QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 82 [QS. 15:82]

وَ کَانُوۡا یَنۡحِتُوۡنَ مِنَ الۡجِبَالِ بُیُوۡتًا اٰمِنِیۡنَ
Wakaanuu yanhituuna minal jibaali buyuutan aaminiin(a);

dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman.
―QS. 15:82
Topik ▪ Agama bangsa Yahudi
15:82, 15 82, 15-82, Al Hijr 82, AlHijr 82, Al-Hijr 82

Tafsir surah Al Hijr (15) ayat 82

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 82. Oleh Kementrian Agama RI

Kaum Samud adalah kaum yang kuat dan perkasa tubuhnya, mereka memahat gunung-gunung batu untuk dijadikan rumah-rumah mereka.
Karena rumah-rumah mereka dipahat di gunung-gunung batu itu, maka disebutlah kota mereka “kota Al Hijr” yang berarti kota pegunungan batu”.
Karena kemungkaran mereka, Allah menimpakan kepada mereka azab berupa suara keras yang mengguntur yang menghancurkan mereka semuanya.
Azab itu datangnya pada pagi hari keempat dari hari yang ditetapkan Saleh bagi mereka untuk berpikir.
Tetapi mereka tidak mengindahkannya, sehingga mereka berkubur di dalam rumah-rumah mereka yang berupa gua-gua yang dipahat pada gunung-gunung batu itu.
Keadaan mereka ini diterangkan Allah dalam firman Nya yang lain:

Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu”.
(Q.S. Hud [11]: 67-68)

Kaum Samud itu tidak dapat mengelakkan azab Allah sedikitpun, tidak ada faedah keperkasaan tubuh mereka, kemampuan mereka memahat gunung untuk dijadikan rumah yang seakan-akan merupakan benteng yang kokoh, demikian pula harta dan jumlah mereka yang hanyak, semuanya itu hancur lebur bersama mereka, seakan-akan negeri itu tidak pernah didiami manusia.

Tentang kedahsyatan azab yang dialami kaum Samud ini, tergambar dalam hadis Nabi ﷺ:

Dari Ibnu Umar ra bahwasanya Nabi ﷺ telah lewat di kota Hijr dalam perjalanan beliau menuju perang Tabuk, lalu beliau menundukkan kepalanya dan mempercepat perjalanannya dan berkata kepada para sahabatnya: “Janganlah kamu memasuki rumah-rumah kaum yang diazab (kaum Samud), kecuali kamu akan menangis.
Jika kamu tidak menangis, maka hendaklah seakan-akan menangis karena takut, kamu akan ditimpa azab nanti sebagaimana mereka telah ditimpa azab dahulu”.
(H.R. Bukhari)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dulu mereka adalah bangsa yang mempunyai kekuatan dan kebudayaan.
Mereka membuat rumah dengan cara memahat gunung-gunung hingga mendapat rasa aman terhadap diri dan harta mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu yang didiami dengan aman.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka memahat gunung-gunung lalu mereka menjadikannya sebagai rumah, sedang mereka merasa aman dari kejatuhan rumah itu atau rusak.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menyebutkan dalam firman-Nya:

Dan adapun kaum Samud, maka mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu.
(Q.S. Fushshilat [41]: 17)

Dan Allah subhanahu wa ta’ala.
menyebutkan perihal mereka melalui firman-Nya:

dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman.
(Q.S. Al-Hijr [15]: 82)

Artinya, mereka membuat rumah-rumahnya di dalam gunung-gunung batu dengan memahatnya, padahal mereka tidak dalam ketakutan dan tidak memerlukan itu, melainkan mereka lakukan hal itu atas dorongan keangkuhan, kecongkakan serta kejahatan mereka.

Hal tersebut masih dapat terlihat dari bekas-bekas peninggalan mereka di Lembah Al-Hijr, yang Nabi ﷺ pernah melewatinya di saat beliau pergi ke Medan Tabuk.
Di saat melewatinya Nabi ﷺ menundukkan kepalanya dan memacu kendaraannya dengan cepat serta bersabda kepada para sahabatnya:

Janganlah kalian memasuki tempat tinggal kaum yang telah diazab melainkan kalian dalam keadaan menangis.
Jika kalian tidak dapat menangis sungguhan, maka berpura-pura menangislah kalian, karena dikhawatirkan kalian akan tertimpa apa yang telah menimpa mereka.


Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta’ala, karena mendustakan Nabi Shaleh ‘alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth ‘alaihis salam dan kaum Syu ‘aib ‘alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur’an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da’wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu’aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.

Ayat-ayat dalam Surah Al Hijr (99 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hijr (15) ayat 82 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 82 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 82 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hijr - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 99 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 15:82
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hijr.

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah 15
Nama Surah Al Hijr
Arab الحجر
Arti Gunung Al Hijr
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 54
Juz Juz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 99
Jumlah kata 658
Jumlah huruf 2881
Surah sebelumnya Surah Ibrahim
Surah selanjutnya Surah An-Nahl
4.9
Ratingmu: 4.5 (15 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim