Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Jumu’ah (Hari Jum’at) – surah 62 ayat 1 [QS. 62:1]

یُسَبِّحُ لِلّٰہِ مَا فِی السَّمٰوٰتِ وَ مَا فِی الۡاَرۡضِ الۡمَلِکِ الۡقُدُّوۡسِ الۡعَزِیۡزِ الۡحَکِیۡمِ
Yusabbihu lillahi maa fiis-samaawaati wamaa fiil ardhil malikil qudduusil ‘aziizil hakiim(i);
Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah.
Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
―QS. Al Jumu’ah [62]: 1

Whatever is in the heavens and whatever is on the earth is exalting Allah, the Sovereign, the Pure, the Exalted in Might, the Wise.
― Chapter 62. Surah Al Jumu’ah [verse 1]

يُسَبِّحُ bertasbih

Glorifies
لِلَّهِ kepada Allah

Allah
مَا apa

whatever
فِى pada

(is) in
ٱلسَّمَٰوَٰتِ langit(jamak)

the heavens
وَمَا dan apa

and whatever
فِى pada

(is) in
ٱلْأَرْضِ bumi

the earth,
ٱلْمَلِكِ Raja

the Sovereign,
ٱلْقُدُّوسِ Maha Suci

the Holy,
ٱلْعَزِيزِ Maha Perkasa

the All-Mighty,
ٱلْحَكِيمِ Maha Bijaksana

the All-Wise.

Tafsir

Alquran

Surah Al Jumu’ah
62:1

Tafsir QS. Al Jumu’ah (62) : 1. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi baik yang bernyawa maupun tidak, benda keras ataupun cair, pepohonan, dan sebagainya, bertasbih kepada Allah, menyucikan-Nya dari hal-hal yang tidak wajar, seperti sifat-sifat kekurangan dan sebagainya.
Setiap kita melihat dan memandang kepada apa yang ada di bumi dan di langit, semuanya itu menunjukkan kepada kita atas keesaan penciptanya yaitu Allah dan kebesaran kekuasaan-Nya.

Ini sejalan dengan firman Allah:

وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ

Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya. (al-Isra‘ [17]: 44)


Ayat pertama ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah itu merajai segala apa yang ada di bumi dan di langit, bertasbih kepada-Nya dengan kehendak-Nya berdasarkan kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya, suci dari segala yang tidak layak dan tidak sesuai dengan ketinggian dan kesempurnaan-Nya.

Tuhan Yang Mahaperkasa, menundukkan segala makhluk-Nya dengan kekuasaan-Nya.
Mahabijaksana dalam mengatur hal ihwal mereka.

Dialah yang lebih mengetahui kemaslahatan mereka, yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Tafsir QS. Al Jumu’ah (62) : 1. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Segala yang di langit dan di bumi selalu bertasbih dan mensucikan Allah dari hal-hal yang tidak pantas bagi-Nya, Tuhan pemilik segala sesuatu yang melakukan apa saja tanpa pesaing, Yang benar-benar tersucikan dari segala kekurangan, Yang Maha Perkasa atas segala sesuatu lagi Mahabijaksana.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Semua makhluk yang ada di langit dan bumi senantiasa menyucikan Allah dari yang tidak layak bagi-Nya.
Hanya Dia yang menguasai segala sesuatu yang mampu mengubah-ubahnya tanpa ada yang mampu menghalangi.


Dia Mahasuci dan terbebas dari segala kekurangan.
Mahaperkasa yang tidak akan dikalahkan, Mahabijaksana dalam aturan dan ciptaan-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Telah bertasbih kepada Allah) telah memahasucikan-Nya, huruf lam yang terdapat pada lafal lillaahi adalah huruf zaidah


(apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi) pemakaian lafal maa di sini karena memprioritaskan yang mayoritas


(Raja, Yang Maha Suci) yakni Maha Suci dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya


(Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) di dalam kerajaan dan dalam perbuatan-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan bahwa bertasbih kepada-Nya semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi, yakni semua makhluk yang ada pada keduanya, baik yang berakal maupun yang tidak berakal.
Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya.
(QS. Al Israa [17]: 44)

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Raja, Mahasuci.
(QS. Al-Jumu’ah [62]: 1)

Dia adalah Yang memiliki langit dan bumi dan Yang Mengatur keduanya dengan hukum-Nya, dan Dia Mahasuci dari semua kekurangan lagi menyandang semua sifat yang sempurna.

Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
(QS. Al-Jumu’ah [62]: 1)

Kedua lafaz ini telah sering ditafsirkan sebelumnya.
Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka.
(QS. Al-Jumu’ah [62]: 2)

Yang dimaksud dengan kaum yang buta huruf adalah bangsa Arab di masa itu, seperti pengertian yang terdapat di dalam ayat lain melalui firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menyebutkan:

Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang ummi,
"Apakah kamu (mau) masuk Islam?"
Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah).
Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 20)

Penyebutan kaum yang ummi secara khusus bukan berarti menafikan selain mereka, tetapi anugerah ini terasa oleh mereka lebih menyentuh dan lebih banyak berkahnya.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain:

Dan sesungguhnya Alquran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan (yang besar) bagimu dan bagi kaummu.
(QS. Az-Zukhruf [43]: 44)

Artinya, Alquran pun merupakan peringatan bagi selain mereka yang dapat dijadikan sebagai pelajaran bagi mereka.
Demikian pula yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lainnya:

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 214)

Ayat ini dan lain-lainnya yang semakna tidaklah bertentangan dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Katakanlah,
"Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua."(QS. Al-A’raf [7]: 158)

supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Alquran (kepadanya).
(QS. Al-An’am [6]: 19)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang Alquran, yaitu:

Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Alquran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya.
(QS. Hud [11]: 17)

Masih banyak ayat lainnya yang menunjukkan keumuman misi risalah Rasulullah ﷺ yang mencakup semua makhluk dengan berbagai macam warna kulit dan bangsanya.
Kami telah membahas tafsir hal ini dalam tafsir surat Al-An’am berikut ayat-ayat dan hadishadis sahih yang menguatkannya.

Ayat ini merupakan ijabah dari Allah terhadap kekasihnya (Ibrahim) ketika dia berdoa untuk penduduk Mekah, bahwa semoga Allah mengutus di kalangan mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya dan menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Hikmah.
Maka Allah mengutus­nya kepada mereka di masa kesenjangan tiada rasul dan padamnya cahaya hidayah, sehingga masa tersebut sangat membutuhkan adanya seorang rasul.
Allah subhanahu wa ta’ala saat itu murka terhadap semua penduduk bumi, baik yang Arab maupun yang non Arab, kecuali sisa-sisa dari kaum Ahli Kitab, yang jumlah mereka sedikit sekali, mereka dari kalangan orang-orang yang tetap berpegang teguh kepada apa yang dibawa oleh Isa putra Maryamalaihis salam Karena itulah maka Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan dalam firman-Nya:

Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka, yang membacakan aya-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah.
Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesalan yang nyata.
(QS. Al-Jumu’ah [62]: 2)

Unsur Pokok Surah Al Jumu’ah (الجمعة)

Surat Al Jumu’ah ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Madaniyyah dan diturunkan sesudah surat Ash-Shaff.

Nama surat Al Jumu’ah diambil dari kata Al Jumu’ah yang terdapat pada ayat 9 surat ini yang artinya:
"hari Jum’at".

Keimanan:

▪ Menjelaskan sifat-sifat orang-orang munafik dan sifat-sifat buruk pada umumnya, di antaranya berdusta, bersumpah palsu dan penakut.
▪ Mengajak orang-orang mukmin supaya ta’at dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya dan supaya bersedia menafkahkan harta untuk menegakkan agama-Nya sebelum ajal datang.

Ayat-ayat dalam Surah Al Jumu’ah (11 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Jumu'ah (62) : 1-11 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 11 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Jumu'ah (62) : 1-11 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 11

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Jumu'ah ayat 1 - Gambar 1 Surah Al Jumu'ah ayat 1 - Gambar 2
Statistik QS. 62:1
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jumu’ah.

Surah Al-Jumu’ah (bahasa Arab:الجمعة) adalah surah ke-62 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 11 ayat.
Dinamakan Al Jumu’ah yang bukan berarti hari jum’at, akan tetapi secara bahasa bermakna hari perkumpulan diambil dari perkataan Al-Jumu’ah (Jama`) yang terdapat pada ayat ke-9 surat ini.
Al-Jumu’ah tidak menjelaskan secara langsung dalam bahwa suatu hari ibadah bagi kaum laki-laki diadakan di setiap pekan, meski banyak penafsiran aliran islam yang menerapkan ibadah semacam ini.

Nomor Surah62
Nama SurahAl Jumu’ah
Arabالجمعة
ArtiHari Jum’at
Nama lain
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu110
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat11
Jumlah kata177
Jumlah huruf767
Surah sebelumnyaSurah As-Saff
Surah selanjutnyaSurah Al-Munafiqun
Sending
User Review
4.3 (29 votes)
Tags:

62:1, 62 1, 62-1, Surah Al Jumu'ah 1, Tafsir surat AlJumuah 1, Quran Al-Jumuah 1, Al Jumuah 1, Al-Jumu’ah 1, Surah Al Jumuah ayat 1

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 83 [QS. 7:83]

Karena kedurhakaan kaum Nabi Lut yang terus meningkat, Allah menjatuhkan siksa-Nya. Namun sebelum siksaan tersebut diturunkan, terlebih dahulu Allah menyelamatkan Nabi Lut dan pengikutnya. Kemudian Ka … 7:83, 7 83, 7-83, Surah Al A’raaf 83, Tafsir surat AlAraaf 83, Quran Al Araf 83, Al-A’raf 83, Surah Al Araf ayat 83

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 87 [QS. 17:87]

kecuali karena rahmat dari Tuhanmu yang dicurahkan kepadamu dan semua makhluk-Nya. Sungguh, karunia-Nya atasmu, wahai Nabi Muhammad, yang Aku cintai dan Aku pilih sebagai utusan-Ku, sangat besar. … 17:87, 17 87, 17-87, Surah Al Israa 87, Tafsir surat AlIsraa 87, Quran Al Isra 87, Al-Isra’ 87, Surah Al Isra ayat 87

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Benar! Kurang tepat!

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … ijtihad UUD 1945 ijma ‘ulama hadits fatwa para ulama Benar!

Pendidikan Agama Islam #26

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah … Al-Baqarah Yasin An-Nisa’ Ali Imran Al-Maidah Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah Al-Baqarah adalah surah

Pendidikan Agama Islam #13

Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Hijau Pupus Kuning muda Abu-abu Hitam dongker Putih Benar! Kurang tepat!

Instagram