Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Infithar (Terbelah) – surah 82 ayat 12 [QS. 82:12]

یَعۡلَمُوۡنَ مَا تَفۡعَلُوۡنَ
Ya’lamuuna maa taf’aluun(a);
mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

―QS. Al Infithar [82]: 12

They know whatever you do.
― Chapter 82. Surah Al Infithar [verse 12]

يَعْلَمُونَ mereka mengetahui

They know
مَا apa

whatever
تَفْعَلُونَ kamu kerjakan

you do.

Tafsir

Alquran

Surah Al Infithar
82:12

Tafsir QS. Al Infithar (82) : 12. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat-ayat ini memberi peringatan kepada orang-orang kafir yang tidak mempercayai hari kebangkitan agar mereka tidak terus-menerus lalai dan ingkar serta tidak bersiap-siap menyediakan bekal untuk menghadapi hari perhitungan karena menyangka tidak ada yang mengawasi tingkah laku dan perbuatan mereka.
Allah menjelaskan dalam ayat ini bahwa ada malaikatmalaikat yang diberi tugas mengawasi dan mencatat semua perbuatan manusia, baik yang buruk maupun yang baik, dan yang dilakukan dengan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.


Malaikat yang mulia ini mencatat semua amal manusia.
Dalam Alquran, para malaikat itu disebut Raqib dan ‘Atid.

Allah ﷻ berfirman:

اِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيٰنِ عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيْدٌ .
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ

(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri.

Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (Para malaikat mengetahui apa yang dilakukan manusia dan mencatatnya.

Tidak ada informasi dalam Alquran bagaimana para malaikat itu mencatatnya, namun kita percaya Allah punya sistem dan cara yang melampaui kemampuan manusia dalam pencatatan data tersebut.

Tafsir QS. Al Infithar (82) : 12. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya diri kalian itu diawasi dan dijaga oleh para malaikat yang mulia di sisi Kami, yang mencatat dan membukukan segala perbuatan.
Mereka mengetahui kebaikan dan kejahatan yang kalian lakukan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Urusannya bukanlah sebagaimana yang kalian katakan bahwa kalian layak menyembah selain Allah dalam ibadah kalian.
Bahkan kalian mendustakan hari perhitungan dan pembalasan.


Sesungguhnya terhadap kalian ada para malaikat pengawas, Malaikat yang mulia disisi Allah yang mencatat apa yang mereka ditugaskan untuk dicatat.
Tidak ada perbuatan kalian yang luput dari pengawasan mereka.


Mereka mengetahui apa yang kalian kerjakan, baik kebaikan maupun keburukan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Mereka mengetahui semua apa yang kalian kerjakan) tanpa kecuali.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ كِرَامًا كَاتِبِينَ يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ}

Padahal sesungguhnya bagi kalian ada (malaikatmalaikat) yang mengawasi (pekerjaan kalian), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaan itu), mereka mengetahui apa yang kalian kerjakan (QS. Al-Infithar [82:] 10-12)

Sesungguhnya pada kalian ada para malaikat pencatat amal perbuatan, mereka mulia-mulia.
Maka janganlah kalian menghadapi mereka dengan amalamal keburukan, karena sesungguhnya mereka mencatat semua amal perbuatan kalian.

Ibnu Abu Hatim mengatakan.
telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Muhammad At-Tanafisi, telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepada kami Sufyan dan Mis’ar, dari Alqamah ibnu Marsad, dari Mujahid yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Hormatilah malaikatmalaikat yang mulia pencatat amal perbuatan, mereka tidak pernah meninggalkan kalian kecuali dalam salah satu dari dua keadaan, yaitu di saat jinabah dan buang air besar.
Maka apabila seseorang dari kalian mandi, hendaklah ia memakai penutup dengan tembok penghalang atau dengan tubuh hewan untanya atau hendaklah saudaranya yang menutupinya.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar telah meriwayatkannya secara mausul dengan lafaz yang lain.
Untuk itu ia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Usman ibnu Karamah, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Musa, dari Haft ibnu Sulaiman, dari Alqamah ibnu Marsad, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya Allah melarang kalian telanjang bulat, maka malulah kepada malaikat Allah yang selalu bersama kalian, yaitu malaikatmalaikat pencatat amal perbuatan yang mulia-mulia, mereka tidak pernah berpisah dari kalian kecuali di saat salah satu dari tiga keadaan, yaitu di saat sedang buang air besar, jinabah, dan mandi.
Maka apabila seseorang dari kalian mandi di tanah lapang, hendaklah ia memakai penutup dengan kainnya atan dengan tembok penghalang atan dengan badan unta kendaraannya.

Kemudian Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan bahwa Hafs ibnu Sulaiman lemah hadisnya, tetapi dia telah meriwayatkan darinya dan memuat hadisnya.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ziyad ibnu Ayyub, telah menceritakan kepada kami Maisarah ibnu Ismail Al-Halabi, telah menceritakan kepada kami Tamam ibnu Najih, dari Al-Hasan Al-Basri, dari Anas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Tiada dua malaikat yang melaporkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala apa yang telah dicatat oleh keduanya dalam sehari, lalu Allah melihat pada permulaan lembaran catatan itu dan pada akhirnya istigfar (permohonan ampunan dari orang yang bersangkutan), melainkan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Aku telah mengampuni hamba-Ku terhadap semua dosa yang ada di antara kedua sisi lembaran Catalan amalnya."

Kemudian Al-Bazzar mengatakan bahwa Tamam ibnu Najih meriwayatkan hadis ini secara tunggal, tetapi hadisnya baik dan terpakai.
Menurut hemat penulis, dia dinilai siqah oleh Ibnu Mu’in;
tetapi Imam Bukhari, Abu Zar‘ah, Ibnu Abu Hatim, An-Nasai, dan Ibnu Adiy menilainya lemah.
Bahkan Ibnu Hibban menuduhnya sebagai pemalsu hadis.
Imam Ahmad mengatakan bahwa ia tidak mengenal hakikat pribadinya.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Sulaiman Al-Bagdadi yang dikenal dengan sebutan Al-Falusi, telah menceritakan kepada kami Bayan ibnu Hamran, telah menceritakan kepada kami Salam, dari Mansur ibnu Zazan, dari Muhammad ibnu Sirin, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya ada malaikatmalaikat Allah yang mengenal Adam —menurut dugaanku disebutkan pula, dan mengenal amal perbuatan mereka— Apabila mereka melihat kepada seseorang hamba yang mengerjakan amal ketaatan kepada Allah, maka mereka menceritakannya di antara sesama mereka, lalu mereka memberinya nama, dan mengatakan,
"Malam ini si Fulan telah beruntung, malam ini si Fulan telah selamat."
Dan apabila mereka melihat kepada seseorang hamba yang mengerjakan perbuatan maksiat kepada Allah, maka mereka membicarakannya pula di antara sesama mereka dan memberinya nama dan mereka berkata,
"Malam ini si Fulan telah binasa."

Kemudian Al-Bazzar mengatakan bahwa Salam yang ada dalam sanad hadis ini menurut dugaanku adalah Salam Al-Mada’ini, dia lemah hadisnya.

Unsur Pokok Surah Al Infithar (الإنفطار)

Surat ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat An Naazi’aat.

Al Infithaar yang dijadikan nama untuk surat ini adalah kata asal dari kata "lnfatharat" (terbelah) yang terdapat pada ayat pertama.

Keimanan:

▪ Peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari kiamat.
▪ Peringatan kepada manusia agar tidak terperdaya sehingga durhaka kepada Allah.
▪ Adanya malaikat yang selalu menjaga dan mencatat segala amal perbuatan manusia.
▪ Pada hari kiamat manusia tak dapat menolong orang lain.
▪ Hanya kekuasaan Allah-lah yang berlaku pada waktu itu.

Ayat-ayat dalam Surah Al Infithar (19 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Infithar (82) : 1-19 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 19 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Infithar (82) : 1-19 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 19

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Infithar ayat 12 - Gambar 1 Surah Al Infithar ayat 12 - Gambar 2
Statistik QS. 82:12
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Infithar.

Surah Al-Infitar (bahasa Arab:الانفطار) adalah surah ke-82 dalam al Qur’an.
Surah ini terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan setelah surah An-Nazi’at.
Al Infithaar yang dijadikan nama untuk surat ini adalah kata asal dari kata Infatharat (terbelah) yang terdapat pada ayat pertama.

Nomor Surah82
Nama SurahAl Infithar
Arabالإنفطار
ArtiTerbelah
Nama lainInfitharat (langit terbelah)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu82
JuzJuz 29
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat19
Jumlah kata81
Jumlah huruf333
Surah sebelumnyaSurah At-Takwir
Surah selanjutnyaSurah Al-Tatfif
Sending
User Review
4.2 (10 votes)
Tags:

82:12, 82 12, 82-12, Surah Al Infithar 12, Tafsir surat AlInfithar 12, Quran Al Infithaar 12, Al Infitar 12, Al-Infitar 12, Surah Al Infithar ayat 12

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Qaaf (Qaaf) – surah 50 ayat 16 [QS. 50:16]

16. Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah mengetahui apa yang dibisikkan oleh manusia dan tidak ada sesuatu pun yang samar atau tersembunyi bagi-Nya. Dan sungguh, Kami, yakni Allah dengan kuasa-Nya be … 50:16, 50 16, 50-16, Surah Qaaf 16, Tafsir surat Qaaf 16, Quran Qaf 16, Surah Qof ayat 16

QS. Ath Thuur (Bukit) – surah 52 ayat 12 [QS. 52:12]

11-12. Ketika azab itu datang, maka celakalah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, terutama yang terkait dengan keesaan-Nya dan keniscayaan kiamat. Mereka itulah orang-oran … 52:12, 52 12, 52-12, Surah Ath Thuur 12, Tafsir surat AthThuur 12, Quran Ath Thur 12, At Thur 12, At-Tur 12, Surah At Thur ayat 12

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..

Benar! Kurang tepat!

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hukum Amaliah, yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta`ala, antara sesama manusia, serta manusia dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu fiqih.

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hukum Khuluqiyah ini adalah hukum yang berkenaan dengan akhlak juga budi pekerti manusia. Hukum ini mencakup semua sifat-sifat terpuji yang wajib ada dalam diri manusia sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta`ala terkait hakikat dirinya sebagai makhluk sosial.

Adapun cakupan hukuk khuluqiyah ini seperti moral, adab dan sopan santun, budi pekerti dan perilaku-perilaku yang jauh dari unsur tercela lainnya.

Hukum Khuluqiyah ini adalah salah satu jenis hukum dalam Alquran, adapun jenis hukum lainnya adalah Itiqodiyah dan Amaliyah.

+

Array

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
ہٰذَا بَیَانٌ لِّلنَّاسِ وَ ہُدًی وَّ مَوۡعِظَۃٌ لِّلۡمُتَّقِیۡنَ

Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
--QS. 3:138

Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Arti mubayyin itu menjelaskan, mencerahkan, menerangkan, menjernihkan.

Pendidikan Agama Islam #7
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #7 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #7 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #3

Sebelum berpakaian, kita harus … mandi agar bersih bersedekah berdoa wudhu atau bersuci lihat di cermin Benar! Kurang tepat! Pembatasan

Pendidikan Agama Islam #9

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … undang-undang rapat voting kesepakatan perundingan Benar! Kurang tepat! Arti hadits maudhu’ adalah … hadits

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti … berkorban berbahagia perlawanan bersungguh-sungguh kembali suci Benar!

Instagram