Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Hijr

Al Hijr (Gunung Al Hijr) surah 15 ayat 22


وَ اَرۡسَلۡنَا الرِّیٰحَ لَوَاقِحَ فَاَنۡزَلۡنَا مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَسۡقَیۡنٰکُمُوۡہُ ۚ وَ مَاۤ اَنۡتُمۡ لَہٗ بِخٰزِنِیۡنَ
Wa-arsalnaarriyaaha lawaaqiha fa-anzalnaa minassamaa-i maa-an fa-asqainaakumuuhu wamaa antum lahu bikhaaziniin(a);

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.
―QS. 15:22
Topik ▪ Keluasan ilmu Allah
15:22, 15 22, 15-22, Al Hijr 22, AlHijr 22, Al-Hijr 22
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 22. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini menjelaskan sebagian nikmat yang ada di dalam perbendaharaan Nya, yaitu Dia telah menghembuskan angin untuk menyuburkan, mengembangkan dan mengawinkan tumbuh-tumbuhan.
Tumbuh, berkembang dan kawinnya tumbuh-tumbuhan dengan perantaraan angin itu, ialah:

1.
Allah subhanahu wa ta'ala menghembuskan angin yang membawa awan yang mengandung hujan.
Semakin lama angin yang dihembuskan itu, menjadi semakin berat dan semakin hitam, hingga berubah menjadi mendung hitam pekat.
Kemudian turunlah dari mendung itu hujan yang membasahi permukaan bumi, maka suburlah tanah yang semula kering, tumbuh dan berkembanglah tumbuh-tumbuhan dan tanam-tanaman, kemudian berbunga, berputik dan berbuah.
Sebagian buahnya hanya dapat dimanfaatkan dan manusia dan binatang, sedang sebagian yang lain tumbuh dan berkembang lagi untuk melanjutkan keturunan dan untuk mempertahankan jenisnya dari kepunahan.
Sebagian tumbuh-tumbuhan ada yang berkembang dengan menanam bagian batangnya.
Dengan siraman air hujan, maka batang yang ditanam ini akan tumbuh dan berkembang.
Proses angin menghembus awan, hingga menjadi hujan yang membasahi bumi, menghidupkan tanah yang mati, dijelaskan oleh firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan).
(Q.S Al Furqan: 48)

2.
Allah subhanahu wa ta'ala menghembuskan angin menerbangkan tepung sari bunga-bungaan.
Maka hinggaplah tepung sari jantan pada bunga bertepung sari betina, sehingga terjadilah perkawinan antara kedua jenis tepung sari itu.
Kemudian terjadilah, putik, buah dan buah-buahan menjadi matang yang dapat tumbuh dan berbuah pula.
3.
Hembusan angin dapat membersihkan kotoran debu yang hinggap pada batang dan daun tumbuh-tumbuhan, sehingga tumbuh-tumbuhan itu mudah bernafas dan menjadi besar, mudah menyerap sinar matahari yang menambah kekokohan dan kesuburannya.
Nikmat Allah subhanahu wa ta'ala yang lain yang berhubungan dengan air yang diturunkan Nya dari langit yang disebutkan dalam ayat ini ialah: Allah menurunkan hujan dart langit, kemudian air itu dijadikan manusia sebagai minuman yang dapat melepaskan dahaga, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.
Kamukah yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan?.
Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?.

(Q.S Al Waqi'ah: 68-70)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dan makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak.
(Q.S Al Furqan: 48-49)

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan bahwa air hujan yang telah diturunkan-Nya dari langit itu bukanlah manusia yang mengatur peredaran, pemakaian dan Penyimpanannya.
Jika Dia menghendaki, dianugerahkan-Nyalah air itu kepada manusia, sehingga air itu dapat mereka minum, mencuci bahan dan barang mereka, mengairi sawah dan ladang mereka, memberi minum binatang ternak mengairi sungai-sungai, danau-danau dan lautan yang dapat mereka layari dan menjadi salah satu sumber rezeki dan sumber kehidupan yang tidak habis-habisnya bagi manusia.
Dan jika Allah subhanahu wa ta'ala menghendaki, disimpan-Nyalah air itu di dalam ruang, ruangan di dalam tanah yang dapat digali dan dipompa oleh manusia yang memerlukannya, terutama pada musim kemarau.
Hal ini diterangkan Allah subhanahu wa ta'ala dalam firman-Nya yang lain:

Dan kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.
(Q.S Al Mu'minun: 18)

Dan firman Nya:

Apakah kamu tidak memperhatikan.
bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka di aturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian ditumbuhkan Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering, lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.

(Q.S Az Zumar: 21)

Al Hijr (15) ayat 22 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Hijr (15) ayat 22 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Hijr (15) ayat 22 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami meniupkan angin untuk membawa hujan dan bibit-bibit tanaman.
Dari air hujan itu Kami menyirami kalian.
Itu semua tunduk di bawah kehendak Kami.
Tak seorang pun dapat mengendalikannya hingga menjadi bagai khazanah miliknya[1].

[1] Ayat ini menunjukkan apa yang dibuktikan oleh perkembangan ilmu pengetahuan modern bahwa angin merupakan faktor penting dalam penyerbukan pada tumbuh-tumbuhan.
Selain itu, sebelum awal abad dua puluh belum pernah diketahui bahwa angin membuahi awan dengan sesuatu yang menghasilkan hujan.
Sebab, proton-proton yang terkonsentrasi di bawah molekul-molekul uap air untuk menjadi rintik-rintik hujan yang ada di dalam awan, merupakan komponen utama air hujan yang dibawa angin ke tempat berkumpulnya awan.
Proton-proton itu mengandung unsur garam laut, oksida dan unsur debu yang dibawa angin.
Itu semua merupakan zat penting yang menciptakan hujan.
Selain itu, ditemukan pula bahwa hujan terjadi dari siklus perputaran air.
Mulai dari penguapan air di permukaan bumi dan permukaan laut dan berakhir dengan turunnya kembali uap itu ke atas permukaan bumi dan laut dalam bentuk air hujan.
Air hujan yang turun itu menjadi bahan penyiram bagi semua makhluk hidup, termasuk bumi itu sendiri.
Air hujan yang turun itu tidak dapat dikendalikan atau ditahan, karena akan meresap ke dalam tubuh berbagai makhluk hidup dan ke dalam tanah untuk kemudian menguap lagi.
Dan begitu seterusnya.
Dari sini jelaslah makna bagian akhir ayat ini yang berbunyi wa ma antum bi khazinin yang berarti 'kalian tidak akan dapat mencegah turunnya atau terserapnya hujan dari dan di dalam langit, dalam bentuk uap'.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengumpulkan awan) menggiring mendung sehingga terkumpul lalu penuh dengan air (lalu Kami turunkan dari langit) dari mendung itu (air) air hujan (kemudian Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kalian yang menyimpannya) artinya, bukanlah kalian yang menyimpannya dengan upaya tangan kalian.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kami mengirimkan angin dan menundukkannya untuk memecah awan, lalu ia mengalirkan air dan hujan, dan mengawinkan tumbuh-tumbuhan lalu membuka daun dan mayangnya, serta membawa hujan, kebaikan dan kemanfaatan.
Kami turunkan dari awan hujan yang Kami siapkan untuk minuman, tanah dan ternak kalian.
Kalian tidak mampu menyimpannya, tetapi Kami menjaganya untuk kalian sebagai rahmat dan anugerah bagi kalian.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan).

Yakni membuahi awan, maka awan mengucurkan air (hujan)nya, dan mengawinkan tumbuh-tumbuhan, maka terbukalah daun-daunnya dan kuntum-kuntum bunganya.
Lafaz riyah disebutkan dalam bentuk jamak, dengan maksud angin yang bermanfaat.
Lain halnya dengan angin yang kering, maka ia diungkapkan dalam bentuk tunggal, yakni ar-rih, lalu disifati dengan kata al-'aqim yang artinya tidak menyuburkan atau angin kering.
Disebutkan pula dengan bentuk jamak karena mengandung pengertian adanya faktor interaksi di antara dua hal atau lebih.

Al-A'masy mengatakan dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Qais ibnus Sakan, dari Abdullah ibnu Mas'ud sehubungan dengan firman-Nya:

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan).
Angin dikirimkan, maka angin itu membawa air dari langit, kemudian berlalu seirama dengan bergeraknya awan hingga awan itu menjatuhkan hujan sebagaimana air susu keluar dari tetek sapi perahan.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ibrahim An-Nakha'i, dari Qatadah.

Qatadah mengatakan, Allah mengirimkan angin kepada awan, maka angin membuahinya sehingga awan penuh dengan air.
Ubaid ibnu Umair Al-Laisi mengatakan bahwa Allah mengirimkan angin yang membawa kesuburan pada suatu daerah, maka bumi daerah itu menjadi subur.
Lalu Allah mengirimkan angin yang mengarak awan, kemudian mengirimkan angin yang membawa air sehingga awan mengandung banyak air.
Setelah itu Allah mengirimkan angin yang mengawinkan tumbuh-tumbuhan, maka tumbuh-tumbuhan itu menjadi berbuah dengan suburnya.
Setelah itu Qatadah membaca firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan).

Imam Abu Bakar Abdullah ibnuz Zubair Al-Humaidi mengatakan di dalam kitab Musnad-nya, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Dinar, telah menceritakan kepadaku Ibnu Ja'diyyah Al-Laisi, ia mendengar Abdur Rahman ibnu Mikhraq menceritakan hadis berikut dari Abu Zar yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Sesungguhnya Allah telah menciptakan angin di dalam surga, yang jaraknya sama dengan perjalanan tujuh tahun, dan sesungguhnya sebelumnya terdapat sebuah pintu yang tertutup.
Sesungguhnya angin yang datang kepada kalian berasal dari pintu itu.
Seandainya pintu angin itu dibuka (semuanya), tentulah akan menerbangkan segala sesuatu yang ada di antara langit dan bumi.
Angin itu yang ada di sisi Allah dinamakan azib, sedangkan yang ada di antara kalian adalah angin selatan.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...lalu Kami beri minum kalian dengan air itu.

Artinya, Kami menurunkan hujan itu dalam keadaan tawar sehingga dapat kalian meminumnya.
Seandainya Dia menghendaki, tentulah Dia menjadikan air itu berasa asin, seperti yang diisyaratkan-Nya dalam ayat yang lain melalui firman-Nya dalam surat Al-Waqi'ah, yaitu:

Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kalian minum.
Kaliankah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?
Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan air itu asin, maka mengapakah kalian tidak bersyukur?
(Al Waaqi'ah:68­-70)

Demikian pula dalam firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kalian, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kalian menggembalakan ternak kalian.
(An Nahl:10)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...dan sekali-kali bukanlah kalian yang menyimpannya.

Menurut Sufyan As-Sauri, makna yang dimaksud ialah 'dan sekali-kali kalian tidak dapat mencegah (turun)nya'.

Tetapi dapat pula diartikan bahwa makna yang dimaksud ialah 'dan kalian bukanlah orang-orang yang memeliharanya, tetapi Kami-lah yang menurunkannya dan yang memeliharanya untuk kalian, lalu Kami menjadikannya mata air dan sumber-sumber air di bumi'.
Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia akan mengeringkan air itu dan melenyapkannya.
Tetapi karena rahmat-Nya, hujan diturunkan dan dijadikan berasa tawar, lalu disimpan di dalam mata air-mata air, sumur-sumur, dan sungai-sungai serta tempat-tempat penyimpanan air lainnya, agar mencukupi mereka selama satu tahun, untuk minum mereka dan hewan ternak mereka, serta untuk pengairan lahan pertanian mereka.

Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta'ala, karena mendustakan Nabi Shaleh 'alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth 'alaihis salam dan kaum Syu 'aib 'alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur'an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da'wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu'aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.


Gambar Kutipan Surah Al Hijr Ayat 22 *beta

Surah Al Hijr Ayat 22



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Hijr

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah 15
Nama Surah Al Hijr
Arab الحجر
Arti Gunung Al Hijr
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 54
Juz Juz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 99
Jumlah kata 658
Jumlah huruf 2881
Surah sebelumnya Surah Ibrahim
Surah selanjutnya Surah An-Nahl
4.9
Rating Pembaca: 4.9 (11 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku