Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ikhlas (Ikhlas) – surah 112 ayat 4 [QS. 112:4]

وَ لَمۡ یَکُنۡ لَّہٗ کُفُوًا اَحَدٌ
Walam yakul(n) lahu kufuwan ahad(un);
Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
―QS. Al Ikhlas [112]: 4

Daftar isi

Nor is there to Him any equivalent."
― Chapter 112. Surah Al Ikhlas [verse 4]

وَلَمْ dan tidak

And not
يَكُن ada

is
لَّهُۥ baginya

for Him
كُفُوًا menyamai/setara

equivalent
أَحَدٌۢ seorang

any [one]."

Tafsir Quran

Surah Al Ikhlas
112:4

Tafsir QS. Al-Ikhlas (112) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan lagi bahwa tidak ada yang setara dan sebanding dengan Dia dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya.
Ini adalah tantangan terhadap orang-orang yang beritikad bahwa ada yang setara dan menyerupai Allah dalam perbuatannya, sebagaimana pendirian orang-orang musyrik Arab yang menyatakan bahwa malaikat itu adalah sekutu Allah.

Tafsir QS. Al Ikhlas (112) : 4. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dia tidak menciptakan anak, dan juga tidak dilahirkan dari bapak atau ibu.
Tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan tidak ada seorang pun dari makhluk-Nya yang setara atau serupa dengan-Nya, baik dalam nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, maupun perbuatan-Nya.
Mahasuci Allah dari serupa dengan makhluk-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia) atau yang sebanding dengan-Nya, lafal Lahu berta’alluq kepada lafal Kufuwan.
Lafal Lahu ini didahulukan karena dialah yang menjadi subjek penafian, kemudian lafal Ahadun diakhirkan letaknya padahal ia sebagai isim dari lafal Yakun, sedangkan Khabar yang seharusnya berada di akhir mendahuluinya, demikian itu karena demi menjaga Fashilah atau kesamaan bunyi pada akhir ayat.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.
(QS. Al-Ikhlas [112]: 3-4)

Dia tidak beranak, tidak diperanakkan, dan tidak mempunyai istri.


Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.
(QS. Al-Ikhlas [112]: 4)
Yakni tiada beristri;
hal ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dia pencipta langit dan bumi.
Bagaimana Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri, Dia menciptakan segala sesuatu.
(QS. Al-An’am [6]: 101)

Yaitu Dialah Yang memiliki segala sesuatu dan Yang Menciptakannya, maka mana mungkin Dia mempunyai tandingan dari kalangan makhluk-Nya yang menyamai-Nya atau mendekati-Nya, Mahatinggi lagi Mahasuci Allah dari semuanya itu.
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Dan mereka berkata,
"Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak."
Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.
Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.
Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.
Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.
Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.
(QS. Maryam [19]: 88-95)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan mereka berkata,
"
Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak,
"
Mahasuci Allah.
Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 26-27)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin.
Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka).
Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan.
(QS. As-Saffat [37]: 158-159)


Di dalam kitab Sahih Bukhari disebutkan:

Tiada seorangpun yang lebih sabar daripada Allah terhadap perlakuan yang menyakitkan:
sesungguhnya mereka menganggap Allah beranak, padahal Dialahy ang memberi mereka rezeki dan kesejahteraan.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Yaman, telah menceritakan kepada kami Syu’aib, telah menceritakan kepada kami Abuz Zanad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ Yang telah bersabda:
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Anak Adam telah mendustakan Aku — padahal Allah tidak pernah berdusta— dan anak Adam mencaci maki Aku —padahal tidak layak baginya mencaci maki Dia—.
Adapun pendustaannya terhadap-Ku ialah ucapannya yang mengatakan bahwa Dia tidak akan mengembalikanku hidup kembali.
Sebagaimana Dia menciptakanku pada permulaan —padahal penciptaan pertama itu tidaklah lebih mudah bagi-Ku dari pada mengembalikannya—.
Dan adapun caci makinya kepada-Ku ialah ucapannya yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak.
Padahal Aku adalah Tuhan Yang Maha Esa, yang bergantung kepada-Ku segala sesuatu, Aku tidak beranak dan tidak diperanakan, dan tidak ada yang setara dengan-Ku.

Imam Bukhari telah meriwayatkannya pula melalui hadis Abdur Razzaq, dari Ma’mar, dari Hammam ibnu Munabbih, dari Abu Hurairah secara marfu’ dengan lafaz yang semisal;
Imam Bukhari meriwayatkan keduanya secara munfarid melalui dua jalur tersebut.

Unsur Pokok Surah Al Ikhlas (الإخلاص‎‎)

Surat ini terdiri atas 4 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An Naas.

Dinamakan "Al lkhlas" karena surat ini sepenuhnya menegaskan kemurnian ke-Esaan Allah subhanahu wa ta’ala.

Keimanan:

▪ Penegasan tentang kemurnian ke-Esaan Allah Subhanahu Wa Ta`ala dan menolak segala macam kemusyrikan dan menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang menyamai-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ikhlas (4 ayat)

1 2 3 4

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Ikhlas (112) : 1-4 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 4 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ikhlas (112) : 1-4 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 4

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ikhlas ayat 4 - Gambar 1 Surah Al Ikhlas ayat 4 - Gambar 2
Statistik QS. 112:4
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ikhlas.

Surah Al-Ikhlas (Arab:الإخلاص, “Memurnikan Keesaan Allah”) adalah surah ke-112 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 4 ayat dan pokok isinya adalah menegaskan keesaan Allah sembari menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya.
Kalimat inti dari surah ini, “Allahu ahad, Allahus shamad” (Allah Maha Esa, Allah tempat bergantung), sering muncul dalam uang dinar emas pada zaman Kekhalifahan dahulu.
Sehingga, kadang kala kalimat ini dianggap sebagai slogan negara Khilafah Islamiyah, bersama dengan dua kalimat Syahadat.

Nomor Surah 112
Nama Surah Al Ikhlas
Arab الإخلاص‎‎
Arti Ikhlas
Nama lain Al-Tauhid • Al-Shamad • Al-Najah • Al-Ma’rifah • Al-Asas • Al-Tajrid • Al-Tafrid • Al-Bara’ah • Al-Musyaqsyaqah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 22
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 4
Jumlah kata 15
Jumlah huruf 47
Surah sebelumnya Surah Al-Lahab
Surah selanjutnya Surah Al-Falaq
Sending
User Review
4.2 (16 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

112:4, 112 4, 112-4, Surah Al Ikhlas 4, Tafsir surat AlIkhlas 4, Quran Al-Ikhlas 4, Surah Al Ikhlas ayat 4

Video Surah

112:4


Load More

Ayat Pilihan

Berilah keputusan (perkara) manusia dengan adil & jangan kamu ikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.
Sungguh orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan
QS. Sad [38]: 26

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat Kami, kelak Kami masukkan ke neraka.
Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit lain,
supaya mereka merasakan azab.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS. An-Nisa’ [4]: 56

Janganlah harta & anak yang dimiliki orang-orang munafik yang kalian lihat, membuat kalian tertarik & terpesona. Sungguh yang diberikan mereka itu, Allah hendak timpakan kesulitan,
karena mereka menyimpannya demi duniawi tanpa mau menginfakkannya
QS. At-Taubah [9]: 55

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Correct! Wrong!

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Correct! Wrong!

+

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Correct! Wrong!

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Kamus Istilah Islam

Al-Mu’minun

Apa itu Al-Mu’minun? Surah Al-Mu’minun adalah surah ke-23 dari Alquran, surah ini terdiri atas 118 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamai Al-Mu’minun, karena permulaan ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya sifat-sifat orang mukmin yang menyebabkan keberuntungan mereka di akhirat dan ketenteraman jiwa mereka … • Al-Mu-minun, Al-Mu’minun, Al-Mukminun, Al Mukminun, Al Mu’minuun

garebek

Apa itu garebek? ga.re.bek perayaan besar yang bertalian dengan hari raya Islam , garebek Puasa pada tanggal 1 Syawal, garebek Besar pada tanggal 10 Zulhijah) … •

Abu Ubaidah Al-Jarah

Siapa itu Abu Ubaidah Al-Jarah? Abu Ubaidah Amir bin Abdullah bin al-Jarraḥ adalah Sahabat Nabi Muhammad. Biografi Abu Ubaidah bin al-Jarrah adalah Muhajirin dari kaum Quraisy Mekkah yang termasuk paling awal untuk memeluk agama Islam. Ia ikut berhijrah ke Habasyah dan kemudian, Ia hijrah ke Madinah. Ia … • Abu ‘Ubaidah ibn al-Jarrah, Abu ‘Ubaidah bin Al Jarrah, Abu Ubaidah bin al-Jarrah, Abu ‘Ubaidah, Abu Ubaidah, Ubaidah