Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Insyiqaaq (Terbelah) – surah 84 ayat 3 [QS. 84:3]

وَ اِذَا الۡاَرۡضُ مُدَّتۡ ۙ
Wa-idzaal ardhu muddat;
dan apabila bumi diratakan,
―QS. Al Insyiqaaq [84]: 3

Daftar isi

And when the earth has been extended
― Chapter 84. Surah Al Insyiqaaq [verse 3]

وَإِذَا dan apabila

And when
ٱلْأَرْضُ bumi

the earth
مُدَّتْ dipanjangkan/diratakan

is spread,

Tafsir Quran

Surah Al Insyiqaaq
84:3

Tafsir QS. Al-Insyiqaq (84) : 3. Oleh Kementrian Agama RI

Selanjutnya Allah menerangkan bahwa bila bumi dan gunung-gunung hancur berkeping-keping sehingga menjadi rata dan mengeluarkan apa yang ada di dalam
"perut"-nya, maka hal itu adalah karena ketundukannya pada perintah Allah dan kepatuhan melakukan kehendak-Nya.
Dalam ayat-ayat lain, Allah ﷻ berfirman:

اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَا .

وَاَخْرَجَتِ الْاَرْضُ اَثْقَالَهَا

Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. (Az-Zalzalah [99]: 1-2)

وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْ

Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar.
(Al-Infitar [82]: 4)

اَفَلَا يَعْلَمُ اِذَا بُعْثِرَ مَا فِى الْقُبُوْرِ

Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan. (Al-‘Adiyat [100]: 9)

Untuk tafsir pada kalimat
"langit terbelah"
di atas, dapat dilihat kembali pada telaah ilmiah Surah Al-Insyiqaq [84]: 1-5, lihat pula telaah ilmiah Surah Al-Haqqah [69]: 16 dan Surah Al-Infitar [82]: 1. Kemudian, kalimat yang mengikutinya:
"dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh",
mengandung pengertian bahwa kejadian itu berlangsung menurut sunatullah, yaitu menurut hukum-hukum Allah yang ada di alam semesta ini.
Pengertian
"bumi diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong"
adalah bahwa bumi benar-benar luluh lantak, baik terjadinya benturan dengan planet atau benda langit lainnya, karena hilang atau kacaunya gaya gravitasi.

Luluh lantaknya bumi inilah yang juga menyebabkan seluruh isi bumi dimuntahkan dan menjadikan isi bumi kosong.
Kemudian, kalimat yang mengikutinya:
"dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh",
mengandung pengertian bahwa kejadian itu berlangsung menurut sunatullah, yaitu menurut hukum-hukum Allah yang ada di alam semesta ini.

Tafsir QS. Al Insyiqaaq (84) : 3. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Bila bumi diperluas dengan diratakannya gunung-gunung dan tebing-tebingnya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apabila langit pecah dan terbelah dengan mengeluarkan kabut pada hari kiamat.
Dan langit itu taat mematuhi perintah Tuhannya dalam urusan yang diperintahkan kepadanya yaitu untuk terbelah.


Dan sudah semestinya langit itu mematuhi perintah-Nya.
Apabila bumi diratakan dan diluaskan, dan gunung-gunung dilemparkan pada hari itu.


Bumi memuntahkan orang-orang mati yang ada di dalam perutnya sehingga menjadi kosong dari orang-orang mati.
Dia patuh kepada Tuhannya dalam urusan yang diperintahkan kepadanya.


Dan sudah semestinya bumi itu mematuhi perintah-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan apabila bumi diperlebar) diperluas sebagaimana kulit yang direntangkan, sehingga lenyaplah semua bangunan dan gunung yang ada pada permukaannya.
Dengan kata lain, apabila bumi diratakan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(1-8)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ}

Apabila langit terbelah.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 1)


Yang demikian itu terjadi pada hari kiamat.

{وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا}

dan patuh kepada Tuhannya.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 2)

Yakni tunduk dan patuh kepada perintah Tuhannya yang memerintahkan kepadanya untuk terbelah.
Yang demikian itu terjadi pada hari kiamat.

{وَحُقَّتْ}

dan sudah semestinya langit itu patuh.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 2)

Sudah seharusnya langit patuh kepada perintah-Nya, karena Dia Mahabesar, tidak dapat dicegah dan tidak dapat dihalangi apa yang dikehendaki-Nya, bahkan Dia mengalahkan segala sesuatu, dan segala sesuatu tunduk patuh kepada-Nya.
Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:

{وَإِذَا الأرْضُ مُدَّتْ}

dan apabila bumi diratakan.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 3)


Yakni digelarkan, dihamparkan, dan diluaskan.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Saur, dari Ma’mar, dari Az-Zuhri, dari Ali ibnul Husain, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:
Apabila hari kiamat terjadi, Allah menghamparkan bumi menjadi rata seperti selembar kulit dihamparkan, sehingga tiada tempat lagi bagi seorang manusia kecuali hanya tempat bagi kedua telapakkakinya (karena semua makhluk pada hari itu telah dibangkitkan).
Maka aku adalah orang yang mula-mula dipanggil, sedangkan Jibril berada di sebelah kanan Tuhan Yang Maha Pemurah.
Demi Allah, aku belum pernah melihat-Nya sebelum itu, dan aku berkata,
"Ya Tuhanku, sesungguhnya malaikat ini (Jibril) telah memberitakan kepadaku bahwa Engkau telah mengutusnya kepadaku."
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Dia benar."
Kemudian aku memohon syafaat dan aku katakan,
"Ya Tuhanku, tolonglah hamba-hamba-Mu yang menyembah-Mu di berbagai penjuru bumi."

Ali ibnul Husain menjelaskan, bahwa itulah yang dimaksud dengan Al-Maqamul Mahmud (kedudukan yang terpuji).

Firman Allah subhanahu wa ta’ala

{وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ}

dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 4)

Bumi mengeluarkan semua mayat yang ada di dalam perutnya sehingga bumi kosong dari mereka;
menurut Mujahid, Sa’id, dan Qatadah.

{وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ}

dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 5)

Penjelasannya sama dengan ayat yang kedua di atas.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا}

Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemuinya.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 6)

Yaitu sesungguhnya kamu telah berupaya dan beramal untuk menuju Tuhanmu dengan sebenar-benarnya, kemudian sesungguhnya kamu bakal menjumpai balasannya—apakah baik atau buruk— sesuai dengan amal perbuatanmu.


Pengertian ini diperkuat dengan adanya sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud At-Tayalisi, dari Al-Hasan ibnu Abu Ja’far, dari Abuz Zubair, dari Jabir yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:


"قَالَ جِبْرِيلُ:
يَا مُحَمَّدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحَبِبْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُلَاقِيهِ"


Jibril berkata,
"Hai Muhammad, hiduplah kamu sesukamu, maka sesungguhnya kamu bakal mati.
Dan sukailah apa yang engkau inginkan, maka sesungguhnya engkau akan meninggalkannya.
Dan beramallah sesukamu, maka sesungguhnya kamu akan menjumpai (balasan)nya."

Tetapi di antara ulama ada yang mengembalikan damir yang terdapat pada firman-Nya,
"Famulaqiyah"
kepada Rabbika, yang artinya:
maka kamu akan menjumpai Tuhanmu, lalu Dia akan membalas semua amal perbuatanmu dan memberimu imbalan atas jerih payahmu.
Dengan demikian, berarti kedua pendapat saling berkaitan.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Hai Manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 6)
Yakni engkau pasti beramal dan akan menghadap kepada Allah dengan membawa amalmu yang baik atau yang buruk.


Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu (QS. Al-Insyiqaq [84]: 6)
Sesungguhnya jerih payahmu, hai anak Adam, benar-benar lemah.
Maka barang siapa yang menginginkan jerih payahnya dicurahkan untuk ketaatan kepada Allah, hendaklah ia melakukannya, dan tiada kekuatan baginya untuk mengerjakan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah.


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا}

Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 7-8)

Yaitu perhitungan yang mudah, tiada kesulitan.
Dengan kata lain, tidak dilakukan secara detail semua amal perbuatannya, karena sesungguhnya orang yang diperiksa dengan pemeriksaan yang teliti dan ketat pasti akan binasa.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail, telah menceritakan kepada kami Ayyub, dari Abdullah ibnu Abu Mulaikah, dari Aisyah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Barang siapa yang diperiksa dengan teliti dalam hisab, berarti ia disiksa.
Siti Aisyah melanjutkan kisahnya, bahwa lalu ia bertanya,
"Bukankah Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
‘maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah’ (QS. Al-Insyiqaq [84]: 8)."
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:
Hal itu bukanlah pemeriksaan, tetapi pemeriksaan yang sebenarnya ialah orang yang diteliti dalam pemeriksaannya di hari kiamat, maka ia pasti disiksa.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Nasai, dan Ibnu Jarir melalui hadis Ayyub As-Sukhtiyani dengan sanad yang sama.

Ibnu Jarir mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Waki’, telah menceritakan kepada kami Rauh ibnu ‘Ubadah, telah menceritakan kepada kami Abu Amir Al-Khazzaz, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Aisyah r.a. yang berkata bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya tiada seorang pun yang dihisab pada hari kiamat melainkan disiksa.
Lalu aku (Aisyah) bertanya,
"Bukankah Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
‘maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah’ (QS. Al-Insyiqaq [84]: 8)."
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:
Hal itu hanyalah pemeriksaan biasa, sesungguhnya orang yang diteliti dalam pemeriksaannya, pasti ia disiksa.
Lalu Nabi ﷺ mengisyaratkan dengan jari telunjuknya seakan-akan seperti sedang menotok.

Ibnu Jarir telah meriwayatkannya pula dari Amr ibnu Ali, dari Ibnu Abu Addi, dari Abu Yunus Al-Qusyairi, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Al-Qasim, dari Aisyah, lalu disebutkan hadis yang semisal.
Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya melalui jalur Abu Yunus Al-Qusyairi yang nama aslinya Hatim ibnu Abu Sagirah dengan sanad yang sama.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan pula kepada kami Nasr ibnu Ali Al-Jahdami, telah menceritakan kepada kami Muslim, dari Al-Harisy ibnul Khirrit saudara lelaki Az-Zubair, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari Aisyah yang mengatakan bahwa barang siapa yang dihisab dengan teliti, berarti dia disiksa.
Ibnu Abu Mulaikah mengatakan bahwa kemudian Aisyah mengatakan bahwa sesungguhnya pemeriksaan yang ringan itu tiada lain hanyalah dihadapkan kepada Allah dan Allah berhadap-hadapan dengan mereka.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq, telah menceritakan kepadaku Abdul Wahid ibnu Hamzah ibnu Abdullah ibnuz Zubair, dari Abbad ibnu Abdullah ibnuz Zubair, dari Aisyah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ dalam salah satu salatnya mengucapkan doa berikut:
Ya Allah, hisablah diriku dengan hisab yang mudah.
Setelah beliau selesai dari salatnya, aku bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan hisab yang mudah?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Ia melihat kepada kitab catatan amal perbuatannya, lalu Allah memaafkan kesalahan yang tercatat di dalamnya.
Hai Aisyah, sesungguhnya orang yang diteliti dalam hisabnya di hari itu pasti binasa.

Hadis ini sahih, tetapi dengan syarat Muslim.

Unsur Pokok Surah Al Insyiqaaq (الإنشقاق)

Surat Al Insyiqaaq, terdiri atas 25 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al lnfithaar.

Dinamai "Al Insyiqaaq" (terbelah), diambil dari perkataan "Insyaqqat" yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah "insyiqaaq".

Keimanan:

▪ Peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat.
▪ Peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya.
▪ Dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan.
▪ Tingkat-tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Ayat-ayat dalam Surah Al Insyiqaaq (25 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Insyiqaaq (84) : 1-25 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 25 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Insyiqaaq (84) : 1-25 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 25

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Insyiqaaq ayat 3 - Gambar 1 Surah Al Insyiqaaq ayat 3 - Gambar 2
Statistik QS. 84:3
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Insyiqaaq.

Surah Al-Insyiqaq (bahasa Arab:الانشقاق, “Terbelah”) adalah surah ke-84 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 25 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan setelah surah Al-Infitar.
Dinamai Al Insyiqaaq (terbelah), diambil dari perkataan yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah insyiqaaq.

Pokok-pokok isinya menerangkan peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat; peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya; dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan; tingkat-tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Nomor Surah 84
Nama Surah Al Insyiqaaq
Arab الإنشقاق
Arti Terbelah
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 83
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 25
Jumlah kata 108
Jumlah huruf 444
Surah sebelumnya Surah Al-Tatfif
Surah selanjutnya Surah Al-Buruj
Sending
User Review
4.8 (14 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

84:3, 84 3, 84-3, Surah Al Insyiqaaq 3, Tafsir surat AlInsyiqaaq 3, Quran Al Insyiqaq 3, Al-Insyiqaq 3, Surah Al Insyiqaq ayat 3

Video Surah

84:3


Load More

Kandungan Surah Al Insyiqaaq

۞ QS. 84:1 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 84:2 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 84:3 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 84:4 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 84:5 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 84:6 • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 84:7 • Derajat para pemeluk agama • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat ahli surga •

۞ QS. 84:8 • Pahala iman • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat ahli surga • Keutamaan iman •

۞ QS. 84:9 • Pahala iman • Sifat ahli surga • Keutamaan iman

۞ QS. 84:10 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka •

۞ QS. 84:11 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 84:12 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 84:13 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 84:14 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 84:15 • Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 84:19 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 84:20 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 84:21 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 84:22 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 84:23 • Keluasan ilmu Allah • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 84:24 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 84:25 • Pahala iman • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

Ayat Pilihan

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan & senda gurau.
Dan jika kamu beriman & bertakwa,
Allah akan memberikan pahala kepadamu & Dia tidak akan meminta harta-hartamu.
QS. Muhammad [47]: 36

Hendaklah mereka menahan pandangan, dan kemaluannya,
jangan nampakkan perhiasannya,
kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.
hendaklah menutupkan kain kudung kedadanya,
dan jangan nampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka
QS. An-Nur [24]: 31

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Correct! Wrong!

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Kamus Istilah Islam

Bani Abbasiyah

Siapa itu Bani Abbasiyah? Kekhalifahan Abbasiyah atau Bani Abbasiyah adalah kekhalifahan kedua Islam yang berkuasa di Baghdad . Kekhalifahan ini berkembang pesat dan menjadikan dunia Islam sebagai pusat pengetahuan dunia. Kekhalifahan ini berkuasa setelah merebutnya dari Bani … • Kekhalifahan Abbasiyah, Dinasti Abbasiyah, Abbasiyah, Abasiyah

abid

Apa itu abid? tidak berkesudahan; kekal; abadi v beribadah; n orang yang taat kepada Tuhan; orang yang saleh … •

Zulkifli `alaihis salam

Siapa itu Zulkifli `alaihis salam? Nabi Zulkifli adalah salah satu nabi dan Rasul dalam ajaran agama Islam yang diutus kepada kaum Amoria di kota Damaskus. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1460 SM dan diutus untuk mengajarkan ajaran tauhid kepada kaumnya yang sedang menyembah berhala supaya menyembah Tuhan Yang Maha Esa, taat beribada … • Zulkifli