Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 26 [QS. 17:26]

وَ اٰتِ ذَاالۡقُرۡبٰی حَقَّہٗ وَ الۡمِسۡکِیۡنَ وَ ابۡنَ السَّبِیۡلِ وَ لَا تُبَذِّرۡ تَبۡذِیۡرًا
Waaati dzaal qurba haqqahu wal miskiina waabnassabiili walaa tubadz-dzir tabdziiran;
Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan;
dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
―QS. Al Israa [17]: 26

And give the relative his right, and (also) the poor and the traveler, and do not spend wastefully.
― Chapter 17. Surah Al Israa [verse 26]

وَءَاتِ dan berikanlah

And give
ذَا keluarga

the relatives *[meaning includes next or prev. word]
ٱلْقُرْبَىٰ yang dekat/kerabat

the relatives *[meaning includes next or prev. word]
حَقَّهُۥ haknya

his right,
وَٱلْمِسْكِينَ dan orang-orang miskin

and the needy,
وَٱبْنَ dan orang

and the wayfarer, *[meaning includes next or prev. word]
ٱلسَّبِيلِ yang dalam perjalanan

and the wayfarer, *[meaning includes next or prev. word]
وَلَا dan jangan

and (do) not
تُبَذِّرْ kamu memboroskan

spend
تَبْذِيرًا boros

wastefully.

Tafsir

Alquran

Surah Al Israa
17:26

Tafsir QS. Al Israa (17) : 26. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini, Allah ﷻ memerintahkan kepada kaum Muslimin agar memenuhi hak keluarga dekat, orang-orang miskin, dan orang-orang yang dalam perjalanan.
Hak yang harus dipenuhi itu ialah:
mempererat tali persaudaraan dan hubungan kasih sayang, mengunjungi rumahnya dan bersikap sopan santun, serta membantu meringankan penderitaan yang mereka alami.

Sekiranya ada di antara keluarga dekat, ataupun orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan itu memerlukan biaya untuk keperluan hidupnya maka hendaklah diberi bantuan secukupnya untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Orang-orang yang dalam perjalanan yang patut diringankan penderitaannya ialah orang yang melakukan perjalanan karena tujuan-tujuan yang dibenarkan oleh agama.

Orang yang demikian keadaannya perlu dibantu dan ditolong agar bisa mencapai tujuannya.


Di akhir ayat, Allah ﷻ melarang kaum Muslimin bersikap boros yaitu membelanjakan harta tanpa perhitungan yang cermat sehingga menjadi mubazir.

Larangan ini bertujuan agar kaum Muslimin mengatur pengeluar-annya dengan perhitungan yang secermat-cermatnya, agar apa yang dibelanjakan sesuai dengan keperluan dan pendapatan mereka.
Kaum Muslimin juga tidak boleh menginfakkan harta kepada orang-orang yang tidak berhak menerimanya, atau memberikan harta melebihi dari yang seharusnya.


Keterangan lebih lanjut tentang bagaimana seharusnya kaum Muslimin membelanjakan hartanya disebutkan dalam firman Allah ﷻ:

وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا

Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar. (al-Furqan [25]: 67)


Adapun keterangan yang menjelaskan makna yang terkandung dalam ayat tentang larangan boros yang berarti mubazir dapat diperhatikan dalam hadishadis Nabi sebagai berikut:


Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, ia berkata,
"Rasulullah ﷺ bertemu Saad pada waktu berwudu, lalu Rasulullah bersabda,
"Alangkah borosnya wudumu itu hai Saad!"
Saad berkata,
"Apakah di dalam berwudu ada pemborosan?"
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Ya, meskipun kamu berada di sungai yang mengalir.
"
(Riwayat Ibnu Majah)


Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa ia berkata,
"Datanglah seorang laki-laki dari Bani Tamim kepada Rasulullah ﷺ seraya berkata,
"Wahai Rasulullah! Saya adalah seorang yang berharta, banyak keluarga, anak, dan tamu yang selalu hadir, maka terangkanlah kepadaku bagaimana saya harus membelanjakan harta, dan bagaimana saya harus berbuat."
Maka Rasulullah ﷺ bersabda,
"Hendaklah kamu mengeluarkan zakat dari hartamu jika kamu mempunyai harta, karena sesungguhnya zakat itu penyucian yang menyucikan kamu, peliharalah silaturrahim dengan kaum kerabatmu, dan hendaklah kamu ketahui tentang hak orang yang meminta pertolongan, tetangga, dan orang miskin.

Kemudian lelaki itu berkata,
"Wahai Rasulullah! Dapatkah engkau mengurangi kewajiban itu kepadaku?"
Rasulullah ﷺ membacakan ayat:
Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan;
dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
Lalu lelaki itu berkata,
"Cukuplah bagiku wahai Rasulullah, apabila aku telah menunaikan zakat kepada amil zakatmu, lalu aku telah bebas dari kewajiban zakat yang harus dibayarkan kepada Allah dan Rasul-Nya,"
lalu Rasulullah ﷺ bersabda,
"Ya, apabila engkau telah membayar zakat itu kepada amilku, engkau telah bebas dari kewajiban itu dan engkau akan menerima pahalanya, dan orang yang menggantikannya dengan yang lain akan berdosa."
(Riwayat Ahmad)

Tafsir QS. Al Israa (17) : 26. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Berikanlah kepada keluarga-keluarga dekatmu hak mereka berupa kebajikan dan jalinan silaturrahmi.
Berikan juga hak orang-orang miskin yang membutuhkan dan musafir yang kehabisan harta dalam bentuk zakat dan sedekah.


Janganlah menghambur-hamburkan hartamu pada hal-hal yang tidak mendatangkan maslahat, secara berlebih-lebihan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Berbuat baiklah kepada semua orang yang memiliki hubungan kekerabatan denganmu, dan berikan kepadanya haknya berupa berbuat baik dan berbakti.
Berilah kepada orang miskin yang tidak memiliki sesuatu yang dapat mencukupi kebutuhannya, dan musafir yang terputus dari keluarga dan hartanya.


Janganlah membelanjakan hartamu di luar ketaatan kepada Allah, atau dengan cara pemborosan dan menghambur-hamburkan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan berikanlah) kasihkanlah


(kepada keluarga-keluarga yang dekat) famili-famili terdekat


(akan haknya) yaitu memuliakan mereka dan menghubungkan silaturahmi kepada mereka


(kepada orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros) yaitu menginfakkannya bukan pada jalan ketaatan kepada Allah.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Setelah disebutkan tentang berbakti kepada kedua orang tua, maka diiringilah dengan sebutan tentang berbuat kebaikan kepada kaum kerabat dan bersilaturahmi.
Di dalam sebuah hadis disebutkan:

(berbuat baiklah kamu) kepada ibumu, dan bapakmu, kemudian orang yang terdekat (kekerabatannya) denganmu, lalu orang yang dekat denganmu.
Menurut riwayat yang lain disebutkan,
"Kemudian kerabat yang terdekat (denganmu), lalu kerabat dekat."


Di dalam hadis lain disebutkan pula:

Barang siapa yang menyukai diluaskan rezekinya dan diper­panjang usianya, hendaklah ia bersilaturahmi.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abbad ibnu Ya’qub, telah menceritakan kepada kami Abu Yahya At-Taimi, telah menceritakan kepada kami Fudail ibnu Marzuq, dari Atiyyah, dari ibnu Sa’id yang mengatakan bahwa ketika ayat berikut diturunkan (yaitu firman-Nya):

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya.
Maka Rasulullah ﷺ memanggil Siti Fatimah (putrinya), lalu beliau memberinya tanah Fadak.


Kemudian Al-Bazzar mengatakan,
"Kami tidak mengetahui ada seseorang yang meriwayatkan hadis ini dari Fudail ibnu Marzuq selain Abu Yahya At-Taimi dan Humaid ibnu Hammad ibnul Khawwar."


Dan hadis ini mengandung musykil sekiranya sanadnya berpredikat sahih, karena ayat ini Makiyyah, sedangkan Fadak baru dimenangkan bersamaan dengan kemenangan atas tanah Khaibar, yaitu pada tahun ketujuh hijrah.
Maka mana mungkin pendapat tersebut sealur dengan kenyataan sejarah.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa hadis ini berpredikat munkar, dan yang lebih tepat ialah bila dikatakan bahwa hadis ini merupakan buatan golongan kaum Rafidah (salah satu sekte dari kaum Syi’ah).

Pembahasan mengenai orang-orang miskin dan ibnu sabil telah kami sebutkan secara panjang lebar di dalam tafsir surat Bara-ah (QS. At-Taubah [9]), sehingga tidak perlu diulangi lagi dalam tafsir surat ini.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (harta kalian) secara boros.

Setelah perintah untuk memberi nafkah, Allah melarang bersikap berlebih-lebihan dalam memberi nafkah (membelanjakan harta), tetapi yang dianjur­kan ialah pertengahan.
Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir.
(QS. Al-Furqaan [25]: 67), hingga akhir ayat.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Israa (17) Ayat 26

At-Tabrani dan lainnya meriwayatkan dari abu said al-Khudri bahwa ketika turun, ‘dan berikanlah kepada kerabat dekat haknya…’ Rasulullah memanggil Fatimah lalu memberinya Fadak.
Ibnu Katsir berkata,
hadis ini bermasalah, sebab ia mengisyaratkan bahwa ayat ini surat Madaniyah, padahal menurut pendapat yang masyhur tidak demikian.
Ibnu Mardawaih meriwayatkan hal serupa dengan Ibnu Abbas.

Sumber : Asbabun Nuzul – Jalaluddin As-Suyuthi.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Israa (17) Ayat 26

IBNUS SABIIL
ٱبْنَ ٱلسَّبِيل

Makna ibn ialah seorang anak lelaki, sedangkan as sabiil sudah diuraikan terdahulu.

Ibn Arafah berkata,
"Lafaz ini bermakna tetamu yang terputus bekalnya, diberikan bekal sekadar sampai ke negerinya’"

Ibn Manzur berkata,
"Ibnus sabiil ialah orang musafir yang banyak berjalan, dinamakan ia anak jalan karena ia melazimkan dirinya dengannya."

Ibn Sayyidah berkata,
"Ia bermakna anak jalan, dan takwilannya adalah yang banyak berjalan di atas jalan."

Ungkapan ini disebut delapan kali dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 177, 215;
An Nisaa (4), ayat 36;
Al Anfaal (8, ayat 41;
At Taubah (9, ayat 60;
-Al sraa (17, ayat 26;
Ar Rum (30, ayat 38;
Al Hasyr (59, ayat 7.

Abi Ja’far berkata,
"Ibnus sabiil adalah orang yang melintasi dari negeri ke negeri yang lain."

Mujahid dan Qatadah berkata,
"Ia adalah orang yang bermusafir"

At Tabari berkata,
"Dikatakan bagi yang bermusafir Ibnus sabiil karena ia melazimkan dirinya di jalan?"

Kesimpulannya, Ibnus Sabiil ialah orang yang banyak melakukan perjalanan jauh.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 287-289

Unsur Pokok Surah Al Israa (الإسراء)

Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Muhammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isyarat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani Israil" artinya keturunan Israil, berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani Israil yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.

Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israil, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

▪ Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat.
▪ Allah pasti memberi rezeki kepada manusia.
▪ Allah mempunyai nama-nama yang paling baik.
Alquran adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
▪ Adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

▪ Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia.
▪ Berzina.
▪ Mempergunakan harta anak yatim kecuali dengan cara yang dibenarkan agama.
▪ Ikut-ikutan baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.
▪ Durhaka kepada ibu bapak.
▪ Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan takaran, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

▪ Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya.
▪ Beberapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat.
▪ Petunjuk-petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat.
▪ Manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat-sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru.
▪ Persoalan

Audio

QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 111

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Israa ayat 26 - Gambar 1 Surah Al Israa ayat 26 - Gambar 2
Statistik QS. 17:26
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra’ (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, “Perjalanan Malam”) adalah surah ke-17 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti “memperjalankan di malam hari”.
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
Sending
User Review
4.8 (28 votes)
Tags:

17:26, 17 26, 17-26, Surah Al Israa 26, Tafsir surat AlIsraa 26, Quran Al Isra 26, Al-Isra' 26, Surah Al Isra ayat 26

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 7 [QS. 20:7]

7. Dia mengetahui apa saja yang terjadi di alam semesta. Dan jika engkau mengeraskan ucapanmu saat menyampaikan sesuatu, sungguh Dia mengetahui apa yang engkau ucapkan. Dia juga mengetahui apa saja ya … 20:7, 20 7, 20-7, Surah Thaa Haa 7, Tafsir surat ThaaHaa 7, Quran Thoha 7, Thaha 7, Ta Ha 7, Surah Toha ayat 7

QS. Al Qashash (Kisah) – surah 28 ayat 45 [QS. 28:45]

45. Engkau tidak mengalami peristiwa-peristiwa itu, tetapi Kami telah menciptakan beberapa umat dalam berbagai generasi setelah Nabi Musa, dan telah berlalu atas mereka masa yang panjang, sehingga mer … 28:45, 28 45, 28-45, Surah Al Qashash 45, Tafsir surat AlQashash 45, Quran AlQasas 45, Al Qasas 45, AlQasas 45, Al-Qasas 45, Surah Al Qasas ayat 45

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Proses turunnya wahyu berlangsung selama ... tahun.

Benar! Kurang tepat!

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Kausar adalah surah ke-108 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri dari 3 ayat yang menjadi surah terpendek dalam Alquran.

Surah yang tidak diawali basmalah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah At-Taubah adalah surah ke-9 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti 'Pengampunan' karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.

+

Array

Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #27
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #27 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #27 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #1

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah … Taha ayat 8 Yasin ayat 44

Pendidikan Agama Islam #29

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ, potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … As Saf ayat

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … perdebatan perumpamaan permasalahan

Instagram