QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 56 [QS. 15:56]

قَالَ وَ مَنۡ یَّقۡنَطُ مِنۡ رَّحۡمَۃِ رَبِّہٖۤ اِلَّا الضَّآلُّوۡنَ
Qaala waman yaqnathu min rahmati rabbihi ilaadh-dhaalluun(a);

Ibrahim berkata:
“Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”.
―QS. 15:56
Topik ▪ Sikap manusia terhadap kitab samawi
15:56, 15 56, 15-56, Al Hijr 56, AlHijr 56, Al-Hijr 56

Tafsir surah Al Hijr (15) ayat 56

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 56. Oleh Kementrian Agama RI

Tafsir Ayat 53-56:
Melihat Ibrahim merasa takut, maka tamu itu mengatakan kepada Ibrahim, bahwa tidak usah takut kepada mereka karena maksud kedatangan mereka ialah untuk menyampaikan kabar gembira dari Tuhan, bahwa ia akan dianugerahi seorang anak laki-laki yang alim.
Dalam firman Allah yang lain disebutkan anak yang akan dianugerahkan itu disertai dengan kedudukannya di kemudian hari.
Allah berfirman:

Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak, seorang Nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
(Q.S As Saffat, 112)

Mendengar berita itu Ibrahim merasa tercengang atas berita gembira yang disampaikan para malaikat itu, hampir saja tidak mempercayainya, apalagi ia disampaikan oleh orang yang belum dikenalnya.
Waktu penyampaian berita itu Ibrahim telah tua bangka dan istrinya Sarah telah tua pula.
Menurut biasanya orang-orang yang seumur dengannya dan seumur dengan istrinya tidak mungkin lagi mempunyai anak.
Tetapi tiba-tiba datang tamu menyampaikan berita aneh itu.

Tamu Nabi Ibrahim itu menegaskan bahwa berita yang disampaikan mereka itu adalah berita yang benar, sebab kelahiran seorang putra yang diinginkan itu termasuk nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-hamba Nya.
Allah kuasa melimpahkan nikmat itu kepada siapa saja yang dikehendaki Nya.
Dia kuasa untuk mengadakan sesuatu yang menyimpang dari Sunah Nya sendiri.

Setelah mendengar keterangan malaikat itu, timbullah keyakinan pada diri Ibrahim, bahwa tamu yang aneh itu bukanlah sembarang tamu, tetapi adalah malaikat-malaikat Allah yang diutus kepadanya untuk menyampaikan berita gembira itu.
Karena keyakinannya itulah Ibrahim segera menjawab perkataan malaikat itu: Tidak ada orang-orang yang putus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang berputus asa.
Dalam hadis Nabi ﷺ diterangkan banyak dan luasnya nikmat Allah:

Bersabda Rasulullah ﷺ” “Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menciptakan rahmat, ketika itu Dia menciptakan seratus rahmat, maka ditahan Nya sembilan puluh sembilan rahmat dan mengaruniai satu rahmat kepada makhluk Nya seluruh Nya.
Kalau orang kafir mengetahui semua rahmat yang ada pada sisi Allah, niscaya mereka tidak putus asa dari rahmat itu, dan kalau orang mukmin mengetahui semua macam azab yang ada pada Allah subhanahu wa ta’ala, niscaya mereka tidak merasa aman dari api neraka.”
(H.R Bukhari dan Muslim)

Dalam hal ini Ibrahim as sebagai Nabi dan Rasul Allah, pasti mengetahui benar tentang banyaknya yang ada pada sisi Allah, karena itu beliau yakin akan kebenaran yang disampaikan malaikat itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ibrahim menjawab, ‘Aku tidak akan pernah putus asa dari kasih sayang Allah.
Sebab, hanya orang-orang sesat yang tidak mengerti keagungan kekuasaan-Nyalah yang berputus asa dari rahmat-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Ibrahim berkata, “Tiada) tidak ada (orang orang berputus asa) dapat dibaca yaqnithu dan yaqnathu (dari rahmat Rabbnya melainkan orang-orang yang sesat.”) yakni orang-orang kafir.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

56-57.
Ibrahim berkata :
Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya kecuali orang-orang yang berdosa lagi menyimpang dari jalan kebenaran.
Ibrahim bertanya :
Urusan penting apakah yang karenanya kalian datang, wahai orang-orang yang diutus dari sisi Allah??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta’ala, karena mendustakan Nabi Shaleh ‘alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth ‘alaihis salam dan kaum Syu ‘aib ‘alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur’an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da’wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu’aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hijr (15) ayat 56 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 56 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 56 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hijr - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 99 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 15:56
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hijr.

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah15
Nama SurahAl Hijr
Arabالحجر
ArtiGunung Al Hijr
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu54
JuzJuz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat99
Jumlah kata658
Jumlah huruf2881
Surah sebelumnyaSurah Ibrahim
Surah selanjutnyaSurah An-Nahl
4.7
Ratingmu: 4.3 (27 orang)
Sending







Pembahasan ▪ al hijr 56 ▪ kandungan surat al hijr ayat 56 ▪ QS Al hijr ayat 56 ▪ surah al hijr ayat 56 ▪ Tafsiran ayat alhijr ayat 56

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta