Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Maa'idah

Al Maa’idah (Jamuan (hidangan makanan)) surah 5 ayat 13


فَبِمَا نَقۡضِہِمۡ مِّیۡثَاقَہُمۡ لَعَنّٰہُمۡ وَ جَعَلۡنَا قُلُوۡبَہُمۡ قٰسِیَۃً ۚ یُحَرِّفُوۡنَ الۡکَلِمَ عَنۡ مَّوَاضِعِہٖ ۙ وَ نَسُوۡا حَظًّا مِّمَّا ذُکِّرُوۡا بِہٖ ۚ وَ لَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلٰی خَآئِنَۃٍ مِّنۡہُمۡ اِلَّا قَلِیۡلًا مِّنۡہُمۡ فَاعۡفُ عَنۡہُمۡ وَ اصۡفَحۡ ؕ اِنَّ اللّٰہَ یُحِبُّ الۡمُحۡسِنِیۡنَ
Fabimaa naqdhihim miitsaaqahum la’annaahum waja’alnaa quluubahum qaasiyatan yuharrifuunal kalima ‘an mawaadhi’ihi wanasuu hazh-zhan mimmaa dzukkiruu bihi walaa tazaalu tath-thali’u ‘ala khaa-inatin minhum ilaa qaliilaa minhum faa’fu ‘anhum waashfah innallaha yuhibbul muhsiniin(a);

(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu.
Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
―QS. 5:13
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Balasan dari perbuatannya ▪ Segala sesuatu milik Allah
5:13, 5 13, 5-13, Al Maa’idah 13, AlMaaidah 13, Al Maidah 13, AlMaidah 13, Al-Ma’idah 13
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Maa’idah (5) : 13. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang Yahudi itu selalu mengingkari janji, maka Allah mengutuk mereka dan menjadikan hati mereka keras membatu dan menerangkan pula bahwa mereka tidak segan-segan merubah perkataan Allah dari yang aslinya, yaitu kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa yang telah mengambil janji dari mereka supaya memelihara dan melaksanakan isinya tetapi tidak ada seorangpun dari mereka yang melaksanakannya sebagaimana orang-orang muslim memelihara Alquran pada masa Nabi Muhammad ﷺ.
Kitab Taurat yang asli itu telah disepakati ahli-ahli sejarah Yahudi dan Nasrani mengatakan sudah lenyap semenjak kerajaan Babilonia menyerang kota mereka, membakar candi mereka dan menawan orang-orang Yahudi yang masih hidup.

Selanjutnya Allah menerangkan bahwa mereka telah lupa akan sebagian dari yang telah diperingatkan kepadanya dan dengan sengaja tidak mengerjakan sebagian apa yang diperintahkan itu karena sudah menjadi kebiasaan bagi mereka membangkang dan mengingkari janji.

Menurut Ibnu Abbas dan Mujahid bahwa mereka lupa akan sebagian dari Taurat yang asli.
Dan ini bisa terjadi bagi orang-orang Yahudi setelah hilangnya Taurat yang asli itu, karena mereka tidak ada yang menghafalnya.

Pada akhir ayat ini, Allah memperingatkan Nabi Muhammad ﷺ.
bahwa demikianlah watak dan tingkah laku orang-orang Yahudi pada zaman dahulu terhadap Allah, kitab-kitab, rasul-rasul-Nya.
Dan menerangkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ.
senantiasa akan menghadapi bermacam-macam tipu dan penghianatan mereka.
Janganlah mengira bahwa engkau telah aman disebabkan engkau telah menyetujui hidup damai berdampingan dengan mereka, karena sudah menjadi watak mereka selalu suka menentang dan melanggar janji, kecuali sebagian kecil dari mereka, seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya yang telah masuk Islam dengan sesungguhnya.
Menghadapi orang-orang ini janganlah Muhammad ﷺ.
merasa khawatir akan tetapi hendaklah memaafkan kesalahan-kesalahan yang pernah mereka lakukan.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Pendapat lain mengatakan bahwa yang dimaksud dari Rasul itu, bukan saja kepada yang sebagian kecil itu tetapi kepada semua orang Yahudi yang pernah berbuat kesalahan kepada Nabi dan sahabat-sahabatnya.

Al Maa'idah (5) ayat 13 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Maa'idah (5) ayat 13 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Maa'idah (5) ayat 13 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Karena Bani Israil telah melanggar janji, maka mereka berhak dilaknat dan dijauhkan dari rahmat Allah.
Hati mereka menjadi keras dan tidak dapat menerima kebenaran.
Mereka kemudian mulai mengubah arti firman Allah menurut kehendak dan hawa nafsu mereka dan meninggalkan apa yang telah diperintahkan kepada mereka dalam Tawrat.
Kamu, Rasulullah, masih akan melihat berbagai bentuk pengkhianatan dan perusakan perjanjian, kecuali sebagian kecil dari mereka yang beriman kepadamu.
Mereka tidak akan berkhianat.
Maka maafkanlah kesalahan mereka, wahai Rasulullah, ampuni dan berbuat baiklah kepada mereka.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka disebabkan mereka melanggar) maa merupakan tambahan (janji itu, Kami kutuk mereka) artinya Kami jauhkan dari rahmat Kami (dan Kami jadikan hati mereka keras) tak hendak lunak untuk menerima keimanan.
(Mereka ubah perkataan-perkataan)yang terdapat dalam Taurat berupa sifat-sifat dan ciri-ciri Muhammad (dari tempat-tempatnya) semula yang ditaruh oleh Allah (dan mereka lupakan) tinggalkan (sebagian dari peringatan-peringatan yang telah disampaikan kepada mereka) dalam Taurat mengenai ketaatan kepada Muhammad.
(Dan selalulah kamu) perkataan ditujukan kepada Nabi ﷺ (melihat) secara jelas (pengkhianatan dari mereka) dengan mengingkari janji dan lain-lain (kecuali sedikit di antara mereka) yang masuk Islam.
(Maka maafkanlah mereka itu dan biarkanlah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik) ini dimansukh oleh ayat perang.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Disebabkan pembatalan orang-orang Yahudi terhadap perjanjian yang tegas tersebut, Kami mengusir mereka dari rahmat Kami.
Kami menjadikan hati mereka keras dan tidak lunak kepada iman.
Mereka mengganti Kalam Allah yang Dia turunkan kepada Musa, yaitu Taurat, dan meninggalkan bagian yang dengannya mereka diperingatkan lalu mereka tidak mengamalkannya.
Engkau wahai Rasul akan senantiasa menemukan pengkhianatan dan kecurangan dari orang-orang Yahudi.
Mereka telah meniti jalan nenek moyang mereka, kecuali hanya sedikit orang dari mereka.
Maafkanlah keburukan perilaku mereka terhadapmu dan maklumilah mereka, karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik dengan cara memaafkan orang yang berbuat buruk kepadanya.
(Demikianlah, para pengusung kesesatan menemukan jalan untuk mewujudkan tujuan buruk mereka dengan menyelewengkan firman Allah dan menakwilkannya dengan takwil yang batil.
Bila mereka tidak mampu menyelewengkan dan menakwilkan, mereka meninggalkan apa yang tidak sejalan dengan hawa nafsu mereka dari syariat Allah, di mana yang berkenan untuk berpegang kepadanya hanyalah sedikit dari kalangan orang-orang yang dijaga oleh Allah).

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Maka barang siapa yang kafir di antara kalian sesudah itu, se­sungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.

Yakni barang siapa yang melanggar perjanjian ini sesudah dijadikan dan dikukuhkan, lalu ia menyimpang dan mengingkarinya, memperla­kukannya seperti perlakuan orang yang tidak mengetahuinya, berarti dia telah keliru dari jalan yang jelas, menyimpang dari hidayah me­nuju ke arah kesesatan.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala.
memberitahukan perihal siksaan yang akan menimpa mereka yang melanggar perjanjian dengan-Nya dan meru­sak janji itu.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman:

(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya.
Kami kutuki mereka.

Dengan kata lain, disebabkan mereka merusak janjinya yang telah di­ambil oleh Allah atas diri mereka, maka Allah mengutuki mereka.
Yakni Allah menjauhkan mereka dari perkara yang hak dan mengusir mereka dari jalan hidayah.

…dan Kami jadikan hati mereka keras membatu.

Karenanya mereka tidak dapat menyerap nasihat, sebab hati mereka keras dan membeku.

Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempat­nya.

Maksudnya, pemahaman mereka telah rusak, sepak terjang mereka sangat buruk terhadap ayat-ayat Allah.
Mereka menakwilkan KitabNya dengan penakwilan yang tidak sesuai dengan penurunannya, menginterpretasikannya dengan pengertian yang berlainan dengan makna yang dimaksud, juga mengatakan terhadap Kitab Allah hal-hal yang tidak dikatakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya.

Yakni mereka tidak mau mengamalkannya karena benci terhadapnya.
Menurut Al-Hasan, mereka meninggalkan ikatan agamanya dan ke­wajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Allah atas diri mereka, pa­dahal amal perbuatan tidak akan diterima-Nya kecuali dengan me­ngerjakan kewajiban-kewajiban itu.

Sedangkan selain Al-Hasan (Al-Basri) mengatakan bahwa me­reka meninggalkan amal saleh sehingga berada dalam keadaan yang amat buruk.
Maka hati mereka sakit, fitrah mereka tidak lurus, dan amal perbuatan mereka tidak diterima.

…dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka.

Yakni tipu muslihat dan makar mereka terhadap dirimu dan para sa­habatmu.

Mujahid dan lain-lainnya mengatakan bahwa makna yang dimak­sud ialah persekutuan mereka untuk menghancurkan Rasulullah ﷺ

…maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka.

Hal ini merupakan suatu kemenangan dan keberuntungan dalam ben­tuk yang lain, seperti yang dikatakan oleh sebagian ulama Salaf, “Im­bangilah perbuatan orang yang durhaka kepada Allah terhadap dirimu dengan taat kepada Allah dalam hal tersebut.” Dengan demikian, me­reka menjadi segan dan malu, mau berdampingan dengan kebenaran, dan mudah-mudahan Allah memberi petunjuk kepada mereka.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

…sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Yaitu memaafkan orang yang berbuat jahat terhadap dirimu.

Qatadah mengatakan bahwa firman-Nya berikut ini:

…maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka., telah di-mansukh oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala.
yang mengatakan:

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian.
(At Taubah:29), hingga akhir ayat.

Informasi Surah Al Maa'idah (المائدة)
Surat Al Maa-idah terdiri dari 120 ayat termasuk golongan surat Madaniyyah.
Sekalipun ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, yaitu di waktu haji wadaa’

Surat ini dinamakan “Al Maa-idah” (hidangan), karena memuat kisah pengikut-pengikut setia Nabi ‘Isa ‘alaihis salam meminta kepada Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, agar Allah menurunkan untuk mereka Al Maa-idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).
Dan dinamakan dengan “Al Uqud” (perjan­jian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surat ini, di mana Allah menyuruh agar hamba­ hamba-Nya memenuhi janji prasetia terhadap Allah dan perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya.

Dinamakan juga “Al Munqidz” (yang menyelamatkan), karena akhir surat ini mengandung kisah tentang Nabi ‘Isa ‘alaihis salam penyelamat pengikut-pengikut setianya dari azab Allah.

Keimanan:

Bantahan terhadap orang-orang yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s.

Hukum:

Keharusan memenuhi perjanjian
hukum melanggar syi’ar Allah
makanan yang di­halalkan dan yang diharamkan
hukum mengawini wanita ahli kitab
wudhu
tayammum
mandi
hukum membunuh orang
hukum mengacau dan mengganggu keamanan
hukum qishaas
hukum melanggar sumpah dan kafaaratnya
hukum khamar
berjudi
berkorban untuk berhala
mengundi nasib
hukum membunuh binatang waktu ihram
hukum persaksian dalam berwasiat.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. menyuruh kaumnya memasuki Palestina
kisah Habil dan Qabil, kisah-kisah tentang Nabi ‘Isa a.s

Lain-lain:

Keharusan bersikap lemah lembut terhadap sesama mu’min bersikap keras terhadap orang-orang kafir
penyempurnaan Agama Islam di zaman Nabi Muhammad ﷺ
keharusan jujur dan berlaku adil
sikap dalam menghadapi berita-berita bohong
akibat berteman akrab dengan orang yang bukan muslim
kutukan Allah terhadap orang-orang Yahudi
kewajiban rasul hanya menyampaikan agama
sikap Yahudi dan Nasrani terhadap orang Islam
Ka’bah sokoguru kehidupan manusia
peringat­an Allah supaya meninggalkan kebiasaan Arab Jahiliyah
larangan-larangan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mengakibatkan kesempitan dalam agama.


Gambar Kutipan Surah Al Maa’idah Ayat 13 *beta

Surah Al Maa'idah Ayat 13



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Maa'idah

Surah Al-Ma'idah (bahasa Arab:المآئدة, al-Mā'idah, "Jamuan Hidangan") adalah surah ke-5 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 120 ayat dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Sekalipun ada ayat-ayatnya yang turun di Mekkah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, yakni sewaktu peristiwa Haji Wada'.
Surah ini dinamakan Al-Ma'idah (hidangan) karena memuat kisah para pengikut setia nabi Isa meminta kepada nabi Isa agar Allah menurunkan untuk mereka Al-Ma'idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).
Selain itu, Surah Al-Ma'idah juga disebut Al-Uqud (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surah ini, di mana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji terhadap Allah maupun perjanjian-perjanjian yang mereka buat terhadap sesamanya.
Dinamakan juga Al-Munqidz (yang menyelamatkan), sebab pada bagian akhir surah ini memuat kesaksian Isa Al-Masih terhadap kaum pengikutnya.

Nomor Surah5
Nama SurahAl Maa'idah
Arabالمائدة
ArtiJamuan (hidangan makanan)
Nama lainAl-'Uqud (bermakna perjanjian dan kesepakatan) dan Al-Munqidz (bermakna yang menyelamatkan).
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu112
JuzJuz 6 (ayat 1-82), juz 7 (ayat 83-120)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat120
Jumlah kata2842
Jumlah huruf12207
Surah sebelumnyaSurah An-Nisa'
Surah selanjutnyaSurah Al-An'am
4.7
Rating Pembaca: 4.3 (27 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku