Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Hijr

Al Hijr (Gunung Al Hijr) surah 15 ayat 42


اِنَّ عِبَادِیۡ لَیۡسَ لَکَ عَلَیۡہِمۡ سُلۡطٰنٌ اِلَّا مَنِ اتَّبَعَکَ مِنَ الۡغٰوِیۡنَ
Inna ‘ibaadii laisa laka ‘alaihim sulthaanun ilaa maniittaba’aka minal ghaawiin(a);

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.
―QS. 15:42
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
15:42, 15 42, 15-42, Al Hijr 42, AlHijr 42, Al-Hijr 42
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 42. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta'ala mengancam Iblis dengan ayat ini bahwa apa yang dinyatakan Iblis itu, yaitu ia tidak dapat memperdayakan hamba-hamba Nya yang saleh.
Adalah suatu jalan yang lurus.
Dia memberi pahala semua amal baik seorang hamba dan membalas dengan siksa semua amal buruk seseorang.

Untuk menghilangkan keragu-raguan yang mungkin dipahami pada ayat-ayat yang lalu maka Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan dalam ayat ini, bahwa hamba-hamba Allah tidak seorangpun yang dapat dikuasai setan.
Semuanya telah diberi Taufik Allah untuk beriman, melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan semua larangan Nya.
Godaan apapun tidak akan mempengaruhi iman mereka.
Hal ini ditegaskan oleh Allah pada firman Nya yang lain:

Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar dan akupun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya.
Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku.
Oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri.
Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku.
Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu".
Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

(Q.S Ibrahim: 22)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya.
Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah
.
(Q.S An Nahl: 99-100)

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala mengancam setan dan pengikut-pengikutnya dengan neraka Jahanam sebagai pembalasan bagi segala macam kejahatan yang pernah mereka perbuat.

Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan keadaan neraka yang akan didiami oleh orang-orang yang sesat itu, yaitu terdiri atas tujuh tingkat.
Tiap-tiap tingkat didiami oleh orang-orang yang sesuai pula dengan tingkat kejahatan yang telah mereka perbuat.
Menurut Ibnu Juraij, neraka itu tujuh tingkat, tingkat pertama ialah Jahanam, kemudian Laza, kemudian Hutamah, kemudian Sa'ir, kemudian Saqar, kemudian Jahim dan kemudian Hawiyah, yang paling tinggi bagi orang mukmin yang durhaka, yang kedua bagi orang Yahudi, yang ketiga bagi orang Nasrani, yang keempat bagi penyembah patung, yang kelima bagi Majusi, yang keenam bagi orang musyrik yang ketujuh bagi orang munafik.

As Salabi meriwayatkan bahwa ketika Salman mendengarkan ayat ini, ia lari menjauhkan diri selama tiga hari dan sampai tidak sadarkan diri.
Kemudian dibawa kepada Nabi ﷺ, ketika Nabi ﷺ bertanya kepadanya ia menjawab: "Ya Rasulullah, dengan turunnya ayat itu, terasa putus jantungku.
Maka Allah menurunkan ayat berikutnya yang menerangkan bahwa bagi orang-orang yang bertakwa disediakan surga yang penuh kenikmatan.
Banyak hadis-hadis yang lain yang berhubungan dengan surga dan neraka ini tetapi tidak ada yang berasal dari Nabi, karena itu tidak dapat dijadikan dasar hujah.

Dari ayat-ayat ini dapat dipahami bahwa manusia mempunyai dua macam sifat yang pokok yaitu, yang pertama mempunyai sifat yang mengikuti hawa nafsu, terpengaruh oleh kehidupan dunia dengan segala mata benda kehidupan yang mempesona dirinya.
Mereka inilah orang-orang musyrik yang mudah dipengaruhi setan.
Yang kedua ialah manusia yang mempunyai sifat percaya kepada Allah dan Rasul, jiwanya bersih dan mulia, kuat hubungannya dengan Allah suka kepada kebaikan.
Golongan ini tidak dapat dipengaruhi oleh setan karena hati mereka telah cenderung kepada Allah subhanahu wa ta'ala

Al Hijr (15) ayat 42 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Hijr (15) ayat 42 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Hijr (15) ayat 42 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah berfirman, "Sesungguhnya hamba-hamba-Ku yang tulus murni dan ikhlas dalam sikap beragama itu memang tidak dapat kau sesatkan.
Tetapi, orang-orang tersesat yang mengikutimu, jiwa mereka dapat kau kuasai dan kau sesatkan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya hamba-hamba-Ku) yang beriman (tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka) kamu tidak mempunyai kekuatan (kecuali) hanyalah (orang-orang yang mengikut kalian, yaitu orang-orang yang sesat) yakni orang-orang kafir.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku yang ikhlas kepada-Ku, Aku tidak memberikan kuasa bagimu terhadap hati mereka, yang dengan kuasa itu kamu akan menyesatkan mereka dari jalan yang lurus.
Tetapi kekuasaanmu hanya terhadap orang-orang yang mengikutimu saja, yaitu orang-orang yang sesat lagi musyrik yang rela memberikan kesetiaan dan ketaatan kepadamu daripada ketaatan kepada-Ku.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka.

Yaitu orang-orang yang telah Aku takdirkan mendapat hidayah, tiada jalan bagimu kepada mereka, tidak pula kalian dapat sampai kepada mereka.

...kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat.

Istisna dalam ayat ini bersifat munqati’ yakni hanya hamba-hamba Allah yang mengikuti iblis saja, yaitu mereka yang sesat.

Ibnu Jarir dalam bab ini mengetengahkan sebuah hadis melalui Abdullah ibnul Mubarak, dari Abdulah ibnu Mauhib, bahwa telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Qasit, bahwa di masa silam para nabi mempunyai masjid-masjid di luar kota mereka tinggal.
Apabila seorang nabi menghendaki munajat kepada Tuhannya untuk menanyakan sesuatu masalah, maka ia keluar menuju masjidnya, lalu melakukan salat seperti yang telah diwajibkan oleh Allah kepadanya, kemudian dia memohon kepada Allah apa yang diinginkannya.
Ketika seorang nabi sedang berada di masjidnya, tiba-tiba datanglah musuh Allah —yakni iblis—, lalu iblis duduk antara dia dan arah kiblat.
Nabi berkata, "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk." Maka ucapan-ta'awwuz-nya itu mengusir iblis sebanyak tiga kali.
Iblis berkata, "Dengan apakah kamu dapat selamat dariku?"
Nabi balik bertanya, "Tidak, tetapi ceritakanlah kepadaku, dengan apakah kamu mengalahkan Anak Adam?"
Pertanyaan ini diulanginya sebanyak dua kali, maka masing-masing pihak saling bersitegang.
Nabi itu mengatakan, "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk." Musuh Allah iblis berkata, "Tahukah kamu ta'awwuz yang baru kamu ucapkan?
Itulah dia yang menyelamatkanmu." Nabi berkata, "Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk." Maka bacaan itu mengusir iblis sebanyak tiga kali.
Musuh Allah —iblis— berkata, "Ceritakanlah kepadaku, karena apakah engkau dapat selamat dariku?"
Nabi menjawab, "Tidak, tetapi ceritakanlah kepadaku dengan apakah kamu dapat mengalahkan Ibnu Adam (manusia)?"
Sebanyak dua kali.
Maka masing-masing pihak saling bersitegang.
Akhirnya nabi itu mengatakan bahwa sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala.
telah berfirman:

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat.
Musuh Allah —iblis— berkata, "Demi Allah, saya telah mendengar firman ini sebelum kamu dilahirkan." Nabi itu mengatakan bahwa Allah telah berfirman pula: Dan jikar kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(Al-A'raf, 200) "Dan sesungguhnya aku, tidak sekali-kali —demi Allah— merasakan adanya godaanmu melainkan aku berlindung kepada Allah dari godaanmu." Iblis berkata, "Kamu benar, dengan itulah kamu selamat dari godaanku." Nabi bertanya, "Ceritakanlah kepadaku karena apakah kamu dapat mengalahkan manusia?"
Iblis menjawab, "Saya merasukinya di saat sedang marah dan melalui hawa nafsunya."

Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta'ala, karena mendustakan Nabi Shaleh 'alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth 'alaihis salam dan kaum Syu 'aib 'alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur'an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da'wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu'aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.


Gambar Kutipan Surah Al Hijr Ayat 42 *beta

Surah Al Hijr Ayat 42



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Hijr

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah 15
Nama Surah Al Hijr
Arab الحجر
Arti Gunung Al Hijr
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 54
Juz Juz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 99
Jumlah kata 658
Jumlah huruf 2881
Surah sebelumnya Surah Ibrahim
Surah selanjutnya Surah An-Nahl
4.5
Rating Pembaca: 4.5 (27 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku