QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 76 [QS. 15:76]

وَ اِنَّہَا لَبِسَبِیۡلٍ مُّقِیۡمٍ
Wa-innahaa labisabiilin muqiimin;

Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).
―QS. 15:76
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Hikmah dari kisah umat-umat terdahulu ▪ Keadilan Allah dalam menghakimi
15:76, 15 76, 15-76, Al Hijr 76, AlHijr 76, Al-Hijr 76

Tafsir surah Al Hijr (15) ayat 76

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 76. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa negeri kaum Lut yang telah dihancurkan Allah terletak pada jalan-jalan yang biasa dilalui manusia dan bekas-bekasnya dapat dilihat sampai saat ini oleh orang-orang yang mengadakan perjalanan dari Madinah ke Syam.
Hal ini ditegaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya yang lain:

Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi dan di waktu malam.
Maka apakah kamu tidak memikirkan?

(Q.S. As-Saffat [37]: 137-138).

Orang-orang Arab Mekah biasanya mengadakan perdagangan ke Syam.
Mereka berangkat berkafilah.
Dalam perjalanan mereka pulang balik dari Mekah ke Syam itu mereka melalui negeri kaum Lut dan menyaksikan bekas-bekasnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bahkan reruntuhan kota ini masih ada, yaitu terletak di jalan yang masih dilalui manusia.
Dan orang yang hendak mengambil pelajaran dapat memetiknya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya kota itu) yaitu kota kaum Nabi Luth (benar-benar terletak di jalan yang masih tetap dilalui manusia) yakni jalan yang masih dipakai oleh orang-orang Quraisy untuk menuju ke negeri Syam, jalan itu masih tetap ada, mengapa mereka tidak mau menjadikannya sebagai pelajaran?

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya negeri mereka itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap yang bisa dilihat oleh para musafir yang melewatinya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).

Yakni sesungguhnya kota Sodom yang telah dibalikkan dan dilempari batu sijjil sehingga menjadi danau yang berbau busuk lagi kotor di jalan Mahya’ itu masih tetap dilalui manusia sampai masa sekarang.
Sama halnya dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi dan di waktu malam.
Maka apakah kalian tidak memikirkan?.
(Q.S. As-Saffat [37]: 137-138)

Mujahid dan Ad-Dahhak telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).
Makna yang dimaksud ialah masih ada tanda-tandanya.

Qatadah mengatakan, makna yang dimaksud ialah bekas-bekas mereka masih tampak jelas dijalan yang dilalui.

Qatadah mengatakan pula bahwa tempat tinggal mereka masih terlihat tanda-tandanya di suatu daerah.

Menurut As-Saddi, makna yang dimaksud ialah bahwa nasib mereka telah ditetapkan di dalam Kitab yang nyata, yakni seperti pengertian yang terdapat di dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz).
(Q.S. Yasin [36]: 12)

Akan tetapi, makna yang dimaksud tidaklah seperti apa yang dikatakannya dalam bab ini.


Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta’ala, karena mendustakan Nabi Shaleh ‘alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth ‘alaihis salam dan kaum Syu ‘aib ‘alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur’an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da’wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu’aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.

Ayat-ayat dalam Surah Al Hijr (99 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hijr (15) ayat 76 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 76 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 76 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hijr - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 99 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 15:76
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hijr.

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah 15
Nama Surah Al Hijr
Arab الحجر
Arti Gunung Al Hijr
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 54
Juz Juz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 99
Jumlah kata 658
Jumlah huruf 2881
Surah sebelumnya Surah Ibrahim
Surah selanjutnya Surah An-Nahl
4.9
Ratingmu: 4.7 (9 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta