Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Israa

Al Israa (Perjalanan Malam) surah 17 ayat 50


قُلۡ کُوۡنُوۡا حِجَارَۃً اَوۡ حَدِیۡدًا
Qul kuunuu hijaaratan au hadiidan;

Katakanlah:
“Jadilah kamu sekalian batu atau besi,
―QS. 17:50
Topik ▪ Keutamaan nabi Isa as.
17:50, 17 50, 17-50, Al Israa 50, AlIsraa 50, Al Isra 50, Al-Isra’ 50
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 50. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam pada itu Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan Rasul Nya untuk menjawab kepada kaum musyrikin Mekah, dan menerangkan kepada mereka, bahwa Allah subhanahu wa ta'ala berkuasa membangkitkan mereka kembali setelah mereka mati, seperti keadaan mereka pada saat diciptakan kali yang pertama, bagaimanapun juga keadaan mereka, apakah ia berupa tulang, bangkai, batu, besi atau apa saja menurut dugaan mereka.
Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada Rasul Nya untuk mengatakan kepada mereka: "Jadilah kamu sekalian batu atau besi".
Maksudnya meskipun mereka telah menjadi batu atau besi, atau benda apapun juga menurut dugaan mereka itu jauh kemungkinannya akan hidup kembali, maka sebenarnya Allah subhanahu wa ta'ala berkuasa menghidupkan mereka kembali.
Dia berkuasa menghidupkan mereka kembali, meskipun menjadi apapun juga.
Itulah sebabnya Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada Rasul Nya agar menjawab dengan tegas.
Yang akan menghidupkan mereka itu ialah Zat yang menciptakan mereka kembali kali yang pertama.
Maka apabila Allah subhanahu wa ta'ala berkuasa menciptakan mereka pada kali yang pertama dari tanah, Diapun berkuasa pula untuk menghidupkan mereka kembali setelah menjadi tanah.

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan, bahwa mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka, sebagai pertanda bahwa mereka itu mendustakan kamu.
Dan sebagai tanda bahwa mereka itu betul-betul tidak dapat menerima terjadinya hari berbangkit itu.
Sebagai tanda juga bahwa Allah subhanahu wa ta'ala menyatakan kepada Rasul Nya, bahwa mereka akan menanyakan kapan terjadinya hari berbangkit itu, dan kapan mereka itu akan dibangkitkan sebagai makhluk baru.
Pertanyaan yang serupa dinyatakan pula dalam ayat-ayat yang lain:

Allah berfirman:

Dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji itu (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?".
(Q.S.
Yasin: 48)

Dan Firman Allah:

Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan.
(Q.S.
As Syura: 18)

Di akhir ayat Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada Rasul Nya, agar mengatakan kepada kaum musyrikin itu, bahwa mereka harus berhati-hati untuk menghadapi hari berbangkit itu karena boleh jadi waktunya dekat, dan memang pasti datang, tidak boleh tidak.
Orang Arab biasanya mengatakan kepada sesuatu yang akan datang, dan kedatangan itu pasti terjadi, dikatakannya waktunya sudah dekat meskipun waktunya berselang lama.
Dalam hal ini Allah subhanahu wa ta'ala tidak memastikan waktunya kepada siapapun di antara makhluk Nya, baik kepada malaikat ataupun pada Rasul Nya, akan tetapi hanya memberitahukan hari berbangkit pasti datang dalam waktu dekat.

Al Israa (17) ayat 50 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Israa (17) ayat 50 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Israa (17) ayat 50 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakanlah kepada mereka, wahai Nabi, "Seandainyapun kalian itu batu yang tidak memiliki kehidupan, atau besi yang lebih keras dari batu,

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah) kepada mereka ("Jadilah kamu sekalian batu atau besi).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah kepada mereka, wahai Rasul, untuk melemahkan mereka :
Jadilah kalian sebagai batu atau besi dalam keras dan kekuatannya, jika kalian mampu melakukannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah memerintahkan Rasul-Nya agar menjawab mereka dengan kalimat yang diajarkan-Nya, yaitu firman-Nya:

Katakanlah, "Jadilah kamu sekalian batu atau besi."

karena kedua benda ini jauh lebih tahan daripada tulang dan tanah.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Israa (17) Ayat 50

HADIID
حَدِيد

Lafaz hadiid dalam bahasa Arab berarti logam besi, bentuk jamaknya adalah hadaaid. Logam besi dinamakan hadiid karena mempunyai sifat menahan, menghalang dan kuat berarti al hadd. Namun lafaz hadiid dalam bentuk jamaknya (hidaad) mempunyai arti lain yaitu runcing dan tajam apabila ada orang mengatakan saifun hadiid atau suufun hidaad artinya pedang atau pedang-pedang yang tajam. Apabila dilafazkan basharun hadiid artinya penglihatan yang terbuka luas, terbelalak atau tercengang.

Di dalam Al Qur'an, lafaz hadiid ini diulang sebanyak enam kali yaitu dalam surah:
-Al Israa (17), ayat 50;
-Al Kahfi (18), ayat 96;
-Al Hajj (22), ayat 21;
-Saba' (34), ayat 10;
-Qaf (50), ayat 22;
-Al Hadid (57), ayat 25.

Empat daripadanya menerangkan perkara di dunia, sedangkan dua lagi menerangkan perkara di akhirat khususnya di neraka.

Dalam surah Al Hadid (57), ayat 25, Allah menerangkan, Dia menurunkan kitab untuk menjadi petunjuk dan juga menganugerahkan besi yang kuat dan memberi banyak manfaat dalam hidup manusia. Besi dapat diguna­kan untuk berjuang membela agama Allah dan dapat juga dijadikan alat membuat kerusakan di muka bumi sehingga dengan manfaat dari besi dapat menjadi penentu manusia siapa diantara mereka yang berada dalam kebenaran dan siapa yang berada dalam kesesatan.

Dalam surah Al Kahfi, lafaz hadiid di­dahului dengan lafaz zubar jamak dari lafaz zubrah dan menjadi zubaral hadiid artinya potongan-potongan besi. Potongan-potongan besi adalah salah satu bahan yang dipakai oleh Dzul Qarnain untuk membuat benteng besar dan tinggi yang dapat menghalang Ya'juj dan Ma'juj dari membuat kerusakan. Ini adalah salah satu manfaat besi yang di­ gunakan untuk tujuan kebaikan dan kemaslahatan manusia.

Sedangkan lafaz hadiid dalam surah Saba' ayat 10 dikaitkan dengan salah satu anugerah Allah kepada Nabi Daud. Beliau mampu mencairkan besi dan memanfaatkan­nya menjadi baju perang, pedang dan sebagai­nya. Ini adalah salah satu mukjizat beliau.

Lafaz hadiid dalam surah Al Israk (17), ayat 50 digunakan di dalam Al Qur'an untuk mengejek kaum kafir yang tidak percaya pada hari kebangkitan. Dalam ayat itu, Nabi Muhammad diperintahkan oleh Allah supaya berkata kepada orang kafir, "Jadilah kalian batu atau besi" Batu dan besi dipilih dalam ayat ini karena kedua benda itu begitu kuat dan keras sehingga apabila rusak, menurut perkiraan akal manusia sukar di­ kembalikan semula. Namun, Allah tetap ber­kuasa bagi mengembalikan ciptaanNya.

Sedangkan dalam surah Al Hajj (22), ayat 21 berarti tali bertangkai dari besi, salah satu alat yang digunakan oleh malaikat untuk menyiksa pen­duduk neraka.

Lafaz hadiid dalam surah Qaf (50), ayat 22 dijadikan sifat bagi lafaz al bashar sehingga arti gabungan kedua lafaz itu ialah mata yang terbuka luas dan terbelalak karena tercengang. Keadaan ini dialami oleh orang yang mendustakan kehidupan akhirat. Akhirnya, mereka tercengang ketika melihat dahsyatnya siksa di neraka.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:176-177

Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa' Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa' pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani lsrail" artinya keturunan Israil" berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya'ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala
Dihubungkannya kisah 'Israa' dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur'an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa' Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta'ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.


Gambar Kutipan Surah Al Israa Ayat 50 *beta

Surah Al Israa Ayat 50



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Israa

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
4.6
Rating Pembaca: 4.8 (14 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku