QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 48 [QS. 15:48]

لَا یَمَسُّہُمۡ فِیۡہَا نَصَبٌ وَّ مَا ہُمۡ مِّنۡہَا بِمُخۡرَجِیۡنَ
Laa yamassuhum fiihaa nashabun wamaa hum minhaa bimukhrajiin(a);

Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya.
―QS. 15:48
Topik ▪ Surga ▪ Keabadian surga ▪ Balasan dan pahala dari Allah
15:48, 15 48, 15-48, Al Hijr 48, AlHijr 48, Al-Hijr 48

Tafsir surah Al Hijr (15) ayat 48

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 48. Oleh Kementrian Agama RI

Dan diterangkan pula bahwa penduduk surga itu tidak pernah merasa letih dan lelah, karena mereka tidak dibebani lagi oleh usaha-usaha untuk melengkapi keperluan pokok yang mereka perlukan, setiap sesuatu yang mereka inginkan telah tersedia dan tinggal memakai dan memanfaatkan saja.
Lagi pula mereka tidak pernah merasa khawatir akan dipindahkan ke tempat yang tidak mereka senangi, karena mereka kekal di dalam surga itu, mereka terus merasakan kenikmatan dan kesenangan.

Pada ayat yang lain Allah subhanahu wa ta’ala melukiskan keadaan di dalam surga itu:

Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dan karunia Nya.
di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu.

(Q.S Fatir: 35)

Dan diterangkan pula dalam hadis Nabi ﷺ:

Bersabda Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku memberi khabar gembira kepada Khadijah tentang rumah di surga yang terbuat dari bambu dan tidak ada hiruk-pikuk di dalamnya dan tidak ada kelelahan”.
(H.R Bukhari dan Muslim)

Dari keterangan di atas, maka keadaan orang-orang beriman dalam surga itu dapat disimpulkan:

1.
Orang-orang yang beriman berada dalam keadaan terhormat

2.
Bersih dari rasa dengki, rasa iri hati, marah, kecewa dan sebangsanya.

3.
Tidak pernah merasa payah, sakit, lapar.

4.
Selalu dalam keadaan senang dan gembira, berhubungan dan bersahabat dengan penduduk surga yang lain.

5.
Mereka tidak merasa khawatir akan dipindahkan ke tempat yang tidak disenangi.

Related Images:

We cannot display this gallery

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di sana mereka tidak merasa lelah.
Itu adalah kenikmatan abadi, dan mereka tidak akan keluar dari dalamnya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka tidak merasa lelah di dalamnya) tidak pernah merasa penat (dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya) untuk selama-lamanya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Di dalamnya mereka tidak kelelahan dan tidak kepenatan, serta mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Mereka tidak merasa lelah di dalamnya.

Artinya, tidak pernah merasa lelah dan tidak pernah sakit, seperti yang disebutkan di dalam sebuah hadis dalam kitab Sahihain:

Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadaku agar menyampaikan berita gembira kepada Khadijah dengan sebuah rumah di dalam surga terbuat dari bambu, tiada kegaduhan di dalamnya dan tidak pula kelelahan.

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan darinya.

Semakna dengan yang diterangkan di dalam sebuah hadis yang mengatakan:

Dikatakan kepada ahli surga, “Sesungguhnya kalian tetap sehat dan tidak akan sakit selama-lamanya.
Sesungguhnya kalian tetap hidup dan tidak akan mati selama-lamanya.
Sesungguhnya kalian tetap muda dan tidak akan tua selama-lamanya.
Dan sesungguhnya kalian tetap tinggal di dalam surga dan tidak akan pindah darinya selama-lamanya.”

mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah darinya.
(Al Kahfi:108)


Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta’ala, karena mendustakan Nabi Shaleh ‘alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth ‘alaihis salam dan kaum Syu ‘aib ‘alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur’an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da’wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu’aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hijr (15) ayat 48 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 48 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 48 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hijr - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 99 & Terjemahan


Gambar

We cannot display this gallery



Statistik Q.S. 15:48
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hijr.

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah15
Nama SurahAl Hijr
Arabالحجر
ArtiGunung Al Hijr
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu54
JuzJuz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat99
Jumlah kata658
Jumlah huruf2881
Surah sebelumnyaSurah Ibrahim
Surah selanjutnyaSurah An-Nahl
4.5
Ratingmu: 4.3 (9 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/15-48









Video

Panggil Video Lainnya

We cannot display this gallery
RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta