QS. Al Ikhlas (Ikhlas) – surah 112 ayat 3 [QS. 112:3]

لَمۡ یَلِدۡ ۬ۙ وَ لَمۡ یُوۡلَدۡ ۙ
Lam yalid walam yuulad;

Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
―QS. 112:3
Topik ▪ Kesucian Allah dari sekutu dan anak
112:3, 112 3, 112-3, Al Ikhlas 3, AlIkhlas 3, Al-Ikhlas 3

Tafsir surah Al Ikhlas (112) ayat 3

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Ikhlas (112) : 3. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Maha Suci Dia dari mempunyai anak.
Ayat ini juga menentang dakwaan orang-orang musyrik Arab yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat adalah anak-anak perempuan Allah dan dakwaan orang Nasrani bahwa Isa anak laki-laki Allah.
Dalam ayat lain yang sama artinya Allah berfirman:

Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah) “Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak-anak laki-laki, atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya)?
Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan: “Allah beranak”.
Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.
(Q.S. As-Saffat [37]: 149-152).

Dan Dia tidak beranak, tidak pula diperanakkan.
Dengan demikian Dia tidak sama dengan makhluk lainnya, Dia berada tidak didahului oleh tidak ada.
Maha suci Allah dari apa yang tersebut.
Ibnu ‘Abbas berkata: “Dia tidak beranak sebagaimana Maryam melahirkan Isa ‘alaihis salam dan tidak pula diperanakkan.
Ini adalah bantahan terhadap orang-orang Nasrani yang mengatakan Isa Al Masih adalah anak Allah dan bantahan terhadap orang-orang Yahudi yang mengatakan Uzair adalah anak Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dia tidak menciptakan anak, dan juga tidak dilahirkan dari bapak atau ibu.
Tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dia tiada beranak) karena tiada yang menyamai-Nya (dan tiada pula diperanakkan) karena mustahil hal ini terjadi bagi-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ikrimah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
(Q.S. Al-Ikhlas [112]: 2) Yang tidak ada sesuatu pun keluar dari-Nya dan tidak makan.
Ar-Rabi’ ibnu Anas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
Seakan-akan pendapat ini menjadikan firman berikutnya merupakan tafsirnya, yaitu firman-Nya:

Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan.
(Q.S. Al-Ikhlas [112]: 3)

Pendapat ini merupakan pendapat yang jayyid.
Dalam hadis terdahulu telah disebutkan melalui riwayat Ibnu Jarir, dari Ubay ibnu Ka’b sebuah hadis mengenainya yang menerangkannya dengan jelas.

Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Sa’id ibnul Musayyab, Mujahid, Abdullah ibnu BuraidaJi dan Ikrimah juga, serta Sa’id ibnu Jubair, Ata ibnu Abu Rabah, Atiyyah Al-Aufi, Ad-Dahhak, dan As-Saddi telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
(Q.S. Al-Ikhlas [112]: 2) Yakni tiada berongga.

Sufyan telah meriwayatkan dari Mansur, dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya: Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
(Q.S. Al-lkhlas: 2) Maksudnya, yang padat dan tiada berongga.
Asy-Sya’bi mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah yang tidak makan dan tidak minum.

Abdullah ibnu Buraidah mengatakan pula sehubungan dengan makna firman-Nya: Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
(Q.S. Al-lkhlas: 2) Yaitu cahaya yang berkilauan.
Semua pendapat di atas diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, Al-Baihaqi, dan At-Tabrani, demikian pula Abu Ja’far ibnu Jarir telah mengetengahkan sebagian besar darinya berikut sanad-sanadnya.

Ibnu Jarir mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepadaku Al-Abbas ibnu Abu Talib, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Amr ibnu Rumi, dari Ubaidillah ibnu Sa’id penuntun Al-A’masy, telah menceritakan kepada kami Saleh ibnu Hayyan, dari Abdullah ibnu Buraidah, dari ayahnya yang mengatakan bahwa ia merasa yakin bahwa Buraidah telah me-rafa ‘-kan hadis berikut; ia mengatakan bahwa As-Samad artinya yang tiada berongga.
Ini garib sekali, tetapi yang sahih hal ini mauquf hanya sampai pada Abdullah ibnu Buraidah.

Al-Hafiz Abul Qasim At-Tabrani dalam kitab sunahnya mengatakan sesudah mengetengahkan banyak pendapat tentang tafsir As-Samad.
Bahwa semuanya itu benartermasuk sifat Rabb kita; yaitu yang menjadi tempat bergantung bagi segala keperluan.
Dia adalah menjadi tujuan semuanya.
Dia tidak berongga, tidak makan, dan tidak minum.
Dan Dia kekal sesudah semua makhluk fana.
Hal yang semisal dikatakan oleh Baihaqi.


Informasi Surah Al Ikhlas (الإخلاص‎‎)
Surat ini terdiri atas 4 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An Naas.

Dinamakan “Al lkhlas” karena surat ini sepenuhnya menegaskan kemurnian ke esaan Allah subhanahu wa ta’ala

Keimanan:

Penegasan tentang kemurnian ke esaan Allah s.w.t, dan menolak segala macam kemusyrikan dan menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang menyamai-Nya.

Lain-lain:

Penegasan tentang kemurnian ke esaan Allah s.w.t, dan menolak segala macam kemusyrikan dan menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang menyamai-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ikhlas (4 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Ikhlas (112) ayat 3 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Ikhlas (112) ayat 3 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Ikhlas (112) ayat 3 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Ikhlas (112) ayat 1-4 - Gita Gutawa (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Ikhlas (112) ayat 1-4 - Gita Gutawa (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Ikhlas - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 4 & Terjemahan


Gambar

no images were found



Statistik Q.S. 112:3
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ikhlas.

Surah Al-Ikhlas (Arab:الإخلاص, "Memurnikan Keesaan Allah") adalah surah ke-112 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 4 ayat dan pokok isinya adalah menegaskan keesaan Allah sembari menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya.
Kalimat inti dari surah ini, "Allahu ahad, Allahus shamad" (Allah Maha Esa, Allah tempat bergantung), sering muncul dalam uang dinar emas pada zaman Kekhalifahan dahulu.
Sehingga, kadang kala kalimat ini dianggap sebagai slogan negara Khilafah Islamiyah, bersama dengan dua kalimat Syahadat.

Nomor Surah 112
Nama Surah Al Ikhlas
Arab الإخلاص‎‎
Arti Ikhlas
Nama lain Al-Tauhid • Al-Shamad • Al-Najah • Al-Ma'rifah • Al-Asas • Al-Tajrid • Al-Tafrid • Al-Bara'ah • Al-Musyaqsyaqah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 22
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 4
Jumlah kata 15
Jumlah huruf 47
Surah sebelumnya Surah Al-Lahab
Surah selanjutnya Surah Al-Falaq
4.5
Ratingmu: 4.9 (15 orang)
Sending







Pembahasan ▪ arti huruf 112 di islam ▪ arti kulhu allah ▪ arti huruf 112 ▪ gambar allahu shamaad ▪ surat al ikhlas terjemahan

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta