QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 63 [QS. 17:63]

قَالَ اذۡہَبۡ فَمَنۡ تَبِعَکَ مِنۡہُمۡ فَاِنَّ جَہَنَّمَ جَزَآؤُکُمۡ جَزَآءً مَّوۡفُوۡرًا
Qaalaadzhab faman tabi’aka minhum fa-inna jahannama jazaa’ukum jazaa-an maufuuran;

Tuhan berfirman:
“Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup.
―QS. 17:63
Topik ▪ Neraka ▪ Nama-nama neraka ▪ Sifat iblis dan pembantunya
17:63, 17 63, 17-63, Al Israa 63, AlIsraa 63, Al Isra 63, Al-Isra’ 63

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 63

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 63. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan jawaban Nya kepada iblis, agar ia pergi menuruti keinginannya, dan melaksanakan tipu dayanya, dengan diberi tangguh hingga tibanya hari kiamat dengan persyaratan, bahwa barang siapa di antara keturunan Adam yang terpedaya mengikuti iblis, maka neraka Jahanamlah balasannya sebagai pembalasan yang penuh; tidak berkurang sedikitpun dari hukuman yang harus ditimpakan kepadanya, sesuai dengan permintaannya untuk menyesatkan mereka, demikian juga hukuman yang ditimpakan kepada mereka yang mengikuti ajakannya, sehingga mereka berani menyimpang dari perintah Allah dan melanggar larangan-larangan Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman

“(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan”.
(Q.S. Al-Hijr [15]: 37-38)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dengan nada mengancam, Allah berfirman kepadanya, “Lakukan apa yang menjadi kehendakmu.
Barangsiapa di antara keturunan Adam yang mengikutimu, maka balasan yang setimpal bagi kamu dan mereka adalah neraka jahanam.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Berfirmanlah) Allah subhanahu wa ta’ala kepada iblis (“Pergilah) sambil menunggu hingga waktu sangkakala ditiup (barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahanam adalah pembalasan kalian semua) kamu dan mereka yang mengikutimu (sebagai suatu pembalasan yang cukup) dicukupkan sepenuhnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah berfirman mengancam Iblis dan pengikutnya :
Pergilah, barangsiapa di antara keturunan Adam yang mengikutimu lalu menaatimu,maka hukumanmu dan hukuman mereka sudah cukup di Neraka Jahnam.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah iblis meminta masa tangguh kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepadanya:

Pergilah kamu.

sesungguhnya Aku telah memberikan masa tangguh kepadamu.
Ayat ini semakna dengan apa yang di sebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan.
(Q.S. Al-Hijr [15]: 37-38)

Kemudian Allah mengancam bahwa Dia telah menyediakan neraka Jahannam buat iblis dan para pengikutnya dari kalangan Bani Adam, yaitu melalui firman-Nya:

Tuhan berfirman, “Pergilah, barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua.

Yakni balasan amal perbuatan kalian.

…sebagai suatu pembalasan yang cukup.

Mujahid mengatakan bahwa maufuran artinya penuh.

Menurut Qatadah, maufuran artinya cukup, tanpa ada yang dikurangi.


Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Israa (17) ayat 63 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Israa (17) ayat 63 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Israa (17) ayat 63 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar

no images were found



Statistik Q.S. 17:63
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
4.7
Ratingmu: 4.5 (13 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta