Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Maa'idah

Al Maa’idah (Jamuan (hidangan makanan)) surah 5 ayat 11


یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوا اذۡکُرُوۡا نِعۡمَتَ اللّٰہِ عَلَیۡکُمۡ اِذۡ ہَمَّ قَوۡمٌ اَنۡ یَّبۡسُطُوۡۤا اِلَیۡکُمۡ اَیۡدِیَہُمۡ فَکَفَّ اَیۡدِیَہُمۡ عَنۡکُمۡ ۚ وَ اتَّقُوا اللّٰہَ ؕ وَ عَلَی اللّٰہِ فَلۡیَتَوَکَّلِ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ
Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuuudzkuruu ni’matallahi ‘alaikum idz hamma qaumun an yabsuthuu ilaikum aidiyahum fakaffa aidiyahum ‘ankum waattaquullaha wa’alallahi falyatawakkalil mu’minuun(a);

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu.
Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal.
―QS. 5:11
Topik ▪ Takwa ▪ Menyeru pada ketakwaan ▪ Hukum memotong tangan pencuri
5:11, 5 11, 5-11, Al Maa’idah 11, AlMaaidah 11, Al Maidah 11, AlMaidah 11, Al-Ma’idah 11
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Maa’idah (5) : 11. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang yang beriman harus mengingat kembali nikmat yang sangat besar yang diberikan kepada mereka, yaitu dengan kekuasaan-Nya, Ia telah menahan dan membebaskan mereka dari suatu kejahatan yang sangat berbahaya yang direncanakan oleh orang-orang kafir.

Banyak riwayat yang menceritakan tentang sebab turunnya ayat ini yang pada umumnya berkisar di sekitar seorang laki-laki dari suku Muharib yang diutus oleh kaumnya untuk membunuh Nabi Muhammad ﷺ.
Riwayat yang terkuat ialah yang dikuatkan oleh Al Hakim dari Hadis Jabir, yaitu seorang laki-laki dari suku Muharib bernama Chauras bin Haris datang dan berdiri di hadapan Rasulullah ﷺ seraya (menghunus pedangnya) lalu berkata, “Siapakah yang dapat membelamu?”
Rasulullah ﷺ menjawab, “Allah” maka terjatuhlah pedang itu dari tangannya lalu diambil oleh Rasulullah ﷺ seraya.
Berkata, “Siapakah yang dapat membelamu?”,
laki-laki itu menjawab, “Jadilah engkau sebaik-baik orang yang bertindak”.
Rasulullah bertanya, “Maukah engkau mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku adalah Rasul-Nya?”
Laki-laki itu menjawab, “Saya berjanji bahwa saya tidak akan memerangimu dan tidak akan turut dengan kaum yang akan memerangimu.” Lalu Rasulullah ﷺ membebaskannya.
Dan setelah ia kembali kepada kaumnya ia berkata kepada mereka, “Saya baru saja datang menjumpai seorang manusia yang paling baik yaitu Rasulullah ﷺ”.

Pada ayat ini Allah mengajak orang-orang yang beriman untuk mengingat kembali nikmat yang akan diberikan kepada mereka pada waktu ada satu kaum yang bermaksud jahat, Allah subhanahu wa ta’ala menahan dan melepaskan mereka dari bahaya kejahatan musuh.

Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan kejahatan dalam ayat ini ialah kejahatan Chauras yang tersebut di atas.
Sebagian lain berpendapat bahwa yang dimaksud, ialah semua kejahatan yang dilakukan oleh orang kafir kepada Rasulullah dan para sahabatnya dan pada permulaan lahirnya Islam dan mereka selalu dilindungi Allah.

Mengingat hal-hal serupa itu sangat besar manfaatnya bagi kehidupan orang-orang yang beriman, karena dengan demikian akan lebih teguh imannya kepada Allah dan kekuasaan-Nya dan menimbulkan semangat dan kepercayaan kepada diri sendiri dalam menghadapi kesusahan dan penderitaan untuk menegakkan kebenaran.
Pada akhir ayat ini Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin supaya tetap bertakwa kepada-Nya yang telah memperlihatkan kekuasaan-Nya dalam menolong dan melindungi mereka dan kejahatan-kejahatan musuh.
Allah menyuruh kaum Muslimin bertawakal kepada-Nya.
setelah mereka melakukan usaha dan ikhtiar menurut kemampuan mereka dan melarang mereka jangan sekali-kali bertawakal selain kepada Allah.

Al Maa'idah (5) ayat 11 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Maa'idah (5) ayat 11 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Maa'idah (5) ayat 11 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hai orang-orang yang beriman, renungkanlah nikmat Allah saat kalian mengalami kesusahan, ketika suatu kaum–yaitu sekelompok orang musyrik–hendak menghancurkan kalian dan Rasulullah, lalu Allah melindungi dan menyelamatkan kalian dari siksa mereka.
Bertakwalah kepada Allah dan bersandarlah hanya kepada-Nya dalam segala urusan, karena Dia yang mencukupimu.
Selayaknya bagi orang yang beriman untuk selalu bersandar kepada Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika suatu kaum bermaksud) yakni orang-orang Quraisy (hendak memanjangkan tangan mereka kepadamu) buat mencelakakanmu (maka ditahan-Nya tangan mereka daripadamu) dan dilindungi-Nya kamu dari maksud jahat mereka itu (dan bertakwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kepada Allah orang-orang mukmin itu bertawakal.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, ingatlah nikmat keamanan yang Allah limpahkan kepada kalian dan disusupkannya rasa takut ke dalam hati musuh-musuh kalian yang hendak mencelakai kalian, lalu Allah memalingkan mereka dari kalian, dan menggagalkan apa yang mereka inginkan terhadap kalian.
Bertakwalah kalian kepada Allah dan takutlah kepada-Nya.
Bertawakallah kalian hanya kepada Allah semata dalam segala urusan kalian, baik urusan agama maupun dunia, percayalah kepada pertolongan dan bantuan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan fir­man Allah subhanahu wa ta’ala.:

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kalian akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepada kalian, di waktu suatu kaum bermaksud hendak memanjangkan tangannya kepada kalian (un­tuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kali­an.
Demikian itu karena ada suatu kaum dari kalangan orang-orang Yahudi membuat suatu jamuan makan untuk Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya dengan maksud hendak membunuh mereka semua.
Maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi-Nya yang memberitahukan perihal rencana kaum Yahudi itu.
Maka Nabi ﷺ tidak datang ke jamuan makan itu dan hanya memerintahkan kepada para sahabat un­tuk mendatanginya.
Maka mereka datang ke jamuan makan tersebut.
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Abu Malik mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan de­ngan Ka’b ibnul Asyraf (pemimpin Yahudi) dan teman-temannya ke­tika mereka bermaksud melakukan pengkhianatan terhadap Nabi Mu­hammad ﷺ dan para sahabatnya, hal ini mereka rencanakan di ru­mah Ka’b ibnul Asyraf.
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abu Ha­tim.

Muhammad ibnu Ishaq ibnu Yasar, Mujahid, dan Ikrimah serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Bani Nadir ketika mereka bermaksud menimpakan batu penggilingan gandum ke tubuh Rasulul­lah ﷺ manakala Rasulullah ﷺ datang kepada mereka meminta bantuan berkenaan dengan diat orang-orang Amiriyin.
Mereka menyerahkan tugas ini kepada Amr ibnu Jahsy ibnu Ka’b untuk melaku­kannya, dan mereka memerintahkan kepadanya apabila Nabi ﷺ te­lah duduk di bawah tembok dan mereka berkumpul menemuinya, hendaknya Amr menjatuhkan batu penggilingan gandum itu dari atas tembok tersebut.
Maka Allah memperlihatkan kepada Nabi ﷺ makar jahat me­reka itu.
Akhirnya Nabi ﷺ kembali lagi ke Madinah, diikuti oleh para sahabatnya.
Berkenaan dengan peristiwa tersebut turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu berta­wakal.

Yaitu barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan menutupi semua yang menjadi kesusahannya dan memeliharanya dari kejahatan manusia serta melindunginya.
Kemudian Rasulullah ﷺ memerintahkan agar para sahabat be­rangkat memerangi mereka.
Akhirnya pasukan kaum muslim me­ngepung mereka dan mengalahkan mereka serta mengusirnya.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Maa’idah (5) Ayat 11

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Ikrimah dan Yazid bin Abi Ziad.
Lafal hadits ini bersumber dari Yazid.
Hadits seperti ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Abdullah bin Abi Bakr, ‘Ashim bin ‘Umar bin Qatadah, Mujahid, ‘Abdullah bin Katsir, dan Abu Malik.
Bahwa Nabi ﷺ keluar bersama Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, Thalhah, dan ‘Abdurrahman bin ‘Auf menuju Ka’b bin al-Asyraf dan Yahudi Banin Nadlir untuk meminjam uang sebagai pembayar diat (denda) yang harus dibayarnya.
Orang Yahudi berkata: “Silakan duduk, kami akan menyajikan makanan dan memberikan apa yang tuan perlukan.” Kemudian Rasulullah ﷺ duduk.
Hayy bin Akhthab berkata pada kawannya (tanpa setahu Nabi ﷺ): “Kalian tidak akan melihat dia lebih dekat dari sekarang.
Timpakan batu ke kepalanya dan bunuhlah dia.
Kalian nanti tidak akan menghadapi kesulitan lagi.” Mereka mengangkat batu penggiling gandum yang sangat besar untuk ditimpakan kepada Rasul.
Akan tetapi Allah menahan tangan mereka, lalu datanglah Jibril memberitahukan agar Rasulullah bangkit dari tempat duduknya.
Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Maa-idah: 11) sebagai perintah untuk mensyukuri nikmat.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah bahwa ayat ini (al-Maa-idah: 11) diturunkan kepada Rasulullah ﷺ di saat beliau berada di kebun kurma, ketika diintai oleh Bani Tsa’labah dan Bani Muharib pada ghazwah (peperangan yang dipimpin Rasulullah ﷺ) yang ketujuh.
Mereka bermaksud membunuh Nabi ﷺ yang sedang tidur, dengan mengirim seorang Arab untuk melaksanakannya.
Si Arab itu mengambil pedang Nabi kemudian menghunusnya dan menggertak beliau sambil berkata: “Siapa yang menghalangi engkau dari pedang ini?” Nabi bersabda: “Allah.” Maka jatuhlah pedang itu dari tangannya, tetapi Rasulullah tidak membalasnya.
Ayat ini (al-Maa-idah: 11) turun sebagai perintah untukk selalu bertawakal kepada Allah.

Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di dalam kitab Dalaa-ilun Nubuwwah, dari al-Hasan, yang bersumber dari Jabir bin ‘Abdillah bahwa seorang laki-laki dari suku Muharib, namanya Ghaurats bin al-Harits, berkata kepada kaumnya: “Akan kubunuh Muhammad untuk kemenangan kalian.” Kemudian ia datang kepada Rasulullah ﷺ di saat beliau duduk-duduk, sedang pedang beliau terletak di pangkuannya.
Ia berkata: “Coba aku lihat pedangmu itu.” Nabi bersabda: “Boleh.” Pedang itu diambilnya, dihunus dan diayun-ayunkkannya untuk ditetakkannya (dibacokkannya) sambil berkata: “Apakah engkau tidak takut padaku?” Nabi menjawab:
“Tidak.” Ia berkata lagi: “Apakah engkau tidak takut, padahal pedang ada di tanganku?” Nabi menjawab:
“Tidak, karena Allah akan menghalangi dan menyelamatkanku darimu.” Kemudian pedang itu dimasukkan lagi ke dalam sarungnya seraya diserahkan kembali kepada Rasulullah ﷺ.
Maka turunlah ayat ini (al-Maa-idah: 11) sebagai ajaran untuk selalu ingat akan nikmat yang telah Allah berikan.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Maa'idah (المائدة)
Surat Al Maa-idah terdiri dari 120 ayat termasuk golongan surat Madaniyyah.
Sekalipun ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ hijrah ke Madinah, yaitu di waktu haji wadaa’

Surat ini dinamakan “Al Maa-idah” (hidangan), karena memuat kisah pengikut-pengikut setia Nabi ‘Isa ‘alaihis salam meminta kepada Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, agar Allah menurunkan untuk mereka Al Maa-idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).
Dan dinamakan dengan “Al Uqud” (perjan­jian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surat ini, di mana Allah menyuruh agar hamba­ hamba-Nya memenuhi janji prasetia terhadap Allah dan perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya.

Dinamakan juga “Al Munqidz” (yang menyelamatkan), karena akhir surat ini mengandung kisah tentang Nabi ‘Isa ‘alaihis salam penyelamat pengikut-pengikut setianya dari azab Allah.

Keimanan:

Bantahan terhadap orang-orang yang mempertuhankan Nabi ‘Isa a.s.

Hukum:

Keharusan memenuhi perjanjian
hukum melanggar syi’ar Allah
makanan yang di­halalkan dan yang diharamkan
hukum mengawini wanita ahli kitab
wudhu
tayammum
mandi
hukum membunuh orang
hukum mengacau dan mengganggu keamanan
hukum qishaas
hukum melanggar sumpah dan kafaaratnya
hukum khamar
berjudi
berkorban untuk berhala
mengundi nasib
hukum membunuh binatang waktu ihram
hukum persaksian dalam berwasiat.

Kisah:

Kisah-kisah Nabi Musa a.s. menyuruh kaumnya memasuki Palestina
kisah Habil dan Qabil, kisah-kisah tentang Nabi ‘Isa a.s

Lain-lain:

Keharusan bersikap lemah lembut terhadap sesama mu’min bersikap keras terhadap orang-orang kafir
penyempurnaan Agama Islam di zaman Nabi Muhammad ﷺ
keharusan jujur dan berlaku adil
sikap dalam menghadapi berita-berita bohong
akibat berteman akrab dengan orang yang bukan muslim
kutukan Allah terhadap orang-orang Yahudi
kewajiban rasul hanya menyampaikan agama
sikap Yahudi dan Nasrani terhadap orang Islam
Ka’bah sokoguru kehidupan manusia
peringat­an Allah supaya meninggalkan kebiasaan Arab Jahiliyah
larangan-larangan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mengakibatkan kesempitan dalam agama.


Gambar Kutipan Surah Al Maa’idah Ayat 11 *beta

Surah Al Maa'idah Ayat 11



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Maa'idah

Surah Al-Ma'idah (bahasa Arab:المآئدة, al-Mā'idah, "Jamuan Hidangan") adalah surah ke-5 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri dari 120 ayat dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Sekalipun ada ayat-ayatnya yang turun di Mekkah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, yakni sewaktu peristiwa Haji Wada'.
Surah ini dinamakan Al-Ma'idah (hidangan) karena memuat kisah para pengikut setia nabi Isa meminta kepada nabi Isa agar Allah menurunkan untuk mereka Al-Ma'idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112).
Selain itu, Surah Al-Ma'idah juga disebut Al-Uqud (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surah ini, di mana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji terhadap Allah maupun perjanjian-perjanjian yang mereka buat terhadap sesamanya.
Dinamakan juga Al-Munqidz (yang menyelamatkan), sebab pada bagian akhir surah ini memuat kesaksian Isa Al-Masih terhadap kaum pengikutnya.

Nomor Surah5
Nama SurahAl Maa'idah
Arabالمائدة
ArtiJamuan (hidangan makanan)
Nama lainAl-'Uqud (bermakna perjanjian dan kesepakatan) dan Al-Munqidz (bermakna yang menyelamatkan).
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu112
JuzJuz 6 (ayat 1-82), juz 7 (ayat 83-120)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat120
Jumlah kata2842
Jumlah huruf12207
Surah sebelumnyaSurah An-Nisa'
Surah selanjutnyaSurah Al-An'am
4.5
Rating Pembaca: 4.9 (15 votes)
Sending







Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku