QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 71 [QS. 15:71]

قَالَ ہٰۤؤُلَآءِ بَنٰتِیۡۤ اِنۡ کُنۡتُمۡ فٰعِلِیۡنَ
Qaala ha’ulaa-i banaatii in kuntum faa’iliin(a);

Dia (Lut) berkata,
“Mereka itulah putri-putri (negeri)ku (nikahlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat.”
―QS. 15:71
Topik ▪ Ampunan Allah yang luas
15:71, 15 71, 15-71, Al Hijr 71, AlHijr 71, Al-Hijr 71
English Translation - Sahih International
(Lot) said,
“These are my daughters – if you would be doers (of lawful marriage).”
―QS. 15:71

 

Tafsir surah Al Hijr (15) ayat 71

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 71. Oleh Kementrian Agama RI

Ketika kaum Luth, penduduk kota Sodom, mendengar bahwa Luth kedatangan tamu-tamu yang gagah, mereka pun bergembira.
Timbullah hawa nafsu jahat mereka untuk berbuat homoseksual dengan tamu-tamu itu, yang merupakan kebiasaan buruk yang selalu mereka lakukan.

Melihat tingkah laku kaumnya, Luth `alaihis salam berkata kepada mereka,
“Sesungguhnya pemuda-pemuda yang kamu datangi dan kamu ajak melakukan perbuatan mesum adalah tamu-tamuku.
Aku harus menghormati dan memuliakan tamu-tamuku itu, janganlah kamu melakukan perbuatan mesum dengan mereka, karena tindakan kamu itu akan memberi malu kepadaku.
Bertakwalah kamu kepada Allah, peliharalah dirimu dari siksaan-Nya, dan janganlah kamu memperkosa mereka.”

Kaum Lut menentang dan mengancam Nabi Luth karena perkataannya itu dengan mengatakan,
“Bukankah kami pernah melarangmu untuk melindungi tamu-tamu yang datang ke sini dari keinginan dan perbuatan yang akan kami lakukan terhadap mereka.”

Perkataan kaum Luth ini memberikan isyarat bahwa kaum Luth itu selalu memaksa tamu-tamu yang datang ketika itu agar bersedia melakukan perbuatan homoseksual dengan mereka.
Perbuatan keji itu dilarang oleh Luth.
Akan tetapi, mereka tidak menghiraukan larangan itu, bahkan mereka mengancam Luth dengan suatu hukuman, seandainya Luth masih mencampuri urusan mereka itu.

Tetapi Luth masih memperingatkan mereka dan menawarkan kepada mereka putri-putrinya untuk mereka nikahi, karena itulah yang sesuai dengan sunatullah.
Beliau berkata,
“Hai kaumku, menikahlah dengan putri-putriku.
Janganlah kamu melakukan perkawinan dengan orang yang sejenis denganmu, karena kawin dengan orang yang sejenis itu diharamkan Allah.
Lakukanlah perbuatan yang halal dan sesuai dengan sunatullah.
Allah sengaja menciptakan laki-laki dan perempuan agar mereka menikah dan memiliki keturunan.
Jika kamu terus berbuat demikian, niscaya kamu tidak akan memiliki keturunan dan jenis manusia akan punah dari muka bumi.”

Dalam ayat ini, Luth `alaihis salam menyebut
“putri-putriku”.
Maksudnya ialah
“para pengikutnya yang wanita”
karena seorang nabi biasa menyebut kaumnya dengan anak-anaknya dan istri nabi adalah ibu dari umatnya sebagaimana firman Allah:

اَلنَّبِيُّ اَوْلٰى بِالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ اَنْفُسِهِمْ وَاَزْوَاجُهٗٓ اُمَّهٰتُهُمْ

Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. (al-Ahzab [33]: 6)

Jika istri-istri nabi adalah ibu orang-orang yang beriman, tentulah nabi sendiri adalah bapak mereka dan seluruh umatnya adalah putra-putrinya.











15:71, 15 71, 15-71, Al Hijr 71, tafsir surat AlHijr 71, Al-Hijr 71



Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta