QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 17 [QS. 17:17]

وَ کَمۡ اَہۡلَکۡنَا مِنَ الۡقُرُوۡنِ مِنۡۢ بَعۡدِ نُوۡحٍ ؕ وَ کَفٰی بِرَبِّکَ بِذُنُوۡبِ عِبَادِہٖ خَبِیۡرًۢا بَصِیۡرًا
Wakam ahlaknaa minal quruuni min ba’di nuuhin wakafa birabbika bidzunuubi ‘ibaadihi khabiiran bashiiran;

Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan.
Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya.
―QS. 17:17
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Pahala Iman
17:17, 17 17, 17-17, Al Israa 17, AlIsraa 17, Al Isra 17, Al-Isra’ 17

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 17

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 17. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala mengisahkan kaum-kaum yang mengalami nasib yang sama setelah Nuh.
Mereka itu dibinasakan karena pembangkangan mereka terhadap utusan-utusan Allah, yang diutus Allah untuk menghentikan pembangkang-pembangkang itu, dan mengajak mereka kembali menaati Allah.
Ayat ini sebagai penegasan terhadap ayat yang lalu, bahwa tiap kaum yang tetap membangkang setelah datangnya Rasul yang memberi peringatan kepada mereka, pasti akan mengalami nasib yang sama dengan umat-umat terdahulu.

Di akhir ayat Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan bahwa balasan yang serupa itu adalah balasan yang bijaksana dan adil, karena Allah telah cukup mengetahui tindak tanduk mereka, lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Telah banyak kaum setelah Nuh yang Kami binasakan karena mendurhakai nabi-nabi mereka.
Cukuplah bagi kamu penjelasan dan pemberitaan Tuhanmu, karena Dia Maha Mengetahui atas segala sesuatu dengan pengetahuan yang dalam, seperti halnya pengetahuan orang yang melihat langsung.
Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-Nya lagi Maha Melihat.
Maka tidak ada perbuatan seorang hamba yang tidak diketahu oleh-Nya.
Allah akan membalas mereka sesuai dengan amal perbuatannya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sudah berapa banyak) telah banyak (Kami binasakan umat-umat) bangsa-bangsa (sesudah Nuh.

Dan cukuplah Rabbmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya) Dia mengetahui dosa-dosa mereka yang tersembunyi dan dosa-dosa mereka yang terang-terangan.

Lafal bidzunuubi bertaalluq kepada lafal khabiiran dan bashiiran.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sudah banyak umat-umat yang mendustakan Rasul-rasul mereka sesudah Nabi Nuh yang telah Kami binasakan.
Cukuplah Rabbmu, wahai Rasul, bahwa Dia mengetahui semua perbuatan hamba-hamba-Nya, tidak ada suatu pun yang tersembunyi dari-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
memperingatkan kaum Kuffar Quraisy yang mendustakan Rasul-Nya, Nabi Muhammad ﷺ, bahwa Dia telah membinasakan umat-umat yang mendustakan rasul-rasul-Nya sesudah Nuh ‘alaihis salam Ayat ini menunjukkan bahwa generasi-generasi yang hidup di masa antara Adam dan Nuh ‘alaihis salam memeluk agama Islam.
Ibnu Abbas pemah mengata­kan bahwa antara Adam dan Nuh ‘alaihis salam terdapat sepuluh generasi, yang semuanya memeluk agama Islam.

Dengan kata lain, ayat ini mengandung makna bahwa kamu sekalian, hai orang-orang yang mendustakan Rasul ﷺ, tidaklah lebih mulia bagi Allah daripada mereka.
Kalian telah mendustakan rasul yang termulia dan makhluk yang paling ulama, maka kalian lebih berhak mendapat hukuman daripada mereka (yang mendustakan rasul-rasul-Nya di masa lalu).

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya.

Yakni Dia mengetahui semua amal perbuatan mereka, yang baik dan yang buruknya, tiada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah subhanahu wa ta’ala.
dari amal perbuatan mereka.


Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Israa (17) ayat 17 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Israa (17) ayat 17 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Israa (17) ayat 17 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 17:17
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
4.9
Ratingmu: 4.7 (9 orang)
Sending







Pembahasan ▪ al isra

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta