QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) – surah 18 ayat 109 [QS. 18:109]

قُلۡ لَّوۡ کَانَ الۡبَحۡرُ مِدَادًا لِّکَلِمٰتِ رَبِّیۡ لَنَفِدَ الۡبَحۡرُ قَبۡلَ اَنۡ تَنۡفَدَ کَلِمٰتُ رَبِّیۡ وَ لَوۡ جِئۡنَا بِمِثۡلِہٖ مَدَدًا
Qul lau kaanal bahru midaadan likalimaati rabbii lanafidal bahru qabla an tanfada kalimaatu rabbii walau ji-anaa bimitslihi madadan;

Katakanlah:
Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.
―QS. 18:109
Topik ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan
18:109, 18 109, 18-109, Al Kahfi 109, AlKahfi 109, Al-Kahf 109

Tafsir surah Al Kahfi (18) ayat 109

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 109. Oleh Kementrian Agama RI

Diriwayatkan bahwa orang-orang Yahudi berkata kepada Nabi Muhammad: “Engkau mengatakan bahwa kami telah diberi oleh Allah hikmah, sedang dalam kitab engkau (Alquran) terdapat ayat:

Dan barangsiapa dianugerahkan al hikmah itu ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak.
(Q.S.
Al Baqarah: 269)

Kemudian engkau mengatakan pula sebagaimana tersebut dalam Alquran:

Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.
(Q.S.
Al Isra’: 85)

Dalam kedua ayat ini mereka berpendapat, ada pertentangan maka turunlah ayat ini sebagai jawaban atas kritikan mereka.
Katakanlah kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk menuliskan (dengan pena) kalimat-kalimat Tuhanku dan ilmu-ilmu Nya, maka akan habislah kering lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku meskipun air laut itu ditambahkan sebanyak itu pula, karena lautan itu terbatas sedangkan ilmu dan hikmah Allah tidak terbatas.

Seperti firman Allah:

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya dituliskan kalimat Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(Q.S.
Luqman: 27)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakanlah, wahai Rasul, kepada manusia, “Sesungguhnya ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu.
Sekiranya air laut dijadikan tinta untuk menulis kalimat Allah yang menunjukkan ilmu dan hikmah-Nya, maka tinta itu akan habis sebelum habis kalimat Allah, meskipun ditambahkan lagi sebanyak itu.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah, “Kalau sekiranya lautan) airnya (menjadi tinta) yaitu sarana untuk menulis (untuk menulis kalimat-kalimat Rabbku) yang menunjukkan kepada kebijaksanaan-kebijaksanaan dan keajaiban-keajaiban ciptaan-Nya, seumpamanya hal itu ditulis (sungguh habislah lautan itu) untuk menulisnya (sebelum habis) dapat dibaca Tanfadza atau Yanfadza, yakni sebelum habis ditulis (kalimat-kalimat Rabbku, meskipun Kami datangkan sebanyak itu) lautan yang sama (sebagai tambahan tintanya.”) niscaya tambahan ini pun akan habis pula, sedangkan kalimat-kalimat Rabbku masih belum habis ditulis.

Lafal Madadan dinashabkan karena menjadi Tamyiz.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah, wahai Rasul :
Seandainya air lautan menjadi tinta bagi pena untuk menuliskan kalam Allah berupa ilmu dan hikmah-Nya, serta apa yang diwahyukan-Nya kepada para malaikat dan rasul-rasul-Nya, niscaya habislah air lautan itu sebelum kalimat-kalimat Allah selesai ditulis, walaupun Kami datangkan lautan-lautan lainnya seperti lautan itu sebagai tambahannya.
Ayat ini berisikan penetapan sifat kalam (berbicara) bagi Allah menurut hakikatnya sebagaimana yang patut bagi keagungan dan kebesaran-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan kepada Nabi-Nya, hendaknyalah dia mengatakan kepada manusia bahwa seandainya laut dijadikan sebagai tinta bagi pena yang mencatat dengan semua kalimat Allah, hikmah-hikmah-Nya serta ayat-ayat (tanda-tanda) yang menunjukkan akan kekuasaan-Nya, tentulah laut itu akan habis sebelum penulisannya selesai.

…meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).

Yakni tinta yang sebanyak lautan itu, kemudian ditambahkan lagi hal yang semisal, dan seterusnya demikian, lautan tinta demi lautan tinta, tentulah kalimat-kalimat Allah tidak ada kunjung habisnya.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)wya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Mahabijaksana.
(Luqman:27)

Ar-Rabi’ ibnu Anas mengatakan, sesungguhnya perumpamaan ilmu para hamba semuanya di dalam ilmu Allah, sama dengan setetes air bila dibandingkan dengan semua lautan.
Allah subhanahu wa ta’ala telah menurunkan firman-Nya sehubungan dengan hal ini, yaitu:

Katakanlah, “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku.”
Bahwa seandainya semua lautan yang ada menjadi tintanya untuk menulis kalimat-kalimat Allah, dan semua pepohonan yang ada menjadi penanya, tentulah semua pena patah dan lautan itu menjadi kering, sedangkan kalimat-kalimat Allah masih tetap utuh, tiada yang dapat menghabiskannya.
Karena sesungguhnya seseorang tidaklah mampu memberikan penghormatan kepada-Nya dengan penghormatan yang semestinya, dan tiada seorang pun yang dapat memuji-Nya dengan pujian Allah terhadap diri-Nya sendiri.
Sesungguhnya Tuhan kita adalah seperti apa yang dikatakan-Nya, tetapi di atas segala sesuatu yang kita katakan.
Sesungguhnya perumpamaan kenikmatan dunia dari awal hingga akhir di dalam nikmat ukhrawi sama dengan perumpamaan sebiji sawi di dalam besarnya dunia ini secara keseluruhan.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Kahfi (18) Ayat 109

Diriwayatkan oleh al-Hakim dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa kaum Quraisy berkata kepada Yahudi: “Berilah kami bahan untuk kami tanyakan kepada orang ini (Muhammad).” Merekapun berkata: “Tanyakan kepadanya tentang ruh.” Kaum Quraisy pun bertanya kepada Rasul.
Maka turunlah ayat tentang Ruh (al-Israa: 85).
(Setelah kam Quraisy menyampaikan jawabannya), berkatalah kaum Yahudi: “Kami diberi banyak ilmu dengan diberi Taurat.
Dan barang siapa diberi Taurat, sesungguhnya ia diberi kebaikan yang banyak.” Maka turunlah ayat ini (al-Kahfi: 109) yang menegaskan bahwa ilmu Allah tidak akan ada yang menyerupainya dan tidak akan habis-habisnya.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Kahfi (الكهف)
Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Kahfi” artinya “Gua ” dan “Ashhabul Kahfi” yang artinya:
“Penghuni-penghuni gua”.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang bebe­rapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, ter­dapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung i’tibar dan pe­lajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadist-hadist Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

Kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan
dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta’ala tidak berobah untuk se­lama-lamanya
kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu buat menulisnya
kepastian datangnya hari berbangkit
Al Qur’an adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan

Hukum:

Dasar hukum wakalah (berwakil)
larangan membangun tempat ibadah di atas kubur
hukum membaca “Insya Allah”
perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima’afkan
kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

Cerita Ashabul kahfi
cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lain­nya mu’min
cerita Nabi Musa a.s. dengan Khidhr a.s.
cerita Dzulqarnain dengan Ya’juj dan Ma’juj.

Lain-lain:

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala serta ibadah yang ikhlas kepada­ Nya
kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu)
adab sopan-santun antara murid dengan guru
dan beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerin­tah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 109 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 109 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 109 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 109-110 - Leila Wahab (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 109-110 - Leila Wahab (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Kahfi - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 110 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, "Gua") disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Al-Qur'an yang membelah isi Al-Qur'an menjadi dua bagian.

Nomor Surah18
Nama SurahAl Kahfi
Arabالكهف
ArtiPenghuni-penghuni Gua
Nama lainAl-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu69
JuzJuz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat110
Jumlah kata1589
Jumlah huruf6550
Surah sebelumnyaSurah Al-Isra'
Surah selanjutnyaSurah Maryam
4.8
Ratingmu: 4.2 (16 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/18-109







Pembahasan ▪ arti quran 18:109 ▪ qs 18:109 ▪ qul lau kaanal bahru meaning ▪ qullawkanal bahrumidadaw ayat dan surah apa ▪ Tafsir ayat qul laukaanal bahro

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta