QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 91 [QS. 17:91]

اَوۡ تَکُوۡنَ لَکَ جَنَّۃٌ مِّنۡ نَّخِیۡلٍ وَّ عِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الۡاَنۡہٰرَ خِلٰلَہَا تَفۡجِیۡرًا
Au takuuna laka jannatun min nakhiilin wa’inabin fatufajjiral anhaara khilaalahaa tafjiiran;

atau kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya,
―QS. 17:91
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan tumbuh-tumbuhan ▪ Sikap manusia terhadap kitab samawi
17:91, 17 91, 17-91, Al Israa 91, AlIsraa 91, Al Isra 91, Al-Isra’ 91

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 91

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 91. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat-ayat ini menerangkan sikap para pemimpin Quraisy menghadapi seruan Nabi Muhammad ﷺ, mereka itu di antaranya Utbah, Syaibah Abu Sufyan, Nadar dan lain-lain.
Dan sikap mereka itu nampak tanda-tanda keingkaran yang sangat dan keengganan mereka menerima seruan itu.
Dari sikap mereka itu pula diketahui bahwa apa sajapun bukti yang dikemukakan kepada mereka, namun mereka tidak akan beriman.
Mereka meminta kepada Rasulullah yang bukan-bukan dan mustahil dapat dikerjakan oleh seorang manusia.
Mereka percaya bahwa Rasulullah tidak akan sanggup mengerjakannya.
Dengan demikian ada alasan bagi mereka untuk tidak mengikuti seruan Rasul itu.

Sebenarnya semua yang diminta oleh orang musyrikin itu amatlah mudah bagi Allah mengabulkannya, tidak ada suatupun yang sukar dan mustahil bagi Allah mengadakan dan melakukannya.
Sikap orang-orang musyrik itu dijelaskan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu; tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan hingga mereka menyaksikan azab yang pedih.
(Q.S. Yunus [10]: 96-97)

Dan firman Allah:

Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
(Q.S. Al-An’am [6]: 111)

Di antara yang diminta oleh orang-orang kafir itu ialah:

1.
Agar Rasulullah ﷺ memancarkan mata air di negeri mereka.
2.
Atau Rasulullah mengadakan sebuah kebun kurma atau anggur yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sehingga dengan air yang tetap mengalir dan akan bertambah suburlah pohon kurma dan anggur itu berlipat ganda hasilnya.
3.
Atau Rasulullah menjatuhkan langit berkeping-keping menimpa mereka.
Permintaan mereka yang seperti ini diterangkan, pada ayat yang lain.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya, Allah, jika betul (Alquran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu-batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.
(Q.S. Al-Anfal [8]: 32)

Permintaan mereka ini adalah seperti permintaan penduduk Aikah (Madyan) kepada Nabi Syuaib dahulu, sebagaimana Allah berfirman:

Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 187)

4.
Atau Rasulullah ﷺ mendatangkan Allah dan Malaikat kepada mereka, dan keduanya itu langsung menyatakan kepada mereka bahwa Muhammad itu adalah seorang Rasul yang diutus Nya.
5.
Atau Rasulullah ﷺ mendirikan rumah yang terbuat dari emas.
Orang-orang musyrik berpendapat bahwa seorang Rasul yang diutus Allah itu hendaklah seorang penguasa, seorang yang kaya raya lagi terhormat.
Karena itu menurut pendapat mereka mustahil Muhammad sebagai anak yatim piatu lagi miskin diangkat menjadi Rasul.
6 Atau Rasulullah ﷺ naik ke langit, melalui sebuah tangga yang dapat mereka lihat, kemudian ia turun ke dunia melalui tangga yang sama dengan membawa sebuah kitab yang dapat mereka baca, dengan bahasa mereka yang menerangkan kepada mereka bahwa Muhammad adalah Rasul Allah.

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Muhammad agar mengatakan kepada orang-orang musyrik itu, bahwa ia merasa heran dengan permintaan mereka itu.
Seakan-akan mereka tidak mengerti sifat-sifat seorang Rasul yang diutus Allah kepada manusia, Allah subhanahu wa ta’ala menyuruh Rasul Nya agar mengatakan kepada mereka dengan tegas: “Aku tidak lain hanyalah seorang Rasul Allah yang ditugaskan menyampaikan agama Nya kepada mereka.
Aku tidak sanggup berbuat selain dari yang telah diperintahkan Nya kepadaku, kecuali jika Dia menghendaki.
Karena itu aku tidak dapat mengabulkan permintaan-permintaan itu, kecuali jika Dia mau mengabulkannya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Atau sebelum kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur di Mekah, lalu kamu alirkan sungai- sungai dengan deras di sela-sela kebun itu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Atau kamu mempunyai sebuah kebun) taman yang penuh dengan pohon-pohon (kurma dan anggur lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah-celah kebun itu) di tengah-tengah (yang deras airnya.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Atau kamu mempunyai sebuah kebun yang di dalamnya terdapat macam-macam pohon kurma dan anggur, serta kamu adakan sungai-sungai yang mengalir deras di tengah-tengah kebun tersebut.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Israa (17) ayat 91 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Israa (17) ayat 91 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Israa (17) ayat 91 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 17:91
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
4.5
Ratingmu: 4.9 (13 orang)
Sending







Pembahasan ▪ al-isro 91 sampai 95

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta