Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Maa’idah (Jamuan (hidangan makanan)) – surah 5 ayat 15 [QS. 5:15]

یٰۤاَہۡلَ الۡکِتٰبِ قَدۡ جَآءَکُمۡ رَسُوۡلُنَا یُبَیِّنُ لَکُمۡ کَثِیۡرًا مِّمَّا کُنۡتُمۡ تُخۡفُوۡنَ مِنَ الۡکِتٰبِ وَ یَعۡفُوۡا عَنۡ کَثِیۡرٍ ۬ؕ قَدۡ جَآءَکُمۡ مِّنَ اللّٰہِ نُوۡرٌ وَّ کِتٰبٌ مُّبِیۡنٌ
Yaa ahlal kitaabi qad jaa-akum rasuulunaa yubai-yinu lakum katsiiran mimmaa kuntum tukhfuuna minal kitaabi waya’fuu ‘an katsiirin qad jaa-akum minallahi nuurun wakitaabun mubiinun;
Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya.
Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menjelaskan.
―QS. Al Maa’idah [5]: 15

Daftar isi

O People of the Scripture, there has come to you Our Messenger making clear to you much of what you used to conceal of the Scripture and overlooking much.
There has come to you from Allah a light and a clear Book.
― Chapter 5. Surah Al Maa’idah [verse 15]

يَٰٓأَهْلَ Wahai ahli

O People
ٱلْكِتَٰبِ Kitab

(of) the Book!
قَدْ sungguh

Surely
جَآءَكُمْ telah datang kepadamu

has come to you
رَسُولُنَا Rasul Kami

Our Messenger
يُبَيِّنُ dia menjelaskan

making clear
لَكُمْ bagi kalian

to you
كَثِيرًا banyak

much
مِّمَّا dari apa

of what
كُنتُمْ kalian adalah

you used to
تُخْفُونَ (kamu) sembunyikan

conceal
مِنَ dari

of
ٱلْكِتَٰبِ (isi) Kitab

the Scripture
وَيَعْفُوا۟ dan memaafkan/membiarkan

and overlooking
عَن dari

of
كَثِيرٍ kebanyakan

much.
قَدْ sungguh

Surely
جَآءَكُم telah datang kepadamu

has come to you
مِّنَ dari

from
ٱللَّهِ Allah

Allah
نُورٌ cahaya

a light
وَكِتَٰبٌ dan kitab

and a Book,
مُّبِينٌ terang/nyata

clear.

Tafsir

Alquran

Surah Al Maa’idah
5:15

Tafsir QS. Al Maa’idah (5) : 15. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Muhammad telah datang menerangkan sebagian dari apa yang mereka sembunyikan tentang syariat Allah yang tersebut dalam Taurat.
Di antaranya apa yang diterangkan oleh Nabi seperti perhitungan amal dan balasannya di hari akhirat dan hukum rajam, tetapi banyak pula yang dibiarkan karena dianggapnya tidak begitu penting, seperti yang berkenaan dengan datangnya Muhammad ﷺ sebagai Nabi yang terakhir dan sifat-sifatnya.


Yang mendorong mereka untuk menyembunyikan apa yang mereka ketahui dari Taurat ialah disebabkan takut akan kehilangan kedudukan, pengaruh dan lain-lain yang berhubungan dengan keduniaan, termasuk perasaan yang tidak pernah lepas dari mereka, yaitu bahwa mereka adalah keturunan atau umat dari Nabi yang terbaik yakni keturunan dari Nabi Ishak, sedang Nabi Muhammad ﷺ adalah keturunan Nabi Ismail.


Keadaan Nabi Muhammad yang ummi (tidak pandai menulis dan membaca) menambah keberanian mereka untuk menyembunyikan apa yang ingin mereka sembunyikan, karena mereka mengira Nabi Muhammad tidak akan mengetahuinya, tetapi persangkaan mereka meleset dengan turunnya wahyu (Alquran) kepada Nabi yang mengungkapkan sebagian dari yang mereka sembunyikan itu yang menyebabkan banyak pendeta Yahudi masuk Islam.

Hukum rajam yang disembunyikan oleh Yahudi kepada Nabi Muhammad ﷺ masih terdapat sekarang dalam kitab Ulangan xxii.22-24:
Perempuan bersuami atau laki-laki beristri kedapatan tidur bersama,
"haruslah keduanya dibunuh mati.
"
Dan jika yang melakukan itu
"seorang gadis yang masih perawan, maka haruslah mereka keduanya kamu bawa keluar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati."



Selanjutnya diterangkan arti telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menjelaskan.

Yang dimaksud dengan cahaya di sini ialah Nabi Muhammad ﷺ karena ia telah menerangi umat manusia dari alam kejahilan ke alam keimanan dan pengetahuan.
Sedang yang dimaksud dengan
"Kitab yang menjelaskan"
di sini ialah Alquran yang menjelaskan syariat Allah yang diturunkan kepada Muhammad dan menjelaskan pula rahasia Ahli Kitab yang suka mengubah dan menyembunyikan sebagian isi Taurat dan Injil.

Tafsir QS. Al Maa’idah (5) : 15. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Ahl al-Kitab, sungguh telah datang kepada kalian utusan Kami, Muhammad, yang menyeru kepada kebenaran dan menampakkan kepada kalian sebagian besar isi Tawrat dan Injil yang kalian sembunyikan dan meninggalkan banyak lainnya yang memang tidak perlu dijelaskan.
Sesungguhnya telah datang kepada kalian syariat sempurna dari sisi Allah, yang merupakan cahaya, dan dijelaskan dalam kitab suci.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Ahli Kitab, orang-orang Yahudi dan Nasrani, telah datang kepada kalian utusan Kami Muhammad yang menjelaskan banyak hal yang kalian sembunyikan dari manusia, dari keterangan yang termaktub di dalam Taurat dan Injil, dan meninggalkan penjelasan tentang sesuatu yang bukan merupakan tuntutan hikmah.
Telah datang kepada kalian cahaya dan kitab yang nyata, yaitu Alquranul Karim.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Hai Ahli kitab! Sesungguhnya telah datang kepada kamu utusan kami) Muhammad


(mengungkapkan kepadamu banyak hal dari apa yang kamu sembunyikan dari Alkitab) yakni kitab Taurat dan Injil seperti ayat tentang rajam dan sifat-sifat Nabi ﷺ


(dan banyak pula yang dibiarkannya) di antara demikian sehingga tidak diungkapkannya jika tidak ada kepentingannya selain dari membukakan rahasia kamu belaka.


(Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah) itulah dia Nabi ﷺ


(dan kitab) yakni Alquran


(yang jelas) nyata.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, memberitakan perihal diri-Nya Yang Mahamulia, bahwa Dia telah mengutus Rasul-Nya (yaitu Nabi Muhammad ﷺ) dengan membawa hidayah dan agama yang hak kepada seluruh penduduk bu­mi, baik yang Arab maupun yang ‘Ajam, dan baik yang ummi mau­pun yang pandai baca tulis.
Dia mengutusnya dengan membawa buk­ti-bukti yang nyata dan pemisah antara perkara yang hak dan perkara yang batil.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kalian Rasul Kami, menjelaskan kepada kalian banyak dari isi Al-Kitab yang kalian sembunyikan dan banyak (pula yang) dibiarkannya.


Yakni Rasul itu akan menjelaskan hal-hal yang mereka ganti, yang mereka ubah, dan yang mereka takwilkan, mereka dustakan terhadap Allah dalam takwil itu, membiarkan banyak hal yang mereka ubah, tetapi tidak ada faedahnya bila dijelaskan.

Imam Hakim meriwayatkan di dalam kitab Mustadrak-nyu melalui hadis Al-Husain ibnu Waqid, dari Yazid An-Nahwi, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa barang siapa yang ingkar terhadap hukum rajam, sesungguhnya ia telah ingkar kepada Alquran tanpa terasa olehnya.
Firman Allah subhanahu wa ta’ala :
Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kalian Rasul Kami, menjelaskan kepada kalian banyak dari isi Al-Kitab yang kalian sembunyikan. Hukum rajam termasuk salah satu yang mereka sembunyikan.


Ke­mudian Imam Hakim mengatakan bahwa sanad asar ini sahih, tetapi keduanya (Imam Bukhari dan Imam Muslim) tidak mengetengahkan­nya.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Maa’idah (5) Ayat 15

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Ikrimah bahwa Nabi ﷺ didatangi orang-orang Yahudi yang bertanya tentang rajam.
Nabi ﷺ bertanya: “Siapa diantara kalian yang paling ‘Nabi ﷺ meminta kepadanya untuk menjawab dengan sebenarnya sambil bersumpah atas Nama Allah yang telah menurunkan Taurat kepada Nabi Musa, Yang mengangkat gunung Thur, dan menetapkan sepuluh janji yang telah diterima oleh mereka serta menggemparkan mereka.
Berkatalah Ibnu Shuriya: “Ketika telah banyak kaum kami yang mati dirajam karena zina, kami tetapkan hukum dera seratus kali dan kami cukur kepaalanya.” Maka ditetapkanlah kembali kepada kaum Yahudi hukum rajam.
Lalu turunlah ayat ini (al-Maa-idah: 15) sebagai peringatan kepada orang yang telah melalaikan hukumhukum Allah.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Maa’idah (5) Ayat 15

AHLAL KITAB
أَهْلَ ٱلْكِتَٰب

Al kitab dari segi bahasa adalah buku dan jamaknya adalah al kutub. Secara mutlak ia adalah kitab Taurat.

Kata ini di dalam Al Qur’an dan di sisi umat Islam ditujukan kepada ahli Kitab baik itu mereka berbangsa Yahudi ataupun Nasrani.

Kata ahlal kitab disebut sebanyak 29 kali di dalam Al Qur’an, yaitu pada surah:
Ali Imran (3), ayat 64, 65, 69, 70, 71, 72, 75, 110, 113 , 199, 98 dan 99;
An Nisaa (4), ayat 123, 153 , 159 dan 171;
• Al Maa’idah (5), ayat 15 , 19 , 65, 68 , 77;
Al Ankaabut (29), ayat 46;
Al Baqarah (2), ayat 105 dan 109;
Al Ahzab (33), ayat 26;
Al Hasyr (59), ayat 2 dan 11;
Al Bayyinah (98), ayat 1 dan 6;
Al Hadid (57), ayat 29.

Mereka adalah Yahudi dan Nasrani sebagaimana yang dimaksudkan oleh Al Quran.
Ini karena Allah menurunkan kitab kepada mereka yaitu kitab Taurat, Zabur dan Injil yang membedakan mereka dari penyembah-penyembah berhala yang lain.

Pada zaman pemerintahan Islam, mereka memberi kesetiaan kepada pimpinan kaum Muslimin.
Pada masa yang sama, mereka juga turut dikenakan bayaran jizyah sebagai jaminan keselamatan mereka.

Selain itu, ahlal kitaab adalah para pengikut atau penganut ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi ‘Isa dengan kitab sucinya masing-masing (Taurat dan Injil).

Namun kini, Islam menganggap ajaran Allah di dalam kitab Taurat dan Injil tidak murni lagi karena berlaku banyak pengubahsuaian dan penyelewengan oleh pemimpin agama mereka.

Walau bagaimanapun, Islam membenarkan lelaki muslim menikahi wanita Ahli Kitab dengan syaratsyarat tertentu.
Sebaliknya, wanita muslim tidak dibenarkan menikah dengan lelaki Ahli Kitab.
Malah, menurut ajaran Islam, golongan Ahli Kitab adalah kafir.

Justru, ahlal kitaab tidak dipaksa meninggalkan keyakinan mereka dan memeluk Islam sebagaimana yang berlaku pada kelompok pagan atau orang kafir.
Mereka menerima jaminan perlindungan dalam pemerintahan Islam.
Sebagai imbangannya, mereka dikenakan beban pajak yang dinamakan pajak dzimmah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:30-31

Unsur Pokok Surah Al Maa’idah (المائدة)

Surat Al-Ma’idah terdiri dari 120 ayat termasuk golongan surat Madaniyyah.
Sekalipun ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, yaitu di waktu haji wadaa’.

Surat ini dinamakan "Al Maa’idah" (hidangan), karena memuat kisah pengikut-pengikut setia Nabi ‘Isaalaihis salam meminta kepada Nabi ‘Isaalaihis salam, agar Allah menurunkan untuk mereka Al Maa’idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).

Dan dinamakan dengan "Al Uqud" (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surat ini, di mana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji prasetia terhadap Allah dan perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya.

Dinamakan juga "Al Munqidz" (yang menyelamatkan), karena akhir surat ini mengandung kisah tentang Nabi ‘Isaalaihis salam penyelamat pengikut-pengikut setianya dari azab Allah.

Keimanan:

▪ Bantahan terhadap orang-orang yang mempertuhankan Nabi ‘Isa `alaihis salam.

Hukum:

▪ Keharusan memenuhi perjanjian.
Hukum melanggar syiar Allah.
▪ Makanan yang dihalalkan dan yang diharamkan.
Hukum mengawini wanita ahli kitab.
Tayammum.
▪ Mandi.
Hukum membunuh orang.
Hukum mengacau dan mengganggu keamanan.
Hukum qishas.
Hukum melanggar sumpah dan kafarat-nya.
Hukum khamar (minuman yang memabukkan).
▪ Berjudi.
▪ Berkorban untuk berhala.
▪ Mengundi nasib.
Hukum membunuh binatang waktu ihram.
Hukum persaksian dalam berwasiat.

Kisah:

▪ Kisah-kisah Nabi Musa `alaihis salam menyuruh kaumnya memasuki Palestina.
▪ Kisah Habil dan Qabil.
▪ Kisah-kisah tentang Nabi ‘Isa `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Keharusan bersikap lemah lembut terhadap sesama mukmin, bersikap keras terhadap orang-orang kafir.
▪ Penyempurnaan Agama Islam di zaman Nabi Muhammad ﷺ.
▪ Keharusan jujur dan berlaku adil.
▪ Sikap dalam menghadapi berita-berita bohong.
▪ Akibat berteman akrab dengan orang yang bukan muslim.
▪ Kutukan Allah terhadap orang-orang Yahudi.
▪ Kewajiban rasul hanya menyampaikan agama.
▪ Sikap Yahudi dan Nasrani terhadap orang Islam.
▪ Ka’bah sokoguru kehidupan manusia.
▪ Peringatan Allah supaya meninggalkan kebiasaan Arab Jahiliyah.
▪ Larangan-larangan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mengakibatkan kesempitan dalam agama.

Audio

QS. Al-Maa'idah (5) : 1-120 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 120 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Maa'idah (5) : 1-120 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 120

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Maa'idah ayat 15 - Gambar 1 Surah Al Maa'idah ayat 15 - Gambar 2
Statistik QS. 5:15
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Maa’idah.

Surah Al-Ma’idah (bahasa Arab:المآئدة, al-Mā’idah, “Jamuan Hidangan”) adalah surah ke-5 dalam Alquran.
Surah ini terdiri dari 120 ayat dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Sekalipun ada ayat-ayatnya yang turun di Mekkah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, yakni sewaktu peristiwa Haji Wada’.
Surah ini dinamakan Al-Ma’idah (hidangan) karena memuat kisah para pengikut setia nabi Isa meminta kepada nabi Isa agar Allah menurunkan untuk mereka Al-Ma’idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).
Selain itu, Surah Al-Ma’idah juga disebut Al-Uqud (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surah ini, di mana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji terhadap Allah maupun perjanjian-perjanjian yang mereka buat terhadap sesamanya.
Dinamakan juga Al-Munqidz (yang menyelamatkan), sebab pada bagian akhir surah ini memuat kesaksian Isa Al-Masih terhadap kaum pengikutnya.

Nomor Surah 5
Nama Surah Al Maa’idah
Arab المائدة
Arti Jamuan (hidangan makanan)
Nama lain Al-‘Uqud (bermakna perjanjian dan kesepakatan) dan Al-Munqidz (bermakna yang menyelamatkan).
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 112
Juz Juz 6 (ayat 1-82), juz 7 (ayat 83-120)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 120
Jumlah kata 2842
Jumlah huruf 12207
Surah sebelumnya Surah An-Nisa’
Surah selanjutnya Surah Al-An’am
Sending
User Review
4.5 (29 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

5:15, 5 15, 5-15, Surah Al Maa'idah 15, Tafsir surat AlMaaidah 15, Quran Al Maidah 15, AlMaidah 15, Al-Ma'idah 15, Surah Al Maidah ayat 15

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al Maa’idah

۞ QS. 5:1 Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 5:2 • Siksaan Allah sangat pedih • Ar Rabb (Tuhan) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 5:3 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Keistimewaan IslamIslam agama yang diterima di sisi Allah

۞ QS. 5:5 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 5:6 Sifat Iradah (berkeinginan) • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 5:7 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 5:8 • Keluasan ilmu Allah • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 5:9 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 5:10 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 5:11 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 5:12 • Kewajiban beriman pada para rasul • Sifat surga dan kenikmatannya • Kembali kufur • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:13 • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 5:14 • Keluasan ilmu Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:16 Hikmah penurunan kitab-kitab samawiHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 5:17 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 5:18 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Mendustai Allah • Segala sesuatu milik Allah • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 5:19 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 5:20 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 5:23 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Melihat sebab akibat

۞ QS. 5:24 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:25 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:26 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 5:27 • Perbuatan dan niat

۞ QS. 5:28 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:29 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Dosa-dosa besar

۞ QS. 5:32 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 5:33 • Nama-nama hari kiamat • Bersikap keras terhadap orang kafir • Dosa-dosa besar • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 5:34 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar

۞ QS. 5:35 • Bersegera dalam melakukan kebaikan • Mengharap wasilah (kedudukan)

۞ QS. 5:36 • Siksaan Allah sangat pedih • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Azab orang kafir • Penghapus pahala kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:37 • Keabadian neraka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 5:38 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 5:39 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 5:40 • Segala sesuatu milik Allah • Ampunan Allah yang luas • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 5:41 • Nama-nama hari kiamat • Allah menggerakkan hati manusia • Azab orang kafir • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 5:42 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 5:44 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 5:46 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 5:47 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 5:48 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Kebenaran hari penghimpunan • Bersegera dalam melakukan kebaikan •

۞ QS. 5:49 Sifat Iradah (berkeinginan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 5:51 • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafir • Perintah tidak mengikuti orang musyrikHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 5:52 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:53 • Siksa orang munafik • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 5:54 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Wasi’ (Maha Luas)

۞ QS. 5:55 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Wali (Maha Pelindung) • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 5:56 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Keutamaan iman

۞ QS. 5:57 • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafir

۞ QS. 5:59 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 5:60 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:61 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 5:64 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Mendustai Allah • Sifat Kamal (sempurna) • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:65 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Perbuatan yang menghalangi api neraka • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 5:66 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 5:67 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 5:68 Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 5:69 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Nama-nama hari kiamat • Islamnya ahli kitab • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 5:71 • Keluasan ilmu Allah • Al Bashir (Maha Melihat) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 5:72 Tauhid Rububiyyah • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Syirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 5:73 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Siksaan Allah sangat pedih • Al Wahid (Maha Esa) • Syirik adalah dosa terbesar

۞ QS. 5:74 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 5:76 • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 5:78 • Azab orang kafir

۞ QS. 5:80 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:81 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitab

۞ QS. 5:82 • Permusuhan orang kafir terhadap orang Islam

۞ QS. 5:83 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:84 Ar Rabb (Tuhan) • Keutamaan iman

۞ QS. 5:85 • Pahala iman • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman

۞ QS. 5:86 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 5:89 • Toleransi Islam • Perbuatan dan niat

۞ QS. 5:90 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan • Meramal nasib mengakibatkan kekufuran • Dosa-dosa besar •

۞ QS. 5:91 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah • Menjaga diri dari syetan • Dosa-dosa besar •

۞ QS. 5:92 • Kewajiban patuh kepada Rasul • Peringatan Allah terhadap hambaNya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:93 • Keistimewaan Islam • Ajakan masuk Islam • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Perbuatan dan niat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 5:94 • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:95 Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Muntaqim (Maha Pembalas dosa) • Toleransi IslamIslam menghapus dosa masa lalu

۞ QS. 5:96 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 5:97 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 5:98 • Siksaan Allah sangat pedih • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:99 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 5:101 • Ampunan Allah yang luas • Al Halim (Maha Penyabar) • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 5:102 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 5:103 • Mendustai Allah

۞ QS. 5:104 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 5:105 • Sikap orang mukmin terhadap fitnah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 5:106 • Wasiat mayit

۞ QS. 5:108 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 5:109 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Allamul Ghuyub (Maha Mengetahui alam gaib) • Kebenaran hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 5:110 • Peranan dan tugas Jibril

۞ QS. 5:111 • Kewajiban beriman pada para rasul

۞ QS. 5:112 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 5:114 • Meminta dengan menyebut nama Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki)

۞ QS. 5:115 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 5:116 • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Allamul Ghuyub (Maha Mengetahui alam gaib)

۞ QS. 5:117 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Al Raqib (Maha Pengawas) • Al Syahid (Maha Menyaksikan) •

۞ QS. 5:118 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 5:119 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 5:120 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) •

Ayat Pilihan

(Kami berikan mereka kesenangan) di dunia (sebentar) hanya selama mereka hidup di dalamnya
(kemudian Kami paksa mereka) di akhirat (masuk ke dalam siksa yang keras)
yaitu siksaan neraka yang mereka tidak menemui jalan keselamatan darinya
QS. Luqman [31]: 24


orang-orang yang taubat & mengadakan perbaikan & berpegang teguh pada (agama) Allah & tulus ikhlas beragama karena Allah …
QS. An-Nisa’ [4]: 146

Setan memberi janji kepada mereka & membangkitkan angan kosong,
padahal setan tak menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka.
QS. An-Nisa’ [4]: 120

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
QS. Al Mudatsir adalah surah ke 74 dalam Alquran yang tergolong ke dalam surah Makkiyyah.

Pembahasan:

Ayat 1

u064au064eu0627 u0623u064eu064au0651u064fu0647u064eu0627 u0627u0644u0652u0645u064fu062fu0651u064eu062bu0651u0650u0631u064f

yaa ayyuhaal muddatstsir

Hai orang yang berkemul (berselimut)


Ayat 2

u0642u064fu0645u0652 u0641u064eu0623u064eu0646u0652u0630u0650u0631u0652

Qum faandzir

bangunlah, lalu berilah peringatan


Ayat 3

u0648u064eu0631u064eu0628u0651u064eu0643u064e u0641u064eu0643u064eu0628u0651u0650u0631u0652

warabbaka fakabbir

dan Tuhanmu agungkanlah


Ayat 4

u0648u064eu062bu0650u064au064eu0627u0628u064eu0643u064e u0641u064eu0637u064eu0647u0651u0650u0631u0652

wa shiyabaqa fathahhir

dan pakaianmu bersihkanlah


Ayat 5

u0648u064eu0627u0644u0631u0651u064fu062cu0652u0632u064e u0641u064eu0627u0647u0652u062cu064fu0631u0652

warrujja fahjur

dan perbuatan dosa tinggalkanlah


Ayat 6

u0648u064eu0644u064eu0627 u062au064eu0645u0652u0646u064fu0646u0652 u062au064eu0633u0652u062au064eu0643u0652u062bu0650u0631u064f

wa laa tamnun tastakstir

dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.


Ayat 7

u0648u064eu0644u0650u0631u064eu0628u0651u0650u0643u064e u0641u064eu0627u0635u0652u0628u0650u0631u0652

walirabbaka fashbir

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Assabiqunal awwalun adalah sebutan untuk sahabat-sahabat nabi Muhammad yang pertama kali memeluk islam.

Contohnya: Abu Bakar Ash Shiddiq, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Khadijah ra. Assabiqunal awwalun artinya adalah orang-orang yang awal masuk atau memeluk agama islam.

Pendidikan Agama Islam #11
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #11 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #11 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Kamus

petuah

Apa itu petuah? pe.tu.ah (1) keputusan atau pendapat mufti (tentang masalah agama Islam); fatwa; (2) nasihat orang alim; pelajaran (nasihat) yang baik; dalam pertemuan itu diharapkan nasihat dan petu...

Suriah

Di mana itu Suriah? Republik Arab Suriah (bahasa Arab: الجمهورية العربية السورية‎ al-jumhūriyyaħ al-arabiyyaħ as-sūriyyaħ; bahasa Inggris: Syria), adalah negara yang terl...

syuriah

Apa itu syuriah? syu.ri.ah legislatif … •