Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Kahfi

Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) surah 18 ayat 34


وَّ کَانَ لَہٗ ثَمَرٌ ۚ فَقَالَ لِصَاحِبِہٖ وَ ہُوَ یُحَاوِرُہٗۤ اَنَا اَکۡثَرُ مِنۡکَ مَالًا وَّ اَعَزُّ نَفَرًا
Wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maaalan wa-a’azzu nafaran;

dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika bercakap-cakap dengan dia:
“Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat”
―QS. 18:34
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Kisah pemilik dua kebun ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala
18:34, 18 34, 18-34, Al Kahfi 34, AlKahfi 34, Al-Kahf 34
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 34. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan dalam ayat ini bahwa pemilik kebun itu masih memiliki kekayaan lain berupa harta perdagangan emas, perak, dan lain-lainnya yang diperoleh dari penjualan hasil kebun dan ladang.
Qurthus benar-benar berada dalam kehidupan yang mewah, dengan harta kekayaan yang melimpah ruah, dan memiliki pembantu-pembantu, buruh-buruh, dan pengawal-pengawal dalam jumlah yang besar.
Keadaan yang demikian membuat dirinya sombong dan ingkar kepada Tuhan yang memberikan nikmat itu kepadanya.
Dia berkata kepada temannya yang beriman, yang sebelumnya telah menyeru kepadanya agar beriman kepada Allah dan hari kebangkitan, "Aku mempunyai harta yang lebih banyak daripada kamu, seperti yang kamu saksikan, dan pengikut-pengikutku lebih banyak.
Sewaktu-waktu mereka siap mempertahankan diri dan keluargaku dari musuh-musuhku, serta memelihara dan membela hartaku." Dengan perkataan ini, dia mengisyaratkan bahwa seseorang dapat hidup bahagia dan jaya tanpa beriman kepada Tuhan seru sekalian alam.
Dia beranggapan bahwa segala kejayaan yang dimilikinya dan kenikmatan yang diperolehnya semata-mata berkat kemampuan dirinya.
Tiada Tuhan yang dia rasakan turut membantu dan memberi rezeki dan kenikmatan kepadanya.

Al Kahfi (18) ayat 34 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Kahfi (18) ayat 34 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Kahfi (18) ayat 34 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Selain kebun itu, orang yang kafir itu memiliki kekayaan lain yang berlimpah.
Kekayaan itu telah membuat dirinya sombong lalu berkata kepada temannya yang beriman, "Kekayaanku lebih banyak dari kekayaanmu, dan pengikut-pengikutku pun lebih kuat."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan dia mempunyai) di samping kedua kebun itu (buah-buahan yang banyak) lafal Tsamarun atau Tsumurun atau Tsumrun adalah bentuk jamak dari kata Tsamratun, keadaannya sama dengan lafal Syajaratun dan Syajarun, atau Khasyabatun dan Khasyabun, atau Badanatun dan Badanun (maka ia berkata kepada kawannya) yang mukmin (ketika ia bercakap-cakap dengan dia) seraya membanggakan miliknya, "(Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat)" keluargaku lebih kuat.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Pemilik kedua kebun itu memiliki buah dan harta lainnya, maka ia berkata kepada kawannya yang Mukmin, saat bercakap-cakap dengannya (dan keterperdayaan memenuhi dirinya) :
Aku lebih banyak harta daripada kamu, dan pengikut-pengikutku lebih kuat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...dan dia mempunyai kekayaan besar.

Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan samar yang makna asalnya adalah buah-buahan adalah harta benda.

Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah.

Menurut pendapat yang lainnya, makna yang dimaksud ialah buah-buah­an.
Makna inilah yang lebih sesuai dengan pengertian lahiriah lafaznya, dan diperkuat oleh qiraat lainnya yang membacanya sumrun, bentuk ja­maknya dari samratun, seperti halnya lafaz khasyabatun (kayu) yang bentuk jamaknya adalah khasybun.
Qiraat lainnya membacanya samarun.

...maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika ia bercakap-cakap dengan dia.

Salah seorang dari pemilik kedua kebun itu berkata kepada temannya dengan nada sombong dan membanggakan dirinya.

Hartaku lebih banyak daripada hartamu, dan pengikut-pengikutku lebih kuat.

Yakni pembantu, pelayan dan anakku lebih banyak daripadamu.

Qatadah mengatakan, "Demi Allah, hal seperti itulah yang dicita-citakan oleh orang yang durhaka, yaitu memiliki harta yang banyak dan pengikut-pengikut yang kuat."

Kata Pilihan Dalam Surah Al Kahfi (18) Ayat 34

NAFAR
نَفَر

Arti lafaz nafar ialah sekumpulan manusia yaitu keluarga atau kerabat dari seseorang. Mereka membantu orang itu dalam menghadapi masalah dan peperangan. Jumlahnya adalah antara tiga hingga sepuluh orang.

Lafaz nafiir juga mempunyai arti yang hampir sama, namun ia lebih umum dan lebih banyak. Semua orang, baik keluarga ataupun bukan datang menolong dan membantu orang lain. Ada juga yang mengatakan, lafaz nafiir adalah bentuk jamak dari lafaz nafar

Lafaz nafar diulang empat kali dalam Al Qur'an, yaitu dalam surah:
-At Taubah (9), ayat 122;
-Al Kahfi (18), ayat 34
-Al Jinn (72), ayat 1;
-Al Ahqaf (46), ayat 29.

Dalam surah At Taubah (9), ayat 122, Allah memerintahkan sebahagian orang dari suatu kelompok kaum beriman (nafara min kulli fariiqah) untuk mendalami pengetahuan agama. Allah melarang semua kaum itu pergi berperang melawan musuh. Sebaliknya sekelompok orang yang belajar itu nantinya dapat memberi peringatan kepada kaum mereka apabila mereka telah kembali.

Sedangkan dalam surah Al Kahfi (18), ayat 34 menceritakan tentang seorang kafir yang mempunyai dua kebun yang subur. Dia sangat sombong dengan harta dan pengikutpengikutnya yang bertugas menjaga dirinya dan juga kebunnya. Dia juga menganggap kebunnya itu akan kekal dan tidak akan rusak, sehingga dia berkata kepada seorang yang beriman, "Hartaku lebih banyak dari hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat"

Imam Al Qurtubi menerangkan makna nafar di sini ialah sekumpulan orang yang kurang dari sepuluh yang terdiri dari para pengikut, pembantu dan anak. Namun, anggapan orang itu salah karena tidak lama kemudian, kedua kebunnya hancur ditimpa azab Allah.

Lafaz nafar yang terdapat dalam surah Al Jinn (72), ayat 1 dan surah Al Ahqaf (46), ayat 29 dikaitkan dengan bangsa jin. Dalam kedua ayat ini diceritakan, sekumpulan jin dari satu kaum bangsa jin tertentu, ada yang mau mendengar Al Qur'an, mengimaninya dan mengajarkannya kepada kaum mereka. Menurut riwayat Ibn Mas'ud, sekumpulan jin ini mendengar bacaan Al Qur'an yang dilantunkan oleh Rasulullah semasa beliau berada di daerah Nakhlah sekembali dari Taif pada tahun ke sepuluh kenabian. Jumlah mereka ialah sembilan jin. Kemudian mereka diperintahkan oleh nabi supaya menyebarkan Islam kepada bangsa mereka

Sedangkan lafaz nafiir disebut sekali saja di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah Al Israa (17), ayat 6. Dalam ayat ini diceritakan, setelah Bani Israil melanggar perintah-perintah Allah yang terdapat dalam Taurat, Allah menghancurkan mereka sehingga mereka dikuasai oleh pemimpin yang bengis dan kejam. Namun, sesudah Bani Israel bertaubat, Allah memberi anugerah kepada mereka dengan mengembalikan kekuasaan kerajaan kepada mereka, harta yang berlimpah dan juga anak yang banyak (aktsara nafiira) yaitu "jumlah yang besar melebihi jumlah tentara musuh," Sehingga semasa tentara Bani Israil dipimpin oleh Thalut, mereka berhasil mengalahkan tentara Jalut, malah Jalut berhasil dibunuh oleh Nabi Daud.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:584-585

Informasi Surah Al Kahfi (الكهف)
Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Kahfi" artinya "Gua " dan "Ashhabul Kahfi" yang artinya:
"Penghuni-penghuni gua".
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang bebe­rapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, ter­dapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung i'tibar dan pe­lajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadist-hadist Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

Kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan
dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta'ala tidak berobah untuk se­lama-lamanya
kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu buat menulisnya
kepastian datangnya hari berbangkit
Al Qur'an adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan

Hukum:

Dasar hukum wakalah (berwakil)
larangan membangun tempat ibadah di atas kubur
hukum membaca "Insya Allah"
perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima'afkan
kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

Cerita Ashabul kahfi
cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lain­nya mu'min
cerita Nabi Musa a.s. dengan Khidhr a.s.
cerita Dzulqarnain dengan Ya'juj dan Ma'juj.

Lain-lain:

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta'ala serta ibadah yang ikhlas kepada­ Nya
kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu)
adab sopan-santun antara murid dengan guru
dan beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerin­tah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.


Gambar Kutipan Surah Al Kahfi Ayat 34 *beta

Surah Al Kahfi Ayat 34



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Kahfi

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, "Gua") disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Al-Qur'an yang membelah isi Al-Qur'an menjadi dua bagian.

Nomor Surah 18
Nama Surah Al Kahfi
Arab الكهف
Arti Penghuni-penghuni Gua
Nama lain Al-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 69
Juz Juz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 110
Jumlah kata 1589
Jumlah huruf 6550
Surah sebelumnya Surah Al-Isra'
Surah selanjutnya Surah Maryam
4.5
Rating Pembaca: 4.7 (11 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku