Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

Tampilkan Lainnya ...

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 72 [QS. 17:72]
وَ مَنۡ کَانَ فِیۡ ہٰذِہٖۤ اَعۡمٰی فَہُوَ فِی الۡاٰخِرَۃِ اَعۡمٰی وَ اَضَلُّ سَبِیۡلًا
Waman kaana fii hadzihi a’ma fahuwa fii-aakhirati a’ma wa-adhallu sabiilaa;
Dan barang siapa buta (hatinya) di dunia ini, maka di akhirat dia akan buta dan tersesat jauh dari jalan (yang benar).
―QS. 17:72
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Balasan dari perbuatannya ▪ Pertolongan Allah kepada para nabi
English Translation - Sahih International
And whoever is blind in this (life) will be blind in the Hereafter and more astray in way.
―QS. 17:72

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
وَمَن dan barangsiapa

And whoever
كَانَ adalah

is
فِى di

in
هَٰذِهِۦٓ (dunia) ini

this (world)
أَعْمَىٰ buta

blind,
فَهُوَ maka dia

then he
فِى di

in
ٱلْءَاخِرَةِ akhirat

the Hereafter
أَعْمَىٰ lebih buta

(will be) blind,
وَأَضَلُّ dan dia lebih tersesat

and more astray
سَبِيلًا jalan

(from the) path.

 

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 72

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Adapun golongan yang lain akan merasa sangat sedih oleh apa yang dilihatnya.
Semua pintu keselamatan telah tertutup baginya.
Ia tidak bisa lagi melihat cara untuk menyelamatkan diri dari petaka, sama seperti ketika mereka tidak bisa melihat jalan kebenaran dan petunjuk di dunia.
Dan barangsiapa buta di dunia, maka di akhirat akan lebih buta dan jauh dari jalan kebaikan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan barang siapa yang di alam ini) di dunia ini

(buta) tidak dapat melihat perkara yang <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/haq" class="glossaryLink cmtt_Istilah Umum" data-cmtooltip="

haq
Sebelum menjalani hukuman mati, seorang sufi, Hussein bin Manshur al Hallaj, berjalan sambil dikawal aparat.<BR CLASS=""> Ketika melihat kerumunan orang, dia berkata lantang,“Haq, haq, haq, ana al-haq (kebenaran, kebenaran, kebenaran, akulah kebenaran).”Dia pun harus menjalani hukuman mati atas pernyataannya yang kontroversial itu.<BR CLASS="">Lantas, apa sebetulnya makna al-haq? Ensiklopedia Alquran: Kajian Kosakata Menulis menjelaskan bahwa kata yang terdiri atas huruf haa dan qaf itu maknanya berkisar padaㅤ(…)</BR></BR>

” >hak

(niscaya di akhirat nanti ia akan lebih buta lagi) lebih tidak dapat melihat jalan keselamatan dan lebih tidak dapat membaca Alquran

(dan lebih tersesat jalannya) lebih jauh dari jalan yang <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/haq" class="glossaryLink cmtt_Istilah Umum" data-cmtooltip="

haq
Sebelum menjalani hukuman mati, seorang sufi, Hussein bin Manshur al Hallaj, berjalan sambil dikawal aparat.<BR CLASS=""> Ketika melihat kerumunan orang, dia berkata lantang,“Haq, haq, haq, ana al-haq (kebenaran, kebenaran, kebenaran, akulah kebenaran).”Dia pun harus menjalani hukuman mati atas pernyataannya yang kontroversial itu.<BR CLASS="">Lantas, apa sebetulnya makna al-haq? Ensiklopedia Alquran: Kajian Kosakata Menulis menjelaskan bahwa kata yang terdiri atas huruf haa dan qaf itu maknanya berkisar padaㅤ(…)</BR></BR>

” >hak.
Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Bani Tsaqif, yaitu sewaktu mereka meminta kepada Nabi ﷺ supaya ia menjadikan lembah tempat tinggal mereka sebagai tanah suci dan dengan mendesak mereka mengajukan permintaan itu kepada Nabi ﷺ

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Barangsiapa yang di dunia ini buta hatinya dari bukti-bukti kekuasaan Allah, lalu Dia tidak beriman kepada ajaran yang di bawa oleh Rasul Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, maka pada hari kiamat kelak ia akan lebih buta dari meniti jalan surga, dan lebih tersesat jalan dari hidayah dan petunjuk.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini.

Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah serta Ibnu Zaid mengatakan bahwa yang dimaksud ialah di dalam kehidupan dunia ini.
Dan yang dimaksud dengan buta ialah buta terhadap hujah Allah, tanda-tanda kebesaran­Nya, dan keterangan-keterangan dari-Nya.

…niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta.

maksudnya, demikian pula keadaannya, yakni buta pula.

…dan lebih sesat dari jalan (yang benar).

Yakni jauh lebih sesat dari apa yang dialaminya di dunia.
Semoga Allah melindungi kita dari hal seperti ini.

Qari Internasional

QS. Al-Israa (17) : 72 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. Al-Israa (17) : 72 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. Al-Israa (17) : 72 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan