Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 51 [QS. 17:51]

اَوۡ خَلۡقًا مِّمَّا یَکۡبُرُ فِیۡ صُدُوۡرِکُمۡ ۚ فَسَیَقُوۡلُوۡنَ مَنۡ یُّعِیۡدُنَا ؕ قُلِ الَّذِیۡ فَطَرَکُمۡ اَوَّلَ مَرَّۃٍ ۚ فَسَیُنۡغِضُوۡنَ اِلَیۡکَ رُءُوۡسَہُمۡ وَ یَقُوۡلُوۡنَ مَتٰی ہُوَ ؕ قُلۡ عَسٰۤی اَنۡ یَّکُوۡنَ قَرِیۡبًا
Au khalqan mimmaa yakburu fii shuduurikum fasayaquuluuna man yu’iidunaa qulil-ladzii fatharakum au-wala marratin fasayunghidhuuna ilaika ruuusahum wayaquuluuna mata huwa qul ‘asa an yakuuna qariiban;
atau menjadi makhluk yang besar (yang tidak mungkin hidup kembali) menurut pikiranmu.”
Maka mereka akan bertanya,
“Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?”
Katakanlah,
“Yang telah menciptakan kamu pertama kali.”
Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepalanya kepadamu dan berkata,
“Kapan (Kiamat) itu (akan terjadi)?”
Katakanlah,
“Barang kali waktunya sudah dekat,”
―QS. Al Israa [17]: 51

Daftar isi

Or (any) creation of that which is great within your breasts."
And they will say,
"Who will restore us?"
Say,
"He who brought you forth the first time."
Then they will nod their heads toward you and say,
"When is that?"
Say,
"Perhaps it will be soon –
― Chapter 17. Surah Al Israa [verse 51]

أَوْ atau

Or
خَلْقًا suatu makhluk

a creation
مِّمَّا dari apa/makhluk

of what
يَكْبُرُ besar

(is) great
فِى dalam

in
صُدُورِكُمْ dadamu/menurut fikiranmu

your breasts."
فَسَيَقُولُونَ maka mereka akan berkata/bertanya

Then they will say,
مَن siapa

"Who
يُعِيدُنَا mengembalikan kami

will restore us?"
قُلِ katakanlah

Say,
ٱلَّذِى yang

"He Who
فَطَرَكُمْ menciptakan kamu

created you
أَوَّلَ pertama

(the) first
مَرَّةٍ kali

time."
فَسَيُنْغِضُونَ lalu mereka menggeleng-gelengkan

Then they will shake
إِلَيْكَ kepadamu

at you
رُءُوسَهُمْ kepala mereka

their heads
وَيَقُولُونَ dan mereka berkata/bertanya

and they say,
مَتَىٰ kapan

"When (will)
هُوَ ia/itu

it (be)?"
قُلْ katakanlah

Say,
عَسَىٰٓ mudah-mudahan

"Perhaps
أَن bahwa

that
يَكُونَ adalah ia

(it) will be
قَرِيبًا dekat

soon."

Tafsir

Alquran

Surah Al Israa
17:51

Tafsir QS. Al Israa (17) : 51. Oleh Kementrian Agama RI


Allah ﷻ memerintahkan Rasul-Nya untuk memberikan jawaban dan menerangkan kepada kaum musyrikin Mekah bahwa Allah ﷻ berkuasa membangkitkan mereka kembali setelah mereka mati seperti keadaan pada saat pertama kali diciptakan, bagaimanapun juga keadaan mereka, apakah ia berupa tulang, bangkai, batu, besi, atau apa saja menurut pemahaman mereka.
Allah ﷻ memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk mengatakan kepada mereka,
"Jadilah kamu sekalian batu atau besi.
"
Maksudnya ialah meskipun mereka telah menjadi batu atau besi, atau menjadi benda apapun menurut dugaan mereka jauh kemungkinannya untuk hidup kembali, sebenarnya Allah ﷻ berkuasa menghidupkan mereka kembali.
Itulah sebabnya Allah ﷻ memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menjawab keraguan mereka dengan tegas bahwa yang akan menghidup-kan mereka ialah Zat yang menciptakan mereka pertama kali.

Apabila Allah ﷻ berkuasa menciptakan mereka pada kali yang pertama dari tanah, Dia pun berkuasa untuk menghidupkan mereka kembali setelah menjadi tanah.


Kemudian dijelaskan bahwa mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mendengar penjelasan Rasulullah sebagai tanda bahwa mereka mendustakannya dan betul-betul tidak dapat menerima terjadinya hari kebangkitan.

Sikap ini juga sebagai tanda bahwa mereka akan menanyakan kapan terjadinya hari kebangkitan, dan kapan mereka akan dibangkitkan sebagai makhluk baru.
Pertanyaan yang serupa dinyatakan dalam ayat-ayat yang lain.

Allah ﷻ berfirman:

وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

Dan mereka (orang-orang kafir) berkata,
"Kapan janji (hari kebangkitan) itu (terjadi) jika kamu orang yang benar?"
(Yasin [36]: 48)

يَسْتَعْجِلُ بِهَا الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِهَا وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مُشْفِقُوْنَ مِنْهَا وَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهَا الْحَقُّ اَلَآ اِنَّ الَّذِيْنَ يُمَارُوْنَ فِى السَّاعَةِ لَفِيْ ضَلٰلٍۢ بَعِيْدٍ

Orang-orang yang tidak percaya adanya hari Kiamat meminta agar hari itu segera terjadi, dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa Kiamat itu adalah benar (akan terjadi).
Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya Kiamat itu benar-benar telah tersesat jauh.
(asy-Syura [42]: 18)


Pada hari kiamat, manusia akan dibangkitkan dengan disusun kembali dari tulang ekornya.
Nabi Muhammad bersabda:


"Sesungguhnya pada diri manusia ada tulang yang tidak akan termakan tanah selamanya.

Dari tulang itu manusia akan disusun kembali pada hari kiamat."
Para sahabat bertanya,
"Tulang apakah itu, wahai Rasulullah?"
beliau menjawab,
"Tulang ekor."
(Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)


Di akhir ayat, Allah ﷻ memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada kaum musyrikin bahwa mereka harus bersiap-siap untuk menghadapi hari kebangkitan, karena waktunya sudah dekat, dan memang pasti datang.
Orang Arab biasanya mengatakan sesuatu yang akan datang dan pasti terjadi, dengan mengatakan waktunya sudah dekat meskipun berselang lama.
Dalam hal ini, Allah ﷻ tidak memastikan kapan hari kebangkitan itu datang kepada semua makhluk-Nya, baik kepada malaikat ataupun Rasul-Nya.
Dia hanya memberitahukan hari kebangkitan pasti datang dalam waktu dekat.

Tafsir QS. Al Israa (17) : 51. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


atau makhluk lain selain itu yang sulit diterima mengandung kehidupan, kalian pasti akan dibangkitkan kembali.
Dengan bersikap ingkar, mereka akan berkata,
"Siapa yang akan membangkitkan kami?"
Katakan kepada mereka,
"Allah yang menciptakan kalian pertama kali itulah yang akan mengembalikan kalian. "
Mereka akan menggerakkan kepala terheran-heran kepadamu lalu mengatakan,
"Bilakah hari kebangkitan yang kamu janjikan kepada kami itu?"
Katakan kepada mereka,
"Mudah-mudahan tidak lama lagi."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Atau jadilah suatu makhluk yang menurut akal kalian mustahil akan dibangkitkan kembali."
Maka mereka akan mengatakan sebagai bentuk pengingkaran,
"Siapa yang akan mengembalikan kami kepada kehidupan setelah kematian?"
Katakanlah kepada mereka,
"Yang akan mengembalikan kalian ialah Allah yang telah menciptakan kalian dari ketiadaan pada pertama kalinya."
Ketika mereka mendengar jawaban ini, mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka penuh keheranan sambal mengejek dan mengatakan (sembari menganggap jauh kemungkinannya),
"Kapan kebangkitan itu akan terjadi?"
Katakanlah,
"Tahukah kalian bahwa kebangkitan yang kalian pungkiri dan kalian anggap mustahil itu mungkin sudah dekat terjadinya?"

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin hidup menurut pikiran kalian.") artinya hal itu tidak mungkin dapat hidup lebih daripada tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, maka pasti roh akan kembali kepada kalian.


(Maka mereka akan bertanya,
"Siapakah yang akan mengembalikan kami?") untuk dapat hidup kembali


(Katakanlah,
"Yang telah menjadikan kalian) yakni yang telah menciptakan kalian


(pada kali yang pertama.") sedangkan kalian pada waktu itu belum menjadi apa-apa, karena sesungguhnya Tuhan yang mampu menciptakan mampu pula untuk mengembalikannya lagi, bahkan untuk mengembalikan ciptaan jauh lebih mudah daripada memulainya.


(Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan) menggerak-gerakkan


(kepala mereka kepadamu) sebagai ungkapan rasa takjub mereka


(dan berkatalah mereka) dengan nada mengejek


("Kapan itu?") hari berbangkit itu terjadi


(Katakanlah,
"Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat").

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiran kalian.

Ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Ibnu AbuNujaih, dari Mujahid, bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai maknanya, maka Ibnu Abbas menjawab bahwa yang dimaksud ialah maut.
Atiyyah telah meri­wayatkan dari Ibnu Umar, bahwa Ibnu Umar pernah mengatakan sehu­bungan dengan tafsir ayat ini,
"Seandainya kalian telah mati, tentulah Allah akan menghidupkan kalian kembali."


Hal yang sama telah dikatakan oleh Sa’id ibnu Jubair, Abu Saleh, Al-Hasan, Qatadah, Ad-Dahhak, dan lain-lainnya.


Makna yang dimaksud ialah seandainya kalian benda mati —yang merupakan lawan kata dari hidup—tentulah Allah dapat menghi­dupkan kalian, jika Dia menghendaki, karena tiada sesuatu pun yang sukar bagi-Nya jika Dia menghendaki-Nya.

Sehubungan dengan tafsir ayat ini Ibnu Jarir telah mengetengahkan sebuah hadis yang bunyinya seperti berikut:

Kelak pada hari kiamat maut didatangkan dalam bentuk seekor kambing gibas yang bertanduk, lalu diberdirikan di antara surga dan neraka.
Kemudian dikatakan,
"Hai penduduk surga, tahukah kalian apakah ini?"
mereka menjawab,
"Ya."
Kemudi­an dikatakan lagi,
"Hai penduduk neraka, tahukah, kalian apa­kah ini?"
Mereka menjawab,
"Ya."
Selanjutnya kambing itu disembelih di antara surga dan neraka, kemudian dikatakan,
"Hai penduduk surga, kekallah kalian tanpa mati.
Hai pendu­duk neraka, kekallah kalian tanpa mati!"

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiran kalian.
Yakni jadilah kalian seperti langit, bumi, dan gunung-gunung.


Menurut riwayat yang lain, jadilah kalian sesuka kalian, maka Allah tetap akan menghidupkan kalian sesudah kalian mati.

Di dalam tafsir firman Allah subhanahu wa ta’ala berikut ini yang diriwayatkan oleh Imam Malik, dari Az-Zuhri (yaitu firman-Nya):

…atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiran kalian.
Makna yang dimaksud ialah maut (makhluk mati).


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka mereka akan bertanya,
"Siapakah yang akan menghi­dupkan kami kembali?"


Artinya, siapakah yang akan menghidupkan kami bila kami menjadi batu atau besi atau makhluk lainnya yang kuat.

Katakanlah,
"Yang telah menciptakan kalian pada yang perta­ma kali."


Yaitu Tuhan Yang telah menciptakan kalian.
Pada awal mulanya kalian bukan merupakan sesuatu yang disebut-sebut, kemudian jadilah kalian manusia yang menyebar.
Sesungguhnya Dia mampu menghidupkan kem­bali kalian, sekalipun kalian telah berubah menjadi apa pun.
Dalam ayat yang lain disebutkan oleh firman-Nya:

Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemu­dian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghi­dupkan kembali itu lebih mudah bagi-Nya.
(QS. Ar-Rum [30]: 27), hingga akhir ayat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepalanya kepada­mu.

Ibnu Abbas dan Qatadah mengatakan bahwa mereka menggeleng-gelengkan kepalanya mengandung makna mencemoohkan.


Pendapat yang dikatakan oleh keduanya ini berdasarkan pengertian bahasa, karena makna ingad ialah menggerakkan kepala dari arah bawah ke arah atas atau sebaliknya.
Termasuk ke dalam pengertian ini ialah dikatakan nagdun terhadap anak burung unta.
Dikatakan demikian karena bila berjalan burung itu condong ke depan seraya mengangguk-anggukkan kepalanya.
Dikatakan nagadat sinnuhu, artinya giginya bergerak dan goyah.
Seorang penyair mengatakan,

"Giginya telah goyah karena usianya yang lanjut."

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan berkata,
"Kapan itu (akan terjadi)?"


Ungkapan ini menunjukkan pengertian bahwa mereka menganggap mus­tahil akan terjadinya hari berbangkit.
Perihalnya sama dengan yang dise­butkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan mereka berkata,
"Kapankah datangnya ancaman itu, jika kalian orang-orang yang benar?"
(QS. Al-Mulk [67]: 25)

Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu disegerakan kedatangannya.
(QS. Asy Shyuura [42]: 18)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Katakanlah,
"Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat."


Ayat ini dapat diartikan bahwa waspadalah kalian akan datangnya hari itu, karena sesungguhnya hari itu dekat waktunya bagi kalian.
Hari itu pasti akan datang kepada kalian, karena sesuatu yang pasti terjadi akan menjadi kenyataan.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al Israa (17) ayat 51

Telah menceritakan kepada kami Adam Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq dia berkata,
Aku mendengar Abdur Rahman bin Yazid dia berkata,
Aku mendengar Ibnu Mas’ud ra. dia berkata mengenai surat Bani Israil, Ashabul Al Kahfi, dan Maryam, Mereka adalah orang-orang terdahulu, dan surat-surat itu sudah lama aku membacanya. Adapun arti lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka.. (Al Israa: 51). Ibnu Abbas berkata,
yaitu menggerak-gerakannya. Yang lainnya berkata,
‘Naghdlat Sinnuka.’ Yakni, gigimu bergerak-gerak.

Shahih Bukhari, Kitab Tafsir Al Qur’an – Nomor Hadits: 4339

Unsur Pokok Surah Al Israa (الإسراء)

Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Muhammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isyarat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani Israil" artinya keturunan Israil, berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani Israil yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.

Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israil, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

▪ Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat.
▪ Allah pasti memberi rezeki kepada manusia.
▪ Allah mempunyai nama-nama yang paling baik.
Alquran adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
▪ Adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

▪ Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia.
▪ Berzina.
▪ Mempergunakan harta anak yatim kecuali dengan cara yang dibenarkan agama.
▪ Ikut-ikutan baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.
▪ Durhaka kepada ibu bapak.
▪ Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan takaran, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

▪ Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya.
▪ Beberapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat.
▪ Petunjuk-petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat.
▪ Manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat-sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru.
▪ Persoalan roh.

Audio

QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 111

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Israa ayat 51 - Gambar 1 Surah Al Israa ayat 51 - Gambar 2
Statistik QS. 17:51
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra’ (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, “Perjalanan Malam”) adalah surah ke-17 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti “memperjalankan di malam hari”.
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
Sending
User Review
4.9 (15 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

17:51, 17 51, 17-51, Surah Al Israa 51, Tafsir surat AlIsraa 51, Quran Al Isra 51, Al-Isra' 51, Surah Al Isra ayat 51

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al Israa

۞ QS. 17:1 • Sifat Kamal (sempurna) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 17:2 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitabHikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 17:5 Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 17:6 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 17:7 • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:8 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:9 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 17:10 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:12 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:13 • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:14 • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:15 Hukum alam • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 17:16 Hukum alam • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 17:17 Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:18 Sifat Iradah (berkeinginan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 17:19 • Keutamaan iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Pentingnya berbuat dengan teliti •

۞ QS. 17:20 Ar Rabb (Tuhan) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 17:21 • Perbedaan derajat di surga • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 17:22 Tauhid Uluhiyyah • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:23 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:24 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:25 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 17:27 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 17:28 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:30 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 17:31 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 17:36 • Keluasan ilmu Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 17:38 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:39 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:40 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:41 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:42 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah

۞ QS. 17:43 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 17:44 • Ampunan Allah yang luas • Al Halim (Maha Penyabar) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 17:45 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:46 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:48 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:49 • Cobaan kubur • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 17:50 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 17:51 • Kekuasaan Allah • Kiamat telah dekat • Mengingkari hari kebangkitan • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:52 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:53 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 17:54 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:55 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:56 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 17:57 • Memohon hanya kepada Allah • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Mengharap wasilah (kedudukan) • Peringatan Allah terhadap hambaNya

۞ QS. 17:58 • Kebenaran dan hakikat takdir • Penentuan takdir sebelum penciptaan • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:60 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Pohon zaqquum (terkutuk) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:63 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 17:64 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 17:65 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Al Wakil (Maha Penolong) • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 17:66 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 17:67 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:68 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 17:69 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 17:70 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 17:71 • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:72 • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:73 • Mendustai Allah

۞ QS. 17:75 • Siksaan sesuai dengan tingkat perbuatannya

۞ QS. 17:76 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 17:78 • Pertemuan malaikat penjaga malam dan malaikat penjaga siang

۞ QS. 17:79 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:80 Ar Rabb (Tuhan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:84 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 17:85 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Hakikat ruh

۞ QS. 17:86 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 17:87 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:89 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:90 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:91 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:92 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:93 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:94 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:95 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:96 Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 17:97 Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk) • Al Wali (Maha Pelindung) • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 17:98 • Mengingkari hari kebangkitan • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:99 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:100 • Santunan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:102 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:103 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 17:104 • Kekuasaan Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 17:107 • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 17:108 • Allah menepati janji • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:110 • Meminta dengan menyebut nama Allah • Berdoa dengan Asma’ul Husna • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 17:111 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Segala sesuatu milik Allah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya

Ayat Pilihan

Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka,
mereka berkata:
“Ya Tuhan kami,
janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu”.
QS. Al-A’raf [7]: 47

Demi Kitab (Alquran) yang jelas,
sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.
QS. Ad-Dukhan [44]: 2-3

Kelak kamu (Muhammad) akan melihat & mereka (orang-orang ingkar) akan melihat.
Siapa di antara kamu yang gila.
Sungguh Tuhanmu, Dia Yang Paling Tahu siapa yang sesat dari jalan-Nya, dan Yang Paling Mengetahui orang yang mendapat petunjuk.
QS. Al-Qalam [68]: 5-7

Ya Tuhan kami,
jauhkan azab jahannam dari kami,
sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.
Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap & tempat kediaman.
QS. Al-Furqan [25]: 65-66

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di ...

Benar! Kurang tepat!

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama ...

Benar! Kurang tepat!

Sejak wahyu di Surah Al Muddasir [74]: 1-7, Rasullullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam terkandung dalam surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.'
--QS. al-Alaq [96] ayat 1-5.

Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #10
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #10 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #10 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Kamus

gibah

Apa itu gibah? gi.bah membicarakan keburukan (keaiban) orang lain; gibah dilarang dalam agama Islam ۞ Variasi nama: ghibah … • ghibah

basir

Apa itu basir? ba.sir (1) terang dan tajam pengamatannya (tentang Allah); Albasir, Yang Mahatahu; (2) ark jelas terlihat; terang; cahaya pelita itu kurang basir … •

Hud

Apa itu Hud? Surah Hud (Arab: هود , Hūd, “Nabi Hud”) adalah surah ke-11 dalam Alquran dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah sur...