Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Insyiqaaq (Terbelah) - surah 84 ayat 19 [QS. 84:19]

لَتَرۡکَبُنَّ طَبَقًا عَنۡ طَبَقٍ
Latarkabunna thabaqan ‘an thabaqin;
sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
―QS. Al Insyiqaaq [84]: 19

Daftar isi

(That) you will surely experience state after state.
― Chapter 84. Surah Al Insyiqaaq [verse 19]

لَتَرْكَبُنَّ sesungguhnya kamu akan naik/melalui

You will surely embark
طَبَقًا setingkat

(to) stage
عَن dari/demi

from
طَبَقٍ setingkat

stage.

Tafsir Quran

Surah Al Insyiqaaq
84:19

Tafsir QS. Al-Insyiqaq (84) : 19. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah dengan cahaya merah pada waktu senja, dengan malam dan apa-apa yang diselubunginya dan dengan bulan apabila jadi purnama bahwa sesungguhnya manusia melalui tahap demi tahap dalam kehidupan, dari setetes air mani sampai dilahirkan.

Kemudian melalui masa kanak-kanak, remaja dan dewasa sampai tua.

Kemudian dari hidup sampai mati, lalu dibangkitkan kembali, hidup kembali di surga atau neraka setelah melalui ujian dan perhitungan yang sangat teliti.

Tafsir QS. Al Insyiqaaq (84) : 19. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


dan demi rembulan di waktu purnama, bahwa kalian benar-benar akan melalui beberapa masa yang semakin lama semakin dahsyat:
kematian, kebangkitan dan petaka kiamat.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah bersumpah demi warna merah di ufuk saat matahari akan terbenam, dan demi malam dan apa yang diselubunginya berupa hewan melata, serangga, binatang liar dan yang lainnya, dan demi bulan apabila menjadi purnama.
Wahai manusia, sungguh kalian melewati tahap demi tahap dan keadaan-keadaan yang berbeda-beda.


Dari air mani menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging, lalu ditiupkan ruh, lalu mati, kemudian dibangkitkan.
Makhluk tidak boleh bersumpah dengan selain Allah.


Jika melakukan itu, berarti ia sudah berlaku syirik.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya kalian melalui) hai manusia.
Bentuk asal lafal Latarkabunna adalah Latarkabuunanna, kemudian huruf Nun alamat Rafa’nya dibuang karena berturut-turutnya Nun, demikian pula huruf Wau alamat jamaknya, tetapi bukan karena ‘illat bertemunya kedua huruf yang disukunkan, sehingga jadilah Latarkabunna


(tingkat demi tingkat) fase demi fase, yaitu mulai dari mati lalu dihidupkan kembali, kemudian menyaksikan keadaan-keadaan di hari kiamat.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:


{لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍ}

sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnun Nadr, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr, dari Mujahid yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yakni keadaan demi keadaan.
Lalu Ibnu Abbas mengatakan bahwa demikianlah (menurut) Nabi kalian.
Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Bukhari dengan lafaz yang sama.


Dan ini mengandung takwil bahwa Ibnu Abbas menyandarkan tafsir ini kepada Nabi ﷺ, seakan-akan dia mengatakan bahwa aku telah mendengarnya dari Nabi kalian.
Dengan demikian, berarti lafaz nabiyyukum di-rafa’-kan menjadi fa’il dari lafaz Qala;
dan inilah penjelasan yang lebih terang;
hanya Allah jualah Yang Maha Mengetahui, seperti juga yang dikatakan oleh sahabat Anas,
"Tiada suatu tahun pun datang melainkan tahun yang berikutnya lebih buruk darinya, aku telah mendengarnya dari Nabi kalian."

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ya’qub ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr, dari Mujahid, bahwa Ibnu Abbas telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Bahwa menurut Nabi kalian artinya ‘keadaan demi keadaan’;
demikianlah bunyi teks riwayat Ibnu Jarir.


Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
tingkat demi tingkat.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yaitu keadaan demi keadaan atau fase demi fase.
Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah, Murrah, At-Tayyib, Mujahid, Al-Hasan, Ad-Dahhak, Masruq, dan Abu Saleh.

Dapat pula ditakwilkan bahwa yang dimaksud oleh firman-Nya:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yakni keadaan demi keadaan.
Lalu disebutkan bahwa orang yang dimaksud adalah Nabi kalian sendiri.
Dengan demikian, berarti lafaz nabiyyukum di-rafa ‘-kan dengan ketentuan bahwa haza dan nabiyyukum merupakan mubtada dan khabar;
hanya Allah jualah Yang Maha Mengetahui.

Barangkali hal inilah yang segera tertangkap ke dalam pengertian kebanyakan para perawi, sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Daud At-Tayalisi dan Gundar, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Abu Bisyr, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yang dimaksud dengan lawan bicara adalah Muhammad ﷺ Dan hal ini diperkuat dengan adanya qiraat Umar, Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, dan sebagian besar ulama Mekah dan Kufah dengan bacaan latarkabanna dengan memakai harakat fathah pada ta dan ba-nya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, dari Ismail, dari Asy-Sya’bi sehubungan dengan firman-Nya:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Bahwa makna yang dimaksud ialah ‘hai Muhammad, engkau akan menaiki langit demi langit’.

Hal yang sama telah diriwayatkan dari IbnuMas’ud, Masruq, dan Abul Aliyah:
tingkat demi tingkat.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Artinya, langit demi langit.
Menurut hemat penulis, mereka bermaksud dengannya ialah malam Isra.

Abu Ishaq dan As-Saddi telah meriwayatkan dari seorang lelaki, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
tingkat demi tingkat (QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yakni kedudukan demi kedudukan.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas, tetapi ditambahkan urusan demi urusan dan keadaan demi keadaan.


Tetapi As-Saddi sendiri telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yaitu amal perbuatan orang-orang terdahulu kedudukan demi kedudukan.


Menurut hemat penulis, dapat dikatakan bahwa seakan-akan As-Saddi bermaksud dengan makna hadis sahih yang mengatakan:



"لَتَرْكَبُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، حَذْو القُذَّة بالقُذَّة، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحر ضَبِّ لَدَخَلْتُمُوهُ".
قَالُوا:
يَا رَسُولَ اللَّهِ، الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ:
"فَمَنْ؟
"
وَهَذَا مُحْتَمَلٌ.

Sesungguhnya kalian akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kalian setapak demi setapak;
seandainya mereka memasuki Liang biyawak, tentulah kalian pun memasukinya.
Mereka bertanya,
"Wahai Rasulullah, mereka adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani."
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Lalu siapa lagi (kalau bukan mereka)?"
Maksudnya dalam hal berpecah belah menjadi beberapa golongan.


Dan pengertian ini dapat juga dijadikan sebagai takwil ayat.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Sadaqah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Jabir, bahwa ia pernah mendengar Makhul mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19), Bahwa setiap dua puluh tahun kalian membuat suatu perkara yang belum pernah kalian alami.


Al-A’masy mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim, bahwa Abdullah telah mengatakan sehubungan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yakni langit itu terbelah, kemudian kelihatan memerah, dan selanjutnya berubah dari suatu warna ke warna yang lain.

As-Sauri telah meriwayatkan dari Qais ibnu Wahb, dari Murrah, dari Ibnu Mas’ud sehubungan dengan makna firman-Nya:
tingkat demi tingkat.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Bahwa langit itu sesekali kelihatan seperti kilapan minyak dan sesekali terbelah.

Al-Bazzar telah meriwayatkan melalui Jabir Al-Ju’fi, dari Asy-Sya’bi, dari Alqamah, dari Abdullah ibnu Mas’ud sehubungan dengan makna firman-Nya:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
hai Muhammad, yakni keadaan demi keadaan.
Kemudian Al-Bazzar mengatakan bahwa hal yang sama telah diriwayatkan oleh Jabir, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas.

Sa’id ibnu Jubair mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Bahwa suatu kaum yang dahulunya ketika di dunia kelihatan rendah, kemudian di akhirat mereka kelihatan menjadi tinggi, dan kaum lainnya yang ketika di dunia kelihatan hidup terhormat, kemudian di akhirat mereka kelihatan rendah.

Ikrimah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yaitu tahap demi tahap dari masa menyusu, kemudian masa disapih.
dari masa muda menjadi masa tua.


Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yakni keadaan demi keadaan, makmur sesudah sengsara, dan sengsara sesudah makmur;
kaya sesudah miskin, dan miskin sesudah kaya;
sehat sesudah sakit dan sakit sesudah sehat.

Ibnu Abu Hatim menyebutkan dari Abdullah ibnu Zahir, bahwa telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Amr ibnu Syamir, dari Jabir Al-Ju’fi, dari Muhammad ibnu Ali, dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya anak Adam itu benar-benar dalam kelalaian dari kewajiban yang ia ciptakan untuknya.
Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala apabila hendak menciptakannya berfirman kepada malaikat,
"Tulislah rezekinya, tulislah ajalnya, tulislah jejaknya, tulislah apakah dia orang yang celaka ataukah orang yang bahagia."
Kemudian malaikat itu naik.
Dan Allah mengutus kepadanya malaikat lain yang ditugaskan-Nya untuk menjaganya hingga ia lahir, kemudian malaikat itu naik.
Dan Allah menugaskan kepadanya dua malaikat yang akan mencatat semua kebaikan dan keburukannya, maka apabila ia didatangi oleh ajalnya, kedua malaikat itu naik.
Lalu datanglah kepadanya malaikat maut dan mencabut rohnya.
Apabila ia telah dimasukkan ke dalam kuburnya, maka rohnya dikembalikan ke jasadnya, setelah itu malaikat maut naik.
Lalu ia didatangi oleh dua malaikat kubur yang mengujinya, setelah itu keduanya naik.
Maka apabila hari kiamat tiba, turunlah kepadanya malaikat pencatat kebaikan dan malaikat pencatat keburukan, lalu keduanya mengambil kitab catatannya masing-masing yang ada pada leher orang yang bersangkutan, kemudian keduanya hadir bersamanya, yang satu menggiringnya dan yang satu lagi menjadi saksinya.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini"
(Qaf: 22).
Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Kemudian beliau ﷺ bersabda:
Keadaan demi keadaan.
Kemudian Nabi ﷺ bersabda lagi:
Sesungguhnya di hadapan kalian benar-benar terdapat urusan yang besar yang kalian tidak akan mampu menanggulanginya, maka mintalah pertolongan kepada Allah Yang Mahaagung.

Hadis ini munkar, sanadnya terdapat orang-orang yang berpredikat daif, tetapi maknanya sahih;
hanya Allah jualah Yang Maha Mengetahui.

Kemudian Ibnu Jarir sesudah mengemukakan pendapat semua ulama ahli qurra dan ahli tafsir sehubungan dengan makna ayat ini mengatakan bahwa takwil yang benar adalah pendapat orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya kamu Muhammad akan melalui keadaan demi keadaan, dan urusan demi urusan yang berat-berat.
Makna yang dimaksud sekalipun Khitab-nya hanya ditujukan kepada Rasulullah ﷺ, tetapi pengertiannya mencakup semua manusia.
Bahwa mereka di hari kiamat akan mengalami banyak penderitaan karena menghadapi keadaan-keadaan dan peristiwa-peristiwanya yang amat menakutkan.

Unsur Pokok Surah Al Insyiqaaq (الإنشقاق)

Surat Al Insyiqaaq, terdiri atas 25 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al lnfithaar.

Dinamai "Al Insyiqaaq" (terbelah), diambil dari perkataan "Insyaqqat" yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah "insyiqaaq".

Keimanan:

▪ Peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat.
▪ Peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya.
▪ Dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan.
▪ Tingkat-tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Ayat-ayat dalam Surah Al Insyiqaaq (25 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Insyiqaaq (84) : 1-25 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 25 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Insyiqaaq (84) : 1-25 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 25

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Insyiqaaq ayat 19 - Gambar 1 Surah Al Insyiqaaq ayat 19 - Gambar 2
Statistik QS. 84:19
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Insyiqaaq.

Surah Al-Insyiqaq (bahasa Arab:الانشقاق, “Terbelah”) adalah surah ke-84 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 25 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan setelah surah Al-Infitar.
Dinamai Al Insyiqaaq (terbelah), diambil dari perkataan yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah insyiqaaq.

Pokok-pokok isinya menerangkan peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat; peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya; dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan; tingkat-tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Nomor Surah 84
Nama Surah Al Insyiqaaq
Arab الإنشقاق
Arti Terbelah
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 83
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 25
Jumlah kata 108
Jumlah huruf 444
Surah sebelumnya Surah Al-Tatfif
Surah selanjutnya Surah Al-Buruj
Sending
User Review
4.8 (16 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

84:19, 84 19, 84-19, Surah Al Insyiqaaq 19, Tafsir surat AlInsyiqaaq 19, Quran Al Insyiqaq 19, Al-Insyiqaq 19, Surah Al Insyiqaq ayat 19

Video Surah

84:19


More Videos

Kandungan Surah Al Insyiqaaq

۞ QS. 84:1 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 84:2 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 84:3 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 84:4 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 84:5 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 84:6 Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 84:7 • Derajat para pemeluk agama • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat ahli surga •

۞ QS. 84:8 • Pahala iman • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat ahli surga • Keutamaan iman •

۞ QS. 84:9 • Pahala iman • Sifat ahli surga • Keutamaan iman

۞ QS. 84:10 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka •

۞ QS. 84:11 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 84:12 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 84:13 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 84:14 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 84:15 Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 84:19 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 84:20 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 84:21 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 84:22 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 84:23 • Keluasan ilmu Allah • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 84:24 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 84:25 • Pahala iman • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

Ayat Pilihan

“Selamat & damai abadilah untuk kalian,
karena kesabaran kalian menahan derita & cobaan,
serta kesabaran kalian dalam memerangi keinginan nafsu.”
Betapa baiknya akibat yang kalian peroleh ini! Surga yang merupakan negeri kenikmatan.
QS. Ar-Ra’d [13]: 24

,,,
janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu,
sedang kamu mengetahui.
Dan ketahuilah,
bahwa hartamu & anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan & sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.
QS. Al-Anfal [8]: 27-28

Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.
Diturunkan dari Rabbil ‘Alamiin.
Maka apakah kamu menganggap remeh Alquran ini?
kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah.
QS. Al-Waqi’ah [56]: 79-82

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut ...

Correct! Wrong!

Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah ...

Correct! Wrong!

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Baqarah adalah surah ke-2 dalam Alquran. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.121 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah. Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Alquran.

Pesan utama dari kandungan Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #26
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #26 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #26 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Kamus Istilah Islam

Sa'id Hawwa

Siapa itu Sa’id Hawwa? Sa`id Hawwa adalah anggota terkemuka dan ideolog terkemuka dalam Ikhwanul Muslimin Suriah. Hawwa menulis sejumlah besar buku yang berhubungan dengan prinsip-prinsip dan ...

Abu Musa Al-Asy'ari

Siapa itu Abu Musa Al-Asy’ari? Abu Musa al-Asy’ari , yang bernama asli Abdullah bin Qais bin Sulaim al-Asy’ari,adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad. Abu Musa al-Asy’ari ...

Dalil

Apa itu Dalil? da.lil keterangan yang dijadikan bukti atau alasan suatu kebenaran ; patokan dalam matematika dan sebagainya; salah satu Dalil segitiga sama sisi adalah bahwa ketiga sudutnya sama be...