QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 21 [QS. 15:21]

وَ اِنۡ مِّنۡ شَیۡءٍ اِلَّا عِنۡدَنَا خَزَآئِنُہٗ ۫ وَ مَا نُنَزِّلُہٗۤ اِلَّا بِقَدَرٍ مَّعۡلُوۡمٍ
Wa-in min syai-in ilaa ‘indanaa khazaa-inuhu wamaa nunazziluhu ilaa biqadarin ma’luumin;

Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya, dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.
―QS. 15:21
Topik ▪ Takdir ▪ Usia dan rezeki sesuai dengan takdir ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
15:21, 15 21, 15-21, Al Hijr 21, AlHijr 21, Al-Hijr 21

Tafsir surah Al Hijr (15) ayat 21

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 21. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa sumber segala sesuatu yang bermanfaat bagi manusia, semuanya ada dalam khazanahnya.
Hanya saja untuk menggali dan mencari segala sesuatu yang diperlukan itu hendaklah disertai dengan kerja dan usaha yang keras, mustahillah seseorang akan memperolehnya tanpa ada usaha mencarinya.
Hal ini adalah sesuai dengan Sunnatullah.
Menurut Sunnatullah bahwa orang yang akan diberi rezeki ialah orang-arang yang berusaha dan bekerja.
Sesuai dengan Sunnatullah, maka agama Islam menganjurkan agar kaum Muslimin berusaha dengan sekuat tenaga mencari segala sesuatu yang diperlukan di dalam perbendaharaan Allah itu.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya, dan makanlah sebagian dari rezeki Nya.
Dan hanya kepada Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

(Q.S. Al-Mulk [67]: 15)

Usaha yang baik yang dianjurkan Rasulullah ialah usaha yang dilakukan oleh diri sendiri, sebagaimana tersebut di dalam hadis:

Dari Rifa`ah bin Rafi’ bahwa Nabi ﷺ ditanya orang: “Usaha manakah yang paling baik?”.
Berkata Rasulullah: “Usaha laki-laki yang dikerjakan dengan tangannya dan semua jual beli yang mabrur (jual beli yang bersih tidak ada di dalamnya unsur-unsur tipuan, sumpah palsu dan sebagainya)”.
(H.R. Al Bazar dan dinyatakan Sahih oleh Hakim)

Dengan usaha-usaha itu hendaklah merupakan usaha untuk mencari yang halal dan diridai Allah subhanahu wa ta’ala
Dalam memberikan rezeki kepada hamba-hamba Nya, Allah subhanahu wa ta’ala memberikannya dengan adil, maksudnya memberikannya dengan ukuran yang tertentu, sesuai dengan keperluan, keadaan, kemampuan, dan usaha orang tertentu yang akan menerimanya, sehingga dalam pemberian karunia itu tergambar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang.
(Q.S. Al-An’am [6]: 12)

Penganugerahan karunia dan nikmat Tuhan kepada hamba-hamba-Nya itu disebutkan di dalam Alquran dengan perkataan “anzala” (menurunkan), sebagaimana tersebut dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala yang lain:

dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 6)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia.
(Q.S. Al-Hadid [57]: 25)

Sesuatu dikatakan turun apabila ia berpindah dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, baik dalam arti yang sebenarnya maupun dalam arti kiasan.
Karena itu dari ayat ini dipahamkan bahwa nikmat dan karunia itu berasal dari Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Kaya, dianugerahkan Nya kepada makhuk Nya yang lebih rendah daripada Nya.
Semua makhluk tergantung seluruh hidup dan kehidupannya serta kelanjutan adanya, kepada nikmat dan karunia Tuhan itu.
Karena itu adalah merupakan suatu kewajiban bagi setiap makhluk mensyukuri nikmat dan karunia itu dengan menghambakan diri kepada Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Segala kebaikan yang ada pada Kami bagaikan khazanah yang penuh, dari segi penyiapan dan pemberian pada waktunya.
Tidak ada musibah yang menimpa manusia kecuali sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, sejalan dengan hikmah dan kebijaksanaan Kami di alam raya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan tiada) tidak ada (sesuatu pun melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya) huruf min adalah zaidah, yang dimaksud adalah kunci-kunci perbendaharaan segala sesuatu itu (dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran-ukuran yang tertentu) sesuai dengan kepentingan-kepentingannya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Tidak ada sedikit pun dari kemanfaatan manusia melainkan perbendaharaannya dari semua jenisnya ada pada sisi Kami.
Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu sebagaimana yang Kami kehendaki dan Kami inginkan.
Perbendaharaannya ada di tangan Allah, Dia memberi siapa yang dikehendaki-Nya dan menghalangi siapa yang dikehendaki-Nya, sesuai rahmat-Nya yang luas dan kebijaksanaan-Nya yang mendalam.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menyebutkan bahwa Dialah yang memiliki segala sesuatu, dan bahwa segala sesuatu mudah bagi-Nya serta tiada harganya bagi­Nya.
Di sisi-Nya Dia memiliki perbendaharaan segala sesuatu yang terdiri atas berbagai macam jenis dan ragamnya.

…dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu.

Yakni menurut apa yang dikehendaki dan yang disukai-Nya, dan karena adanya hikmah yang sangat besar serta rahmat bagi hamba-hamba-Nya dalam hal tersebut, bukanlah sebagai suatu keharusan, bahkan Dia menetapkan atas diri-Nya kasih sayang (rahmat).

Yazid ibnu Abu Ziyad telah meriwayatkan dari Abu Juhaifah, dari Abdullah, bahwa tiada suatu daerah pun yang diberi hujan selama setahun penuh, tetapi Allah membagi-bagikannya sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.
Maka Dia memberikan hujan secara terbagi-bagi, terkadang di sana dan terkadang di sini.
Kemudian Abdullah ibnu Mas’ud membacakan firman-Nya:

Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kamilah khazanah (perbendaharaannya., hingga akhir ayat.

Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir.

Ibnu Jarir mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Salim, dari Al-Hakam ibnu Uyaynah sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.
Bahwa tiada suatu tahun pun yang lebih banyak hujannya daripada tahun yang lain, tidak pula kurang, tetapi suatu kaum diberi hujan, sedangkan kaum yang lain tidak diberi berikut semua hewan yang ada di laut.

Ibnu Jarir mengatakan, ‘Telah sampai suatu berita kepada kami bahwa seiring dengan turunnya hujan, turun pula para malaikat yang bilangannya jauh lebih banyak daripada bilangan anak-anak iblis dan anak-anak Adam.
Bilangan mereka sama dengan setiap tetes dari air hujan, turun di tempat mana pun tetes air hujan jatuh dan di daerah mana pun yang menumbuhkan tetumbuhan.”

Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Daud Ibnu Bukair, telah menceritakan kepada kami Hayyan ibnu Aglab ibnu Tamim, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Hisyam, dari Muhammad ibnu Sirin, dari Abu Hurairah r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Perbendaharaan Allah ialah Kalam-(Nya), apabila Dia hendak menciptakan sesuatu.
Dia hanya berfirman kepadanya, “Jadilah kamu!” Maka jadilah ia.

Kemudian Al-Bazzar mengatakan bahwa hadis ini tiada yang meriwayatkannya selain Aglab, sedangkan dia orangnya tidak kuat.
Sejumlah ulama terdahulu ada yang membicarakannya, dan ternyata tiada yang meriwayatkan darinya kecuali hanya anaknya.


Informasi Surah Al Hijr (الحجر)
Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syiria).

Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta’ala, karena mendustakan Nabi Shaleh ‘alaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth ‘alaihis salam dan kaum Syu ‘aib ‘alaihis salam Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah
Allah menjamin kemurnian Al Qur’an sepanjang masa
syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya
alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan
kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah
Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan
Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar
manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

Larangan melakukan homosexual
kewajiban melakukan ibadah selama hidup
larangan menginginkan harta orang kafir
perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan da’wah agama secara terang-terangan
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya
Nabi Luth a.s, dengan kaumnya
kaum Syu’aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud).

Lain-lain:

Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah
kejadian alam dan isinya mengandung hikmah
angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan
asal kejadian Adam a.s.

Ayat-ayat dalam Surah Al Hijr (99 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Hijr (15) ayat 21 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 21 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Hijr (15) ayat 21 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Hijr - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 99 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 15:21
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hijr.

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, "Al-Hijr") adalah surah ke-15 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu'aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah 15
Nama Surah Al Hijr
Arab الحجر
Arti Gunung Al Hijr
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 54
Juz Juz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 99
Jumlah kata 658
Jumlah huruf 2881
Surah sebelumnya Surah Ibrahim
Surah selanjutnya Surah An-Nahl
4.8
Ratingmu: 4.8 (10 orang)
Sending







Pembahasan ▪ surat al-hijr 15;21 ▪ tafsir al hijr 21

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim