QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 29 [QS. 15:29]

فَاِذَا سَوَّیۡتُہٗ وَ نَفَخۡتُ فِیۡہِ مِنۡ رُّوۡحِیۡ فَقَعُوۡا لَہٗ سٰجِدِیۡنَ
Fa-idzaa sau-waituhu wanafakhtu fiihi min ruuhii faqa’uu lahu saajidiin(a);

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.
―QS. 15:29
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan Adam as. dan keturunannya ▪ Allah memiliki kunci alam ghaib
15:29, 15 29, 15-29, Al Hijr 29, AlHijr 29, Al-Hijr 29

Tafsir surah Al Hijr (15) ayat 29

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 29. Oleh Kementrian Agama RI

Tafsir Ayat 28-33:
Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan agar Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan kepada umatnya, tatkala Allah mengatakan kepada malaikat-malaikat maksud-Nya untuk menciptakan Adam, bahwa Dia akan menciptakan manusia dari tanah kering yang berasal dari lumpur hitam, bahwa jika Dia telah menyempurnakan bentuknya dengan sebaik-baiknya, akan ditiupkan ke dalamnya roh ciptaan-Nya serta akan memerintahkan malaikat dan iblis sujud kepadanya sebagai penghormatan kepadanya.

Perintah Allah ini dilaksanakan oleh para malaikat dengan patuh dan khidmat, kecuali Iblis.
Ia enggan bersujud kepada Adam, karena ia merasa dirinya lebih tinggi derajatnya dari pada Adam, karena ia adalah makhluk rohani, sedang Adam adalah makhluk jasmani, ia diciptakan dari api, sedang Adam diciptakan dari tanah yang hina.

Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa peristiwa penciptaan Adam dan peristiwa pengingkaran Iblis terhadap perintah Allah serta ketaatan dan keikhlasan malaikat melaksanakan perintah itu menggambarkan watak dari ketiga macam makhluk Allah itu.
Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang selalu tunduk dan patuh kepada perintah Allah, tidak pernah mengingkari sedikitpun, karena itu malaikat dijadikan Allah sebagai pengawal dan pengatur bumi dengan izin-Nya, dan ia diperintah tunduk kepada Adam beserta keturunannya.
Sedang setan dijadikan sebagai makhluk yang suka membangkang, ingin mereka sendiri bahagia, sedang makhluk lain biarlah sengsara, mereka selalu menjadi musuh bagi manusia.

Adapun manusia adalah makhluk Allah yang terdiri dari dua unsur, yaitu unsur jasmani dan unsur rohani.
Penggabungan kedua macam unsur ini menyebabkan manusia mempunyai persiapan untuk mengambil manfaat dari bumi seluruhnya dengan pengetahuan yang dianugerahkan Allah kepadanya, terbukalah kemungkinan-kemungkinan yang banyak baginya untuk berbuat dan bekerja, memenuhi dan melengkapi keperluan yang diperlukannya, dengan menggali dan mengambilnya dari perbendaharaan Allah subhanahu wa ta’ala

Dengan persiapan dan ilmu pengetahuan ia dapat memanfaatkan air, udara, barang tambang, tumbuh-tumbuhan, binatang ternak, garis edar planet-planet, kekuatan listrik, kekuatan atom dan sebagainya.
Dengan demikian nampak kelebihan manusia dari malaikat dan setan sebagaimana yang terpaham dari jawaban Allah kepada para malaikat, waktu Adam as akan diciptakan Allah.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Ingatlah ketika Tuhanmu beriman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.
Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?”.
Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

(Q.S. Al-Baqarah [2]: 30).

Karena itu pulalah di antara manusia ada yang dijadikan Allah sebagai Nabi dan ada pula yang dijadikan Rasul.
Di atas telah diterangkan kemungkinan Iblis tidak mau mengikuti perintah Allah agar sujud kepada Adam.
Dan diterangkan pula alasan-alasan yang dikemukakan iblis sehubungan dengan pengingkarannya itu.
Sikap Iblis yang demikian itu menunjukkan kebodohan dan kefasikannya, karena:

1.
Ia menentang perintah Tuhannya, sebagaimana yang terpaham dari jawabannya itu.
2.
Ia mengemukakan alasan-alasan yang menyebabkan Ia menentang Tuhan itu, alasan-alasannya itu menunjukkan kebodohannya sendiri.
3.
Ia tidak mau mengikuti perintah Allah, karena ia mengatakan bahwa ia lebih baik dari Adam.
Tidak mau mengikuti perintah Allah, karena ia merasa lebih tinggi tingkatnya dari hamba Allah bahkan merasa seakan lebih tinggi dari Allah sendiri.
4.
Alasan yang dikemukakan bahwa ia lebih baik dari Adam adalah merupakan pendapatnya sendiri tanpa alasan yang dapat diterima oleh akal.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Setelah Aku sempurnakan penciptaannya, ketika Aku tiupkan roh yang merupakan milik-Ku, bersujudlah kalian kepadanya sebagai penghormatan.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya) telah merampungkan bentuknya (dan Aku telah meniupkan) maksudnya telah mengalirkan (ke dalam tubuhnya roh ciptaan-Ku) sehingga ia menjadi hidup, diidhafatkannya lafal ruuh kepada-Nya sebagai penghormatan kepada Adam (maka tunduklah kalian kepadanya dengan bersujud) yaitu sujud penghormatan dengan cara membungkuk.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ketika Aku telah menyempurnakan rupanya , dan meniupkan ruh di dalamnya, maka tunduklah kepadanya dengan bersujud, yaitu sujud penghormatan dan pemuliaan, bukan sujud ibadah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Lihat tafsir ayat 28


Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta’ala, karena mendustakan Nabi Shaleh ‘alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth ‘alaihis salam dan kaum Syu ‘aib ‘alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur’an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da’wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu’aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hijr (15) ayat 29 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 29 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 29 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hijr - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 99 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 15:29
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hijr.

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah15
Nama SurahAl Hijr
Arabالحجر
ArtiGunung Al Hijr
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu54
JuzJuz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat99
Jumlah kata658
Jumlah huruf2881
Surah sebelumnyaSurah Ibrahim
Surah selanjutnyaSurah An-Nahl
4.4
Ratingmu: 4.8 (28 orang)
Sending







Pembahasan ▪ al hijr 29 ▪ alhajir 29 ▪ qs alhijr 29 ▪ surah al hijr ayat 29 ▪ surat al hijr 28-29 artinya ▪ tafsir al hijr 29 ▪ tafsir al hijr 29 kementerian agama ri

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta