QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 65 [QS. 15:65]

فَاَسۡرِ بِاَہۡلِکَ بِقِطۡعٍ مِّنَ الَّیۡلِ وَ اتَّبِعۡ اَدۡبَارَہُمۡ وَ لَا یَلۡتَفِتۡ مِنۡکُمۡ اَحَدٌ وَّ امۡضُوۡا حَیۡثُ تُؤۡمَرُوۡنَ
Fa-asri biahlika biqith’in minallaili waattabi’ adbaarahum walaa yaltafit minkum ahadun waamdhuu haitsu tu’maruun(a);

Maka pergilah kamu pada akhir malam beserta keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang.
Jangan ada di antara kamu yang menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu.”

―QS. 15:65
Topik ▪ Malaikat ▪ Tugas-tugas malaikat ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
15:65, 15 65, 15-65, Al Hijr 65, AlHijr 65, Al-Hijr 65
English Translation - Sahih International
So set out with your family during a portion of the night and follow behind them and let not anyone among you look back and continue on to where you are commanded.”
―QS. 15:65

 

Tafsir surah Al Hijr (15) ayat 65

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 65. Oleh Kementrian Agama RI

Para malaikat menerangkan maksud kedatangan mereka kepada Luth `alaihis salam Mereka datang untuk menyampaikan kabar buruk yaitu azab yang akan ditimpakan kepada kaumnya yang telah mengingkari dan men-dustakannya.

Dalam ayat ini disebutkan jawaban para malaikat,
“Sesungguhnya kami datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan.”
Bahkan dengan perkataan,
“Kami datang untuk mengazab mereka.”
Maksud jawaban para malaikat dengan perkataan yang demikian itu ialah untuk menyatakan kebenaran ancaman yang biasa disampaikan Luth kepada kaumnya selama ini.
Nabi Luth `alaihis salam selalu memperingatkan kaumnya agar mengikuti dan memeluk agama yang telah disampaikannya serta mengakui kerasulannya.
Jika mereka tetap ingkar, mereka akan ditimpa azab Allah.
Seruan dan pernyataan Luth ini mereka sambut dengan ejekan.
Mereka tidak mempercayai keesaan dan kekuasaan Allah yang dapat mengazab orang-orang yang ingkar.
Bahkan mereka menantang Luth agar segera menurunkan azab yang dijanjikan itu.

Kemudian para malaikat menegaskan kepada Luth bahwa maksud kedatangan mereka ialah untuk melaksanakan tugas yang telah dibebankan Allah ﷻ kepada mereka untuk menyampaikan azab kepada kaumnya.
Tugas ini pasti terlaksana dan segala yang mereka ucapkan itu adalah benar, karena mereka sendiri adalah para malaikat yang tidak pernah menyalahi perintah Allah.

Setelah itu, para malaikat memberikan perintah kepada Luth `alaihis salam tentang cara-cara yang harus dilaksanakannya beserta pengikut-pengikutnya untuk menghindarkan diri dari azab Allah yang akan datang.
Luth beserta keluarga dan kaumnya yang telah beriman diperintahkan untuk segera meninggalkan negeri itu pada akhir malam.
Luth `alaihis salam diminta berjalan di belakang pengikut-pengikutnya, agar dia dapat mengatur dan mempertahankan diri dari serangan kaumnya yang mengejar dari belakang.
Ini juga bertujuan agar Luth `alaihis salam dapat mendorong para pengikutnya berjalan secepatnya, karena azab yang akan ditimpakan hampir datang, dan ia dapat memperhatikan kaumnya yang tidak mau meneruskan perjalanan.
Selanjutnya para malaikat memerintahkan agar tidak seorang pun dari pengikut Luth yang menoleh ke belakang pada waktu mendengar halilintar yang menghancurkan.
Dengan demikian, mereka tidak dapat melihat peristiwa yang mengerikan yang dapat merusak dan menggoncangkan jiwa mereka, sehingga mereka selamat dan iman mereka bertambah kuat sampai ke tempat yang aman yang sedang dituju itu.

Pada ayat ini, disebutkan agar Luth berangkat beserta keluarga dan kaumnya yang setia.
Kemudian para malaikat menguatkan perintah dan larangannya dengan mengatakan,
“Teruskanlah perjalananmu ke tempat yang telah diperintahkan kepadamu.”
Menurut suatu riwayat yang dimaksud dengan tempat yang diperintahkan dalam ayat ini ialah negeri Syam (Syria).

Pada Surah Hud, kisah Lut dikisahkan menurut urutan peristiwa yang pernah terjadi, sedang pada surah ini dikisahkan secara melompat-lompat, tidak menurut urutan kejadian yang sebenarnya.
Perbedaan cara dalam mengutarakan kisah ini adalah karena tujuan Allah menyampaikan kisah ini pada kedua surah tersebut juga berbeda.
Jika dihubungkan dengan ayat-ayat sebelumnya, maka tujuan mengutarakan kisah Luth dalam Surah Hud ialah untuk menguatkan hati Nabi Muhammad ﷺ beserta sahabat-sahabatnya, dalam menyampaikan agama Allah dan menyatakan keesaan dan kekuasaan Allah ﷻ yang wajib disembah.
Rasul-rasul yang diutus Allah sejak dahulu selalu mendapat tantangan dan ancaman dari kaumnya, tetapi mereka tetap tabah dan sabar melaksanakan tugas yang dibebankan Allah kepada mereka.
Sedang tujuan kisah Luth dengan kaumnya pada Surah Al-Hijr ini adalah untuk menjelaskan kepada orang-orang yang beriman akan rahmat dan nikmat Allah yang telah mereka terima.
Juga nikmat yang telah diterima oleh orang-orang yang beriman dahulu kala kepada rasul-rasul yang diutus Allah kepada mereka.
Di antaranya adalah nikmat yang telah dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim `alaihis salam berupa putra-putra yang selalu diidam-idamkannya, dan nikmat yang telah dilimpahkan kepada Nabi Luth beserta pengikutnya.
Juga untuk menerangkan azab Allah yang telah ditimpakan kepada orang-orang kafir dan ingkar kepada dakwah rasul yang diutus kepada mereka.











15:65, 15 65, 15-65, Al Hijr 65, tafsir surat AlHijr 65, Al-Hijr 65



Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta