QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 95 [QS. 15:95]

اِنَّا کَفَیۡنٰکَ الۡمُسۡتَہۡزِءِیۡنَ
Innaa kafainaakal mustahzi-iin(a);

Sesungguhnya Kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu),
―QS. 15:95
Topik ▪ Kekuasaan Allah
15:95, 15 95, 15-95, Al Hijr 95, AlHijr 95, Al-Hijr 95

Tafsir surah Al Hijr (15) ayat 95

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 95. Oleh Kementrian Agama RI

Tafsir Ayat 95-99:
Ayat ini memberi jaminan kepada Nabi Muhammad bahwa Allah subhanahu wa ta’ala memeliharanya dari tindakan orang-orang musyrik Mekah yang memperolok-olok dan menyakitinya serta memelihara Al-Qur’an dari usaha-usaha orang-orang yang ingin mengotorinya.

Ath-thabari menyampaikan riwayat dari Sa’id bin Jubair bahwa orang-orang musyrik Mekah yang memperolok-olok Al-Qur’an dan Nabi Muhammad ialah al-Walid bin Mugirah, al-‘As bin Wa’il, Al-‘Adi bin Qais, Aswad bin Abdu Yaguts, dan Aswad bin Muththalib.
Mereka semua terkenal dalam sejarah, dan sebab-sebab kematian mereka adalah akibat tindakan mereka sendiri.

Menurut suatu riwayat diterangkan bahwa suatu ketika Nabi ﷺ berada di hadapan orang-orang kafir Mekah, mereka saling mengedipkan mata tanpa setahu Nabi Muhammad ﷺ, dan berkata sesamanya dengan maksud mengejek Nabi, “Inikah orang yang mendakwakan dirinya nabi?”
Pada waktu itu, Jibril a.s.
menyertai Nabi, lalu Jibril menusuk punggung orang-orang yang memperolok-olokkan itu dengan jarinya, sehingga menimbulkan bekas, luka, dan borok yang busuk baunya.
Tiada seorang pun yang mendekati mereka karena baunya itu.
Maka turunlah ayat ini yang menegaskan bahwa Nabi ﷺ dilindungi Allah subhanahu wa ta’ala dari gangguan orang-orang kafir.
Allah mengetahui bahwa Nabi ﷺ merasa sedih karena olok-olokan dan tindakan orang-orang kafir.
Untuk mengobati kesedihannya itu, Allah memerintahkan Nabi ﷺ untuk bertasbih, mensucikan Allah dari segala sesuatu yang menyekutukan-Nya, salat, rukuk, sujud, banyak melakukan ibadah, berbuat baik, dan mengekang hawa nafsu.
Hal ini berlaku pula bagi kaum Muslimin sampai akhir hayat mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang musyrik yang mengejek seruanmu itu tidak akan bisa mengalahkanmu dan tidak akan bisa menghalangi-halangi dakwahmu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya Kami memelihara kamu daripada kejahatan orang-orang yang memperolok-olokkan) kamu, Kami akan membinasakan masing-masing dari mereka dengan malapetaka.

Mereka yang memperolok-olokkan ialah Walid bin Mughirah, Ashi bin Wa’il, Addi bin Qais, Aswad bin Abdul Mutthalib dan Aswad bin Abdu Yaghuts.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya Kami melindungimu dari orang-orang yang mengolok-olok,

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.
Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu).
(Al Hijr:94-95)

Artinya, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu hiraukan orang-orang musyrik yang hendak menghalang-halangimu dari mengamalkan ayat-ayat Allah.

Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak, lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).
(Al Qalam:9)

Janganlah kamu takut terhadap mereka, karena sesungguhnya Allah melindungimu dari mereka dan memelihara dirimu dari kejahatan mereka.

Makna ayat ini semisal dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.
Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya Allah meme­lihara kamu dari (gangguan) manusia.
(Al Maidah:67)

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Muhammad ibnus Sakan, telah menceritakan kepada kami lshaq ibnu Idris, telah menceritakan kepada kami Aun ibnu Kahmas, dari Yazid ibnu Dirham, dari Anas.
Yazid ibnu Dirham mengatakan bahwa ia pernah mendengar sahabat Anas membacakan firman-Nya: Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu), (yaitu) orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping Allah.
(Al Hijr:95-96) Lalu sahabat Anas mengatakan, “Di saat Rasulullah ﷺ lewat, ada seba­gian dari mereka (orang-orang musyrik) mengerdipkan matanya (yakni memperolok-olok Nabi ﷺ).
Maka datanglah Malaikat Jibril.” Menurut Yazid ibnu Dirham, sahabat Anas mengatakan, “Lalu Malaikat Jibril balas mengerdipkan matanya terhadap mereka.
Maka tubuh mereka dikenai sesuatu yang akibatnya seperti bekas tusukan, sehingga matilah mereka.”

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, Yazid ibnu Ruman telah menceritakan kepadaku tentang pemimpin orapg-orang yang memperolok-olokkan Nabi ﷺ, dari Urwah ibnuz Zubair, bahwa jumlah mereka ada lima orang, semuanya adalah orang-orang yang mempunyai pengaruh dan kedudukan di kalangan kaumnya masing-masing.
Mereka adalah: Dari kalangan Bani Asad ibnu Abdul Uzza ibnu Qusay ialah Al-Aswad ibnul Muttalib yang dijuluki dengan panggilan Abu Zam’ah.
Menurut berita yang sampai kepadaku, Rasulullah ﷺ pernah mendoakan kebinasaan untuknya setelah ia menyakiti dan memperolok-olok Rasulullah ﷺ di luar batas.
Rasulullah ﷺ berkata dalam do’anya:

Ya Allah, butakanlah matanya dan tumpaslah anaknya.

Dari kalangan Bani Zahrah ialah Al-Aswad ibnu Abdu Yagus ibnu Wahb ibnu Abdu Manaf ibnu Zahrah.
Dari kalangan Bani Makhzum ialah Al-Walid ibnul Mugirah ibnu Abdullah ibnu Amr ibnu Makhzum.
Dari kalangan Bani Sahm ibnu Umar ibnu Hasis ibnu Ka’b ibnu Lu-ay ialah Al-As ibnu Wa-il ibnu Hisyam ibnu Sa’id ibnu Sa’d.
Dari kalangan Bani Khuza’ah ialah Al-Haris ibnut Talatilah ibnu Amr ibnul Haris ibnu Abdu ibnu Amr ibnu Mulkan.
Setelah perbuatan jahat mereka kelewat batas dan sangat gencar dalam memperolok-olok Rasulullah ﷺ, maka Allah menurunkan firman-Nya: Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu).
(Al Hijr:94-95) Sampai dengan firman-Nya: maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya).
(Al Hijr:96)

Ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Yazid ibnu Ruman,.
dari Urwah ibnuz Zubair atau lainnya dari kalangan ulama terdahulu, bahwa Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah ﷺ yang saat itu sedang tawaf di Baitullah.
Malaikat Jibril berdiri, dan Rasulullah ﷺ berdiri pula di sampingnya.
Maka Malaikat Jibril membawa Rasulullah kepada Al-Aswad ibnu Abdu Yagus, lalu Jibril mengisyaratkan ke arah perut Al-Aswad, maka dengan serta merta perut Al-Aswad kembung dan mati karenanya.

Malaikat Jibril membawa Rasulullah ﷺ kepada Al-Walid ibnul Mugirah, lalu Jibril mengisyaratkan ke arah luka yang ada di bagian bawah mata kaki Al-Walid.
Luka itu telah dideritanya sejak dua tahun silam, karena itu Al-Walid selalu menjulurkan kainnya (untuk menutupi lukanya itu).
Asal mula lukanya itu adalah melalui seorang lelaki dari kalangan Bani Khuza’ah yang sedang memberikan bulu penyeimbang pada anak panahnya, lalu salah satu anak panahnya terkait pada kain Al-Walid dan melukai kakinya itu.
Pada mulanya lukanya itu tidaklah begitu parah, tetapi setelah ditunjuk oleh Malaikat Jibril, maka lukanya menjadi parah dan menyebabkannya mati.

Malaikat Jibril membawa Nabi ﷺ kepada Al-As ibnu Wa-il, lalu Jibril mengisyaratkan ke arah telapak kakinya.
Setelah itu Al-As keluar dengan mengendarai keledainya menuju Taif, lalu keledainya ditambatkan di suatu tempat yang banyak belingnya, dan kakinya tertusuk oleh beling hingga matilah ia.

Malaikat Jibril membawa Nabi ﷺ kepada Al-Haris ibnut-Talatilah, lalu Jibril mengisyaratkan ke arah kepalanya, maka Al-Haris mengeluar­kan ingus nanah, dan matilah ia karenanya.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari seorang lelaki, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa pemimpin mereka adalah Al-Walid ibnul Mugirah, dialah yang menghimpunkan mereka.

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Sa’id ibnu Jubair dan Ikrimah semisal dengan lafaz yang diketengahkan oleh Muhammad ibnu Ishaq, dari Yazid, dari Urwah secara panjang lebar.
Hanya Sa’id mengatakan bahwa salah seorang dari mereka adalah Al-Haris ibnu Gaitalah, sedangkan Ikrimah menyebutnya Al-Haris ibnu Qais.
Az-Zuhri mengatakan bahwa keduanya benar, nama aslinya ialah Al-Haris ibnu Qais, sedangkan ibunya bernama Gaitalah.

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Mujahid dan Miqsam serta Qatadah dan lain-lainnya, bahwa mereka berjumlah lima orang.
Asy-Sya’bi mengatakan, jumlah mereka ada tujuh orang.
Tetapi pendapat yang terkenal mengatakan lima orang.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Hijr (15) Ayat 95

Diriwayatkan oleh al-Bazzar dan ath-Thabarani, yang bersumber dari Anas bin Malik bahwa, ketika Nabi ﷺ lewat di hadapan orang-orang kafir Mekah, mereka saling mengedipkan mata tanpa setahu Nabi.
Mereka mengejek sambil berkata kepada sesamanya: “Inikah orang yang menganggap dirinya seorang nabi?” Pada waktu itu kebetulan Jibril menyertai Nabi ﷺ.
Maka Jibril menusuk punggung mereka dengan jarinya sehingga berbekas di badan mereka sebesar kuku, yang kemudian menjadi radang dan luka-luka yang berbau busuk.
Tiada seorangpun yang sanggup berdekatan dengan mereka.
Ayat ini (al-Hijr: 95) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa Nabi Muhammad selalu dilindungi oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari gangguan mereka.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta’ala, karena mendustakan Nabi Shaleh ‘alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth ‘alaihis salam dan kaum Syu ‘aib ‘alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur’an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da’wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu’aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hijr (15) ayat 95 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 95 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 95 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hijr - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 99 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 15:95
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hijr.

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah15
Nama SurahAl Hijr
Arabالحجر
ArtiGunung Al Hijr
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu54
JuzJuz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat99
Jumlah kata658
Jumlah huruf2881
Surah sebelumnyaSurah Ibrahim
Surah selanjutnyaSurah An-Nahl
4.4
Ratingmu: 4.2 (14 orang)
Sending







Pembahasan ▪ tafsir surat hijr 95

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta