QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 54 [QS. 15:54]

قَالَ اَبَشَّرۡتُمُوۡنِیۡ عَلٰۤی اَنۡ مَّسَّنِیَ الۡکِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُوۡنَ
Qaala abasy-syartumuunii ‘ala an massaniyal kibaru fabima tubasy-syiruun(a);

Dia (Ibrahim) berkata,
“Benarkah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, lalu (dengan cara) bagaimana kamu memberi (kabar gembira) tersebut?”
―QS. 15:54
Topik ▪ Malaikat ▪ Tugas-tugas malaikat ▪ Allah memperkokoh orang mukmin
15:54, 15 54, 15-54, Al Hijr 54, AlHijr 54, Al-Hijr 54
English Translation - Sahih International
He said,
“Have you given me good tidings although old age has come upon me?
Then of what (wonder) do you inform?”
―QS. 15:54

 

Tafsir surah Al Hijr (15) ayat 54

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 54. Oleh Kementrian Agama RI

Melihat Ibrahim merasa takut, maka para tamu itu mengatakan kepadanya, agar tidak takut karena maksud kedatangan mereka ialah untuk menyampaikan kabar gembira dari Allah, bahwa ia akan dianugerahi seorang anak laki-laki yang saleh.
Dalam firman Allah yang lain disebutkan bahwa anak yang akan dianugerahkan itu akan mempunyai kedudukan yang penting di kemudian hari.
Allah ﷻ berfirman:

وَبَشَّرْنٰهُ بِاِسْحٰقَ نَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh. (ash-Shaffat [37]: 112)

Ibrahim merasa heran atas berita gembira yang disampaikan para malaikat itu.
Dia hampir saja tidak mempercayainya, apalagi berita itu disampaikan oleh orang yang belum dikenalnya dan ketika itu Ibrahim dan istrinya Sarah telah berusia lanjut.
Menurut kebiasaan, orang yang sudah berusia lanjut tidak mungkin lagi mempunyai anak.
Sudah tentu berita itu dianggapnya aneh, apalagi istrinya juga seorang yang mandul.

Tamu-tamu Ibrahim itu menegaskan bahwa berita yang disampaikan mereka itu adalah berita yang benar, sebab kelahiran seorang putra yang diinginkan itu termasuk nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya.
Allah kuasa melimpahkan nikmat itu kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.
Dia juga kuasa untuk mengadakan atau menciptakan sesuatu yang menyimpang dari sunnah-Nya sendiri.

Setelah mendengar keterangan para malaikat itu, timbullah keyakinan pada diri Ibrahim bahwa tamu yang aneh itu bukanlah sembarang tamu.
Mereka adalah malaikat-malaikat Allah yang diutus kepadanya untuk menyampaikan berita gembira.
Karena keyakinan itulah Ibrahim segera menjawab perkataan mereka bahwa tidak ada orang yang putus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat.
Dalam hadis Nabi ﷺ diterangkan betapa banyak dan luasnya nikmat Allah:

Rasulullah ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya Allah ﷻ telah menciptakan rahmat, ketika itu Dia menciptakan seratus rahmat, maka ditahan-Nya sembilan puluh sembilan rahmat, dan melepaskan satu rahmat kepada makhluk-Nya seluruh-Nya.
Kalau orang kafir mengetahui semua rahmat yang ada pada sisi Allah, niscaya mereka tidak putus asa dari rahmat itu, dan kalau orang mukmin mengetahui semua macam azab yang ada pada Allah ﷻ, niscaya mereka tidak merasa aman dari api neraka.”
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Dalam hal ini, Ibrahim `alaihis salam sebagai nabi dan rasul Allah pasti mengetahui betapa banyaknya rahmat yang ada pada sisi Allah.
Oleh karena itu, beliau yakin akan kebenaran yang disampaikan para malaikat itu.











15:54, 15 54, 15-54, Al Hijr 54, tafsir surat AlHijr 54, Al-Hijr 54



Iklan



Ikuti RisalahMuslim
               






Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta