Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Lail (Malam) – surah 92 ayat 19 [QS. 92:19]

وَ مَا لِاَحَدٍ عِنۡدَہٗ مِنۡ نِّعۡمَۃٍ تُجۡزٰۤی
Wamaa ahadin ‘indahu min ni’matin tujza;
dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya,
―QS. Al Lail [92]: 19

Daftar isi

And not (giving) for anyone who has (done him) a favor to be rewarded
― Chapter 92. Surah Al Lail [verse 19]

وَمَا dan tidak
And not
لِأَحَدٍ satupun
for anyone
عِندَهُۥ pada sisinya
with him
مِن dari
any
نِّعْمَةٍ nikmat
favor
تُجْزَىٰٓ patut dibalas
to be recompensed

Tafsir Al-Quran

Surah Al Lail
92:19

Tafsir QS. Al Lail (92) : 19. Oleh Kementrian Agama RI


Orang-orang yang bertakwa membantu orang lain bukan karena orang itu berjasa kepadanya yang karena itu ia perlu membalasnya.
Ia membantu orang itu semata-mata karena mengharapkan rida dan surga Allah di akhirat.

Tafsir QS. Al Lail (92) : 19. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Menurut orang yang menginfakkan hartanya ini, tidak ada seorang pun yang berhak untuk memberikan nikmat dan ganjaran baginya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kelak yang akan dijauhkan dari neraka adalah orang-orang yang sangat bertakwa, yaitu orang yang memberikan hartanya karena mencari tambahan kebajikan.
Apa yang diberikannya itu bukan sebagai balasan terhadap orang yang telah berbuat baik kepadanya.


Tetapi ia melakukannya semata-mata karena wajah Tuhannya Yang Mahaluhur dan karena mencari ridha-Nya.
Kelak Allah akan memberikan kepadanya di surga apa yang membuatnya senang.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Padahal tidak ada seseorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu.
(QS. Al-Lail [92]: 17)

Yakni kelak akan dijauhkan dari neraka orang yang bertakwa dan orang yang paling bertakwa, kemudian dijelaskan oleh firman berikutnya siapa yang dimaksud dengan orang yang bertakwa itu:

(yaitu) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya.
(QS. Al-Lail [92]: 18)

Yaitu membelanjakan hartanya untuk jalan ketaatan kepada Tuhannya, untuk mensucikan dirinya, hartanya dan segala apa yang dikaruniakan oleh Allah kepadanya berupa agama dan dunia.

padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya.
(QS. Al-Lail [92]: 19)

Maksudnya, pembelanjaan yang dikeluarkannya itu bukanlah untuk membalas jasa kebaikan yang pernah diberikan oleh orang lain kepadanya, melainkan dia mengeluarkannya hanya semata-mata.

tetapi semata-mata karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi.
(QS. Al-Lail [92]: 20)

Yakni hanyalah semata-mata karena mengharapkan untuk dapat melihat Allah di negeri akhirat di dalam taman-taman surga.
Lalu disebutkan dalam firman berikutnya:

Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.
(QS. Al-Lail [92]: 21)

Artinya, orang yang menyandang sifat-sifat ini niscaya akan mendapat kepuasan.
Banyak kalangan ulama tafsir menyebutkan bahwa ayat-ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Bakar As-siddiq r.a. sehingga sebagian dari mereka ada yang meriwayatkannya sebagai suatu kesepakatan di kalangan ulama tafsir.

Dan memang tidak diragukan lagi dia termasuk ke dalamnya.
sebagaimana termasuk pula ke dalam pengertiannya seluruh umat ini bila ditinjau dari pengertian umumnya, mengingat lafaznya memakai lafaz yang mengandung pengertian umum, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, (yaitu orang) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan dirinya, padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanyayang harus dibalasnya.
(QS. Al-Lail [92]: 17-19)

Akan tetapi, Abu Bakar r.a. merupakan orang yang diprioritaskan dari kalangan umat ini, dan dia adalah pendahulu mereka dalam menyandang sifat-sifat ini dan sifat-sifat terpuji lainnya.
Dia adalah seorang yang berpredikat siddiq, bertakwa, mulia, lagi dermawan, banyak membelanjakan hartanya di jalan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan menolong Rasul-Nya.

Berapa banyak uang dinar dan dirham yang telah dibelanjakan Abu Bakar demi mengharapkan rida Tuhannya Yang Mahamulia, padahal tiada seorang pun yang berjasa baginya hingga perlu untuk ia balas jasanya itu dengan imbalan pemberian.
Bahkan kemurahan dan kebaikannya juga menyentuh para pemimpin, dan orang-orang yang terhormat dari kalangan berbagai kabilah.

Karena itulah Urwah ibnu Mas’ud pemimpin Bani Saqif ketika terjadi Perjanjian Hudaibiyah mengatakan kepada Abu Bakar,
"Ingatlah, demi Allah, seandainya saja aku tidak teringat akan jasamu padaku yang masih belum terbalaskan, tentulah aku akan meladenimu,"
tersebutlah bahwa Abu Bakar r.a. bersikap kasar terhadapnya dalam menyambutnya.
Untuk itu apabila keadaan Abu Bakar sangat disegani di kalangan para penghulu orang Arab dan para pemimpinnya, maka terlebih lagi orang-orang yang selain mereka, lebih segan kepadanya karena kebaikan dan kedermawanannya.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

Padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi.
(QS. Al-Lail [92]: 19-20)

Di dalam hadis sahihain disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Barang siapa yang membelanjakan sepasang barang dijalan Allah, maka para malaikat penjaga surga memanggilnya,
"Hai hamba Allah, inilah yang baik."
Maka Abu bakar bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah merupakan suatu keharusan bagi seseorang (yang masuk surga) dipanggil dari pintunya, dan apakah ada seseorang yang dipanggil dari semua pintu surga (untuk memasukinya)?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Ya ada, dan aku berharap semoga engkau termasuk seseorang dari mereka (yang dipanggil masuk surga dari semua pintunya).

Unsur Pokok Surah Al Lail (اليل)

Surat Al Lail terdiri atas 21 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al A’laa.

Surat ini dinamai "Al Lail" (malam), diambil dari perkataan "Al Lail" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Usaha manusia itu berlainan, karena itu balasannya berlainan pula.
▪ Orang yang suka berderma, bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang baik, dimudahkan Allah baginya melakukan kebaikan yang membawa kepada kebahagiaan di akhirat, tetapi orang yang dimudahkan Allah baginya melakukan kejahatan-kejahatan yang membawa kepada kesengsaraan di akhirat, harta benda tidak akan memberi manfaat kepadanya.
▪ Orang yang bakhil merasa dirinya cukup dan mendustakan adanya pahala yang baik.

Ayat-ayat dalam Surah Al Lail (21 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Lail (92) : 1-21 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 21 + Terjemahan Indonesia
QS. Al-Lail (92) : 1-21 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 21

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Lail ayat 19 - Gambar 1 Surah Al Lail ayat 19 - Gambar 2
Statistik QS. 92:19
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Lail.

Surah Al-Lail (bahasa Arab:الّيل, al-Layl, “Malam”) adalah surah ke-92 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 21 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah, diturunkan sesudah Surah Al-A’la.
Surat ini dinamai Al Lail (malam), diambil dari perkataan Al Lail yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 92
Nama Surah Al Lail
Arab اليل
Arti Malam
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 9
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 21
Jumlah kata 71
Jumlah huruf 316
Surah sebelumnya Surah Asy-Syams
Surah selanjutnya Surah Ad-Duha
Sending
User Review
4.6 (8 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
92:19, 92 19, 92-19, Surah Al Lail 19, Tafsir surat AlLail 19, Quran Al-Lail 19, Surah Al Lail ayat 19
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 92:19

More Videos

Kandungan Surah Al Lail

۞ QS. 92:4 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 92:5 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 92:6 • Pahala iman • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya •

۞ QS. 92:7 • Pahala iman • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 92:9 • Mengingkari hari kebangkitan • Nama-nama surga • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 92:10 • Allah menggerakkan hati manusia • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 92:11 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 92:12 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 92:13 • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah

۞ QS. 92:14 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Sifat neraka • Maksiat dan dosa

۞ QS. 92:15 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 92:16 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 92:17 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 92:18 • Perbuatan yang menghalangi api neraka

۞ QS. 92:19 • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 92:20 Ar Rabb (Tuhan) • Ikhlas dalam berbuat

Ayat Pilihan

Apakah kalian merasa lebih tahu daripada-Nya?
Bahkan Allah telah memberitahukan pula hal itu dalam kitab-kitab kalian,
maka janganlah lantas menyembunyikan kebenaran yang termuat dalam kitab-kitab kalian sendiri.
QS. Al-Baqarah [2]: 140

Setan memberi janji kepada mereka & membangkitkan angan kosong,
padahal setan tak menjanjikan kepada mereka selain tipuan belaka.
QS. An-Nisa’ [4]: 120

Tidakkah mereka perhatikan, bahwa Kami telah jadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok.
Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil & ingkari nikmat Allah?
QS. Al-‘Ankabut [29]: 67

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا
Arti dari kalimat di atas adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

'Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran'
--HR. Imam al-Baihaqi dalam kitab 'Syu’abul Iman' (no. 6612). Hadits ini adalah hadits yang lemah.

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Muhammad bin Musa al-Khawarizmi adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwarizm dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad.

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Arti dari hadist diatas adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Rasulullah Shallalhu'alaihi wa sallam bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

'Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.'
(HR. Bukhari no. 3461)

+

Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali ...

Correct! Wrong!

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Dalam hadits shahih disebutkan.

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.'
[HR. Muslim dalam Al-Iman (49)]

Pendidikan Agama Islam #30
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #30 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #30 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Kamus Istilah Islam

Ar Raafi’

Apa itu Ar Raafi’? Allah itu Ar-Raafi’ . Maksudnya adalah Allah itu yang Maha Meninggikan, Allah bisa meninggikan derajat siapa saja yang Allah kehendaki sesuai dengan kebijaksanaan-Nya. ...

Imam Muslim

Siapa itu Imam Muslim? Al-Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi ( أبو الحسين مسلم بن الحجاج القشيري النيشابوري), atau sering dikenal seba...

viabilitas

Apa itu viabilitas? vi.a.bi.li.tas kemungkinan untuk dapat hidup; hanya semangat berusaha yang realistislah yang dapat menciptakan viabilitas masyarakat ASEAN … •