Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al Israa

Al Israa (Perjalanan Malam) surah 17 ayat 80


وَ قُلۡ رَّبِّ اَدۡخِلۡنِیۡ مُدۡخَلَ صِدۡقٍ وَّ اَخۡرِجۡنِیۡ مُخۡرَجَ صِدۡقٍ وَّ اجۡعَلۡ لِّیۡ مِنۡ لَّدُنۡکَ سُلۡطٰنًا نَّصِیۡرًا
Waqul rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa-akhrijnii mukhraja shidqin waaj’al lii min ladunka sulthaanan nashiiran;

Dan katakanlah:
“Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.
―QS. 17:80
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Manusia dibangkitkan dari kubur ▪ Sifat surga dan kenikmatannya
17:80, 17 80, 17-80, Al Israa 80, AlIsraa 80, Al Isra 80, Al-Isra’ 80
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 80. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, agar mengucapkan doa, yang tersebut dalam ayat ini, yang maksudnya "Wahai Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam semua tempat yang Engkau kehendaki memasukkan aku ke dalamnya baik di dunia maupun di akhirat sebagai masuknya orang yang benar dalam semua perkataan, perbuatan dan tingkah lakunya.
Dan keluarkanlah aku dari semua tempat yang Engkau kehendaki mengeluarkan aku dari padanya, baik di dunia maupun di akhirat, sebagai keluarnya orang yang benar pula dalam semua tindakannya".

Di antara contoh-contoh tentang masuknya Rasulullah ke suatu tempat dengan benar itu, ialah seperti Rasulullah ﷺ dan para sahabat memasuki kota Madinah, sebagai orang-orang yang hijrah dari Mekah, memasuki kota Mekah di waktu penaklukan kota Mekah itu, masuk kubur setelah mati, memasuki tempat yang diridai Allah, seperti masuk mesjid, rumah sendiri, rumah sahabat, dan kenalan setelah minta izin dari padanya dan sebagainya.
Keluar dari semua tempat yang dikehendaki Allah, seperti keluar dari kota Mekah waktu hijrah, keluar dari kubur waktu berbangkit atau keluar dari semua tempat-tempat yang dikehendaki Allah keluar daripadanya, seperti kota-kota tempat-tempat yang banyak dilakukan perbuatan maksiat di dalamnya dan sebagainya.

Dan Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan pula kepada Nabi agar berdoa kepada Nya supaya Dia menjadikan sebagai orang yang menguasai hujah dun alasan-alasan yang dapat diterima dan dapat memuaskan orang-orang yang mendengarkannya, sehingga orang yang mendengarnya itu bertambah kuat imannya, atau jika yang mendengar orang kafir, hati mereka menjadi lunak dan mereka masuk Islam atau hujah-hujah dan keterangan-keterangan yang dapat memenangkan orang Islam atas orang-orang kafir.
Sebagai jawaban Allah subhanahu wa ta'ala terhadap doa Nabi Muhammad itu, Allah menerangkan bahwa Dia memelihara Nabi dari segala macam tipu daya manusia dan akan memenangkannya terhadap orang-orang kafir, sebagaimana tersebut dalam firman Nya:

Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

(Q.S.
Al Maidah: 67)

Al Israa (17) ayat 80 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Israa (17) ayat 80 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Israa (17) ayat 80 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakanlah, "Ya Tuhan, masukkanlah aku dalam segala situasi dan kondisi dengan cara yang Engkau ridai dan dengan cara yang terhormat.
Keluarkanlah aku dari mana saja dengan keridaan dan kemuliaan-Mu pula.
Berikanlah kekuatan kepadaku, dari karunia-Mu, yang dapat membelaku melawan musuh."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan katakanlah, "Ya Rabbku! Masukkanlah aku) ke Madinah (dengan cara yang baik) yakni dengan cara memasukkan yang disukai di mana aku tidak melihat sewaktu masuk hal-hal yang tidak aku sukai (dan keluarkanlah aku) dari Mekah (dengan cara yang baik) dengan cara mengeluarkan yang membuat hatiku tidak berpaling lagi kepadanya (dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.") kekuatan yang dapat membantuku untuk dapat mengalahkan musuh-musuh-Mu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah :
Wahai Rabb-ku, masukkanlah aku dalam perkara yang itu baik bagiku dengan masuk yang benar, dan keluarkanlah aku dalam perkara yang buruk bagiku dengan keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu hujjah (argumen) yang kukuh, yang dengannya Engkau menolongku atas semua orang yang menyelisihiku.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Qabus ibnu Abu Zabyan, dari ayahnya, dari ibnu Abbas yang mencerita­kan bahwa ketika Nabi ﷺ berada di Mekah, lalu diperintahkan untuk berhijrah.
Maka Allah menurunkan firman-Nya:

Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar, dan keluarkanlah aku secara keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong."

Imam Turmuzi menilai bahwa hadis ini hasan sahih.

Al-Hasan Al-Basri di dalam tafsir ayat ini mengatakan bahwa sesungguhnya orang-orang kafir Mekah saat mereka sepakat di antara sesamanya untuk membunuh Nabi ﷺ atau mengusirnya atau mengikatnya, dan Allah berkehendak untuk memerangi ahli Mekah, maka Dia memerintahkan kepada Rasul­Nya untuk berhijrah ke Madinah, yang antara lain Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar, dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar.", hingga akhir ayat.

Qatadah mengatakan bahwa firman Allah subhanahu wa ta'ala yang mengatakan: Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar." (Al Israa':80) Yang dimaksud adalah kota Madinah.
dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar.
(Al Israa':80) Yang dimaksud ialah Mekah.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam.
Pendapat inilah yang paling terkenal.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

...masukkanlah aku secara masuk yang benar.
Bahwa yang dimaksud ialah mati.
dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar.
(Al Israa':80) Maksudnya adalah kehidupan sesudah mati.

Menurut pendapat yang lainnya lagi adalah hal-hal yang lain, tetapi pendapat yang paling sahih ialah pendapat pertama, yaitu pendapat yang dipilih oleh Ibnu Jarir.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.

Al-Hasan Al-Basri dalam tafsir ayat ini mengatakan, Allah menjanjikan kepada Nabi ﷺ bahwa Dia benar-benar akan mencabut Kerajaan Persia dan kejayaannya, dan Dia benar-benar akan memberikan hal itu kepadanya.
Allah juga benar-benar akan mencabut Kerajaan Rumawi dan kejayaannya, lalu Dia memberikannya kepada beliau.

Qatadah mengatakan — sehubungan dengan tafsir ayat ini—sesung­guhnya Nabi ﷺ menyadari bahwa dia tidak mempunyai kekuatan un­tuk mengemban tugas ini kecuali dengan kekuasaan.
Maka beliau memo­hon kekuasaan yang menolong kepada Allah untuk membela Kitabullah, batasan-batasan Allah, hal-hal yang difardukan Allah, dan untuk mene­gakkan agama Allah, karena sesungguhnya kekuasaan itu adalah rahmat dari Allah yang Dia jadikan di kalangan hamba-hamba-Nya.
Seandainya tidak ada kekuasaan ini, tentulah sebagian dari mereka menyerang sebagi­an yang lainnya, dan yang terkuat di antara mereka akan memakan yang lemah dari mereka.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

...kekuasaan yang menolong.
Yakni bukti yang jelas.

Ibnu Jarir memilih pendapat yang dikatakan oleh Al-Hasan dan Qatadah, dan pendapat inilah yang terkuat, karena sesung­guhnya merupakan suatu keharusan bagi perkara yang hak mengalahkan semua orang yang menentang dan bersikap oposisi terhadapnya.
Karena itulah dalam ayat yang lain disebutkan melalui firman-Nya:

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti.
(Al Hadiid:25)

sampai dengan firman-Nya:

Dan Kami ciptakan besi.
(Al Hadiid:25), hingga akhir ayat.

Di dalam sebuah hadis disebutkan:

Sesungguhnya Allah benar-benar mencegah (perbuatan dosa) melalui kekuasaan hal-hal yang tidak dapat dicegah melalui Al-Qur’an.

Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa sesungguhnya berkat kekuasa­an (pemerintahan) dapat dicegah banyak perbuatan keji dan dosa-dosa yang tidak dapat dicegah melalui Al-Qur'an di kalangan orang banyak, mengingat peringatan dan ancaman yang keras bagi para pelanggarnya benar-benar dilaksanakan, dan memang demikianlah kenyataannya.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Israa (17) Ayat 80

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’id bin Jubair.
Hadits ini mursal.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir, dan disebutkan bahwa yang berkata kepada Rasulullah itu adalah kaum Yahudi.
Hadits inipun mursal, bahwa kaum musyrikin berkata kepada Nabi ﷺ: “Nabi-nabi bertempat tinggal di Syam, mengapa engkau tinggal di Madinah?” Ketika itu hampir dilaksanakan oleh Nabi, turunlah ayat ini (al-Israa’: 80) yang memberitahukan maksud kaum musyrikin yang ingin mengusir beliau.

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ayat ini (al-Israa’: 80) turun saat Nabi melaksanakan hijrah dari Mekah ke Madinah.

Keterangan: berdasarkan riwayat ini jelaslah bahwa ayat tersebut di atas adalah Makiyyah (diturunkan di Mekah).
Dan Ibnu Marduwaih meriwayatkan hadits yang semakna dengan lafal yang lebih jelas lagi.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa' Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa' pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani lsrail" artinya keturunan Israil" berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya'ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala
Dihubungkannya kisah 'Israa' dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur'an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa' Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta'ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.


Gambar Kutipan Surah Al Israa Ayat 80 *beta

Surah Al Israa Ayat 80



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Israa

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
4.6
Rating Pembaca: 4.6 (16 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ arti sirat al isro ayat 80, tafsir qs al isra ayat 80