QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 82 [QS. 17:82]

وَ نُنَزِّلُ مِنَ الۡقُرۡاٰنِ مَا ہُوَ شِفَآءٌ وَّ رَحۡمَۃٌ لِّلۡمُؤۡمِنِیۡنَ ۙ وَ لَا یَزِیۡدُ الظّٰلِمِیۡنَ اِلَّا خَسَارًا
Wanunazzilu minal quraani maa huwa syifaa-un warahmatul(n)-lilmu’miniina walaa yaziiduzh-zhaalimiina ilaa khasaaran;

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
―QS. 17:82
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Keutamaan kalam Allah ▪ Allah memiliki Sifat Kamal (sempurna)
17:82, 17 82, 17-82, Al Israa 82, AlIsraa 82, Al Isra 82, Al-Isra’ 82

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 82

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 82. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan Alquran kepada Muhammad, sebagai obat penyakit kejahilan, yaitu syirik dan kesesatan, penyakit ragu-ragu dan penyakit munafik, yaitu penyakit-penyakit jiwa dan merupakan rahmat bagi seluruh kaum muslimin baik bagi individu maupun bagi masyarakat, yang mau melaksanakan perintah-perintah dan menghentikan larangan-larangan yang tersebut di dalamnya, sehingga mereka masuk surga dan terlepas dari azab Allah.

Alquran telah membebaskan orang-orang Arab dari kebodohan dan kejahilan, menjadi orang yang terkemuka di dunia pada masa-masa ke khalifahan Umaiyah dan kekhalifahan Abbasiyah, tetapi mereka kembali menjadi terbelakang, setelah mereka mengabaikan ajaran-ajaran Alquran.

Dahulu mereka menjadi umat yang disegani, akhirnya mereka telah menjadi pion-pion yang dapat dijadikan umpan peluru bagi musuh dalam percaturan dunia.
Karena mereka memperhatikan dan melaksanakan ajaran Alquran, negeri mereka pernah menjadi pusat dunia ilmu pengetahuan, menjadi pusat perdagangan dunia dan sebagainya, mereka pernah hidup makmur dan bahagia.
Ayat ini memperingatkan kaum Muslimin bahwa mereka akan dapat memegang peranan kembali di dunia, jika mereka mau kembali mengikuti Alquran dan berpegang teguh pada ajarannya yang murni, baik dalam masalah individu maupun dalam masalah masyarakat.

Sebaliknya jika mereka tidak mau melaksanakan ajaran Alquran yang sebenarnya, mengutamakan kepentingan pribadi atas kepentingan agama dan masyarakat hanya memperbincangkan masalah-masalah yang tidak berarti, yang dapat memecahkan umat, maka Allah akan menjadikan musuh-musuh untuk mereka sebagai penguasa atas diri mereka, sehingga menjadi tidak lebih dan tidak kurang akan menjadi orang asing atau menjadi budak dalam rumah tangga sendiri.

Cukup pahit pengalaman kaum Muslimin, karena mengabaikan ajaran Alquran .
Alquran menyuruh mereka bersatu dan bermusyawarah, tetapi mereka menjadi pecah belah karena masalah-masalah khilifiah yang kecil-kecil, sedang masalah-masalah yang penting dan besar mereka abaikan.

Ayat ini juga mengingatkan kaum Muslimin bahwa orang-orang yang lalim, jiwanya penuh dengan kesombongan dan ketakaburan, penuh dengan rasa dengki dan rasa iri dan ingin jadi terkemuka serta haus kekuasaan, maka semuanya itu akan menambah kerugian bagi diri mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bagaimana kebenaran itu tidak akan menjadi kuat, sedang Kami telah menurunkan Al Quran sebagai penawar keraguan yang ada dalam dada, dan rahmat bagi siapa yang beriman kepadanya.
Al-Qur’an itu tidak menambah apa-apa kepada orang-orang yang zalim selain kerugian, oleh sebab kekufuran mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Kami turunkan dari) huruf min di sini menunjukkan makna bayan atau penjelasan (Alquran suatu yang menjadi penawar) dari kesesatan (dan rahmat bagi orang-orang yang beriman) kepadanya (dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim) yakni orang-orang yang kafir (selain kerugian) dikarenakan kekafiran mereka

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kami turunkan dari ayat-ayat al-Qur’an yang agung apa yang dapat menyembuhkan hati dari penyakit, seperti ragu-ragu, nifak dan kejahilan, apa yang dapat menyembuhkan badan, dengan cara meruqyahnya dengannya, dan apa yang menjadi sebab diperolehnya rahmat Allah dengan keimanan yang terdapat di dalamnya.
Al-Qur’an ini tidak menambah orang-orang kair ketika mendengarnya, melainkan kekafiran dan kesesatan, karena mereka mendustakannya dan tidak mengimaninya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan tentang kitab yang diturunkan-Nya kepada Rasul-Nya Nabi Muhammad ﷺ, yaitu Al-Qur’an yang tidak datang kepa­danya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturun­kan dari Tuhan Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji.
Sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, yakni dapat melenyapkan berbagai penyakit hati, antara lain keraguan, kemunafikan, kemusyrikan, dan menyimpang dari perkara yang hak serta cenderung kepada hal yang batil.
Al-Qur’an pun merupakan rahmat ba­gi mereka, karena dengan Al-Qur’an dapat dipertebal keimanan, hikmah dapat diperoleh, dan kebaikan dapat dijumpai padanya serta akan menam­bah kecintaan kepadanya.
Hal seperti ini tidaklah dapat diperoleh kecuali oleh orang yang beriman kepada Al-Qur’an, membenarkannya, dan mengikuti petunjuknya.
Maka Al-Qur’an akan menjadi penyembuh dan rahmat baginya.

Adapun orang kafir, yaitu orang yang menganiaya dirinya sendiri dengan kekafirannya, tiadalah mendengarkan Al-Qur’an menambahkan kepadanya melainkan hanya kejauhan dan kekufuran serta bencana akibat kekafirannya, bukan karena Al-Qur’annya.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, “Siapakah di antara kalian yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surat itu menambah imannya, sedangkan mereka merasa gembira.
Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafirannya di samping keka­firannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.
(Q.S. At-Taubah [9]: 124-125)

Ayat-ayat yang menceritakan hal ini cukup banyak jumlahnya.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi pena­war dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Bahwa apabila seorang mukmin mendengarkan bacaan Al-Qur’an, maka ia beroleh manfaat darinya dan menghafal serta mengingat makna yang dikandungnya.

…tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain ke­rugian.Yakni orang yang aniaya tidak dapat mengambil manfaat dari Al-Qur’an.
Ia tidak dapat menghafal dan memahami makna yang dikandungnya, karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan Al-Qur’an ini penawar dan rahmat hanya bagi orang-orang yang beriman.


Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Israa (17) ayat 82 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Israa (17) ayat 82 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Israa (17) ayat 82 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 17:82
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
4.8
Ratingmu: 5 (1 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Al isra 82 ▪ qs al isra 81-82 ▪ surah al isra 82 ▪ surat al isra 82 ▪ Q S Al Isra: 82 ▪ tafsir al isra 82

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim