Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Hijr

Al Hijr (Gunung Al Hijr) surah 15 ayat 44


لَہَا سَبۡعَۃُ اَبۡوَابٍ ؕ لِکُلِّ بَابٍ مِّنۡہُمۡ جُزۡءٌ مَّقۡسُوۡمٌ
Lahaa sab’atu abwaabin likulli baabin minhum juzun maqsuumun;

Jahannam itu mempunyai tujuh pintu.
Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.
―QS. 15:44
Topik ▪ Neraka ▪ Sifat neraka ▪ Perumpamaan ingkar janji
15:44, 15 44, 15-44, Al Hijr 44, AlHijr 44, Al-Hijr 44
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 44. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta'ala mengancam Iblis dengan ayat ini bahwa apa yang dinyatakan Iblis itu, yaitu ia tidak dapat memperdayakan hamba-hamba Nya yang saleh.
Adalah suatu jalan yang lurus.
Dia memberi pahala semua amal baik seorang hamba dan membalas dengan siksa semua amal buruk seseorang.

Untuk menghilangkan keragu-raguan yang mungkin dipahami pada ayat-ayat yang lalu maka Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan dalam ayat ini, bahwa hamba-hamba Allah tidak seorangpun yang dapat dikuasai setan.
Semuanya telah diberi Taufik Allah untuk beriman, melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan semua larangan Nya.
Godaan apapun tidak akan mempengaruhi iman mereka.
Hal ini ditegaskan oleh Allah pada firman Nya yang lain:

Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar dan akupun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya.
Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku.
Oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri.
Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku.
Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu".
Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

(Q.S Ibrahim: 22)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya.
Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah
.
(Q.S An Nahl: 99-100)

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala mengancam setan dan pengikut-pengikutnya dengan neraka Jahanam sebagai pembalasan bagi segala macam kejahatan yang pernah mereka perbuat.

Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan keadaan neraka yang akan didiami oleh orang-orang yang sesat itu, yaitu terdiri atas tujuh tingkat.
Tiap-tiap tingkat didiami oleh orang-orang yang sesuai pula dengan tingkat kejahatan yang telah mereka perbuat.
Menurut Ibnu Juraij, neraka itu tujuh tingkat, tingkat pertama ialah Jahanam, kemudian Laza, kemudian Hutamah, kemudian Sa'ir, kemudian Saqar, kemudian Jahim dan kemudian Hawiyah, yang paling tinggi bagi orang mukmin yang durhaka, yang kedua bagi orang Yahudi, yang ketiga bagi orang Nasrani, yang keempat bagi penyembah patung, yang kelima bagi Majusi, yang keenam bagi orang musyrik yang ketujuh bagi orang munafik.

As Salabi meriwayatkan bahwa ketika Salman mendengarkan ayat ini, ia lari menjauhkan diri selama tiga hari dan sampai tidak sadarkan diri.
Kemudian dibawa kepada Nabi ﷺ, ketika Nabi ﷺ bertanya kepadanya ia menjawab: "Ya Rasulullah, dengan turunnya ayat itu, terasa putus jantungku.
Maka Allah menurunkan ayat berikutnya yang menerangkan bahwa bagi orang-orang yang bertakwa disediakan surga yang penuh kenikmatan.
Banyak hadis-hadis yang lain yang berhubungan dengan surga dan neraka ini tetapi tidak ada yang berasal dari Nabi, karena itu tidak dapat dijadikan dasar hujah.

Dari ayat-ayat ini dapat dipahami bahwa manusia mempunyai dua macam sifat yang pokok yaitu, yang pertama mempunyai sifat yang mengikuti hawa nafsu, terpengaruh oleh kehidupan dunia dengan segala mata benda kehidupan yang mempesona dirinya.
Mereka inilah orang-orang musyrik yang mudah dipengaruhi setan.
Yang kedua ialah manusia yang mempunyai sifat percaya kepada Allah dan Rasul, jiwanya bersih dan mulia, kuat hubungannya dengan Allah suka kepada kebaikan.
Golongan ini tidak dapat dipengaruhi oleh setan karena hati mereka telah cenderung kepada Allah subhanahu wa ta'ala

Al Hijr (15) ayat 44 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Hijr (15) ayat 44 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Hijr (15) ayat 44 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Neraka yang kejam itu tidak hanya mempunyai satu pintu, tetapi tujuh pintu, karena begitu banyaknya orang yang pantas masuk neraka.
Masing-masing pintu itu dikhususkan untuk golongan tertentu.
Dan masing-masing golongan mempunyai derajat sendiri-sendiri sesuai kejahatan yang dilakukan."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Jahanam itu mempunyai tujuh pintu) tujuh lapis (Tiap-tiap pintu) daripadanya (adalah untuk segolongan di antara mereka bagian) yakni jatah (yang tertentu).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ia memiliki tujuh pintu, setiap pintu lebih rendah daripada yang lainnya.
Tiap-tiap pintu diperuntukkan bagi golongan tertentu dari para pengikut Iblis sesuai kadar perbuatan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menceritakan bahwa neraka Jahanam itu mempunyai tujuh buah pintu:

Tiap-tiap pintu (telah d itetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.

Yakni telah ditetapkan bagi tiap-tiap pintu dari neraka Jahanam akan dimasuki oleh para pengikut iblis, mereka tidak dapat menyelamatkan diri darinya, semoga Allah melindungi kita dari neraka Jahanam.
Masing-masing pengikut iblis memasuki neraka Jahanam sesuai dengan amal perbuatannya, lalu ia tinggal di lapisan yang sesuai dengan amalnya pula.

Ismail ibnu Aliyyah dan Syu'bah telah meriwayatkan dari Abu Harun Al-Ganawi, dari Hattan ibnu Abdullah, ia pernah mengatakan bahwa ia telah mendengar Ali ibnu Abu Talib berkata dalam khotbahnya, "Sesungguhnya pintu-pintu Jahanam itu bertingkat-tingkat, sebagiannya berada di atas sebagian yang lain." Abu Harun mengatakan demikian seraya memperagakannya.

Israil telah meriwayatkan dari Abu Ishaq, dari Hubairah ibnu Abu Maryam, dari Ali r.a.
yang mengatakan bahwa pintu-pintu Jahanam itu ada tujuh buah, sebagiannya berada di atas sebagian yang lain.
Bila pintu yang pertama penuh, maka pintu yang kedua diisi, kemudian pintu yang ketiga, hingga semuanya penuh.

Ikrimah mengatakan, yang dimaksud dengan tujuh buah pintu ialah tujuh tingkatan.

Ibnu Juraij mengatakan bahwa tujuh buah pintu itu yang pertama dinamakan Jahanam, lalu Laza, lalu Hutamah, lalu Sa'ir, lalu Saqar, lalu Jahim, dan yang terakhir ialah Hawiyah.
Ad-Dahhak telah meriwayatkan hal yang semisal dari Ibnu Abbas.
Hal yang sama telah diriwayatkan dari Al-A'masy.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Jahanam itu mempunyai tujuh pintu.
Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.

Hal itu —demi Allah— merupakan tingkatan-tingkatan amal perbuatan mereka.
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir.

Juwaibir telah meriwayatkan dari Ad-Dahhak sehubungan dengan makna firman-Nya:

Jahanam itu mempunyai tujuh pintu.
Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.

Bahwa ada pintu untuk orang-orang Yahudi, pintu untuk orang-orang Nasrani, pintu untuk orang-orang Sabi-in, pintu untuk orang-orang Majusi, pintu untuk orang-orang musyrik (yaitu orang-orang kafir Arab), pintu untuk orang-orang munafik, dan pintu untuk ahli tauhid.
Tetapi ahli tauhid mempunyai harapan untuk dikeluarkan, sedangkan yang selain mereka tidak ada harapan sama sekali untuk selama-lamanya.

Imam Turmuzi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdu ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Umar, dari Malik ibnu Mugawwil, dari Humaid ibnu Umar, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Neraka Jahanam mempunyai tujuh buah pintu, sebuah pintu darinya buat orang yang menghunus senjatanya terhadap umatku —atau kepada umat Muhammad—.

Kemudian Imam Turmuzi mengatakan, "Kami tidak mengenal hadis ini selain melalui hadis Malik ibnu Mugawwil."

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abbas ibnul Walid Al-Khallal, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Basyir.
dari Qatadah.
dari AbuNadrah, dari Samu-rah ibnu Jundub, dari Nabi ﷺ sehubungan dengan makna firman-Nya:

Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.
Nabi ﷺ bersabda: Sesungguhnya di antara ahli neraka ada yang dimakan api neraka sampai batas kedua mata kakinya, dan sesungguhnya di antara mereka ada yang dimakan api neraka sampai batas pinggangnya, dan di antara mereka ada yang dimakan api neraka sampai batas tenggorokannya.
Tempat-tempat mereka sesuai dengan amal perbuatan mereka.
Yang demikian itu adalah firman Allah subhanahu wa ta'ala.
yang mengatakan,

"Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka "

Kata Pilihan Dalam Surah Al Hijr (15) Ayat 44

JUZ
جُزْء

Arti kata juz ialah bahagian dari sesuatu. Bentuk jamaknya adalah ajzaa' diulang tiga kali di dalam Al­ Quran yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 260;
-Al Hijr (15), ayat 44;
-Az Zukhruf (43), ayat 15.

Dalam surah Al Baqarah (2), ayat 260 menceritakan bagaimana Allah memberitahu cara menghidupkan kembali orang yang sudah mati kepada Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim disuruh mengambil empat ekor burung, kemudian diperintahkan menyembelihnya, mencabut bulunya, memotong- motong bahagiannya, menghancurkannya dan mencampurkan bahagian-bahagian yang terpotong itu menjadi satu, kemudian memisahkannya lagi menjadi beberapa bahagian. Ada yang mengatakan menjadi empat bahagian, ada yang mengatakan menjadi tujuh bahagian, kemudian meletakkan setiap bahagian itu (juz an) ke empat atau tujuh gunung yang berjauhan. Setelah itu Allah memerintahkan Nabi Ibrahim memanggil burung-burung yang sudah terpisah itu. Akhirnya burung­ burung itu datang dengan bentuk sempurna seperti semula.

Sedangkan surah Az Zukhruf (43), ayat 15 menceritakan salah satu keyakinan kaum musyrikin yang mengatakan sebahagian hamba-hamba Allah adalah bahagian (juz an) dari Allah. Maksudnya, orang musyrikin mengatakan malaikat itu adalah anak perempuan Allah sedangkan malaikat itu bagian dari makhluk ciptaanNya. Sehingga kata "juz an" diartikan dengan "al banaat" "anak pereppuan" Ini adalah pendapat Imam Az Zajjaj dan Al Mubarrad.

Sementara Imam Qatadah berpendapat makna juz an di sini ialah 'adla (pengganti), sehingga maksudnya ialah orang musyrik menjadikan makhluk­ makhluk Allah sebagai sembahan pengganti Allah.

Dalam surah Al Hijr (15), ayat 44 di­ sebutkan neraka Jahannam mempunyai tujuh pintu atau tujuh tingkatan, dan setiap tingkatan itu ditetapkan untuk golongan tertentu dari orang kafir.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:171-172

Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta'ala, karena mendustakan Nabi Shaleh 'alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth 'alaihis salam dan kaum Syu 'aib 'alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur'an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da'wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu'aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.


Gambar Kutipan Surah Al Hijr Ayat 44 *beta

Surah Al Hijr Ayat 44



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Hijr

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah 15
Nama Surah Al Hijr
Arab الحجر
Arti Gunung Al Hijr
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 54
Juz Juz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 99
Jumlah kata 658
Jumlah huruf 2881
Surah sebelumnya Surah Ibrahim
Surah selanjutnya Surah An-Nahl
4.7
Rating Pembaca: 4.7 (29 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku