QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 69 [QS. 15:69]

وَ اتَّقُوا اللّٰہَ وَ لَا تُخۡزُوۡنِ
Waattaquullaha walaa tukhzuun(i);

dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina”.
―QS. 15:69
Topik ▪ Azab orang kafir
15:69, 15 69, 15-69, Al Hijr 69, AlHijr 69, Al-Hijr 69

Tafsir surah Al Hijr (15) ayat 69

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 69. Oleh Kementrian Agama RI

Tafsir Ayat 67-71:
Ketika kaum Lut, penduduk kota Sodom, mendengar bahwa Lut kedatangan tamu-tamu yang gagah itu, merekapun bergembira, timbullah hawa nafsu jahat mereka ingin berbuat homosexual dengan tamu-tamu itu, yang telah merupakan kebiasaan buruk yang selalu mereka lakukan.

Menurut suatu riwayat bahwa istri Lut mengabarkan kepada kaumnya kedatangan tamu-tamu itu, dengan maksud kaumnya itu menanggapinya.
Karena itu berdatanganlah mereka ke rumahnya untuk memenuhi keinginan mereka itu dan merangkul tamu-tamu itu.

Melihat tingkah laku kaumnya itu, beliau berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya pemuda-pemuda yang kamu datangi dan yang kamu ajak melakukan perbuatan mesum adalah tamu-tamuku.
Aku harus menghormati dan memuliakan tamu-tamuku itu, janganlah kamu melakukan perbuatan mesum dengan mereka, karena tindakan kamu itu akan memberikan malu kepadaku.
Bertakwalah kamu kepada Allah, peliharalah dirimu dari siksaan Nya dan janganlah kamu memperkosa mereka”.

Kaum Lut menentang dan mengancam Nabi Lut karena perkataannya itu dengan mengatakan: “Bukankah kami pernah melarangmu untuk melindungi tamu-tamu yang datang ke sini dari keinginan-keinginan perbuatan yang akan kami lakukan terhadap mereka”.

Perkataan kaum Lut ini memberikan isyarat bahwa kaum Lut itu selalu memaksa dan memperkosa tamu-tamu yang datang ketika itu agar melakukan perbuatan homosexual dengan mereka.
Setiap mereka akan melakukan perbuatan keji itu selalu dilarang dan diperingatkan oleh Lut.
Tetapi mereka tidak menghiraukan larangan itu, bahkan mereka mengancam Lut dengan suatu hukuman, seandainya Lut masih mencampuri urusan mereka itu.

Tetapi Lut masih memperingatkan mereka dan menawarkan kepada mereka putri-putrinya, agar mereka menikahinya, karena itulah yang sesuai dengan Sunatullah.
Beliau berkata: “Hai kaumku, nikahlah dengan putri-putriku, janganlah kamu melakukan perkawinan dengan orang yang sejenis denganmu.
karena kawin dengan orang yang sejenis itu diharamkan Allah, karena itu lakukanlah perbuatan yang halal dan sesuai dengan Sunatullah.
Allah sengaja menciptakan laki-laki dan perempuan agar mereka menikah dan berketurunan.
Jika kamu terus berbuat demikian, niscaya kamu tidak akan berketurunan dan punahlah jenis manusia dari muka bumi.

Dalam ayat ini Lut as menyebut “putri-putriku”,
maksudnya ialah “wanita-Wanita” karena seorang Nabi biasa menyebut kaumnya dengan anak-anaknya dan istri Nabi adalah ibu dan dari umatnya sebagaimana firman Allah:

“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri, dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka”.
(Q.S Al Ahzab: 6)

Jika disebut istri-istri Nabi adalah ibu orang-orang yang beriman, tentulah Nabi sendiri adalah bapak mereka dan seluruh umatnya adalah putra-putrinya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bertakwalah kalian kepada Allah.
Janganlah kalian lakukan kekejian itu, dan janganlah kalian mempermalukan aku di hadapan mereka.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(“Dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian membuat aku terhina.”) dengan niat kalian yang ingin melampiaskan nafsu homo kalian terhadap mereka itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

68-69.
Luth berkata kepada mereka :
Sesungguhnya mereka adalah tamuku, dan mereka dalam perlindunganku, maka janganlah kalian mencemarkan nama baikku.
Takutlah adzab Allah, dan jangan mengganggu mereka, lalu kalian menjatuhkanku dalam kehinaan dengan perbuatan kalian mengganggu tamu-tamuku.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menceritakan kedatangan kaum Lut kepada Nabinya ketika mereka mengetahui tamu-tamunya yang berwajah tampan, dan bahwa mereka datang kepada Lut dengan perasaan yang sangat gembira karena tamu-tamunya itu.

Lut berkata, “Sesungguhnya mereka adalah tamuku, maka janganlah kalian memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian membuat aku terhina.”

Hal ini dikatakan oleh Nabi Lut sebelum dia mengetahui bahwa tamu-tamunya itu adalah utusan Allah, seperti yang telah dijelaskan dalam surat Hud.

Adapun dalam surat ini penyebutan perihal mereka sebagai utusan-utusan Allah didahulukan, lalu di-ataf-kan dengan sebutan bahwa kaum Lut datang kepada Nabi Lut, disebutkan pula bantahan Lut ‘alaihis salam kepada kaumnya.
Akan tetapi, wawu (huruf ‘ataf) tidak menunjukkan pengertian tertib, terlebih lagi jika ada dalil yang menunjukkan kebalikannya.


Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta’ala, karena mendustakan Nabi Shaleh ‘alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth ‘alaihis salam dan kaum Syu ‘aib ‘alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur’an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da’wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu’aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hijr (15) ayat 69 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 69 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 69 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hijr - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 99 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 15:69
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hijr.

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah15
Nama SurahAl Hijr
Arabالحجر
ArtiGunung Al Hijr
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu54
JuzJuz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat99
Jumlah kata658
Jumlah huruf2881
Surah sebelumnyaSurah Ibrahim
Surah selanjutnyaSurah An-Nahl
4.8
Ratingmu: 4.8 (16 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta