Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Hijr

Al Hijr (Gunung Al Hijr) surah 15 ayat 90


کَمَاۤ اَنۡزَلۡنَا عَلَی الۡمُقۡتَسِمِیۡنَ
Kamaa anzalnaa ‘alal muqtasimiin(a);

Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang-orang yang membagi-bagi (Kitab Allah),
―QS. 15:90
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Hikmah dari kisah umat-umat terdahulu ▪ Ketergesaan manusia
15:90, 15 90, 15-90, Al Hijr 90, AlHijr 90, Al-Hijr 90
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 90. Oleh Kementrian Agama RI

Tafsir Ayat 90-91:
Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa sebagaimana Dia telah menganugerahkan "as sab'ul masani" kepada umat Nabi Muhammad, demikian pula Dia telah menganugerahkan yang serupa itu kepada umat-umat dahulu dengan perantaraan Nabi-nabi yang telah diutus kepada mereka, seperti halnya sikap dan tindakan umat yang dahulu terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka, demikian pula orang-orang musyrik di Mekah telah menamakan Alquran dengan nama yang bermacam-macam, seperti yang mengatakan Syan, Sihir dongeng-dongeng orang purbakala, buatan Muhammad dan sebagainya.

Berbeda pendapat para mufassir tentang yang dimaksud dengan perkataan Al Muqtasimin (orang membagi-bagi):

Pendapat Pertama:

Mengartikan Al Muqtasimin dengan orang-orang yang telah bersumpah, mereka beralasan dengan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh "Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati".
(Tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui."

(Q.S An Nahl: 38)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

(Orang-orang di atas A'raf bertanya kepada penghuni neraka): "Itulah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?".
(Q.S Al A'raf: 49)

Pendapat Kedua:

Mengatakan Al Muqtasimin dengan orang-orang yang membagi-bagi Kitab Allah, yaitu mengurangi, menukar dan menambah isi Al Kitab Allah yang telah diturunkan kepada Rasul-rasul-Nya.
Alasan-alasan pendapat mereka ialah firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Apakah kamu beriman kepada sebagian Al Kitab Allah (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain?
(Q.S Al Baqarah: 85).

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya.
(Q.S An Nisa': 46)

Pendapat Ketiga:

Mereka menentukannya dengan orang-orang yang membagi bagi Maksudnya menamakan Alquran sesuai dengan nama yang mereka ingini, sehingga orang tidak mempercayai sebagai kitab yang diturunkan Allah.
Alasan mereka ialah firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Bahkan mereka berkata (pula): (Alquran itu adalah) mimpi-mimpi yang karut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair.
(Q.S Al Anbiya': 5)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Lalu dia berkata "(Alquran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu)"
(Q.S Al Muddassir: 24).

Pendapat-pendapat di atas mempunyai dalil dalil yang kuat: Tetapi yang lebih sesuai dengan ayat ayat ini ialah pendapat ketiga, apalagi jika dihubungkan dengan ayat-ayat selanjutnya, yaitu firman Allah yang artinya: "Yaitu orang-orang yang telah menjadikan Alquran itu terbagi bagi".

Dalam pada itu orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani telah menjadikan pula Alquran itu terbagi-bagi, ada bagian yang mereka percayai, dan ada pula bagian yang mereka ingkari.

Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa orang-orang musyrik Mekah telah membagi-bagi jalan yang akan dilalui manusia, tiap-tiap mereka berdiri pada jalan yang akan dilalui manusia dan menakut-nakuti orang orang yang akan menempuh jalan yang akan dibentangkan oleh Nabi ﷺ.

Al Hijr (15) ayat 90 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Hijr (15) ayat 90 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Hijr (15) ayat 90 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Seperti peringatan yang telah Kami berikan kepada mereka yang membagi Al Quran menjadi syair, mantra kedukunan, dongeng dan lain sebagainya, kemudian tidak mempercayainya meskipun telah ada bukti yang nyata.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sebagaimana Kami telah menurunkan) azab (kepada orang-orang yang membagi-bagi kitab Allah) yaitu Yahudi dan Nasrani.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Aku juga pemberi peringatan kepada kalian dari adzab yang bakal menimpa kalian, sebagaimana yang telah Allah timpakan terhadap orang-orang yang membagi-bagi al-Qur'an, lalu mereka beriman kepada sebagiannya dan kafir kepada sebagiannya yang lain, yaitu kaum Yahudi, Nashrani dan kaum kafir Quraisy.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...yang membagi-bagi (Kitab Allah).

Maksudnya, yang saling bersumpah di antara sesama mereka, mereka melakukan sumpah atau perjanjian pakta di antara sesama mereka untuk menentang para nabi, mendustakan, dan menyakitinya.
Pengertiannya sama dengan yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam firman-Nya tentang berita kaum Saleh, yaitu:

Mereka berkata, "Bersumpahlah kalian dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari.” (An Naml:49), hingga akhir ayat.

Yakni kita akan membunuh mereka di malam hari dengan tiba-tiba.

Mujahid mengatakan bahwa makna taqasamu ialah bersumpah, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:

Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh.”Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati."(An Nahl:38)

Bukankah kalian telah bersumpah dahulu (di dunia).
(Ibrahim:44)

Itukah orang-orang yang kalian telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?
(Al A'raf:49)

Dalam kaitannya dengan tafsir ayat ini dapat dikatakan bahwa seakan-akan mereka tidak sekali-kali mendustakan sesuatu dari masalah dunia melainkan mereka bersumpah terhadapnya, sehingga mereka dinamakan kaum yang muqtasim.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan, al-muqtasimun adalah kaum Nabi Saleh yang bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka akan membunuhnya di malam hari secara tiba-tiba bersama keluarganya.

Di dalam kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis dari Abu Musa, dari Nabi ﷺ, bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya perumpamaanku dan risalah yang diutuskan oleh Allah kepadaku untuk menyampaikannya, sama dengan seorang lelaki yang datang kepada kaumnya, lalu ia berkata (kepada mereka), "Hai kaumku, sesungguhnya aku telah melihat pasukan musuh dengan mata kepalaku sendiri, dan sesungguhnya aku adalah orang yang memberikan peringatan dini kepada kalian, maka selamatkanlah diri kalian, selamatkanlah diri kalian!" Maka sebagian dari kaumnya ada yang menaati peringatannya, lalu mereka pergi di malam harinya dengan tenang untuk menye­lamatkan diri, maka selamatlah mereka (dari serangan musuh).
Dan sebagian orang dari kaumnya mendustakannya, sehingga mereka tetap berada di tempatnya pada pagi harinya, akhirnya pasukan musuh datang menyerang mereka di pagi harinya sehingga binasalah mereka karena dibunuh habis-habisan oleh musuh.
Yang demikian itulah perumpamaan orang yang taat kepadaku dan mengikuti kebenaran yang aku sampaikan, dan perumpa­maan orang yang durhaka kepadaku serta mendustakan kebenaran yang aku sampaikan.

Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta'ala, karena mendustakan Nabi Shaleh 'alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth 'alaihis salam dan kaum Syu 'aib 'alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur'an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da'wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu'aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.


Gambar Kutipan Surah Al Hijr Ayat 90 *beta

Surah Al Hijr Ayat 90



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Hijr

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah 15
Nama Surah Al Hijr
Arab الحجر
Arti Gunung Al Hijr
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 54
Juz Juz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 99
Jumlah kata 658
Jumlah huruf 2881
Surah sebelumnya Surah Ibrahim
Surah selanjutnya Surah An-Nahl
4.5
Rating Pembaca: 4.5 (9 votes)
Sending







✔ kamaa anzalnaa Alal muqtasimiin

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku