaskan.
Yang dimaksud dengan cahaya di sini ialah Nabi Muhammad ﷺ karena ia telah menerangi umat manusia dari alam kejahilan ke alam keimanan dan pengetahuan.
Sedang yang dimaksud dengan “Kitab yang menjelaskan” di sini ialah Al-Qur’an yang menjelaskan syariat Allah yang diturunkan kepada Muhammad dan menjelaskan pula rahasia Ahli Kitab yang suka mengubah dan menyembunyikan sebagian isi Taurat dan Injil.

Al Maa'idah (5) ayat 15 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Maa'idah (5) ayat 15 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Maa'idah (5) ayat 15 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Ahl al-Kitab, sungguh telah datang kepada kalian utusan Kami, Muhammad, yang menyeru kepada kebenaran dan menampakkan kepada kalian sebagian besar isi Tawrat dan Injil yang kalian sembunyikan dan meninggalkan banyak lainnya yang memang tidak perlu dijelaskan.
Sesungguhnya telah datang kepada kalian syariat sempurna dari sisi Allah, yang merupakan cahaya, dan dijelaskan dalam kitab suci.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hai Ahli kitab! Sesungguhnya telah datang kepada kamu utusan kami) Muhammad (mengungkapkan kepadamu banyak hal dari apa yang kamu sembunyikan dari Alkitab) yakni kitab Taurat dan Injil seperti ayat tentang rajam dan sifat-sifat Nabi ﷺ (dan banyak pula yang dibiarkannya) di antara demikian sehingga tidak diungkapkannya jika tidak ada kepentingannya selain dari membukakan rahasia kamu belaka.
(Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah) itulah dia Nabi ﷺ (dan kitab) yakni Alquran (yang jelas) nyata.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai ahli kitab, orang-orang Yahudi dan Nasrani, telah datang kepada kalian utusan Kami Muhammad yang menjelaskan banyak hal yang kalian sembunyikan dari manusia, dari keterangan yang termaktub di dalam Taurat dan Injil, dan meninggalkan penjelasan tentang sesuatu yang bukan merupakan tuntutan hikmah.
Telah datang kepada kalian cahaya dan kitab yang nyata, yaitu al-Qur an al-Karim.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
memberitakan perihal diri-Nya Yang Mahamulia, bahwa Dia telah mengutus Rasul-Nya (yaitu Nabi Muhammad ﷺ) dengan membawa hidayah dan agama yang hak kepada seluruh penduduk bu­mi, baik yang Arab maupun yang ‘Ajam, dan baik yang ummi mau­pun yang pandai baca tulis.
Dia mengutusnya dengan membawa buk­ti-bukti yang nyata dan pemisah antara perkara yang hak dan perkara yang batil.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman:

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kalian Rasul Kami, menjelaskan kepada kalian banyak dari isi Al-Kitab yang kalian sembunyikan dan banyak (pula yang) dibiarkannya.

Yakni Rasul itu akan menjelaskan hal-hal yang mereka ganti, yang mereka ubah, dan yang mereka takwilkan, mereka dustakan terhadap Allah dalam takwil itu, membiarkan banyak hal yang mereka ubah, tetapi tidak ada faedahnya bila dijelaskan.

Imam Hakim meriwayatkan di dalam kitab Mustadrak-nyu me­lalui hadis Al-Husain ibnu Waqid, dari Yazid An-Nahwi, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas r.a.
yang mengatakan bahwa barang siapa yang ingkar terhadap hukum rajam, sesungguhnya ia telah ingkar kepada Al-Qur’an tanpa terasa olehnya.
Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:
Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kalian Rasul Kami, menjelaskan kepada kalian banyak dari isi Al-Kitab yang kalian sembunyikan. Hukum rajam termasuk salah satu yang mereka sembunyikan.

Ke­mudian Imam Hakim mengatakan bahwa sanad asar ini sahih, tetapi keduanya (Imam Bukhari dan Imam Muslim) tidak mengetengahkan­nya.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Maa’idah (5) Ayat 15

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Ikrimah bahwa Nabi ﷺ didatangi orang-orang Yahudi yang bertanya tentang rajam.
Nabi ﷺ bertanya: “Siapa diantara kalian yang paling ‘alim?” Mereka menunjuk Ibnu Shuriya.
Nabi ﷺ meminta kepadanya untuk menjawab dengan sebenarnya sambil bersumpah atas Nama Allah yang telah menurunkan Taurat kepada Nabi Musa, Yang mengangkat gunung Thur, dan menetapkan sepuluh janji yang telah diterima oleh mereka serta menggemparkan mereka.
Berkatalah Ibnu Shuriya: “Ketika telah banyak kaum kami yang mati dirajam karena zina, kami tetapkan hukum dera seratus kali dan kami cukur kepaalanya.” Maka ditetapkanlah kembali kepada kaum Yahudi hukum rajam.
Lalu turunlah ayat ini (al-Maa-idah: 15) sebagai peringatan kepada orang yang telah melalaikan hukum-hukum Allah.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Maa'idah (5) Ayat 15

AHLAL KITAB
أَهْلَ ٱلْكِتَٰب

Al kitab dari segi bahasa adalah buku dan jamaknya adalah al kutub. Secara mutlak ia adalah kitab Taurat.

Kata ini di dalam Al Qur’an dan di sisi umat Islam ditujukan kepada ahli Kitab baik itu mereka berbangsa Yahudi ataupun Nasrani.

Kata ahlal kitab disebut sebanyak 29 kali di dalam Al Qur’an, yaitu pada surah:
-Ali Imran (3), ayat 64, 65, 69, 70, 71, 72, 75, 110, 113 , 199, 98 dan 99;
-An Nisaa (4), ayat 123, 153 , 159 dan 171;
-Al­ Maa’idah (5), ayat 15 , 19 , 65, 68 , 77;
-Al Ankaabut (29), ayat 46;
-Al Baqarah (2), ayat 105 dan 109;
-Al Ahzab (33), ayat 26;
-Al Hasyr (59), ayat 2 dan 11;
-Al Bayyinah (98), ayat 1 dan 6;
-Al Hadid (57), ayat 29.

Mereka adalah Yahudi dan Nasrani sebagaimana yang dimaksudkan oleh Al­ Quran. Ini karena Allah menurunkan kitab kepada mereka yaitu kitab Taurat, Zabur dan Injil yang membedakan mereka dari penyembah-penyembah berhala yang lain.

Pada zaman pemerintahan Islam, mereka memberi kesetiaan kepada pimpinan kaum Muslimin. Pada masa yang sama, mereka juga turut dikenakan bayaran jizyah sebagai jaminan keselamatan mereka.

Selain itu, ahlal kitaab adalah para pengikut atau penganut ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi ‘Isa dengan kitab sucinya masing-masing (Taurat dan Injil).

Namun kini, Islam menganggap ajaran Allah di dalam kitab Taurat dan Injil tidak murni lagi karena berlaku banyak pengubahsuaian dan penyelewengan oleh pemimpin agama mereka.

Walau bagaimanapun, Islam membenarkan lelaki muslim menikahi wanita Ahli Kitab dengan syarat-syarat tertentu. Sebaliknya, wanita muslim tidak dibenarkan menikah dengan lelaki Ahli Kitab. Malah, menurut ajaran Islam, golongan Ahli Kitab adalah kafir.

Justru, ahlal kitaab tidak dipaksa meninggalkan keyakinan mereka dan memeluk Islam sebagaimana yang berlaku pada kelompok pagan atau orang kafir. Mereka menerima jaminan perlindungan dalam pemerintahan Islam. Sebagai imbangannya, mereka dikenakan beban pajak yang dinamakan pajak dzimmah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:30-31

Informasi Surah Al Maa'idah (المائدة)
Surat Al Maa-idah terdiri dari 120 ayat termasuk golongan surat Madaniyyah.
Sekalipun ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, yaitu di waktu haji wadaa’

Surat ini dinamakan “Al Maa-idah” (hidangan), karena memuat kisah pengikut-pengikut setia Nabi ‘Isa ‘alaihis salam meminta kepada Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, agar Allah menurunkan untuk mereka Al Maa-idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).
Dan dinamakan dengan “Al Uqud” (perjan­jian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surat ini, di mana Allah menyuruh agar hamba­ hamba-Nya memenuhi janji prasetia terhadap Allah dan perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya.

Dinamakan juga “Al Munqidz” (yang menyelamatkan), karena akhir surat ini mengandung kisah tentang Nabi ‘Isa ‘alaihis salam penyelamat pengikut-pengikut setianya dari azab Allah.

Keimanan:

Bantahan terhadap orang-orang yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s.

Hukum:

Keharusan memenuhi perjanjian
hukum melanggar syi’ar Allah
makanan yang di­halalkan dan yang diharamkan
hukum mengawini wanita ahli kitab
wudhu
tayammum
mandi
hukum membunuh orang
hukum mengacau dan mengganggu keamanan
hukum qishaas
hukum melanggar sumpah dan kafaaratnya
hukum khamar
berjudi
berkorban untuk berhala
mengundi nasib
hukum membunuh binatang waktu ihram
hukum persaksian dalam berwasiat.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. menyuruh kaumnya memasuki Palestina
kisah Habil dan Qabil, kisah-kisah tentang Nabi ‘Isa a.s

Lain-lain:

Keharusan bersikap lemah lembut terhadap sesama mu’min bersikap keras terhadap orang-orang kafir
penyempurnaan Agama Islam di zaman Nabi Muhammad ﷺ
keharusan jujur dan berlaku adil
sikap dalam menghadapi berita-berita bohong
akibat berteman akrab dengan orang yang bukan muslim
kutukan Allah terhadap orang-orang Yahudi
kewajiban rasul hanya menyampaikan agama
sikap Yahudi dan Nasrani terhadap orang Islam
Ka’bah sokoguru kehidupan manusia
peringat­an Allah supaya meninggalkan kebiasaan Arab Jahiliyah
larangan-larangan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mengakibatkan kesempitan dalam agama.


Gambar Kutipan Surah Al Maa’idah Ayat 15 *beta

Surah Al Maa'idah Ayat 15



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Maa'idah

Surah Al-Ma'idah (bahasa Arab:المآئدة, al-Mā'idah, "Jamuan Hidangan") adalah surah ke-5 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 120 ayat dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Sekalipun ada ayat-ayatnya yang turun di Mekkah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, yakni sewaktu peristiwa Haji Wada'.
Surah ini dinamakan Al-Ma'idah (hidangan) karena memuat kisah para pengikut setia nabi Isa meminta kepada nabi Isa agar Allah menurunkan untuk mereka Al-Ma'idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).
Selain itu, Surah Al-Ma'idah juga disebut Al-Uqud (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surah ini, di mana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji terhadap Allah maupun perjanjian-perjanjian yang mereka buat terhadap sesamanya.
Dinamakan juga Al-Munqidz (yang menyelamatkan), sebab pada bagian akhir surah ini memuat kesaksian Isa Al-Masih terhadap kaum pengikutnya.

Nomor Surah5
Nama SurahAl Maa'idah
Arabالمائدة
ArtiJamuan (hidangan makanan)
Nama lainAl-'Uqud (bermakna perjanjian dan kesepakatan) dan Al-Munqidz (bermakna yang menyelamatkan).
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu112
JuzJuz 6 (ayat 1-82), juz 7 (ayat 83-120)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat120
Jumlah kata2842
Jumlah huruf12207
Surah sebelumnyaSurah An-Nisa'
Surah selanjutnyaSurah Al-An'am
4.9
Rating Pembaca: 4.5 (29 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku