Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Israa

Al Israa (Perjalanan Malam) surah 17 ayat 91


اَوۡ تَکُوۡنَ لَکَ جَنَّۃٌ مِّنۡ نَّخِیۡلٍ وَّ عِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الۡاَنۡہٰرَ خِلٰلَہَا تَفۡجِیۡرًا
Au takuuna laka jannatun min nakhiilin wa’inabin fatufajjiral anhaara khilaalahaa tafjiiran;

atau kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya,
―QS. 17:91
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan tumbuh-tumbuhan ▪ Sikap manusia terhadap kitab samawi
17:91, 17 91, 17-91, Al Israa 91, AlIsraa 91, Al Isra 91, Al-Isra’ 91
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 91. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat-ayat ini menerangkan sikap para pemimpin Quraisy menghadapi seruan Nabi Muhammad ﷺ, mereka itu di antaranya Utbah, Syaibah Abu Sufyan, Nadar dan lain-lain.
Dan sikap mereka itu nampak tanda-tanda keingkaran yang sangat dan keengganan mereka menerima seruan itu.
Dari sikap mereka itu pula diketahui bahwa apa sajapun bukti yang dikemukakan kepada mereka, namun mereka tidak akan beriman.
Mereka meminta kepada Rasulullah yang bukan-bukan dan mustahil dapat dikerjakan oleh seorang manusia.
Mereka percaya bahwa Rasulullah tidak akan sanggup mengerjakannya.
Dengan demikian ada alasan bagi mereka untuk tidak mengikuti seruan Rasul itu.

Sebenarnya semua yang diminta oleh orang musyrikin itu amatlah mudah bagi Allah mengabulkannya, tidak ada suatupun yang sukar dan mustahil bagi Allah mengadakan dan melakukannya.
Sikap orang-orang musyrik itu dijelaskan dalam firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu; tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan hingga mereka menyaksikan azab yang pedih.
(Q.S.
Yunus: 96-97)

Dan firman Allah:

Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
(Q.S.
Al An'am: 111)

Di antara yang diminta oleh orang-orang kafir itu ialah:

1.
Agar Rasulullah ﷺ memancarkan mata air di negeri mereka.
2.
Atau Rasulullah mengadakan sebuah kebun kurma atau anggur yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sehingga dengan air yang tetap mengalir dan akan bertambah suburlah pohon kurma dan anggur itu berlipat ganda hasilnya.
3.
Atau Rasulullah menjatuhkan langit berkeping-keping menimpa mereka.
Permintaan mereka yang seperti ini diterangkan, pada ayat yang lain.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: "Ya, Allah, jika betul (Alquran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu-batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.
(Q.S.
Al Anfal: 32)

Permintaan mereka ini adalah seperti permintaan penduduk Aikah (Madyan) kepada Nabi Syuaib dahulu, sebagaimana Allah berfirman:

Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar
(Q.S.
Asy Syu'ara: 187)

4.
Atau Rasulullah ﷺ mendatangkan Allah dan Malaikat kepada mereka, dan keduanya itu langsung menyatakan kepada mereka bahwa Muhammad itu adalah seorang Rasul yang diutus Nya.
5.
Atau Rasulullah ﷺ mendirikan rumah yang terbuat dari emas.
Orang-orang musyrik berpendapat bahwa seorang Rasul yang diutus Allah itu hendaklah seorang penguasa, seorang yang kaya raya lagi terhormat.
Karena itu menurut pendapat mereka mustahil Muhammad sebagai anak yatim piatu lagi miskin diangkat menjadi Rasul.
6 Atau Rasulullah ﷺ naik ke langit, melalui sebuah tangga yang dapat mereka lihat, kemudian ia turun ke dunia melalui tangga yang sama dengan membawa sebuah kitab yang dapat mereka baca, dengan bahasa mereka yang menerangkan kepada mereka bahwa Muhammad adalah Rasul Allah.

Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada Muhammad agar mengatakan kepada orang-orang musyrik itu, bahwa ia merasa heran dengan permintaan mereka itu.
Seakan-akan mereka tidak mengerti sifat-sifat seorang Rasul yang diutus Allah kepada manusia, Allah subhanahu wa ta'ala menyuruh Rasul Nya agar mengatakan kepada mereka dengan tegas: "Aku tidak lain hanyalah seorang Rasul Allah yang ditugaskan menyampaikan agama Nya kepada mereka.
Aku tidak sanggup berbuat selain dari yang telah diperintahkan Nya kepadaku, kecuali jika Dia menghendaki.
Karena itu aku tidak dapat mengabulkan permintaan-permintaan itu, kecuali jika Dia mau mengabulkannya.

Al Israa (17) ayat 91 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Israa (17) ayat 91 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Israa (17) ayat 91 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Atau sebelum kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur di Mekah, lalu kamu alirkan sungai- sungai dengan deras di sela-sela kebun itu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Atau kamu mempunyai sebuah kebun) taman yang penuh dengan pohon-pohon (kurma dan anggur lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah-celah kebun itu) di tengah-tengah (yang deras airnya.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Atau kamu mempunyai sebuah kebun yang di dalamnya terdapat macam-macam pohon kurma dan anggur, serta kamu adakan sungai-sungai yang mengalir deras di tengah-tengah kebun tersebut.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.

Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa' Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa' pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani lsrail" artinya keturunan Israil" berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya'ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala
Dihubungkannya kisah 'Israa' dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur'an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa' Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta'ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.


Gambar Kutipan Surah Al Israa Ayat 91 *beta

Surah Al Israa Ayat 91



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Israa

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
4.5
Rating Pembaca: 4.9 (13 votes)
Sending