QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 8 [QS. 15:8]

مَا نُنَزِّلُ الۡمَلٰٓئِکَۃَ اِلَّا بِالۡحَقِّ وَ مَا کَانُوۡۤا اِذًا مُّنۡظَرِیۡنَ
Maa nunazzilul malaa-ikata ilaa bil haqqi wamaa kaanuu idzan munzhariin(a);

Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab) dan tiadalah mereka ketika itu diberi tangguh.
―QS. 15:8
Topik ▪ Malaikat ▪ Tugas-tugas malaikat ▪ Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan
15:8, 15 8, 15-8, Al Hijr 8, AlHijr 8, Al-Hijr 8

Tafsir surah Al Hijr (15) ayat 8

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 8. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menjawab olok-olok orang musyrik Mekah itu dengan ayat ini, bahwa Allah tidak akan menurunkan malaikat, jika tidak ada hikmahnya dan faedahnya.
Dalam pada itu seandainya Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan para malaikat dari langit dan mengangkatnya sebagai Rasul yang menyampaikan agamanya, maka hal itu tidak ada manfaatnya, tidak akan dapat meyakinkan dan meluruskan akidah orang musyrik itu.
Sebagaimana diketahui bahwa malaikat itu adalah makhluk yang gaib dan halus sehingga mata manusia tidak akan sanggup melihatnya.
Seandainya Allah subhanahu wa ta’ala menghendaki dan dijadikan Nya malaikat itu berbentuk manusia, sehingga mata manusia dapat melihatnya, kemudian Allah mengutusnya sebagai Nabi dan Rasul kepada mereka, malaikat itu makan dan minum seperti mereka, berjalan dan bergaul bersama mereka, maka akan timbul pula dalam pikiran mereka bahwa malaikat yang diberi tugas seorang Rasul itu seakan-akan manusia seperti mereka, bukan malaikat.
Pada saat itu timbullah keraguan dalam diri mereka.
Hal ini diterangkan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan kalau Kami jadikan Rasul itu (dari) malaikat, tentulah Kami jadikan dia berupa laki-laki dan (jika Kami jadikan dia berupa laki-laki), Kami pun akan jadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu.
(Q.S. Al-An’am [6]: 9)

Dari sikap dan cara mereka seperti yang dikemukakan dalam firman Allah di atas, terbuktilah bahwa sebenarnya hati mereka telah tertutup menerima kebenaran, bukti apapun yang dikemukakan kepada mereka, merekapun tidak akan beriman.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu kehadapan mreka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah mengendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
(Q.S. Al-An’am [6]: 111)

Karena sikap mereka yang demikian itu, maka Allah memberikan peringatan keras kepada mereka, bahwa penurunan para malaikat itu merupakan tanda bahwa mereka akan ditimpa malapetaka yang besar, mereka akan dihancur leburkan dan riwayat mereka akan berakhir.
Ketentuan ini sesuai dengan Sunnatullah, yang telah berlaku bagi umat-umat yang terdahulu yang telah memperolok-olok Rasul-rasul Allah yang telah diutus kepada mereka.
Sebelum azab ditimpakan maka diutuslah kepada mereka malaikat, seperti yang pernah terjadi pada kaum Lut, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Lut, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga, dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu.
Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh, bukankah subuh itu sudah dekat?

(Q.S. Hud [11]: 81)

Mujahid dalam penafsiran ayat ini berkata: Bahwa Tuhan menurunkan malaikat hanyalah sebagai Rasul Allah atau sebagai tanda dan pembawa azab Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah telah menjawab tuntutan mereka itu melalui firman-Nya yang suci, “Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan membawa kebenaran yang kuat dan jelas, yang tak mungkin dapat dipungkiri.
Maka jika mereka tetap mengingkarinya, mereka tidak akan diberi kesempatan lagi.
Bahkan mereka akan segera mendapatkan azab di dunia ini.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Allah berfirman (Kami tidak menurunkan) dan menurut suatu qiraat dibaca tanazzalu dengan membuang salah satu huruf ta-nya (malaikat melainkan dengan benar) untuk membawa azab (dan tiadalah mereka ketika itu) sewaktu malaikat turun dengan membawa azab (diberi tangguh) ditangguhkan azabnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

8.
Allah membalas perkataan mereka, “Sesungguhnya Kami tidak menurunkan malaikat kecuali membawa siksa yang tidak ada penangguhan bagi orang yang tidak beriman.Tidaklah mereka termasuk orang-orang yang ditangguhkan ketika malaikat turun membawa siksaan.”

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab) dan tiadalah mereka ketika itu diberi tangguh.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar. untuk membawa risalah dan azab.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala.
menetapkan bahwa Dialah yang menurunkan Al-qur’an, dan Dia pulalah yang memeliharanya dari perubahan dan penggantian.
Di antara ulama tafsir ada yang merujukkan damir yang ada dalam firman-Nya, “Lahu Lahafizun,” kepada Nabi Muhammad ﷺ, bukan kepada Al-Qur’an.
Yakni sama dengan pengertian yang terdapat di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.
(Q.S. Al-Ma’idah [5]: 67)

Tetapi makna yang pertama lebih utama karena bersesuaian dengan makna lahiriah konteks ayat.


Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta’ala, karena mendustakan Nabi Shaleh ‘alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth ‘alaihis salam dan kaum Syu ‘aib ‘alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur’an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da’wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu’aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.

Ayat-ayat dalam Surah Al Hijr (99 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hijr (15) ayat 8 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 8 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 8 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hijr - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 99 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 15:8
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hijr.

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah 15
Nama Surah Al Hijr
Arab الحجر
Arti Gunung Al Hijr
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 54
Juz Juz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 99
Jumlah kata 658
Jumlah huruf 2881
Surah sebelumnya Surah Ibrahim
Surah selanjutnya Surah An-Nahl
4.7
Ratingmu: 4.3 (11 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/15-8









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta