Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Insyiqaaq (Terbelah) – surah 84 ayat 19 [QS. 84:19]

لَتَرۡکَبُنَّ طَبَقًا عَنۡ طَبَقٍ
Latarkabunna thabaqan ‘an thabaqin;
sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
―QS. Al Insyiqaaq [84]: 19

(That) you will surely experience state after state.
― Chapter 84. Surah Al Insyiqaaq [verse 19]

لَتَرْكَبُنَّ sesungguhnya kamu akan naik/melalui

You will surely embark
طَبَقًا setingkat

(to) stage
عَن dari/demi

from
طَبَقٍ setingkat

stage.

Tafsir

Alquran

Surah Al Insyiqaaq
84:19

Tafsir QS. Al Insyiqaaq (84) : 19. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah dengan cahaya merah pada waktu senja, dengan malam dan apa-apa yang diselubunginya dan dengan bulan apabila jadi purnama bahwa sesungguhnya manusia melalui tahap demi tahap dalam kehidupan, dari setetes air mani sampai dilahirkan.


Kemudian melalui masa kanak-kanak, remaja dan dewasa sampai tua.

Kemudian dari hidup sampai mati, lalu dibangkitkan kembali, hidup kembali di surga atau neraka setelah melalui ujian dan perhitungan yang sangat teliti.


Tafsir QS. Al Insyiqaaq (84) : 19. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


dan demi rembulan di waktu purnama, bahwa kalian benar-benar akan melalui beberapa masa yang semakin lama semakin dahsyat:
kematian, kebangkitan dan petaka kiamat.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah bersumpah demi warna merah di ufuk saat matahari akan terbenam, dan demi malam dan apa yang diselubunginya berupa hewan melata, serangga, binatang liar dan yang lainnya, dan demi bulan apabila menjadi purnama.
Wahai manusia, sungguh kalian melewati tahap demi tahap dan keadaan-keadaan yang berbeda-beda.


Dari air mani menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging, lalu ditiupkan ruh, lalu mati, kemudian dibangkitkan.
Makhluk tidak boleh bersumpah dengan selain Allah.


Jika melakukan itu, berarti ia sudah berlaku syirik.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya kalian melalui) hai manusia.
Bentuk asal lafal Latarkabunna adalah Latarkabuunanna, kemudian huruf Nun alamat Rafa’nya dibuang karena berturut-turutnya Nun, demikian pula huruf Wau alamat jamaknya, tetapi bukan karena ‘illat bertemunya kedua huruf yang disukunkan, sehingga jadilah Latarkabunna


(tingkat demi tingkat) fase demi fase, yaitu mulai dari mati lalu dihidupkan kembali, kemudian menyaksikan keadaan-keadaan di hari kiamat.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:


{لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍ}

sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnun Nadr, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr, dari Mujahid yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas pernah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yakni keadaan demi keadaan.
Lalu Ibnu Abbas mengatakan bahwa demikianlah (menurut) Nabi kalian.
Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Bukhari dengan lafaz yang sama.


Dan ini mengandung takwil bahwa Ibnu Abbas menyandarkan tafsir ini kepada Nabi ﷺ, seakan-akan dia mengatakan bahwa aku telah mendengarnya dari Nabi kalian.
Dengan demikian, berarti lafaz nabiyyukum di-rafa’-kan menjadi fa’il dari lafaz Qala;
dan inilah penjelasan yang lebih terang;
hanya Allah jualah Yang Maha Mengetahui, seperti juga yang dikatakan oleh sahabat Anas,
"Tiada suatu tahun pun datang melainkan tahun yang berikutnya lebih buruk darinya, aku telah mendengarnya dari Nabi kalian."

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ya’qub ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr, dari Mujahid, bahwa Ibnu Abbas telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Bahwa menurut Nabi kalian artinya ‘keadaan demi keadaan’;
demikianlah bunyi teks riwayat Ibnu Jarir.


Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
tingkat demi tingkat.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yaitu keadaan demi keadaan atau fase demi fase.
Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah, Murrah, At-Tayyib, Mujahid, Al-Hasan, Ad-Dahhak, Masruq, dan Abu Saleh.

Dapat pula ditakwilkan bahwa yang dimaksud oleh firman-Nya:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yakni keadaan demi keadaan.
Lalu disebutkan bahwa orang yang dimaksud adalah Nabi kalian sendiri.
Dengan demikian, berarti lafaz nabiyyukum di-rafa ‘-kan dengan ketentuan bahwa haza dan nabiyyukum merupakan mubtada dan khabar;
hanya Allah jualah Yang Maha Mengetahui.

Barangkali hal inilah yang segera tertangkap ke dalam pengertian kebanyakan para perawi, sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Daud At-Tayalisi dan Gundar, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Abu Bisyr, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yang dimaksud dengan lawan bicara adalah Muhammad ﷺ Dan hal ini diperkuat dengan adanya qiraat Umar, Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, dan sebagian besar ulama Mekah dan Kufah dengan bacaan latarkabanna dengan memakai harakat fathah pada ta dan ba-nya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, dari Ismail, dari Asy-Sya’bi sehubungan dengan firman-Nya:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Bahwa makna yang dimaksud ialah ‘hai Muhammad, engkau akan menaiki langit demi langit’.

Hal yang sama telah diriwayatkan dari IbnuMas’ud, Masruq, dan Abul Aliyah:
tingkat demi tingkat.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Artinya, langit demi langit.
Menurut hemat penulis, mereka bermaksud dengannya ialah malam Ishaq dan As-Saddi telah meriwayatkan dari seorang lelaki, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
tingkat demi tingkat (QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yakni kedudukan demi kedudukan.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas, tetapi ditambahkan urusan demi urusan dan keadaan demi keadaan.


Tetapi As-Saddi sendiri telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yaitu amal perbuatan orang-orang terdahulu kedudukan demi kedudukan.


Menurut hemat penulis, dapat dikatakan bahwa seakan-akan As-Saddi bermaksud dengan makna hadis sahih yang mengatakan:


"لَتَرْكَبُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، حَذْو القُذَّة بالقُذَّة، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحر ضَبِّ لَدَخَلْتُمُوهُ".
قَالُوا:
يَا رَسُولَ اللَّهِ، الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ:
"فَمَنْ؟
"
وَهَذَا مُحْتَمَلٌ.

Sesungguhnya kalian akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kalian setapak demi setapak;
seandainya mereka memasuki Liang biyawak, tentulah kalian pun memasukinya.
Mereka bertanya,
"Wahai Rasulullah, mereka adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani."
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Lalu siapa lagi (kalau bukan mereka)?"
Maksudnya dalam hal berpecah belah menjadi beberapa golongan.


Dan pengertian ini dapat juga dijadikan sebagai takwil ayat.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Sadaqah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Jabir, bahwa ia pernah mendengar Makhul mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19), Bahwa setiap dua puluh tahun kalian membuat suatu perkara yang belum pernah kalian alami.


Al-A’masy mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim, bahwa Abdullah telah mengatakan sehubungan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yakni langit itu terbelah, kemudian kelihatan memerah, dan selanjutnya berubah dari suatu warna ke warna yang lain.

As-Sauri telah meriwayatkan dari Qais ibnu Wahb, dari Murrah, dari Ibnu Mas’ud sehubungan dengan makna firman-Nya:
tingkat demi tingkat.
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Bahwa langit itu sesekali kelihatan seperti kilapan minyak dan sesekali terbelah.

Al-Bazzar telah meriwayatkan melalui Jabir Al-Ju’fi, dari Asy-Sya’bi, dari Alqamah, dari Abdullah ibnu Mas’ud sehubungan dengan makna firman-Nya:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
hai Muhammad, yakni keadaan demi keadaan.
Kemudian Al-Bazzar mengatakan bahwa hal yang sama telah diriwayatkan oleh Jabir, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas.

Sa’id ibnu Jubair mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Bahwa suatu kaum yang dahulunya ketika di dunia kelihatan rendah, kemudian di akhirat mereka kelihatan menjadi tinggi, dan kaum lainnya yang ketika di dunia kelihatan hidup terhormat, kemudian di akhirat mereka kelihatan rendah.

Ikrimah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yaitu tahap demi tahap dari masa menyusu, kemudian masa disapih.
dari masa muda menjadi masa tua.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Yakni keadaan demi keadaan, makmur sesudah sengsara, dan sengsara sesudah makmur;
kaya sesudah miskin, dan miskin sesudah kaya;
sehat sesudah sakit dan sakit sesudah sehat.

Ibnu Abu Hatim menyebutkan dari Abdullah ibnu Zahir, bahwa telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Amr ibnu Syamir, dari Jabir Al-Ju’fi, dari Muhammad ibnu Ali, dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya anak Adam itu benar-benar dalam kelalaian dari kewajiban yang ia ciptakan untuknya.
Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala apabila hendak menciptakannya berfirman kepada malaikat,
"Tulislah rezekinya, tulislah ajalnya, tulislah jejaknya, tulislah apakah dia orang yang celaka ataukah orang yang bahagia."
Kemudian malaikat itu naik.
Dan Allah mengutus kepadanya malaikat lain yang ditugaskan-Nya untuk menjaganya hingga ia lahir, kemudian malaikat itu naik.
Dan Allah menugaskan kepadanya dua malaikat yang akan mencatat semua kebaikan dan keburukannya, maka apabila ia didatangi oleh ajalnya, kedua malaikat itu naik.
Lalu datanglah kepadanya malaikat maut dan mencabut rohnya.
Apabila ia telah dimasukkan ke dalam kuburnya, maka rohnya dikembalikan ke jasadnya, setelah itu malaikat maut naik.
Lalu ia didatangi oleh dua malaikat kubur yang mengujinya, setelah itu keduanya naik.
Maka apabila hari kiamat tiba, turunlah kepadanya malaikat pencatat kebaikan dan malaikat pencatat keburukan, lalu keduanya mengambil kitab catatannya masing-masing yang ada pada leher orang yang bersangkutan, kemudian keduanya hadir bersamanya, yang satu menggiringnya dan yang satu lagi menjadi saksinya.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini"
(Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya:
sesungguhnya kalian melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
(QS. Al-Insyiqaq [84]: 19)
Kemudian beliau ﷺ bersabda:
Keadaan demi keadaan.
Kemudian Nabi ﷺ bersabda lagi:
Sesungguhnya di hadapan kalian benar-benar terdapat urusan yang besar yang kalian tidak akan mampu menanggulanginya, maka mintalah pertolongan kepada Allah Yang Mahaagung.

Hadis ini munkar, sanadnya terdapat orang-orang yang berpredikat daif, tetapi maknanya sahih;
hanya Allah jualah Yang Maha Mengetahui.

Kemudian Ibnu Jarir sesudah mengemukakan pendapat semua ulama ahli qurra dan ahli tafsir sehubungan dengan makna ayat ini mengatakan bahwa takwil yang benar adalah pendapat orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya kamu Muhammad akan melalui keadaan demi keadaan, dan urusan demi urusan yang berat-berat.
Makna yang dimaksud sekalipun Khitab-nya hanya ditujukan kepada Rasulullah ﷺ, tetapi pengertiannya mencakup semua manusia.
Bahwa mereka di hari kiamat akan mengalami banyak penderitaan karena menghadapi keadaan-keadaan dan peristiwa-peristiwanya yang amat menakutkan.

Unsur Pokok Surah Al Insyiqaaq (الإنشقاق)

Surat Al Insyiqaaq, terdiri atas 25 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al lnfithaar.

Dinamai "Al Insyiqaaq" (terbelah), diambil dari perkataan "Insyaqqat" yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah "insyiqaaq".

Keimanan:

▪ Peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat.
▪ Peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya.
▪ Dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan.
▪ Tingkat-tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Audio

QS. Al-Insyiqaaq (84) : 1-25 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 25 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Insyiqaaq (84) : 1-25 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 25

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Insyiqaaq ayat 19 - Gambar 1 Surah Al Insyiqaaq ayat 19 - Gambar 2
Statistik QS. 84:19
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Insyiqaaq.

Surah Al-Insyiqaq (bahasa Arab:الانشقاق, “Terbelah”) adalah surah ke-84 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 25 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan setelah surah Al-Infitar.
Dinamai Al Insyiqaaq (terbelah), diambil dari perkataan yang terdapat pada permulaan surat ini, yang pokok katanya ialah insyiqaaq.

Pokok-pokok isinya menerangkan peristiwa-peristiwa pada permulaan terjadinya hari kiamat; peringatan bahwa manusia bersusah payah menemui Tuhannya; dalam menemui Tuhannya kelak ada yang mendapat kebahagiaan dan ada pula yang mendapat kesengsaraan; tingkat-tingkat kejadian dan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Nomor Surah84
Nama SurahAl Insyiqaaq
Arabالإنشقاق
ArtiTerbelah
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu83
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat25
Jumlah kata108
Jumlah huruf444
Surah sebelumnyaSurah Al-Tatfif
Surah selanjutnyaSurah Al-Buruj
Sending
User Review
4.8 (16 votes)
Tags:

84:19, 84 19, 84-19, Surah Al Insyiqaaq 19, Tafsir surat AlInsyiqaaq 19, Quran Al Insyiqaq 19, Al-Insyiqaq 19, Surah Al Insyiqaq ayat 19

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 50 [QS. 38:50]

49-52. Setelah menjelaskan kisah para nabi penyampai risalah, Allah beralih menguraikan imbalan bagi orang-orang yang mengikuti risalah mereka. Al-Qur’an ini adalah kehormatan bagi mereka yang berhara … 38:50, 38 50, 38-50, Surah Shaad 50, Tafsir surat Shaad 50, Quran Shad 50, Sad 50, Surah Shad ayat 50

QS. Asy Syams (Matahari) – surah 91 ayat 5 [QS. 91:5]

5. Demi langit serta pembinaannya yang menakjubkan. Langit yang kukuh laksana atap yang melindungi manusia di bawahnya. Langit menjadi tempat bagi miliaran benda langit yang beredar pada orbit masing- … 91:5, 91 5, 91-5, Surah Asy Syams 5, Tafsir surat AsySyams 5, Quran Asy-Syams 5, Surah As Syam ayat 5

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Sifat adil Allah berlaku untuk ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al 'Adl, yang berarti bahwa Allah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #2
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #2 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #2 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #19

Surah yang menjelaskan bahwa “Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta”, yaitu … al-Qadr al-Fatihah an-Nash al-Ikhlas al-Alaq Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … hadits sahabat nabi hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad Maudhu hadits terpercaya hadits yang diriwayatkan langsung

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Al-Fatihah Maryam ar-Rahman at-Taubah al-Anfal Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah At-Taubah adalah surah ke-9

Instagram