Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Israa

Al Israa (Perjalanan Malam) surah 17 ayat 8


عَسٰی رَبُّکُمۡ اَنۡ یَّرۡحَمَکُمۡ ۚ وَ اِنۡ عُدۡتُّمۡ عُدۡنَا ۘ وَ جَعَلۡنَا جَہَنَّمَ لِلۡکٰفِرِیۡنَ حَصِیۡرًا
‘Asa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiran;

Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu, dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.
―QS. 17:8
Topik ▪ Neraka ▪ Nama-nama neraka ▪ Ampunan Allah yang luas
17:8, 17 8, 17-8, Al Israa 8, AlIsraa 8, Al Isra 8, Al-Isra’ 8
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 8. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan agar mereka itu kembali menginsafi diri mereka betul-betul, dan bertobat serta mempedomani ajaran Taurat dengan menjauhi perbuatan maksiat, agar dapat diharapkan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala akan melimpahkan rahmat Nya kepada mereka.
Janji Allah serupa ini tentu akan terjadi dan pasti mereka rasakan.

Tersebut dalam sejarah bahwa pada tahun 614 M yakni sesudah 483 tahun dari peristiwa penghancuran Yerusalem oleh Hadrianus bangsa Persia di bawah pimpinan Kisra Barwiz Yerusalem, mereka merebut kota-kota yang lain di Palestina dari tangan bangsa Romawi, melawan orang Romawi menindas orang Yahudi membatalkan kebiasaan membuang sampah-sampah orang-orang Nasrani ke Haikal Sulaeman, bahkan orang-orang Nasrani yang berdiam di Yerusalem mereka jual ke kota orang-orang Yahudi, gereja-gereja orang-orang Nasrani mereka bakar, palang salib yang asli, yang di situ Nabi Isa di salib, dirampas oleh mereka dan di bawa ke Persia.

Kemudian pada tahun 624 M bangsa Romawi di bawah pimpinan Kaisar Heraclius I dapat merebut Palestina kembali dari tangan bangsa Persia, bahkan Heraclius dapat memasuki pedalaman kerajaan Persia, maka dipadamkanlah api yang disembah Persia.

Kemenangan bangsa Romawi terhadap bangsa Persia ini bertepatan dengan kemenangan kaum Muslimin dalam perang Badar melawan kaum musyrikin Mekah (Ramadan tahun 2 H) atau Januari 624 M, yakni selama 9 tahun sesudah bangsa Romawi dikalahkan oleh bangsa Persia.
Akan tetapi perdamaian antara bangsa Romawi dan Persia baru terjadi sesudah Kisra Evermiz dibunuh oleh perwiranya sendiri, yaitu pada tahun 928 M, yang pada tahun tersebut seluruh Palestina kembali di bawah kekuasaan Romawi dan palang salibpun dikembalikan ke Yerusalem.

Pada tahun 610 M.
Nabi Muhammad ﷺ diutus sebagai rahmat bagi seluruh Alam, dan pada tahun 622 M Nabi berhijrah ke Madinah, maka diadakanlah Perjanjian dengan orang-orang Yahudi yang ada di Madinah yang berupa suatu Piagam.
Di dalamnya diakui bahwa orang-orang Yahudi adalah warga kota Madinah di samping kaum Ansar dan Muhajirin.
Mereka dibiarkan tetap Menganut agama mereka.
Akan tetapi oleh karena mereka akhirnya berkhianat dan mengadakan makar untuk membunuh Rasulullah, maka mereka diperangi oleh Rasulullah, di antaranya ada yang diusir dari Madinah yaitu Bani Nadr setelah Umar bin Khatab menjadi khalifah beliau menaklukkan negeri Syam (Suriah) penduduk Yerusalem (Baitulmakdis) di bawah pimpinan Patrip Suverianus menyerahkan kota itu kepada Umar, dan dibuatlah piagam perdamaian.
Peristiwa itu terjadi pada tahun 636 Masehi.
Oleh Umar bin Khatab didirikanlah Mesjid di tempat Kiblat Masjidilaksa (Haikal Sulaiman), Dan bersihkanlah kota Yerusalem itu.
Maka kembalilah kemegahan kota Yerusalem yang sudah hilang selama ini.

Sedang Kaisar Romawi Heraclius I oleh karena negeri Syam seluruhnya Termasuk Palestina telah jatuh ke tangan kaum Muslimin maka naiklah dia ke satu bukit.
Kemudian dengan menghadap ke Suriah dilambaikannya tangannya dengan mengucapkan "selamat tinggal Suriah" buat selama-lamanya.

Dengan demikian lepaslah bangsa Yahudi dari cengkeraman, aniaya dan penindasan bangsa Romawi dan merdekalah mereka beribadat di sekeliling Haikal Sulaiman (Masjidilaksa) itu.
Inilah rahmat dari Allah subhanahu wa ta'ala yang Maha Besar.

Demikianlah diterangkan dalam buku-buku sejarah.
Adapun dalam Alquran, tidak diterangkan dengan terperinci, karena Alquran bukanlah buku sejarah.
Dalam pada itu Allah jualah Yang Maha Mengetahui.

Dalam pada itu Allah subhanahu wa ta'ala mengancam, bahwa apabila mereka kembali mengulang kedurhakaan mereka, seperti yang pernah dilakukan oleh nenek moyang mereka, niscaya Allah subhanahu wa ta'ala akan menurunkan Azab Nya lagi dengan yang lebih pedih dari yang dirasakan oleh nenek moyang mereka.

Di samping itu Allah menyediakan siksaan api neraka Jahanam sebagai Penjara yang abadi bagi mereka di akhirat, karena memang siksa yang demikian itulah yang sepantasnya dijatuhkan terhadap orang-orang yang tidak mau beriman.

Al Israa (17) ayat 8 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Israa (17) ayat 8 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Israa (17) ayat 8 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mudah-mudahan Tuhan kalian melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian setelah kali yang kedua, jika kalian bertobat.
Tetapi jika kalian kembali berbuat kerusakan, Kami akan kembali memberikan hukuman.
Kami jadikan neraka jahanam penjara dan tahanan bagi orang-orang kafir.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Dan Kami katakan di dalam kitab (Mudah-mudahan Rabb kalian akan melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian) sesudah kali yang kedua ini jika kalian bertobat (dan sekiranya kalian kembali) melakukan kejahatan (niscaya Kami kembali) mengazab kalian.
Dan memang mereka kembali melakukan kejahatan lagi, yaitu mendustakan Nabi ﷺ, maka Allah subhanahu wa ta'ala membinasakan mereka dengan terbunuhnya orang-orang Bani Quraizhah dan Bani Nadhir serta mereka dikenakan membayar jizyah.
(Dan Kami jadikan neraka Jahanam penjara bagi orang-orang kafir") sebagai tempat tahanan dan penjara bagi mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mudah-mudahan Rabb kalian, wahai Bani Israil, merahmati kalian setelah pembalasan-Nya, jika memang kalian bertaubat dan mengadakan perbaikan.
Jika kalian kembali membuat kerusakan dan berbuat zhalim, maka Kami akan kembali mengadzab kalian dan menghinakan kalian.
Kami jadikan Jahanam penjara bagi kalian dan orang-orang kafir secara umum tanpa bisa keluar darinya selama-lamanya.
Dalam ayat ini dan sebelumnya terhadap peringatan terhadap umat ini agar tidak melakukan kemaksiatan, agar mereka tidak ditimpa sebagaimana yang menimpa Bani Israil.
Sebab, sunnah-sunnah Allah itu sama tidak pernah berubah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...Mudah-mudahan Tuhan kalian akan melimpahkan rahmat-(Nya) kepada kalian.

Artinya, berkat rahmat dari-Nya itu musuh-musuh kalian akan berpaling pergi dari kalian, dan kalian selamat dari ulah mereka.

...dan sekiranya kalian kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazab kalian).

Maksudnya, manakala kalian kembali melakukan pengrusakan.

...tentulah Kami kembali (mengazab kalian).

Yakni Kami kembali mengazab kalian di dunia di samping azab dan pembalasan yang Kami simpan buat kalian di akhirat nanti.
Karena itulah dalam firman selanjutnya Allah subhanahu wa ta'ala.
menyebutkan:

...dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.

Yaitu tempat menetap, penjara, dan sekapan bagi mereka yang tiada jalan menyelamatkan diri bagi mereka darinya.
Ibnu Abbas mengatakan bahwa hasiran artinya penjara.

Mujahid mengatakan bahwa mereka dipenjarakan di dalamnya.
Hal yang sama telah dikatakan oleh yang lainnya.

Al-Hasan mengatakan, yang dimaksud dengan hasiran ialah hamparan dan lantai.

Qatadah mengatakan bahwa memang setelah itu Bani Israil kembali melakukan pengrusakan.
Maka Allah menguasakan mereka kepada go­longan ini —yakni Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya — yang memungut jizyah dari mereka, sedangkan mereka dalam keadaan terhina.

Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa' Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa' pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani lsrail" artinya keturunan Israil" berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya'ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala
Dihubungkannya kisah 'Israa' dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur'an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa' Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta'ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.


Gambar Kutipan Surah Al Israa Ayat 8 *beta

Surah Al Israa Ayat 8



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Israa

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
4.6
Rating Pembaca: 4.6 (14 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku