QS. Al Insaan (Manusia) – surah 76 ayat 23 [QS. 76:23]

اِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا عَلَیۡکَ الۡقُرۡاٰنَ تَنۡزِیۡلًا
Innaa nahnu nazzalnaa ‘alaikal quraana tanziilaa;

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Quran kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur.
―QS. 76:23
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
76:23, 76 23, 76-23, Al Insaan 23, AlInsaan 23, Al Insan 23, Al-Insan 23

Tafsir surah Al Insaan (76) ayat 23

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Insaan (76) : 23. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini diterangkan bahwa sesungguhnya Allah telah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad dengan berangsur-angsur.
Al-Qur’an diturunkan selama 22 tahun lebih secara berangsur-angsur sedikit demi sedikit.
Tujuannya agar mudah dipahami, dihafal, dan diajarkan kepada para sahabat.
Terkadang ayat diturunkan dengan maksud untuk menjelaskan suatu peristiwa yang terjadi yang memerlukan bimbingan dari Allah.
Dengan cara berangsur-angsur itu, Al-Qur’an menjadi mantap diimani dan menambah ketakwaan mereka.
Ayat ini sekaligus membantah anggapan beberapa orang bahwa Al-Qur’an merupakan sihir atau barang renungan yang bisa dipelajari, atau sebagai perkataan manusia biasa.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya, dengan rahmat dan kebijakan Kami, Kami menurunkan kepadamu Al Quran yang dapat menenteramkan hatimu dan senantiasa dapat diingat dan tak pernah terlupakan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya Kami) lafal Nahnu berfungsi mengukuhkan makna isimnya Inna, atau dianggap sebagai Dhamir Fashal (telah menurunkan Alquran kepadamu dengan berangsur-angsur) ayat ini menjadi Khabar dari Inna, yakni Kami menurunkannya secara berangsur-angsur, tidak sekaligus.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan karunia yang telah dilimpahkan-Nya kepada Rasul-Nya melalui Al-Qur’an yang telah Dia turunkan kepadanya:

Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu.
(Q.S. Al-Insan [76]: 24)

Sebagaimana Aku telah muliakan kamu melalui Al-Qur’an yang Kuturunkan kepadamu, maka bersabarlah dalam menghadapi ketetapan dan takdir-Nya, dan ketahuilah bahwa Dia akan mengaturmu dengan pengaturan yang terbaik.

dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.
(Q.S. Al-Insan [76]: 24)

Yakni janganlah kamu menaati orang-orang kafir dan orang-orang munafik, karena mereka pasti menghalang-halangi penyampaian apa yang diturunkan kepadamu.
Tetapi sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan bertawakallah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah akan memelihara dirimu dari gangguan manusia.
Asim artinya orang yang durhaka dalam perbuatannya, yakni pendosa; dan al-kafur artinya orang yang kafir (ingkar kepada kebenaran).

Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.
(Q.S. Al-Insan [76]: 25)

Yaitu di permulaan siang hari dan di penghujungnya.

Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.
(Q.S. Al-Insan [76]: 26)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan pada sebagian malam hari salat tahajudlah sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
(Q.S. Al Israa [17]: 79)

Dan firman-Nya:

Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk salat) di malam hari, kecuali sedikit (darinya), (yaitu) pada seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdaa itu, Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.
(Q.S. Al-Muzzammil [73]: 1-4)

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, mengingkari orang-orang kafir dan orang-orang lainnya yang serupa dengan mereka dalam menyukai keduniaan dan mengejarnya serta meninggalkan bekal di hari akhirat di belakang mereka tanpa mempedulikannya:

Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat).
(Q.S. Al-Insan [76]: 27)

Maksudnya, hari kiamat.


Informasi Surah Al Insaan (الإنسان)
Surat Al Insaan terdiri atas 31 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar Rahmaan.

Dinamai “Al lnsaan” (manusia) diambil dari perkataan “Al Insaan” yang terdapat padaayat pertama surat ini.

Keimanan:

Penciptaan manusia
petunjuk-petunjuk untuk mencapai kehidupan yang sempurna dengan menempuh jalan yang lurus
memenuhi nazar,
memberi makan orang miskin dan anak yatim serta orang yang ditawan karena Allah
takut kepada hari kiamat
mengerjakan shalat dan shalat tahajjud dan bersabar dalam menjalankan hukum Allah,
ganjaran terhadap orang yang mengikuti petunjuk dan ancaman terhadap orang yang mengingkarinya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Insaan (31 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Insaan (76) ayat 23 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Insaan (76) ayat 23 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Insaan (76) ayat 23 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Insaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 31 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 76:23
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Insaan.

Surah Al-Insan (Arab: الْاٍنسان , "Manusia") adalah surah ke-76 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 31 ayat.
Dinamakan Al-Insan yang berarti Manusia diambil dari kata Al-Insaan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah 76
Nama Surah Al Insaan
Arab الإنسان
Arti Manusia
Nama lain Hal Ata, Abrar, Dahr, ad-Dahr (Masa)
Hal ata
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 98
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 31
Jumlah kata 243
Jumlah huruf 1089
Surah sebelumnya Surah Al-Qiyamah
Surah selanjutnya Surah Al-Mursalat
4.7
Ratingmu: 4.7 (21 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta