Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

Tampilkan Lainnya ...

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 26 [QS. 17:26]

وَ اٰتِ ذَاالۡقُرۡبٰی حَقَّہٗ وَ الۡمِسۡکِیۡنَ وَ ابۡنَ السَّبِیۡلِ وَ لَا تُبَذِّرۡ تَبۡذِیۡرًا
Waaati dzaal qurba haqqahu wal miskiina waabnassabiili walaa tubadz-dzir tabdziiran;
Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan;
dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
―QS. 17:26
Topik ▪ Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka
English Translation - Sahih International
And give the relative his right, and (also) the poor and the traveler, and do not spend wastefully.
―QS. 17:26

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
وَءَاتِ dan berikanlah

And give
ذَا keluarga

the relatives *[meaning includes next or prev. word]
ٱلْقُرْبَىٰ yang dekat/kerabat

the relatives *[meaning includes next or prev. word]
حَقَّهُۥ haknya

his right,
وَٱلْمِسْكِينَ dan orang-orang miskin

and the needy,
وَٱبْنَ dan orang

and the wayfarer, *[meaning includes next or prev. word]
ٱلسَّبِيلِ yang dalam perjalanan

and the wayfarer, *[meaning includes next or prev. word]
وَلَا dan jangan

and (do) not
تُبَذِّرْ kamu memboroskan

spend
تَبْذِيرًا boros

wastefully.

 

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 26

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Berikanlah kepada keluarga-keluarga dekatmu <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/haq" class="glossaryLink cmtt_Istilah Umum" data-cmtooltip="

haq
Sebelum menjalani hukuman mati, seorang sufi, Hussein bin Manshur al Hallaj, berjalan sambil dikawal aparat.<BR CLASS=""> Ketika melihat kerumunan orang, dia berkata lantang,“Haq, haq, haq, ana al-haq (kebenaran, kebenaran, kebenaran, akulah kebenaran).”Dia pun harus menjalani hukuman mati atas pernyataannya yang kontroversial itu.<BR CLASS="">Lantas, apa sebetulnya makna al-haq? Ensiklopedia Alquran: Kajian Kosakata Menulis menjelaskan bahwa kata yang terdiri atas huruf haa dan qaf itu maknanya berkisar padaㅤ(…)</BR></BR>

” >hak mereka berupa kebajikan dan jalinan silaturrahmi.
Berikan juga <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/haq" class="glossaryLink cmtt_Istilah Umum" data-cmtooltip="

haq
Sebelum menjalani hukuman mati, seorang sufi, Hussein bin Manshur al Hallaj, berjalan sambil dikawal aparat.<BR CLASS=""> Ketika melihat kerumunan orang, dia berkata lantang,“Haq, haq, haq, ana al-haq (kebenaran, kebenaran, kebenaran, akulah kebenaran).”Dia pun harus menjalani hukuman mati atas pernyataannya yang kontroversial itu.<BR CLASS="">Lantas, apa sebetulnya makna al-haq? Ensiklopedia Alquran: Kajian Kosakata Menulis menjelaskan bahwa kata yang terdiri atas huruf haa dan qaf itu maknanya berkisar padaㅤ(…)</BR></BR>

” >hak orang-orang miskin yang membutuhkan dan musafir yang kehabisan harta dalam bentuk zakat dan sedekah.
Janganlah menghambur-hamburkan hartamu pada hal-hal yang tidak mendatangkan maslahat, secara berlebih-lebihan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan berikanlah) kasihkanlah

(kepada keluarga-keluarga yang dekat) famili-famili terdekat

(akan haknya) yaitu memuliakan mereka dan menghubungkan silaturahmi kepada mereka

(kepada orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros) yaitu menginfakkannya bukan pada jalan ketaatan kepada Allah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Berbuat baiklah kepada semua orang yang memiliki hubungan kekerabatan denganmu, dan berikan kepadanya haknya berupa berbuat baik dan berbakti.
Berilah kepada orang miskin yang tidak memiliki sesuatu yang dapat mencukupi kebutuhannya, dan musafir yang terputus dari keluarga dan hartanya.
Janganlah membelanjakan hartamu di luar ketaatan kepada Allah, atau dengan cara pemborosan dan menghambur-hamburkan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah disebutkan tentang berbakti kepada kedua orang tua, maka diiringilah dengan sebutan tentang berbuat kebaikan kepada kaum kerabat dan bersilaturahmi.
Di dalam sebuah hadis disebutkan:

(berbuat baiklah kamu) kepada ibumu, dan bapakmu, kemudian orang yang terdekat (kekerabatannya) denganmu, lalu orang yang dekat denganmu.
Menurut riwayat yang lain disebutkan,
“Kemudian kerabat yang terdekat (denganmu), lalu kerabat dekat.”

Di dalam hadis lain disebutkan pula:

Barang siapa yang menyukai diluaskan rezekinya dan diper­panjang usianya, hendaklah ia bersilaturahmi.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abbad ibnu Ya’qub, telah menceritakan kepada kami Abu Yahya At-Taimi, telah menceritakan kepada kami Fudail ibnu Marzuq, dari Atiyyah, dari ibnu Sa’id yang mengatakan bahwa ketika ayat berikut diturunkan (yaitu firman-Nya):

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya.
Maka Rasulullah ﷺ memanggil Siti Fatimah (putrinya), lalu beliau memberinya tanah Fadak.

Kemudian Al-Bazzar mengatakan,
“Kami tidak mengetahui ada seseorang yang meriwayatkan hadis ini dari Fudail ibnu Marzuq selain Abu Yahya At-Taimi dan Humaid ibnu Hammad ibnul Khawwar.”

Dan hadis ini mengandung musykil sekiranya sanadnya berpredikat sahih, karena ayat ini Makiyyah, sedangkan Fadak baru dimenangkan bersamaan dengan kemenangan atas tanah Khaibar, yaitu pada tahun ketujuh hijrah.
Maka mana mungkin pendapat tersebut sealur dengan kenyataan sejarah.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa hadis ini berpredikat munkar, dan yang lebih tepat ialah bila dikatakan bahwa hadis ini merupakan buatan golongan kaum Rafidah (salah satu sekte dari kaum Syi’ah).

Pembahasan mengenai orang-orang miskin dan ibnu sabil telah kami sebutkan secara panjang lebar di dalam tafsir surat Bara-ah (QS. At-Taubah [9]), sehingga tidak perlu diulangi lagi dalam tafsir surat ini.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (harta kalian) secara boros.

Setelah perintah untuk memberi nafkah, Allah melarang bersikap berlebih-lebihan dalam memberi nafkah (membelanjakan harta), tetapi yang dianjur­kan ialah pertengahan.
Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir.
(QS. Al-Furqaan [25]: 67), hingga akhir ayat.

Qari Internasional

QS. Al-Israa (17) : 26 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. Al-Israa (17) : 26 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. Al-Israa (17) : 26 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan