Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 24 [QS. 15:24]

وَ لَقَدۡ عَلِمۡنَا الۡمُسۡتَقۡدِمِیۡنَ مِنۡکُمۡ وَ لَقَدۡ عَلِمۡنَا الۡمُسۡتَاۡخِرِیۡنَ
Walaqad ‘alimnaal mustaqdimiina minkum walaqad ‘alimnaal musta’khiriin(a);
Dan sungguh, Kami mengetahui orang yang terdahulu sebelum kamu dan Kami mengetahui pula orang yang terkemudian.
―QS. Al Hijr [15]: 24

And We have already known the preceding (generations) among you, and We have already known the later (ones to come).
― Chapter 15. Surah Al Hijr [verse 24]

وَلَقَدْ dan sesungguhnya

And verily
عَلِمْنَا Kami mengetahui

We know
ٱلْمُسْتَقْدِمِينَ orang-orang terdahulu

the preceding ones
مِنكُمْ diantara kamu

among you
وَلَقَدْ dan sesungguhnya

and verily,
عَلِمْنَا Kami mengetahui

We know
ٱلْمُسْتَـْٔخِرِينَ orang-orang kemudian

the later ones.

Tafsir

Alquran

Surah Al Hijr
15:24

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 24. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam suatu riwayat yang disampaikan oleh at-Tirmizi dan al-hakim dari Ibnu Abbas diterangkan bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan wanita cantik yang salat mengikuti Nabi ﷺ.
Oleh karena itu, sebagian sahabat yang ingin salat mengikuti Nabi ﷺ maju ke saf pertama agar tidak dapat melihat wanita itu.

Mereka khawatir dengan melihat muka wanita itu salat menjadi batal.
Sedang sebagian sahabat yang lain mundur ke bagian belakang dengan harapan dapat melihat muka wanita itu di waktu rukuk melalui ketiak mereka.

Maka turun ayat ini mencela perbuatan sahabat itu.
Allah ﷻ mengetahui maksud para sahabat yang maju ke saf pertama dan maksud para sahabat yang mundur ke saf belakang.


Hal ini menunjukkan bahwa para sahabat Nabi sebagai manusia ada yang sangat baik, sangat memelihara salat mereka supaya tidak melihat wanita cantik karena khawatir dapat membatalkan salat.
Akan tetapi, ada yang justru ingin melihat wanita cantik itu.

Hal ini adalah wajar dan bersifat manusiawi, serta belum sampai pada perbuatan dosa yang melanggar agama.


Sekalipun ayat ini diturunkan dengan peristiwa di atas, tetapi meliputi juga pengetahuan Allah ﷻ terhadap segala yang tersirat dan tergores di dalam hati seseorang.


Berdasarkan sabab nuzul ini, maka Ibnu ‘Abbas mengartikan al-mustaqdimin wal-musta’khirin sebagai keutamaan salat pada saf terdepan dibandingkan dengan salat pada saf paling belakang.
Sebagian ulama mengartikannya dengan pengetahuan terhadap manusia yang diciptakan lebih dulu, manusia sekarang, dan manusia yang diciptakan belakangan.



Arti lain dari al-mustaqdimin wal-musta’khirin adalah Allah mengetahui masa lampau dan masa mendatang manusia.
Ada pula ulama yang mengartikan al-mustaqdimin sebagai orang-orang yang bersegera melakukan kebaikan, dan al-musta’khirin dengan arti sebaliknya.


Pada ayat ini, Allah ﷻ menegaskan bahwa Dialah yang Mahakuasa mengetahui semua yang terdahulu beserta peristiwa yang telah terjadi dari yang paling besar sampai yang paling kecil.
Dia mengetahui apa yang ada sekarang ini, dan mengetahui apa yang terjadi pada masa yang akan datang, tidak satu pun kejadian yang tidak diketahui-Nya.


Tafsir QS. Al Hijr (15) : 24. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Masing-masing kalian mempunyai ajal yang telah ditentukan.
Hanya Kami yang mengetahui ajal itu.


Kami mengetahui siapa yang hidup dan mati lebih dahulu, dan siapa pula yang hidup dan mati kemudian.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya Kami telah mengetahui siapa yang telah binasa di antara kalian dari anak keturunan Adam, siapa yang masih hidup, dan siapa yang akan datang hingga hari Kiamat.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu daripada kalian) yaitu makhluk-makhluk yang terdahulu sejak Nabi Adam


(dan sesungguhnya Kami mengetahui pula orang-orang yang terkemudian) orang-orang yang akan datang kemudian hingga hari kiamat.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala, menyebutkan perihal ilmu-Nya Yang Mahasempurna tentang mereka, mulai dari yang pertama hingga yang paling akhir.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu daripada kalian.

Ibnu Abbas mengatakan, yang dimaksud dengan orang-orang yang terdahulu ialah semua orang yang telah mati sejak dari Nabi AdamIkrimah, Mujahid, Ad-Dahhak, Qatadah, Muhammad ibnu Ka’b, Asy-Sya’bi, dan lain-lainnya.
Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Mu’tamir ibnu Sulaiman, dari ayahnya, dari seorang lelaki, dari Marwan ibnul Hakam yang mengatakan bahwa ada sejumlah lelaki yang mengambil saf paling belakang demi seorang wanita, lalu Allah subhanahu wa ta’ala, menurunkan firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu daripada kalian, dan sesungguhnya Kami mengetahui pula orang-orang yang terkemudian (daripada kalian).

Abdur Razzaq telah meriwayatkannya dari Ja’far ibnu Sulaiman, dari Amr ibnu Malik (yakni An-Nakri), bahwa ia pernah mendengar Abul Jauza mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu daripada kalian.
Yakni dalam saf salat.

…dan orang-orang yang terkemudian (daripada kalian).

Menurut pengertian lahiriahnya, kata-kata ini berasal dari perkataan Abul Jauza, sedangkan nama Ibnu Abbas tidak disebut-sebut di dalamnya.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hal ini mirip dengan riwayat Nuh ibnu Qais.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari-Muhammad ibnu Abu Ma’syar, dari ayahnya, bahwa ia pernah mendengar Aun ibnu Abdullah menceritakan tentang pendapat Muhammad ibnu Ka’b sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu daripada kalian, dan sesungguhnya Kami mengetahui pula orang-orang yang terkemudian (daripada kalian).
Ketika disebutkan kepada Muhammad ibnu Ka’b bahwa makna ayat ini berkenaan dengan saf-saf dalam salat, maka Muhammad ibnu Ka’b menyanggahnya dan mengatakan bahwa maknanya tidaklah demikian.

Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui orang-orang yang terdahulu daripada kalian.
yang telah mati atau yang telah terbunuh.

…dan orang-orang yang terkemudian (daripada kalian).
Yaitu orang-orang yang akan diciptakan kemudian.
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang akan menghimpunkan mereka.
Sesungguhnya Dia adalah Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui.
(QS. Al-Hijr [15]: 25)
Maka Aun ibnu Abdullah mengatakan,
"Semoga Allah memberimu taufik dan memberi balasan kebaikan kepadamu."

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Hijr (15) Ayat 24

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, an-Nasa-i, dan al-Hakim, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ada seorang wanita yang sangat cantik shalat bermakmum kepada Nabi ﷺ, sehingga sebagian orang maju ke shaf pertama agar tidak melihat wanita itu.

Sementara sebagian lagi mundur ke shaf belakang, sehingga apabila rukuk dapat melihat wanita tersebut diantara ketiaknya.
Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Hijr: 24) yang menegaskan bahwa Allah Maha Mengetahui maksud orang-orang yang ada di shaf pertama dan di Shaf belakang.

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Dawud bin Shalih bahwa Dawud bin Shalih bertanya kepada Sahl bin Hunaif al-Anshari tentang ayat ini (al-Hijr: 24), apakah turun berkenaan dengan perang fisabilillah?
Sahl menjawab:
“Bukan, akan tetapi turun berkenaan shaf dalam shalat.”

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Hijr (الحجر)

Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta’ala, karena mendustakan Nabi ShalehLuthrasulrasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

▪ Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah.
▪ Allah menjamin kemurnian Alquran sepanjang masa.
▪ Syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya.
Alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan.
▪ Kadar rezeki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah.
▪ Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan.
▪ Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar.
▪ Manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

▪ Larangan melakukan homosexual.
▪ Kewajiban melakukan ibadah selama hidup.
▪ Larangan menginginkan harta orang kafir.
▪ Perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan dakwah agama secara terang-terangan.
▪ Larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

▪ Nabi Ibrahim `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Nabi Luth `alaihis salam dengan kaumnya
▪ Kaum Syu’aib dan kaum Shaleh `alaihis salam (Tsamud).

Lain-lain:

▪ Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah.
▪ Kejadian alam dan isinya mengandung hikmah.
▪ Angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan.
▪ Asal kejadian Adam`

Audio

QS. Al-Hijr (15) : 1-99 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 99 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Hijr (15) : 1-99 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 99

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hijr ayat 24 - Gambar 1 Surah Al Hijr ayat 24 - Gambar 2
Statistik QS. 15:24
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hijr.

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, “Al-Hijr”) adalah surah ke-15 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu’aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah15
Nama SurahAl Hijr
Arabالحجر
ArtiGunung Al Hijr
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu54
JuzJuz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat99
Jumlah kata658
Jumlah huruf2881
Surah sebelumnyaSurah Ibrahim
Surah selanjutnyaSurah An-Nahl
Sending
User Review
4.3 (13 votes)
Tags:

15:24, 15 24, 15-24, Surah Al Hijr 24, Tafsir surat AlHijr 24, Quran Al-Hijr 24, Surah Al Hijr ayat 24

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 101 [QS. 12:101]

Nabi Yusuf kemudian berdoa, “Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, dan Engkau juga telah mengajarkan kepadaku sebag … 12:101, 12 101, 12-101, Surah Yusuf 101, Tafsir surat Yusuf 101, Quran Yusuf 101, Surah Yusuf ayat 101

QS. Al An ‘aam (Hewan Ternak) – surah 6 ayat 110 [QS. 6:110]

Setelah pada ayat 108 dinyatakan bahwa Allah menjadikan setiap umat menganggap baik perbuatan mereka, maka pada ayat ini Allah menyatakan, “Dan begitu pula Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka … 6:110, 6 110, 6-110, Surah Al An ‘aam 110, Tafsir surat AlAnaam 110, Quran Al Anaam 110, Al Anam 110, AlAnam 110, Al An’am 110, Surah Al Anam ayat 110

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benar! Kurang tepat!

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

+

Array

Arti al-Kaafirun adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #11

Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Menyampaikan persamaan hak dan derajat Memperbaiki akhlak masyarakat

Kuis Agama Islam #31

Ilmu yang bermanfaat adalah … Ilmu yang bisa mendapatkan penghargaan dari orang lain. Ilmu yang disimpan sendiri. Ilmu yang menjadikan

Pendidikan Agama Islam #26

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … 155 150 154 114 100 Benar! Kurang tepat! Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut …

Instagram