Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Hijr

Al Hijr (Gunung Al Hijr) surah 15 ayat 71


قَالَ ہٰۤؤُلَآءِ بَنٰتِیۡۤ اِنۡ کُنۡتُمۡ فٰعِلِیۡنَ
Qaala ha’ulaa-i banaatii in kuntum faa’iliin(a);

Luth berkata:
“Inilah puteri-puteriku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)”.
―QS. 15:71
Topik ▪ Ampunan Allah yang luas
15:71, 15 71, 15-71, Al Hijr 71, AlHijr 71, Al-Hijr 71
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 71. Oleh Kementrian Agama RI

Tafsir Ayat 67-71:
Ketika kaum Lut, penduduk kota Sodom, mendengar bahwa Lut kedatangan tamu-tamu yang gagah itu, merekapun bergembira, timbullah hawa nafsu jahat mereka ingin berbuat homosexual dengan tamu-tamu itu, yang telah merupakan kebiasaan buruk yang selalu mereka lakukan.

Menurut suatu riwayat bahwa istri Lut mengabarkan kepada kaumnya kedatangan tamu-tamu itu, dengan maksud kaumnya itu menanggapinya.
Karena itu berdatanganlah mereka ke rumahnya untuk memenuhi keinginan mereka itu dan merangkul tamu-tamu itu.

Melihat tingkah laku kaumnya itu, beliau berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya pemuda-pemuda yang kamu datangi dan yang kamu ajak melakukan perbuatan mesum adalah tamu-tamuku.
Aku harus menghormati dan memuliakan tamu-tamuku itu, janganlah kamu melakukan perbuatan mesum dengan mereka, karena tindakan kamu itu akan memberikan malu kepadaku.
Bertakwalah kamu kepada Allah, peliharalah dirimu dari siksaan Nya dan janganlah kamu memperkosa mereka".

Kaum Lut menentang dan mengancam Nabi Lut karena perkataannya itu dengan mengatakan: "Bukankah kami pernah melarangmu untuk melindungi tamu-tamu yang datang ke sini dari keinginan-keinginan perbuatan yang akan kami lakukan terhadap mereka".

Perkataan kaum Lut ini memberikan isyarat bahwa kaum Lut itu selalu memaksa dan memperkosa tamu-tamu yang datang ketika itu agar melakukan perbuatan homosexual dengan mereka.
Setiap mereka akan melakukan perbuatan keji itu selalu dilarang dan diperingatkan oleh Lut.
Tetapi mereka tidak menghiraukan larangan itu, bahkan mereka mengancam Lut dengan suatu hukuman, seandainya Lut masih mencampuri urusan mereka itu.

Tetapi Lut masih memperingatkan mereka dan menawarkan kepada mereka putri-putrinya, agar mereka menikahinya, karena itulah yang sesuai dengan Sunatullah.
Beliau berkata: "Hai kaumku, nikahlah dengan putri-putriku, janganlah kamu melakukan perkawinan dengan orang yang sejenis denganmu.
karena kawin dengan orang yang sejenis itu diharamkan Allah, karena itu lakukanlah perbuatan yang halal dan sesuai dengan Sunatullah.
Allah sengaja menciptakan laki-laki dan perempuan agar mereka menikah dan berketurunan.
Jika kamu terus berbuat demikian, niscaya kamu tidak akan berketurunan dan punahlah jenis manusia dari muka bumi.

Dalam ayat ini Lut as menyebut "putri-putriku",
maksudnya ialah "wanita-Wanita" karena seorang Nabi biasa menyebut kaumnya dengan anak-anaknya dan istri Nabi adalah ibu dan dari umatnya sebagaimana firman Allah:

"Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri, dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka".
(Q.S Al Ahzab: 6)

Jika disebut istri-istri Nabi adalah ibu orang-orang yang beriman, tentulah Nabi sendiri adalah bapak mereka dan seluruh umatnya adalah putra-putrinya.

Al Hijr (15) ayat 71 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Hijr (15) ayat 71 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Hijr (15) ayat 71 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Nabi Luth, sambil mengingatkan mereka cara wajar yang diperbolehkan, berkata, "Ini gadis-gadis desa.
Mereka adalah anak-anakku.
Kawinilah mereka jika kalian ingin menyalurkan nafsu kalian."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Luth berkata, "Inilah putri-putriku, jika kalian hendak berbuat,") untuk melampiaskan nafsu syahwat kalian, oleh sebab itu maka kawinilah mereka.
Lalu Allah berfirman:

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Luth berkata kepada mereka :
Inilah wanita-wanita kalian, putrid-putriku.
Menikahlah dengan mereka, jika kalian hendak melampiaskan hajat kalian.
Luth menyebut mereka sebagai putrid-putrinya; karena Nabi suatu umatberkedudukan sebagai ayah bagi mereka.
Dan janganlah kalian melakukan apa yang diharamkan Allah atas kalian berupa mencampuri laki-laki.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.

Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta'ala, karena mendustakan Nabi Shaleh 'alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth 'alaihis salam dan kaum Syu 'aib 'alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur'an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da'wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu'aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.


Gambar Kutipan Surah Al Hijr Ayat 71 *beta

Surah Al Hijr Ayat 71



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Hijr

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah 15
Nama Surah Al Hijr
Arab الحجر
Arti Gunung Al Hijr
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 54
Juz Juz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 99
Jumlah kata 658
Jumlah huruf 2881
Surah sebelumnya Surah Ibrahim
Surah selanjutnya Surah An-Nahl
4.4
Rating Pembaca: 4.2 (28 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku