QS. Al Ikhlas (Ikhlas) – surah 112 ayat 4 [QS. 112:4]

وَ لَمۡ یَکُنۡ لَّہٗ کُفُوًا اَحَدٌ
Walam yakul(n) lahu kufuwan ahad(un);

dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.
―QS. 112:4
Topik ▪ Tauhid Uluhiyyah
112:4, 112 4, 112-4, Al Ikhlas 4, AlIkhlas 4, Al-Ikhlas 4

Tafsir surah Al Ikhlas (112) ayat 4

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ikhlas (112) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan lagi bahwa tidak ada yang setara dan sebanding dengan Dia dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya.
Ini adalah tantangan terhadap orang-orang yang beritikad bahwa ada yang setara dan menyerupai Allah dalam perbuatannya, sebagaimana pendirian orang-orang musyrik Arab yang menyatakan bahwa malaikat itu adalah sekutu Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dia tidak menciptakan anak, dan juga tidak dilahirkan dari bapak atau ibu.
Tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia) atau yang sebanding dengan-Nya, lafal Lahu berta’alluq kepada lafal Kufuwan.

Lafal Lahu ini didahulukan karena dialah yang menjadi subjek penafian, kemudian lafal Ahadun diakhirkan letaknya padahal ia sebagai isim dari lafal Yakun, sedangkan Khabar yang seharusnya berada di akhir mendahuluinya, demikian itu karena demi menjaga Fashilah atau kesamaan bunyi pada akhir ayat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.
(Q.S. Al-Ikhlas [112]: 3-4)

Dia tidak beranak, tidak diperanakkan, dan tidak mempunyai istri.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.
(Q.S. Al-Ikhlas [112]: 4) Yakni tiada beristri; hal ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dia pencipta langit dan bumi.
Bagaimana Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri, Dia menciptakan segala sesuatu.
(Q.S. Al-An’am [6]: 101)

Yaitu Dialah Yang memiliki segala sesuatu dan Yang Menciptakannya, maka mana mungkin Dia mempunyai tandingan dari kalangan makhluk-Nya yang menyamai-Nya atau mendekati-Nya, Mahatinggi lagi Mahasuci Allah dari semuanya itu.
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Dan mereka berkata, “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.
Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.
Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.
Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.
Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.
(Q.S. Maryam [19]: 88-95)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan mereka berkata, ” Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak, ” Mahasuci Allah.
Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 26-27)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin.
Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka).
Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan.
(Q.S. As-Saffat [37]: 158-159)

Di dalam kitab Sahih Bukhari disebutkan:

Tiada seorangpun yang lebih sabar daripada Allah terhadap perlakuan yang menyakitkan: sesungguhnya mereka menganggap Allah beranak, padahal Dialahy ang memberi mereka rezeki dan kesejahteraan.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Yaman, telah menceritakan kepada kami Syu’aib, telah menceritakan kepada kami Abuz Zanad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ Yang telah bersabda: Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Anak Adam telah mendustakan Aku — padahal Allah tidak pernah berdusta— dan anak Adam mencaci maki Aku —padahal tidak layak baginya mencaci maki Dia—.
Adapun pendustaannya terhadap-Ku ialah ucapannya yang mengatakan bahwa Dia tidak akan mengembalikanku hidup kembali.
Sebagaimana Dia menciptakanku pada permulaan —padahal penciptaan pertama itu tidaklah lebih mudah bagi-Ku dari pada mengembalikannya—.
Dan adapun caci makinya kepada-Ku ialah ucapannya yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak.
Padahal Aku adalah Tuhan Yang Maha Esa, yang bergantung kepada-Ku segala sesuatu, Aku tidak beranak dan tidak diperanakan, dan tidak ada yang setara dengan-Ku.

Imam Bukhari telah meriwayatkannya pula melalui hadis Abdur Razzaq, dari Ma’mar, dari Hammam ibnu Munabbih, dari Abu Hurairah secara marfu’ dengan lafaz yang semisal; Imam Bukhari meriwayatkan keduanya secara munfarid melalui dua jalur tersebut.


Informasi Surah Al Ikhlas (الإخلاص‎‎)
Surat ini terdiri atas 4 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An Naas.

Dinamakan “Al lkhlas” karena surat ini sepenuhnya menegaskan kemurnian ke esaan Allah subhanahu wa ta’ala

Keimanan:

Penegasan tentang kemurnian ke esaan Allah s.w.t, dan menolak segala macam kemusyrikan dan menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang menyamai-Nya.

Lain-lain:

Penegasan tentang kemurnian ke esaan Allah s.w.t, dan menolak segala macam kemusyrikan dan menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang menyamai-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ikhlas (4 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ikhlas (112) ayat 4 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ikhlas (112) ayat 4 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ikhlas (112) ayat 4 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Ikhlas (112) ayat 1-4 - Gita Gutawa (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Ikhlas (112) ayat 1-4 - Gita Gutawa (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ikhlas - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 4 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 112:4
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ikhlas.

Surah Al-Ikhlas (Arab:الإخلاص, "Memurnikan Keesaan Allah") adalah surah ke-112 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 4 ayat dan pokok isinya adalah menegaskan keesaan Allah sembari menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya.
Kalimat inti dari surah ini, "Allahu ahad, Allahus shamad" (Allah Maha Esa, Allah tempat bergantung), sering muncul dalam uang dinar emas pada zaman Kekhalifahan dahulu.
Sehingga, kadang kala kalimat ini dianggap sebagai slogan negara Khilafah Islamiyah, bersama dengan dua kalimat Syahadat.

Nomor Surah 112
Nama Surah Al Ikhlas
Arab الإخلاص‎‎
Arti Ikhlas
Nama lain Al-Tauhid • Al-Shamad • Al-Najah • Al-Ma'rifah • Al-Asas • Al-Tajrid • Al-Tafrid • Al-Bara'ah • Al-Musyaqsyaqah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 22
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 4
Jumlah kata 15
Jumlah huruf 47
Surah sebelumnya Surah Al-Lahab
Surah selanjutnya Surah Al-Falaq
4.6
Ratingmu: 4.2 (16 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta