QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 28 [QS. 15:28]

وَ اِذۡ قَالَ رَبُّکَ لِلۡمَلٰٓئِکَۃِ اِنِّیۡ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنۡ صَلۡصَالٍ مِّنۡ حَمَاٍ مَّسۡنُوۡنٍ
Wa-idz qaala rabbuka lilmalaa-ikati innii khaaliqun basyaran min shalshaalin min hama-in masnuunin;

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:
“Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,
―QS. 15:28
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan Adam as. dan keturunannya ▪ Perumpamaan orang kafir dan mukmin
15:28, 15 28, 15-28, Al Hijr 28, AlHijr 28, Al-Hijr 28

Tafsir surah Al Hijr (15) ayat 28

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 28. Oleh Kementrian Agama RI

Tafsir Ayat 28-33:
Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan agar Nabi Muhammad ﷺ mengingatkan kepada umatnya, tatkala Allah mengatakan kepada malaikat-malaikat maksud-Nya untuk menciptakan Adam, bahwa Dia akan menciptakan manusia dari tanah kering yang berasal dari lumpur hitam, bahwa jika Dia telah menyempurnakan bentuknya dengan sebaik-baiknya, akan ditiupkan ke dalamnya roh ciptaan-Nya serta akan memerintahkan malaikat dan iblis sujud kepadanya sebagai penghormatan kepadanya.

Perintah Allah ini dilaksanakan oleh para malaikat dengan patuh dan khidmat, kecuali Iblis.
Ia enggan bersujud kepada Adam, karena ia merasa dirinya lebih tinggi derajatnya dari pada Adam, karena ia adalah makhluk rohani, sedang Adam adalah makhluk jasmani, ia diciptakan dari api, sedang Adam diciptakan dari tanah yang hina.

Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa peristiwa penciptaan Adam dan peristiwa pengingkaran Iblis terhadap perintah Allah serta ketaatan dan keikhlasan malaikat melaksanakan perintah itu menggambarkan watak dari ketiga macam makhluk Allah itu.
Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang selalu tunduk dan patuh kepada perintah Allah, tidak pernah mengingkari sedikitpun, karena itu malaikat dijadikan Allah sebagai pengawal dan pengatur bumi dengan izin-Nya, dan ia diperintah tunduk kepada Adam beserta keturunannya.
Sedang setan dijadikan sebagai makhluk yang suka membangkang, ingin mereka sendiri bahagia, sedang makhluk lain biarlah sengsara, mereka selalu menjadi musuh bagi manusia.

Adapun manusia adalah makhluk Allah yang terdiri dari dua unsur, yaitu unsur jasmani dan unsur rohani.
Penggabungan kedua macam unsur ini menyebabkan manusia mempunyai persiapan untuk mengambil manfaat dari bumi seluruhnya dengan pengetahuan yang dianugerahkan Allah kepadanya, terbukalah kemungkinan-kemungkinan yang banyak baginya untuk berbuat dan bekerja, memenuhi dan melengkapi keperluan yang diperlukannya, dengan menggali dan mengambilnya dari perbendaharaan Allah subhanahu wa ta’ala

Dengan persiapan dan ilmu pengetahuan ia dapat memanfaatkan air, udara, barang tambang, tumbuh-tumbuhan, binatang ternak, garis edar planet-planet, kekuatan listrik, kekuatan atom dan sebagainya.
Dengan demikian nampak kelebihan manusia dari malaikat dan setan sebagaimana yang terpaham dari jawaban Allah kepada para malaikat, waktu Adam as akan diciptakan Allah.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Ingatlah ketika Tuhanmu beriman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.
Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?”.
Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

(Q.S Al Baqarah: 30).

Karena itu pulalah di antara manusia ada yang dijadikan Allah sebagai Nabi dan ada pula yang dijadikan Rasul.
Di atas telah diterangkan kemungkinan Iblis tidak mau mengikuti perintah Allah agar sujud kepada Adam.
Dan diterangkan pula alasan-alasan yang dikemukakan iblis sehubungan dengan pengingkarannya itu.
Sikap Iblis yang demikian itu menunjukkan kebodohan dan kefasikannya, karena:

1.
Ia menentang perintah Tuhannya, sebagaimana yang terpaham dari jawabannya itu.
2.
Ia mengemukakan alasan-alasan yang menyebabkan Ia menentang Tuhan itu, alasan-alasannya itu menunjukkan kebodohannya sendiri.
3.
Ia tidak mau mengikuti perintah Allah, karena ia mengatakan bahwa ia lebih baik dari Adam.
Tidak mau mengikuti perintah Allah, karena ia merasa lebih tinggi tingkatnya dari hamba Allah bahkan merasa seakan lebih tinggi dari Allah sendiri.
4.
Alasan yang dikemukakan bahwa ia lebih baik dari Adam adalah merupakan pendapatnya sendiri tanpa alasan yang dapat diterima oleh akal.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Renungkanlah, wahai Muhammad, asal penciptaan itu ketika Sang Pencipta, Tuhan alam semesta, berkata kepada malaikat, “Aku akan menciptakan manusia dari tanah kering yang dapat mengeluarkan bunyi ketika diketuk.
Tanah itu dapat berubah-ubah warnanya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) ingatlah (ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering yang berasal dan lumpur hitam yang diberi bentuk).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ingatlah, wahai Rasul, ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat :
Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah liat kering, dan tanah liat kering ini berasal dari lumpur hitam yang berubah warnanya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menyebutkan perihal Adam di kalangan para malaikat-Nya sebelum Adam diciptakan dan dimuliakan-Nya dengan memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya.
Allah menyebutkan pula pembangkangan yang dilakukan oleh iblis yang tidak mau bersujud kepada Adam, pada saat itu iblis berada bersama golongan para malaikat.
Iblis tidak mau bersujud kepada Adam karena kafir, ingkar, sombong, dan membanggakan dirinya dengan kebatilan.
Iblis menjawab alasan penolakannya, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

“Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau lelah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (Al Hijr:33)

Dalam ayat lain disebutkan:

Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.
(Al A’raf: 12, Shad: 76)

Dalam ayat lainnya lagi disebutkan:

Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku?
(Al Israa’:62), hingga akhir ayat.

Dalam bab ini Ibnu Jarir telah meriwayatkan sebuah asar yang garib lagi aneh melalui hadis Syabib ibnu Bisyr, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ketika Allah telah menciptakan para malaikat, berfirmanlah Dia: Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Ku, maka hendaklah kalian bersungkur dengan bersujud kepadanya.
(Shaad:71-72) Mereka menjawab, “Kami tidak akan menurut.” Maka Allah mengirimkan api kepada mereka dan membakar habis mereka.
Kemudian Allah menciptakan malaikat lainnya, dan berfirman kepada mereka seperti firman-Nya yang pertama, tetapi mereka menjawab dengan jawaban yang sama seperti pendahulunya.
Maka Allah mengirimkan kepada mereka api yang membakar habis mereka semua.
Kemudian Allah menciptakan malaikat yang lain, setelah itu Dia berfirman, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.
Apabila Aku telah menciptakannya, maka bersujudlah kalian kepadanya!” Tetapi mereka membangkang.
Maka Allah mengirimkan api kepada mereka dan membakar habis mereka semuanya.
Kemudian Allah menciptakan malaikat lainnya, lalu berfirman kepada mereka, “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah, apabila Aku telah menciptakannya, maka bersujudlah kalian kepadanya!” Mereka menjawab, “Kami tunduk dan patuh kepada perintah­Mu,” kecuali iblis, dia termasuk kaum yang kafir seperti para pendahulunya.

Akan tetapi, kebenaran asar ini dari Ibnu Abbas masih terlalu jauh dari kebenaran.
Jelasnya asar ini berasal dari kisah israiliyat.


Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta’ala, karena mendustakan Nabi Shaleh ‘alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth ‘alaihis salam dan kaum Syu ‘aib ‘alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur’an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da’wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu’aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hijr (15) ayat 28 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 28 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 28 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hijr - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 99 & Terjemahan


Gambar

[ngg src=”tags” ids=”15-28″ display=”basic_thumbnail” images_per_page=”6″ number_of_columns=”2″ order_direction=”DESC”]



Statistik Q.S. 15:28
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hijr.

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah15
Nama SurahAl Hijr
Arabالحجر
ArtiGunung Al Hijr
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu54
JuzJuz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat99
Jumlah kata658
Jumlah huruf2881
Surah sebelumnyaSurah Ibrahim
Surah selanjutnyaSurah An-Nahl
4.9
Ratingmu: 4.7 (27 orang)
Sending







Pembahasan ▪ qs al hijr ayat 28-29 ▪ al hijr ayat 28 29 ▪ Qs 15 ayat 28 ▪ qs al hijr ayat 28

Video

Panggil Video Lainnya

[ngg src="galleries" ids="1,2,6" display="basic_thumbnail" override_thumbnail_settings="1" images_per_page="6" number_of_columns="3" ajax_pagination="0" order_by="rand()"]
RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta