Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al Hijr

Al Hijr (Gunung Al Hijr) surah 15 ayat 91


الَّذِیۡنَ جَعَلُوا الۡقُرۡاٰنَ عِضِیۡنَ
Al-ladziina ja’aluul quraana ‘idhiin(a);

(yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al Quran itu terbagi-bagi.
―QS. 15:91
Topik ▪ Merenungi ciptaan Allah
15:91, 15 91, 15-91, Al Hijr 91, AlHijr 91, Al-Hijr 91
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 91. Oleh Kementrian Agama RI

Tafsir Ayat 90-91:
Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa sebagaimana Dia telah menganugerahkan "as sab'ul masani" kepada umat Nabi Muhammad, demikian pula Dia telah menganugerahkan yang serupa itu kepada umat-umat dahulu dengan perantaraan Nabi-nabi yang telah diutus kepada mereka, seperti halnya sikap dan tindakan umat yang dahulu terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka, demikian pula orang-orang musyrik di Mekah telah menamakan Alquran dengan nama yang bermacam-macam, seperti yang mengatakan Syan, Sihir dongeng-dongeng orang purbakala, buatan Muhammad dan sebagainya.

Berbeda pendapat para mufassir tentang yang dimaksud dengan perkataan Al Muqtasimin (orang membagi-bagi):

Pendapat Pertama:

Mengartikan Al Muqtasimin dengan orang-orang yang telah bersumpah, mereka beralasan dengan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh "Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati".
(Tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui."

(Q.S An Nahl: 38)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

(Orang-orang di atas A'raf bertanya kepada penghuni neraka): "Itulah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?".
(Q.S Al A'raf: 49)

Pendapat Kedua:

Mengatakan Al Muqtasimin dengan orang-orang yang membagi-bagi Kitab Allah, yaitu mengurangi, menukar dan menambah isi Al Kitab Allah yang telah diturunkan kepada Rasul-rasul-Nya.
Alasan-alasan pendapat mereka ialah firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Apakah kamu beriman kepada sebagian Al Kitab Allah (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain?
(Q.S Al Baqarah: 85).

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya.
(Q.S An Nisa': 46)

Pendapat Ketiga:

Mereka menentukannya dengan orang-orang yang membagi bagi Maksudnya menamakan Alquran sesuai dengan nama yang mereka ingini, sehingga orang tidak mempercayai sebagai kitab yang diturunkan Allah.
Alasan mereka ialah firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Bahkan mereka berkata (pula): (Alquran itu adalah) mimpi-mimpi yang karut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair.
(Q.S Al Anbiya': 5)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Lalu dia berkata "(Alquran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu)"
(Q.S Al Muddassir: 24).

Pendapat-pendapat di atas mempunyai dalil dalil yang kuat: Tetapi yang lebih sesuai dengan ayat ayat ini ialah pendapat ketiga, apalagi jika dihubungkan dengan ayat-ayat selanjutnya, yaitu firman Allah yang artinya: "Yaitu orang-orang yang telah menjadikan Alquran itu terbagi bagi".

Dalam pada itu orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani telah menjadikan pula Alquran itu terbagi-bagi, ada bagian yang mereka percayai, dan ada pula bagian yang mereka ingkari.

Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa orang-orang musyrik Mekah telah membagi-bagi jalan yang akan dilalui manusia, tiap-tiap mereka berdiri pada jalan yang akan dilalui manusia dan menakut-nakuti orang orang yang akan menempuh jalan yang akan dibentangkan oleh Nabi ﷺ.

Al Hijr (15) ayat 91 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Hijr (15) ayat 91 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Hijr (15) ayat 91 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Yang telah menjadikan Al Quran terpecah menjadi bagian-bagian yang terpisah, padahal ia adalah satu kesatuan yang kemukjizatan dan kebenarannya tidak bisa dipecah-pecah."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yaitu orang-orang yang telah menjadikan kitab bacaan) yaitu kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka (terbagi-bagi) menjadi beberapa bagian, mereka beriman terhadap sebagiannya dan ingkar terhadap sebagian yang lainnya.
Menurut pendapat orang lain dikatakan, yang dimaksud dengan mereka adalah orang-orang yang menguasai jalan-jalan yang menuju ke Mekah dengan maksud untuk menghalang-halangi manusia masuk Islam.
Sebagian dari mereka mengatakan tentang Alquran, bahwa Alquran itu adalah sihir, sebagian lainnya mengatakan, Alquran adalah peramal, sedangkan sebagian yang lainnya lagi mengatakan, bahwa Alquran adalah syair.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Yaitu orang-orang yang menjadikan al-Qur'an dalam bagian-bagian.
Di antara mereka ada yang mengatakan al-Qur'an adalah sihir, di antara mereka ada yang mengatakan al-Qur'an adalah perdukunan, dan di antara mereka ada yang mengatakan selain itu.
Mereka memalingkan al-Qur'an sesuai hawa nafsu mereka, untuk menghalangi manusia dari petunjuk.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

(yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi.

Yakni mereka menjadikan Kitab yang diturunkan kepada mereka terbagi-bagi.
Dengan kata lain, mereka percaya kepada sebagiannya dan ingkar kepada sebagian lainnya.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya'qub ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

...mereka menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi.
Mereka adalah ahli kitab, mereka membagi-bagi kitabnya menjadi beberapa bagian, lalu mereka percaya kepada sebagiannya dan ingkar kepada sebagian lainnya.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Musa, dari Al-A'masy, dari Abu Zabyan, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

...mereka menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi.
Bahwa mereka adalah ahli kitab, mereka membagi-baginya menjadi beberapa bagian lalu mereka beriman kepada sebagiannya dan ingkar kepada sebagian yang lainnya.

Telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Musa, dari Al-A'masy, dari Abu Zabyan, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang-orang yang membagi-bagi (Kitab Allah).
(Al Hijr:90) Bahwa mereka beriman kepada sebagiannya dan kafir kepada sebagian yang lainnya, mereka adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Al-Hakam ibnu Aban telah meriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

...mereka menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi.
Bahwa yang dimaksud dengan 'idin ialah sihir.

Ikrimah mengatakan, al-'idah artinya sihir, menurut dialek orang-orang Quraisy, mereka mengatakan al-adihah kepada wanita penyihir.

Mujahid mengatakan, 'idwahun a'ddun menurut mereka artinya sihir.
Mereka mengatakan pula tukang tenung, juga mengatakannya dongengan-dongengan orang-orang dahulu.

Ata mengatakan bahwa sebagian dari mereka mengatakan sihir, ada yang mengatakannya gila, ada pula yang mengatakannya tukang tenung, yang demikian itulah makna lafaz 'idin.
Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ad-Dahhak dan lain-lainnya.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan dari Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Ikrimah atau Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa Al-Walid ibnul Mugirah menghimpun sejumlah orang dari kalangan kabilah Quraisy, dia adalah orang yang terhormat di kalangan mereka, saat itu telah datang musim haji.
Lalu Al-Walid ibnul Mugirah berkata kepada mereka, "Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya musim haji tahun ini telah tiba, dan sesungguhnya para delegasi dari kalangan orang-orang Arab semuanya akan datang bertamu kepada kalian, mereka telah mendengar perihal urusan teman kalian ini (yakni Nabi Muhammad ﷺ).
Maka bersepakatlah kalian dalam suatu pendapat sehubungan dengannya, dan janganlah kalian bertentangan, sehingga sebagian dari kalian mendustakan dengan sebagian yang lainnya, dan pendapat sebagian dari kalian bertentangan dengan pendapat sebagian yang lainnya." Lalu mereka berkata, "Dan engkau, hai Abdu Syams (nama julukan Al-Walid ibnul Mugirah), kemukakanlah pendapatmu yang nanti akan kami jadikan sebagai pegangan." Al-Walid balik bertanya, "Tidak, tetapi kalianlah yang mengatakannya, nanti saya akan menurutinya." Mereka berkata, "Kami katakan dia adalah tukang tenung." Al-Walid menjawab, "Dia bukanlah tukang tenung." Mereka berkata, "Dia gila." Al-Walid berkata, "Dia tidak gila." Mereka berkata, "Dia seorang penyair." Al-Walid berkata, "Dia bukan penyair." Mereka berkata, "Dia seorang penyihir." Al-Walid berkata, "Dia bukan penyihir." Mereka berkata, "Lalu apakah yang harus kami katakan?"
Al-Walid berkata, "Demi Allah, sesungguhnya ucapan Muhammad benar-benar manis.
Tidak sekali-kali kalian mengatakan sesuatu darinya melainkan pasti diketahui bahwa perkataanmu itu batil.
Dan sesungguhnya pendapat yang paling dekat untuk kalian katakan sehubungan dengannya ialah dia adalah seorang penyihir." Akhirnya mereka berpisah dengan kesepakatan yang bulat akan hal tersebut dalam bersikap terhadap Nabi ﷺ Lalu Allah subhanahu wa ta'ala.
menurunkan firman-Nya sehubungan dengan mereka: (yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur’an itu terbagi-bagi.
Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.
(Al Hijr:91-93) Yang dimaksud dengan mereka ialah orang-orang yang mengatakan hal itu kepada Rasulullah ﷺ

Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta'ala, karena mendustakan Nabi Shaleh 'alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth 'alaihis salam dan kaum Syu 'aib 'alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur'an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da'wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu'aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.


Gambar Kutipan Surah Al Hijr Ayat 91 *beta

Surah Al Hijr Ayat 91



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Hijr

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah15
Nama SurahAl Hijr
Arabالحجر
ArtiGunung Al Hijr
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu54
JuzJuz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat99
Jumlah kata658
Jumlah huruf2881
Surah sebelumnyaSurah Ibrahim
Surah selanjutnyaSurah An-Nahl
4.6
Rating Pembaca: 4.6 (10 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ Surah 15:91