Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 73 [QS. 17:73]

وَ اِنۡ کَادُوۡا لَیَفۡتِنُوۡنَکَ عَنِ الَّذِیۡۤ اَوۡحَیۡنَاۤ اِلَیۡکَ لِتَفۡتَرِیَ عَلَیۡنَا غَیۡرَہٗ ٭ۖ وَ اِذًا لَّاتَّخَذُوۡکَ خَلِیۡلًا
Wa-in kaaduu layaftinuunaka ‘anil-ladzii auhainaa ilaika litaftariya ‘alainaa ghairahu wa-idzan la-attakhadzuuka khaliilaa;
Dan mereka hampir memalingkan engkau (Muhammad) dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar engkau mengada-ada yang lain terhadap Kami;
dan jika demikian tentu mereka menjadikan engkau sahabat yang setia.
―QS. Al Israa [17]: 73

And indeed, they were about to tempt you away from that which We revealed to you in order to (make) you invent about Us something else;
and then they would have taken you as a friend.
― Chapter 17. Surah Al Israa [verse 73]

وَإِن dan bahwa

And indeed,
كَادُوا۟ hampir-hampir mereka

they were about (to)
لَيَفْتِنُونَكَ sungguh mereka akan memfitnah kamu

tempt you away
عَنِ dari

from
ٱلَّذِىٓ (apa) yang

that which
أَوْحَيْنَآ Kami wahyukan

We revealed,
إِلَيْكَ kepadamu

to you
لِتَفْتَرِىَ agar kamu mengada-adakan

that you invent
عَلَيْنَا atas/terhadap kami

about Us
غَيْرَهُۥ lainnya

other (than) it.
وَإِذًا dan jika demikian

And then
لَّٱتَّخَذُوكَ tentu mereka mengambil kamu

surely they would take you
خَلِيلًا teman setia

(as) a friend.

Tafsir

Alquran

Surah Al Israa
17:73

Tafsir QS. Al Israa (17) : 73. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini dijelaskan usaha yang dilakukan kaum musyrikin Quraisy untuk menipu Nabi Muhammad ﷺ, sehingga beliau hampir saja teperdaya, berpaling dari wahyu yang telah diterimanya dari Allah ﷻ, dan memenuhi permintaan mereka agar mengakui tuhan-tuhan mereka.
Karena perlindungan Allah, Nabi tetap bisa teguh pendiriannya dalam menyebarkan dakwah, walaupun tekanan dari orang-orang Quraisy semakin hebat.


Allah mengingatkan Rasul-Nya, kalau ia mengikuti apa yang mereka kehendaki, mereka tentu akan mengambilnya sebagai sahabat atau mengangkatnya menjadi pemimpin.
Mereka juga akan menyatakan di hadapan manusia bahwa Nabi ﷺ telah menyetujui dan mengakui agama mereka.

Dengan demikian, Nabi ﷺ akan terjauh dari petunjuk dan bimbingan Allah ﷻ

Tafsir QS. Al Israa (17) : 73. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya orang-orang musyrik menempuh berbagai cara untuk memalingkanmu, Muhammad, dari Alquran supaya kamu mencari mukjizat yang lain, agar kamu bagaikan orang yang mendustakan Kami.
Saat itu mereka baru akan menjadikanmu sebagai teman.


Upaya itu terus berulang-ulang, dan mestinya berhasil mendekatkanmu kepada apa yang mereka kehendaki.
Akan tetapi kamu adalah rasul Kami yang terpercaya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya orang-orang musyrik hampir saja memalingkan kamu, wahai Rasul, dari Alquran yang Allah turunkan kepadamu, agar kamu mengada-adakan atas nama Kami selain apa yang Kami wahyukan kepadamu.
Sekiranya kamu melakukan apa yang mereka inginkan, tentulah mereka menjadikanmu sebagai sahabat setia.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan sesungguhnya) huruf in di sini adalah bentuk takhfif daripada inna


(mereka hampir) hampir-hampir saja


(memalingkan kamu) menyimpangkan kamu


(dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami, dan kalau sudah begitu) seandainya kamu melakukan hal itu


(tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat-sahabat yang setia.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang dukungan-Nya kepada Rasul-Nya, bah­wa Dia meneguhkan pendiriannya, memeliharanya serta menyelamatkan­nya dari kejahatan orang-orang yang jahat dan tipu muslihat orang-orang yang durhaka.
Dialah yang mengatur urusannya serta menolongnya, Dia tidak akan menyerahkannya kepada seorang pun dari kalangan makhluk­Nya, bahkan Dialah Penolong, Pelindung, Pemelihara, Pendukung, dan Yang memenangkan agamanya terhadap semua orang yang memusuhi dan menentangnya, baik yang ada di belahan timur maupun yang ada di belahan barat.
Semoga Allah melimpahkan salam kepadanya sebanyak-banyaknya sampai hari kiamat.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Israa (17) Ayat 73

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih dan Ibnu Abi Hatim, dari Ishaq, dari Muhammad bin Abi Muhammad, dari ‘Ikrimah, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Bahwa Umayyah bin Khalaf, Abu Jahl bin Hisyam, dan tokoh-tokoh Quraisy menghadap Rasulullah ﷺ dan berkata: “Hai Muhammad.
Mari kita meminta berkah kepada tuhan-tuhan kami, dan kami akan masuk agamamu.” Rasulullah sangat menginginkan mereka masuk Islam, dan merasa kasihan terhadap mereka.
Maka Allah menurunkan ayat-ayat tersebut di atas (al-Israa’: 73-75) yang menegaskan bahwa ajakan mereka tidak perlu diperhatikan karena akan menyesatkan.

Imam as-Suyuti mengaggap bahwa hadits tersebut paling shahih berkenaan dengan asbabun nuzul ayat-ayat ini (al-Israa’: 73-75).
Hadits tersebut sanadnya kuat serta mempunyai syahiid (penguat).

Diriwayatkan oleh Abusy Syaikh yang bersumber dari Sa’id bin Jubair dan Ibnu Syihab bahwa Rasulullah ﷺ mencium Hajar Aswad.
Kaum Quraisy berkata: “Kami tidak akan membiarkan engkau mencium Hajar Aswad sebelum engkau mencium tuhan-tuhan kami.” Maka Rasulullah berkata: “Apa salahnya kalau aku berbuat demikian, karena Allah mengetahui perbedaan perbuatan itu.” Maka turunlah ayat tersebut di atas (al-Israa’: 73-75) sebagai larangan kepada Rasulullah untuk meluluskan permintaan mereka.

Diriwayatkan oleh Abusy Syaikh yang bersumber dari Jubair bin Nufair bahwa kaum Quraisy datang menghadap Rasulullah ﷺ dan berkata: “Jika engkau betul diutus kepada kami, usirlah para pengikutmu yang hina dan para ‘abid itu, nanti kami yang akan menjadi shahabat-shahabatmu.” Nabi condong untuk meluluskan permintaan mereka.
Maka turunlah ayat ini (al-Israa’: 73-75) yang melarang Nabi meluluskan permintaan mereka.

Diriwayatkan oleh Abusy Syaikh yang bersumber dari Muhammad bin Ka’b al Qurazhi bahwa ketika Nabi ﷺ membacakan ayat, wan najmi idzaa hawaa (demi bintang ketika terbenam) sampai afa ra-aitumul laata wal ‘uzzaa (maka patutkah kamu [hai orang orang musyrik] menganggap al-Latta dan ‘Uzza) (an-Najm: 1-19), setan menyelipkan perkataan, tilkal gharaaniiqul syafa’atahunna la turjaa (itulah gharaniq yang paling mulia, yang syafaatnya benar-benar dapat diharapkan).
Maka turunlah ayat tersebut di atas (al-Israa’: 73-75) yang melarang untuk menggubris ocehan setan.
Sejak itu Nabi merasa bingung, sehingga turunlah surat al-Hajj ayat 52 yang menegaskan bahwa apa-apa yang diturunkan oleh Allah tidak akan dapat dicampur baurkan dengan perbuatan makhluk-Nya.

Keterangan: Berdasarkan riwayat-riwayat di atas, ayat-ayat ini (al-Israa’: 73-75) diturunkan di Mekah.
Ada pula yang menganggap bahwa ayat-ayat tersebut diturunkan di Madinah berdasarkan riwayat di bawah ini:

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih dari al-Aufi yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Sanad hadits ini daif.
Bahwa suatu kaum berkata kepada Nabi ﷺ: “Berilah kami tempo satu tahun agar kami bisa mengumpulkan hadiah untuk tuhan-tuhan kami.
Jika sudah banyak terkumpul, kami akan masuk Islam.” Hampir saja Rasulullah ﷺ memberikan tempo kepada mereka.
Maka turunlah ayat ini (al-Israa’: 73-75) sebagai larangan untuk mengabulkan permintaan mereka.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalaa-il, dari Hadits Syahr bin Hausyab, yang bersumber dari ‘Abdurrahman bin Ghanam.
Hadits ini mursal dan sanadnya daif, tapi memiliki syaahiid (penguat) seperti beritkutnya.
Bahwa orang-orang Yahudi datang kepada Nabi ﷺ (untuk menghasut), dengan berkata: “Sekiranya engkau benar-benar seorang Nabi, pergilah ke Syam, karena Syam itu tempat berkumpul dan negeri para nabi.” Rasulullah percaya akan omongan mereka sehingga terkesan di dalam hatinya.
Ketika perang Tabuk, Rasulullah bermaksud menuju Syam.
Namun sesampainya di Tabuk, Allah menurunkan ayat-ayat ini (al-Israa’: 73-75 diakhiri dengan ayat 76), sebagai pemberitahuan kepada Rasulullah bahwa kaum Yahudi itu bermaksud mengeluarkan beliau dari Madinah, dan sebagai pemberitahuan kepada beliau supaya pulang kembali ke Madinah.
Berkatalah Jibril kepada Nabi ﷺ: “Mintalah kepada Rabbmu, karena tiap-tiap Nabi itu ada permintaannya.” Nabi ﷺ berkata: “Apa yang engkau anjurkan untuk aku minta?” Jibril berkata: “Mohonlah,… rabbi adkhilnii mudkhala shidqiw wa akhrijnii mukhraja shidqiw waj’al lii mil ladungka shultaanan nashiiraa…(..ya Rabbi, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah [pula] aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong) (al-Israa’: 80).” Ayat ini (al-Israa’: 73-76, 80) turun berkenaan dengan keharusan Rasulullah pulang dari Tabuk.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Israa (الإسراء)

Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Muhammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isyarat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani Israil" artinya keturunan Israil, berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani Israil yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.

Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israil, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

▪ Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat.
▪ Allah pasti memberi rezeki kepada manusia.
▪ Allah mempunyai nama-nama yang paling baik.
Alquran adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
▪ Adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

▪ Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia.
▪ Berzina.
▪ Mempergunakan harta anak yatim kecuali dengan cara yang dibenarkan agama.
▪ Ikut-ikutan baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.
▪ Durhaka kepada ibu bapak.
▪ Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan takaran, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

▪ Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya.
▪ Beberapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat.
▪ Petunjuk-petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat.
▪ Manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat-sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru.
▪ Persoalan

Audio

QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 111

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Israa ayat 73 - Gambar 1 Surah Al Israa ayat 73 - Gambar 2
Statistik QS. 17:73
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra’ (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, “Perjalanan Malam”) adalah surah ke-17 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti “memperjalankan di malam hari”.
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
Sending
User Review
4.7 (9 votes)
Tags:

17:73, 17 73, 17-73, Surah Al Israa 73, Tafsir surat AlIsraa 73, Quran Al Isra 73, Al-Isra' 73, Surah Al Isra ayat 73

▪ al isra/17: 73
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Mulk (Kerajaan) – surah 67 ayat 22 [QS. 67:22]

22. Kaum musyrik yang durhaka itu dilukiskan pada ayat ini dan dibandingkan dengan kaum yang selalu taat kepada Allah dengan ungkapan yang tegas. Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup … 67:22, 67 22, 67-22, Surah Al Mulk 22, Tafsir surat AlMulk 22, Quran Al-Mulk 22, Surah Al Mulk ayat 22

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Benar! Kurang tepat!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #20

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna … mengeluarkan melepaskan memberikan memanah membersihkan Benar! Kurang tepat! Yang termasuk mustahiq (orang

Pendidikan Agama Islam #19

Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … memuaskan keinginan makan berlomba-lomba mengerjakan PR tambah yakin dengan kebesaran Allah

Pendidikan Agama Islam #23

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … ihsan islam shalat iman rasul Benar! Kurang tepat! Meja, kursi, manusia, hewan

Instagram