Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Hijr

Al Hijr (Gunung Al Hijr) surah 15 ayat 47


وَ نَزَعۡنَا مَا فِیۡ صُدُوۡرِہِمۡ مِّنۡ غِلٍّ اِخۡوَانًا عَلٰی سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِیۡنَ
Wanaza’naa maa fii shuduurihim min ghillin ikhwaanan ‘ala sururin mutaqaabiliin(a);

Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
―QS. 15:47
Topik ▪ Surga ▪ Sifat surga dan kenikmatannya ▪ Perintah melaksanakan sumpah
15:47, 15 47, 15-47, Al Hijr 47, AlHijr 47, Al-Hijr 47
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 47. Oleh Kementrian Agama RI

Allah mencabut dari hati penduduk surga segala macam dendam kesumat dan rasa dengki yang telah terpendam selama hidup di dunia, dan menjadikan mereka hidup bersaudara dan berkasih sayang.

Diriwayatkan oleh Al Qosim dari Abu Umamah, ia berkata: "Ahli surga masuk surga membawa apa yang telah tersimpan dalam hati mereka selama hidup di dunia, seperti rasa dengki dan dendam kesumat, hingga mereka duduk berhadapan dengan temannya di atas dipan dalam surga lalu Allah mencabut segala yang tersimpan di dalam hati mereka itu".
Kemudian Abi Umamah membaca ayat ini.
Menurut riwayat bahwa dipan-dipan tempat mereka duduk itu dapat berputar ke mana saja mereka menghadap, dalam keadaan bagaimanapun mereka selalu berhadap-hadapan, mereka tidak pernah menghadap ke punggung temannya.
Mereka selalu berkumpul, bercengkerama saling kunjung mengunjungi dan saling berhubungan.

Keadaan penghuni surga itu diterangkan pula dalam firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan, Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) yang berisi minuman yang di ambil dan air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dan apa yang mereka pilih, dan daging burung dan apa yang mereka inginkan.
Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik
.
(Q.S Al Waqi'ah: 15-23)

Al Hijr (15) ayat 47 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Hijr (15) ayat 47 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Hijr (15) ayat 47 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang yang beriman hidup di dalam kenikmatan itu dengan hati penuh gembira.
Sifat dengki telah Kami cabut dari hati mereka.
Mereka semua adalah bersaudara bagai satu keluarga yang saling berjumpa dengan wajah penuh ceria dan rasa cinta.
Mereka tidak saling membelakangi, sebaliknya, justru saling ingin berjumpa.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka) maksudnya semua perasaan dengki (sedangkan mereka merasa bersaudara) lafal ikhwaanan ini menjadi hal tentang keadaan mereka (duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan) kalimat ayat ini pun menggambarkan tentang keadaan mereka, artinya sebagian dari mereka tidak melihat kepada tengkuk sebagian yang lain karena tempat duduk mereka saling berhadap-hadapan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kami lenyapkan kedengkian dan permusuhan dalam hati mereka, mereka hidup di surga sebagai saudara yang saling mencintai.
Mereka duduk di atas dipan-dipan besar, berhadap-hadapan muka saling komunikasi dan saling mencintai.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedangkan mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.

Al-Qasim telah meriwayatkan dari Abu Umamah yang mengatakan bahwa ahli surga masuk ke dalam surga berikut dengan apa yang terpendam di dalam hati mereka ketika di dunia, yaitu rasa benci dan dendam.
Tetapi setelah mereka saling berhadapan dan bersua satu sama lainnya, maka Allah melenyapkan rasa dendam yang ada dalam hati mereka ketika di dunia.
Kemudian Abu Umamah membacakan firman-Nya:

Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka.

Demikianlah menurut riwayat ini, tetapi Al-Qasim ibnu Abdur Rahman dalam riwayatnya yang dari Abu Umamah berpredikat daif.

Sunaid di dalam kitab tafsirnya telah meriwayatkan telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudalah, dari Luqman, dari Abu Umamah yang mengatakan, "Tidaklah masuk surga seorang mukmin sebelum Allah melenyapkan rasa dendam yang ada dalam hatinya.
Allah mencabut rasa dendam darinya sebagaimana hewan pemangsa mencabut mangsanya."

Pendapat inilah yang sesuai dengan apa yang terdapat di dalam hadis sahih melalui riwayat Qatadah, telah menceritakan kepada kami Abul Mutawakkil An-Naji, Abu Sa'id Al-Khudri pernah menceritakan hadis kepada mereka, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Orang-orang mukmin diselamatkan dari neraka, lalu mereka ditahan di atas sebuah jembatan yang terletak di antara surga dan neraka.
Maka sebagian dari mereka meng-qisas sebagian yang lainnya menyangkut perkara penganiayaan yang pernah terjadi di antara mereka ketika di dunia.
Setelah mereka diber­sihkan dan disucikan (dari semua kesalahan), barulah mereka diizinkan untuk masuk surga.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Hisyam, dari Muhammad ibnu Sirin yang mengatakan bahwa Al-Asytar meminta izin masuk kepada Khalifah Ali r.a.
yang saat itu di hadapannya terdapat Ibnu Talhah.
Maka Ali menangguhkannya, kemudian memberinya izin untuk masuk.
Setelah Al-Asytar masuk, ia berkata, "Sesungguhnya aku berpendapat bahwa tidak sekali-kali engkau menahanku untuk masuk melainkan karena orang ini." Ali menjawab, "Benar." Al-Asytar berkata, "Sesungguhnya aku berpendapat bahwa seandainya di sisimu terdapat anak Usman, tentulah kamu menahanku untuk masuk." Ali menjawab, "Benar, sesungguhnya aku berharap semoga aku dan Usman termasuk orang-orang yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam firman-Nya:

'Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedangkan mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan'

Sufyan As-Sauri meriwayatkan dari Mansur, dari Ibrahim yang menceritakan bahwa Ibnu Jarmuz —pembunuh Az-Zubair— datang meminta izin masuk menemui Khalifah Ali r.a.
Namun Ali menahannya dalam waktu yang cukup lama, kemudian memberinya izin untuk masuk.
Ibnu Jarmuz berkata kepada Ali, "Mengapa kamu menjauhi orang-orang yang tertimpa musibah?"
Ali berkata, "Semoga mulutmu penuh dengan debu.
Sesungguhnya aku berharap semoga aku, Talhah, dan Az-Zubair termasuk orang-orang yang disebutkan Allah dalam firman-Nya:

'Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedangkan mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan'

Sufyan ibnu Uyaynah telah meriwayatkan dari Israil, dari Abu Musa yang telah mendengar Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa Ali pernah mengatakan, "Demi Allah, berkenaan dengan kita ahli Badar ayat ini diturunkan," yakni firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedangkan mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Hissan ibnu Hissan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Bisyr, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Mu'in, dari Ibrahim Al-Qaumasi, dari Sa'id ibnu Syurahbil, dari Zaid ibnu Abu Aufa yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ keluar menemui kami, lalu membaca firman-Nya:

...sedangkan mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
Yakni merasa bersaudara karena Allah, sebagian dari mereka memandang sebagian yang lain.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Hijr (15) Ayat 47

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Ali bin al-Husain, bahwa ayat ini (al-Hijr: 47) turun berkenaan dengan Abu Bakr dan ‘Umar (yang rasa dengkinya dicabut Allah subhanahu wa ta'ala).
Ada orang yang bertanya: “Kedengkian apa?” ‘Ali bin al-Husain menjawab:
“Kedengkian jahiliyyah, yaitu sikap permusuhan antara bani Tamim (Abu Bakr), bani ‘Adi (‘Umar), dan bani Hasyim (‘Ali).
Ketika Abu Bakr terserang sakit pinggang, ‘Ali memanaskan tangannya, dan dengan tangannya itu ia menghangatkan pinggang Abu Bakr.
Ayat ini (al-Hijr: 47) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta'ala, karena mendustakan Nabi Shaleh 'alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth 'alaihis salam dan kaum Syu 'aib 'alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur'an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da'wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu'aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.


Gambar Kutipan Surah Al Hijr Ayat 47 *beta

Surah Al Hijr Ayat 47



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Hijr

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah 15
Nama Surah Al Hijr
Arab الحجر
Arti Gunung Al Hijr
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 54
Juz Juz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 99
Jumlah kata 658
Jumlah huruf 2881
Surah sebelumnya Surah Ibrahim
Surah selanjutnya Surah An-Nahl
4.4
Rating Pembaca: 4.2 (8 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku