Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Insaan (Manusia) – surah 76 ayat 2 [QS. 76:2]

اِنَّا خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ مِنۡ نُّطۡفَۃٍ اَمۡشَاجٍ ٭ۖ نَّبۡتَلِیۡہِ فَجَعَلۡنٰہُ سَمِیۡعًۢا بَصِیۡرًا
Innaa khalaqnaa-insaana min nuthfatin amsyaajin nabtaliihi faja’alnaahu samii’an bashiiran;
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
―QS. Al Insaan [76]: 2

Indeed, We created man from a sperm-drop mixture that We may try him;
and We made him hearing and seeing.
― Chapter 76. Surah Al Insaan [verse 2]

إِنَّا sesungguhnya Kami

Indeed, We
خَلَقْنَا Kami telah menciptakan

[We] created
ٱلْإِنسَٰنَ manusia

man
مِن dari

from
نُّطْفَةٍ setetes mani

a semen-drop,
أَمْشَاجٍ bercampur

a mixture,
نَّبْتَلِيهِ Kami mengujinya

(that) We test him;
فَجَعَلْنَٰهُ maka Kami jadikan ia

so We made (for) him
سَمِيعًۢا mendengar

hearing
بَصِيرًا melihat

and sight.

Tafsir

Alquran

Surah Al Insaan
76:2

Tafsir QS. Al Insaan (76) : 2. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan unsur-unsur penciptaan manusia, yaitu bahwa manusia diciptakan dari sperma (nuthfah) laki-laki dan ovum perempuan yang bercampur.
Kedua unsur itu berasal dari sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan dan keluar secara berpancaran.

Firman Allah:

خُلِقَ مِنْ مَّاۤءٍ دَافِقٍ .
يَّخْرُجُ مِنْۢ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَاۤىِٕبِ

Dia diciptakan dari air (mani) yang terpancar, yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada.
(ath-Thariq [86]: 6-7)


Perkataan amsyaj (bercampur) yang terdapat dalam ayat ini maksudnya ialah bercampurnya sperma laki-laki yang berwarna keputih-putihan dengan sel telur perempuan yang kekuning-kuningan.
Campuran itulah yang menghasilkan segumpal darah (‘alaqah), kemudian segumpal daging (mudgah), lalu tulang belulang yang dibungkus dengan daging, dan seterusnya, sehingga setelah 9 bulan dalam rahim ibu lahirlah bayi yang sempurna.


Maksud Allah menciptakan manusia adalah untuk mengujinya dengan perintah (taklif) dan larangan, dan untuk menjunjung tegaknya risalah Allah di atas bumi ini.
Sebagai ujiannya, di antaranya adalah apakah mereka bisa bersyukur pada waktu senang dan gembira, dan sabar dan tabah ketika menghadapi musuh.


Karena kelahiran manusia pada akhirnya bertujuan sebagai penjunjung amanat Allah, kepadanya dianugerahkan pendengaran dan penglihatan yang memungkinkannya menyimak dan menyaksikan kebesaran, kekuasaan, dan besarnya nikmat Allah.
Manusia dianugerahi pendengaran dan akal pikiran adalah sebagai bukti tentang kekuasaan Allah.

Penyebutan secara khusus pendengaran dan penglihatan dalam ayat ini bermakna bahwa keduanya adalah indra yang paling berfungsi mengamati ciptaan Allah untuk membawa manusia mentauhidkan-Nya.


Dengan alat penglihatan dan pendengaran serta dilengkapi pula dengan pikiran (akal), tersedialah dua kemungkinan bagi manusia.

Apakah ia cenderung kembali kepada sifat asalnya sebagai makhluk bumi sehingga ia sama dengan makhluk lainnya seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan, atau ia cenderung untuk menjadi makhluk yang Ilahiah, yang berpikir dan memperhatikan kebesaran-Nya?


Setelah menjadi manusia yang sempurna indranya sehingga memungkinkan dia untuk memikul beban (taklif) dari Allah, maka diberikanlah kepadanya dua alternatif jalan hidup seperti disebutkan dalam ayat berikutnya.

Tafsir QS. Al Insaan (76) : 2. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari nutfah yang memiliki berbagai unsur.
Lalu Kami menguji dan mencobanya dengan berbagai perintah dan larangan.


Karena itu, ia Kami jadikan memiliki pendengaran dan penglihatan agar dapat mendengarkan ayat-ayat dan menyaksikan bukti-bukti kekuasaan Kami.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dari setetes air mani yang bercampur dari air mani laki-laki dan perempuan.
Kemudian Kami mengujinya dengan beban syariat.


Karena itu, Kami menjadikan ia mendengar dan melihat untuk mendengar ayat-ayat dan melihat bukti-bukti.
Sesungguhnya, Kami telah menjelaskan dan mengenalkan kepadanya jalan petunjuk dan kesesatan, kebaikan dan keburukan, agar ia menjadi orang yang beiman dan bersyukur atau ia menjadi orang yang kafir dan durhaka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia) artinya, jenis manusia


(dari setetes mani yang bercampur) yang bercampur dengan indung telur, yaitu air mani laki-laki bercampur menjadi satu dengan air mani perempuan


(yang Kami hendak mengujinya) dengan membebankan kewajiban-kewajiban kepadanya, jumlah ayat ini merupakan jumlah Isti`naf yakni kalimat permulaan, atau dianggap sebagai Hal dari lafal yang diperkirakan.
Yaitu, Kami bermaksud hendak mengujinya ketika Kami mempersiapkan kejadiannya


(karena itu Kami jadikan dia) Kami menjadikan dia dapat


(mendengar dan melihat.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan keadaan manusia, bahwa Dia telah menciptakannya dan mengadakannya ke alam Wujud ini, padahal sebelumnya dia bukanlah merupakan sesuatu yang disebut-sebut karena terlalu hina dan sangat iemah.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedangkan dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
(QS. Al-Insan [76]: 1)

Kemudian dijelaskan oleh firman selanjutnya:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur.
(QS. Al-Insan [76]: 2)

Yakni yang bercampur baur.
Al-masyju dan al-masyij artinya sesuatu yang sebagian darinya bercampur baur dengan sebagian yang lain.

Ibnu Abbas r.a. telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dari setetes mani yang bercampur.
(QS. Al-Insan [76]: 2)
Yaitu air mani laki-laki dan air mani perempuan apabila bertemu dan bercampur, kemudian tahap demi tahap berubah dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain dan dari suatu bentuk ke bentuk yang lain.


Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah, Mujahid, Al-Hasan, dan Ar-Rabi’ ibnu Anas, bahwa al-amsyaj artinya bercampurnya air mani laki-laki dan air mani perempuan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

yang Kami hendak mengujinya.
(QS. Al-Insan [76]: 2)

Maksudnya, Kami hendak mencobanya.
Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.
(QS. Al-Mulk [67]: 2)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
(QS. Al-Insan [76]: 2)

Yakni Kami menjadikan untuknya pendengaran dan penglihatan sebagai sarana baginya untuk melakukan ketaatan atau kedurhakaan.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Insaan (76) Ayat 2

AMSYAAJ
أَمْشَاجٍ

Lafaz ini adalah bentuk jamak dari masyij yaitu dua perkara yang bercampur atau dua warna yang bersatu atau bercampur.

Al Fayruz Abadi berkata,
"Nutfah amsyaaj ialah air mani lelaki yang bercampur dengan sel telur perempuan dan darahnya."

Amsyaaj juga bermakna kotoran-kotoran yang berkumpul di pusar.
Lafaz ini disebut sekali dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Insaan (76), ayat 2.

Al Baidawi berkata,
"Ia bermakna percampuran dan nutfah disifatkan dengannya karena memiliki maksud percantuman air mani lelaki dan sel telur perempuan dan keduanya memiliki bahagian-bahagian yang berbeda dalam ketipisan, kekuatan dan kekhususan.
Oleh karena itu, setiap satu bahagian dari keduanya membentuk anggota tubuh""

Dalam Tafsir Al Khaazin, Ibn Abbas dan yang lainnya berkata,
"Amsyaaj bermakna sperma lelaki dan sel telur perempuan bercantum di dalam rahim, hasil percantuman itu lahirlah anak.
Air mani lelaki putih dan pekat sedangkan sel telur perempuan kuning dan cair.
Apabila salah satu dari keduanya mengatasi yang lain, ia serupa dengannya."

Ada juga yang mengatakan, amsyaaj adalah perbedaan warna-warna nutfah (air mani), air mani lelaki putih, sedangkan perempuan kuning dan percampuran antara keduanya dinamakan amsyaaj

Ibn Abbas juga berkata,
"Makna ayat ini adalah dari mani Adam dan

Unsur Pokok Surah Al Insaan (الإنسان)

Surat Al Insaan terdiri atas 31 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar Rahmaan.

Dinamai "Al lnsaan" (manusia) diambil dari perkataan "Al Insaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Penciptaan manusia.
▪ Petunjuk-petunjuk untuk mencapai kehidupan yang sempurna dengan menempuh jalan yang lurus.
▪ Memenuhi nazar.
▪ Memberi makan orang miskin dan anak yatim serta orang yang ditawan karena Allah.
▪ Takut kepada hari kiamat.
▪ Mengerjakan shalat dan shalat tahajjud dan bersabar dalam menjalankan hukum Allah.
▪ Ganjaran terhadap orang yang mengikuti petunjuk dan ancaman terhadap orang yang mengingkarinya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Insaan (31 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Insaan (76) : 1-31 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 31 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Insaan (76) : 1-31 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 31

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Insaan ayat 2 - Gambar 1 Surah Al Insaan ayat 2 - Gambar 2
Statistik QS. 76:2
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Insaan.

Surah Al-Insan (Arab: الْاٍنسان , “Manusia”) adalah surah ke-76 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 31 ayat.
Dinamakan Al-Insan yang berarti Manusia diambil dari kata Al-Insaan yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah76
Nama SurahAl Insaan
Arabالإنسان
ArtiManusia
Nama lainHal Ata, Abrar, Dahr, ad-Dahr (Masa)
Hal ata
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu98
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat31
Jumlah kata243
Jumlah huruf1089
Surah sebelumnyaSurah Al-Qiyamah
Surah selanjutnyaSurah Al-Mursalat
Sending
User Review
4.2 (14 votes)
Tags:

76:2, 76 2, 76-2, Surah Al Insaan 2, Tafsir surat AlInsaan 2, Quran Al Insan 2, Al-Insan 2, Surah Al Insan ayat 2

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Shaad (Shaad) – surah 38 ayat 39 [QS. 38:39]

39-40. Kami berikan kepada Nabi Sulaiman kerajaan, kekayaan, dan kekuasaan yang tidak Kami berikan kepada siapa pun sesudahnya. Inilah anugerah Kami yang agung kepadamu, wahai Nabi Sulaiman; maka beri … 38:39, 38 39, 38-39, Surah Shaad 39, Tafsir surat Shaad 39, Quran Shad 39, Sad 39, Surah Shad ayat 39

QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 10 [QS. 20:10]

10. Ketika dalam perjalanan menuju Mesir, dia melihat api yang menyala terang, lalu dia berkata kepada keluarganya yang menyertainya dalam perjalanan itu,“Tinggallah kamu di sini sampai aku kembali. S … 20:10, 20 10, 20-10, Surah Thaa Haa 10, Tafsir surat ThaaHaa 10, Quran Thoha 10, Thaha 10, Ta Ha 10, Surah Toha ayat 10

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benar! Kurang tepat!

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

Arti al-Kaafirun adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … seluruh tubuh kecuali wajah dan kaki dari siku ke lutut seluruh tubuh kecuali wajah dan

Pendidikan Agama Islam #5

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang … optimis parsial independent jujur disiplin Benar! Kurang tepat! Berikut ini,

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … wasatiyyah khalbu takamul harakah

Instagram