QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 80 [QS. 15:80]

وَ لَقَدۡ کَذَّبَ اَصۡحٰبُ الۡحِجۡرِ الۡمُرۡسَلِیۡنَ
Walaqad kadz-dzaba ashhaabul hijril mursaliin(a);

Dan sesungguhnya penduduk-penduduk kota Al Hijr telah mendustakan rasul-rasul,
―QS. 15:80
Topik ▪ Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala
15:80, 15 80, 15-80, Al Hijr 80, AlHijr 80, Al-Hijr 80

Tafsir surah Al Hijr (15) ayat 80

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 80. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa penduduk kota Al Hijr telah mendustakan Rasul-rasul.
Dalam ayat ini disebutkan Rasul-rasul padahal mereka hanya mendustakan seorang Rasul, yaitu Nabi Saleh as.
Karena mendustakan seorang Rasul hukumnya sama dengan mendustakan seluruh Rasul-rasul Allah.
Seluruh Rasul yang diutus Allah membawa agama tauhid dan asas-asas agama yang sama.
Walaupun mendustakan seorang Rasul, tetapi mereka telah mendustakan ketauhidan dan azas-azas agama yang dibawa Rasul itu, yang berarti mereka telah mendustakan seluruh Rasul-rasul itu.

Kota Al Hijr adalah tempat tinggal kaum Samud yang terletak antara Mekah dan Syam, di dekat Wadil Qura.
Kepada mereka diutus Nabi Saleh menunjukkan mukjizat sebagai bukti kerasulannya.
Saleh menyatakan mukjizatnya berupa unta betina yang mereka kenal sebagai bukti kerasulannya.
Unta itu tidak boleh diganggu dan disakiti.
Air minumnya ditentukan banyaknya secara bergantian, yaitu sehari untuk minum unta dan sehari untuk yang lain untuk meminum mereka semuanya, demikianlah seterusnya.
Tetapi mereka tidak mau mengikuti ketentuan Saleh itu, bahkan mereka menyembelih unta itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sebagaimana bangsa-bangsa terdahulu, penduduk Hijr[1] juga mendustakan rasul yang diutus kepada mereka.
Dengan perkataan mereka itu, berarti mereka telah mendustakan semua rasul, karena misi mereka adalah satu.

[1] Penduduk Hijr adalah bangsa Tsamud.
Hijr itu sendiri adalah sebuah lembah yang terletak di antara Madinah dan Syam.
Lihat catatan kaki tafsir surat al-A’raf, ayat 73).

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya penduduk kota Al-Hijr telah mendustakan) Al-Hijr, nama sebuah lembah yang terletak di antara kota Madinah dan negeri Syam, tempatnya kaum Tsamud (rasul-rasulnya) mereka mendustakan nabi mereka yaitu Nabi Saleh, hal ini berarti sama saja dengan mendustakan rasul-rasul lainnya, karena sesungguhnya ajaran yang disampaikan oleh para rasul itu pada hakikatnya sama, yaitu ajaran tauhid.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesunggguhnya penduduk (lembah al-Hijr) telah mendustakan Nabi Shalih, yaitu kaum Tsamud.
Dengan pendustaan tersebut, berarti mereka telah mendustakan semua rasul; karena siapa yang mendustakan seorang nabi saja, maka ia telah mendustakan semua nabi, sebab mereka menganut agama yang sama.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Penduduk kota Al-Hijr adalah kaum Samud yang mendustakan Nabi Saleh ‘alaihis salam Barang siapa yang mendustakan seorang rasul, berarti dia men­dustakan semua rasul.
Karena itulah dalam ayat ini disebutkan bahwa mereka mendustakan rasul-rasul Allah.
Allah menyebutkan pula bahwa Dia telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan-Nya yang menunjukkan kebenaran dari apa yang disampaikan oleh Nabi Saleh kepada mereka, yaitu seperti unta betina yang dikeluarkan oleh Allah dari batu besar kepada mereka berkat doa Nabi Saleh ‘alaihis salam Unta itu hidup bebas di kota mereka dan mempunyai jadwal hari minumnya tersendiri, sedangkan mereka pun mempunyai jadwal hari minumnya pula yang telah ditentukan.
Akan tetapi, setelah mereka bersikap kelewat batas dan berani menyembelih unta itu, maka Saleh ‘alaihis salam berkata kepada mereka:

Bersuka rialah kalian di rumah kalian selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.
(Q.S. Hud [11]: 65)


Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta’ala, karena mendustakan Nabi Shaleh ‘alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth ‘alaihis salam dan kaum Syu ‘aib ‘alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur’an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da’wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu’aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.

Ayat-ayat dalam Surah Al Hijr (99 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hijr (15) ayat 80 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 80 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 80 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hijr - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 99 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 15:80
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hijr.

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah 15
Nama Surah Al Hijr
Arab الحجر
Arti Gunung Al Hijr
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 54
Juz Juz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 99
Jumlah kata 658
Jumlah huruf 2881
Surah sebelumnya Surah Ibrahim
Surah selanjutnya Surah An-Nahl
4.7
Ratingmu: 4.3 (13 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta