Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Kahfi

Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) surah 18 ayat 18


وَ تَحۡسَبُہُمۡ اَیۡقَاظًا وَّ ہُمۡ رُقُوۡدٌ ٭ۖ وَّ نُقَلِّبُہُمۡ ذَاتَ الۡیَمِیۡنِ وَ ذَاتَ الشِّمَالِ ٭ۖ وَ کَلۡبُہُمۡ بَاسِطٌ ذِرَاعَیۡہِ بِالۡوَصِیۡدِ ؕ لَوِ اطَّلَعۡتَ عَلَیۡہِمۡ لَوَلَّیۡتَ مِنۡہُمۡ فِرَارًا وَّ لَمُلِئۡتَ مِنۡہُمۡ رُعۡبًا
Watahsabuhum aiqaazhan wahum ruquudun wanuqallibuhum dzaatal yamiini wadzaatasy-syimaali wakalbuhum baasithun dziraa’aihi bil washiidi lawiith-thala’ta ‘alaihim lawallaita minhum firaaran walamuli-ata minhum ru’ban;

Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur, Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua.
Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka.
―QS. 18:18
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Kisah Ashabul Kahfi ▪ Pengukuhan kenabian dengan mukjizat
18:18, 18 18, 18-18, Al Kahfi 18, AlKahfi 18, Al-Kahf 18
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 18. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah mereka mendapat tempat yang aman dalam gua itu, tekunlah mereka beribadah di dalamnya sampai Tuhan menutup pendengaran mereka dan tertidurlah mereka.
Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan keadaan mereka sewaktu tidur.
Mereka tampaknya bangun tetapi sebenarnya mereka tidur.
Berkata Ibnu Kasir: "Sebagian ahli ilmu menerangkan bahwa tatkala Tuhan menutup pendengaran mereka dengan jalan menidurkan mereka, maka mata mereka tidak tertutup rapat agar jangan cepat rusak.
Bila itu tetap terbuka untuk udara, maka itu lebih tahan lama.
Karena mata mereka terbuka, mereka disangka jaga; seolah-olah mereka melihat siapa yang berdiri di hadapan mereka.
Padahal mereka itu benar-benar tidur.
Tapi tidur mereka berlainan dengan tidur manusia biasa.
Pada tidur biasa umumnya terdapat tanda-tanda istirahat dan organ-organ tubuh terutama mata dan muka.
Tidur para penghuni gua itu, menyimpang dari sunah alam yang berlaku, karena Pencipta Alam berkehendak untuk memperlihatkan kepada manusia yang ingkar pada kekuasaan dan kedaulatan Nya atas alam semesta ini.

Meskipun mereka dalam tidur mereka digerakkan Tuhan dengan membalikkan mereka ke kiri dan ke kanan sebagaimana lazimnya orang hidup yang sedang tidur, namun hal demikian tidaklah mengurangi keluar biasaan peristiwa tidur itu sendiri.
Tidaklah dapat disamakan dengan berbaliknya seseorang yang tidur biasa agar supaya badan terpelihara.
Tuhan Maha Kuasa memelihara badan mereka, walaupun mereka tidak membalik ke kiri dan ke kanan.
Tuhan menggerakkan mereka pada waktu tertentu, untuk menunjukkan adanya kehidupan pada mereka dan membedakan mereka dengan patung-patung atau mumi yang merupakan benda-benda mati.
Walaupun misalnya mereka berbalik ke kiri dan ke kanan sekali dalam setahun, sudah cukup menunjukkan pula keajaiban yang luar biasa bagi orang-orang yang menyaksikan sebab mereka tidur lebih tiga ratus tahun lamanya.

Ahli tafsir bermacam-macam pendapat, ada yang mengatakan enam bulan sekali mereka berbalik, ada pula yang mengatakan sekali setahun pada hari Asyura, ada pula yang mengatakan sembilan tahun dan sebagainya; dan perhitungan waktu itu tidaklah penting untuk diketahui.
Anjing peliharaan mereka sama pula halnya dengan keadaan mereka.
Anjing itu dalam keadaan membujurkan badan dengan kedua tangannya berada di dekat pintu gua.
Suasana dalam gua itu sangat menyeramkan.
Siapa saja yang ingin masuk hendak melihat keadaannya, tentulah mereka akan merasa takut, dan melarikan diri.
Tak seorangpun yang berani masuk menyentuh gua itu.
Tuhan menciptakan suasana seram dan menakutkan dalam gua itu, menurut Ibnu Kasir agar jangan seseorangpun yang mendekat dan menyentuh mereka.

Sampai kelak datang ketentuan yang telah ditetapkan Allah subhanahu wa ta'ala, sebab peristiwa itu mengandung hikmah yang benar, dan atasan yang kuat bahwa janji Allah itu benar dan hari kiamat pasti datang.

Al Kahfi (18) ayat 18 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Kahfi (18) ayat 18 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Kahfi (18) ayat 18 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai orang-orang yang mau memperhatikan, apakah kalian mengira bahwa mereka itu terjaga?
Tidak.
Mereka lelap dalam tidur.
Kami membalikkan badan mereka ke kiri dan ke kanan agar tubuh mereka tidak rusak oleh pengaruh tanah.
Dan anjing yang menemani mereka juga tertidur sambil menjulurkan kedua kakinya keluar gua, seolah-olah dalam keadaan terjaga.
Kalau saja kalian memperhatikan mereka dalam keadaan seperti itu, pasti kalian akan lari ketakutan dan hati kalian akan diliputi rasa ngeri.
Siapa saja yang melihat mereka pasti akan takut.
Kami jadikan hal itu sedemikian rupa agar tidak seorang pun berani mendekati dan agar mereka tidak terjamah oleh tangan sampai batas waktu yang telah Kami tentukan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan kamu akan mengira mereka itu) seandainya kamu melihat mereka (adalah orang-orang yang bangun) yakni tidak tidur, karena mata mereka terbuka.
Lafal Ayqaazhan adalah bentuk jamak dari lafal tunggal Yaqizhun (padahal mereka adalah orang-orang yang tidur) lafal Ruquudun adalah bentuk jamak daripada lafal Raqidun (dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan kiri) supaya daging mereka tidak dimakan oleh tanah (sedangkan anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya) kedua kaki depannya (di muka pintu gua) ke luar mulut gua itu, dan apabila mereka membalikkan badannya, maka anjing itu pun berbuat yang sama, ia pun sama tidur dengan mereka walaupun matanya terbuka.
(Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah hati kamu akan dipenuhi) lafal Muli'ta dapat pula dibaca Mulli'ta (dengan ketakutan terhadap mereka) lafal Ru'ban dapat pula dibaca Ru'uban, Allah memelihara mereka dengan menimpakan rasa takut kepada setiap orang yang hendak memasuki gua tempat mereka, sehingga mereka terpelihara dengan aman.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kamu mengira, wahai orang yang melihat, para penghuni gua itu bangun, padahal mereka itu dalam kenyataannya adalah tidur, dan Kami berjanji untuk menjaga mereka.
Kami bolak-balikkan mereka saat tidur sekali waktu ke kanan dan sekali waktu ke kiri, agar mereka tidak dimakan tanah, sedang anjing mereka yang menemani mereka membentangkan kedua lengannya di halaman gua.
Sekiranya kalian menyaksikan mereka, niscaya kalian akan melarikan diri dari mereka, dan niscaya hati kalian akan dipenuhi ketakutan terhadap mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Sebagian ahli 'ilmu mengatakan bahwa setelah Allah menimpakan tidur pada telinga mereka, mata mereka tidak terkatup, agar matanya tidak rusak.
Karena apabila mata dalam keadaan terbuka, berarti selalu menda­pat hawa (udara), dan itu lebih merawatnya.
Karena itulah dalam firman-Nya disebutkan: wasid artinya pintu gua.
Menurut pendapat yang lain, makna al-wasid ialah tanah.
Tetapi pendapat yang benar ialah yang mengartikan halaman dan pintu gua.
Termasuk ke dalam pengertian ini finnan Allah subhanahu wa ta'ala yang mengatakan:

Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka.
(Al-Humazah: 8)

Yakni tertutup mengunci mereka di dalamnya.
Dikatakan pula asid semak­na dengan wasid.
Anjing mereka mendekam di depan pintu seperti ke­biasaan anjing lainnya.

Ibnu Juraij mengatakan bahwa anjing menjaga pintu gua mereka, dan hal itu sudah menjadi watak dan tabiat anjing.
Anjing mendekam di depan pintu gua mereka seakan-akan sedang menja­ga mereka.
Tempat mendekam anjing itu berada di luar gua, karena ma­laikat tidak mau memasuki suatu rumah yang di dalamnya terdapat anjing, seperti yang telah disebutkan dalam hadis sahih.
Malaikat tidak mau pu­la memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar (patung), orang yang berjinabah, juga orang kafir, seperti yang telah disebutkan di dalam hadis yang berpredikat hasan.

Berkah mereka mencakup anjing mereka sehingga anjing itu pun terkena tidur seperti yang menimpa diri mereka, sedangkan anjing itu berada dalam posisinya.
Demikianlah faedah dan manfaat berteman de­ngan orang-orang saleh, sehingga anjing ini menjadi terkenal dan disebut-sebut serta menjadi buah tutur.

Menurut suatu pendapat anjing itu adalah anjing berburu milik salah seorang pemuda itu.

Menurut pendapat yang lain, anjing itu adalah milik juru masak raja, lalu juru masak itu bergabung dengan mereka dan anjingnya mengikutinya.
Juru masak tersebut seagama dan seiman dengan para pemuda itu.
Akan tetapi, pendapat yang mirip dengan kebenaran ialah yang pertama tadi, yaitu milik salah seorang pemuda itu.

Al-Hafiz ibnu Asakir telah meriwayatkan di dalam biografi Hammam ibnul Wal id Ad-Dimasyqi, bahwa telah menceritakan kepada kami Sadaqah ibnu Umar Al-Gassani, telah menceritakan kepada kami Abbad Al-Minqari, ia pernah mendengar Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa nama domba yang disembelih Nabi Ibrahin 'alaihis salam ialah Jarir, nama burung hudhud Nabi Sulaiman 'alaihis salam ialah 'Unfuz, nama anjing para pemuda peng­huni gua adalah Qitmir, dan nama anak lembu yang disembah kaum Ba­ni Israil ialah Bahmut.
Nabi Adam 'alaihis salam diturunkan (dari surga) ke India, sedangkan Siti Hawa diturunkan di Jeddah, iblis diturunkan di Desbisan, sedangkan ular (yang menggoda Nabi Adam dan Siti Hawa) diturunkan di Asfahan.

Dalam riwayat yang terdahulu dari Syu'aib Al-Jibai telah disebutkan bahwa nama anjing itu adalah Hamran.

Para ulama berbeda pendapat tentang warna bulu anjing itu.
Pendapat mereka berbeda-beda, tetapi tidak ada faedahnya dan tidak penting, bah­kan termasuk hal yang dilarang karena semuanya hanya berdasarkan dugaan belaka, tanpa sandaran:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan jika kamu menyaksikan mereka, tentulah kamu akan ber­paling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka.

Yakni Allah subhanahu wa ta'ala menyelimuti diri mereka dengan wibawa, sehingga tia­da seorang pun yang melihat mereka melainkan hatinya akan merasa takut.
Allah telah melindungi mereka dengan rasa takut dan wibawa yang hebat, agar tiada seorang pun berani mendekati mereka dan tiada suatu tangan pun yang dapat menyentuh mereka, hingga tiba masa terba­ngunnya mereka dari tidurnya, sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa ta'ala, karena dalam peristiwa itu terkandung hikmah dan bukti yang jelas (tentang kekuasaan Allah) dan rahmat yang luas.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Kahfi (18) Ayat 18

RU'B
لرُّعْب

Lafaz ini dalam bentuk mashdar bagi kata dasar ra'aba-yar'abu.

Ra'aba al­ sakhsy berarti orang itu takut, gentar, ngeri dan berasa bimbang.

Ra'abahu bermakna menakutkannya dan menggentarkannya.

Lafaz ini disebut lima kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 151;
-Al Anfaal (8), ayat 12;
-Al Kahfi (18), ayat 18;
-Al­ Ahzab (33), ayat 26;
-Al Hasyr (59), ayat 2.

Allah berfirman:

سَنُلْقِى فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلرُّعْبَ بِمَآ أَشْرَكُوا۟ بِٱللَّهِ

Asy Syawkani berkata,
terdapat dua qiraat dalam lafaz ar ru'b.

Mayoritas ulama membacanya dengan ar ru'b dengan mematikan huruf 'ain. Dari qiraat ini, ia bisa berbentuk mar'ub berarti yang takut. Bisa juga dalam bentuk mashdar yang bermakna ketakutan dan kengerian.

Ibn Amir dan Al Kisa'i membacanya dengan ar­ ru'ub yang berbentuk ism. Asalnya al­ mil'u yaitu penuh.

Dikatakan sail raa'ib bermakna wadi yang penuh dan ra'abtul­ haid bermakna saya memenuhi kolah.

Tafsiran ayat berdasarkan qiraat ini, "Kami akan memenuhi hati mereka dengan ketakutan dan kengerian"

Dalam Sahih Bukhari dan Muslim, Jabir bin Abdullah meriwayatkan, Rasulullah ber­ kata, ''Aku diberi lima kelebihan yang tidak diberi kepada nabi-nabi sebelumku yaitu aku dibantu dan dimenangkan dengan ketakutan (yang dicampakkan ke dalam hati orang­ orang kafir) selama satu bulan, diberikan kepadaku tanah sebagai masjid yang suci, halal untukku harta rampasan, memberikan syafa'at dan kesemua nabi diutus untuk kaum­nya dan aku diutus untuk seluruh manusia keseluruhannya."

Kesimpulannya, lafaz ru'ba atau ar ru'b bermakna ketakutan dan kengerian.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:253

Informasi Surah Al Kahfi (الكهف)
Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Kahfi" artinya "Gua " dan "Ashhabul Kahfi" yang artinya:
"Penghuni-penghuni gua".
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang bebe­rapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, ter­dapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung i'tibar dan pe­lajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadist-hadist Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

Kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan
dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta'ala tidak berobah untuk se­lama-lamanya
kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu buat menulisnya
kepastian datangnya hari berbangkit
Al Qur'an adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan

Hukum:

Dasar hukum wakalah (berwakil)
larangan membangun tempat ibadah di atas kubur
hukum membaca "Insya Allah"
perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima'afkan
kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

Cerita Ashabul kahfi
cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lain­nya mu'min
cerita Nabi Musa a.s. dengan Khidhr a.s.
cerita Dzulqarnain dengan Ya'juj dan Ma'juj.

Lain-lain:

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta'ala serta ibadah yang ikhlas kepada­ Nya
kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu)
adab sopan-santun antara murid dengan guru
dan beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerin­tah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.


Gambar Kutipan Surah Al Kahfi Ayat 18 *beta

Surah Al Kahfi Ayat 18



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Kahfi

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, "Gua") disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Al-Qur'an yang membelah isi Al-Qur'an menjadi dua bagian.

Nomor Surah18
Nama SurahAl Kahfi
Arabالكهف
ArtiPenghuni-penghuni Gua
Nama lainAl-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu69
JuzJuz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat110
Jumlah kata1589
Jumlah huruf6550
Surah sebelumnyaSurah Al-Isra'
Surah selanjutnyaSurah Maryam
4.7
Rating Pembaca: 4.7 (9 votes)
Sending







✔ Watahsaduhum