QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 16 [QS. 17:16]

وَ اِذَاۤ اَرَدۡنَاۤ اَنۡ نُّہۡلِکَ قَرۡیَۃً اَمَرۡنَا مُتۡرَفِیۡہَا فَفَسَقُوۡا فِیۡہَا فَحَقَّ عَلَیۡہَا الۡقَوۡلُ فَدَمَّرۡنٰہَا تَدۡمِیۡرًا
Wa-idzaa aradnaa an nuhlika qaryatan amarnaa mutrafiihaa fafasaquu fiihaa fahaqqa ‘alaihaal qaulu fadammarnaahaa tadmiiran;

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu).
―QS. 17:16
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Kasih sayang Allah yang luas
17:16, 17 16, 17-16, Al Israa 16, AlIsraa 16, Al Isra 16, Al-Isra’ 16
English Translation - Sahih International
And when We intend to destroy a city, We command its affluent but they defiantly disobey therein;
so the word comes into effect upon it, and We destroy it with (complete) destruction.
―QS. 17:16

 

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 16

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 16. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah ﷻ menjelaskan bahwa apabila Dia berkehendak untuk membinasakan suatu negeri, maka Allah ﷻ memerintahkan kepada orang-orang yang hidup bermewah-mewah di negeri itu supaya menaati Allah.
Maksudnya apabila suatu kaum telah melakukan kemaksiatan dan kejahatan secara merata, dan pantas dijatuhi siksaan, maka Allah ﷻ karena keadilan-Nya, tidaklah segera menjatuhkan siksaan sebelum memberikan peringatan kepada para pemimpin mereka untuk menghentikan kemaksiatan dan kejahatan kaumnya dan segera kembali taat kepada ajaran Allah.

Akan tetapi, dari sejarah kita mengetahui bahwa orang-orang yang jauh dari hidayah Allah tidak mau mendengarkan peringatan itu, bahkan mereka menjadi pembangkang dan penentangnya.
Allah lalu memusnahkan mereka dari muka bumi dengan berbagai azab, baik berupa bencana alam, maupun bencana-bencana lainnya.
Itulah ketentuan Allah yang tak dapat dielakkan.
Allah menghancurkan negeri itu sehancur-hancurnya, sehingga tidak ada sedikit pun yang tersisa, baik rumah-rumah maupun harta kekayaan mereka.