Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 2 [QS. 15:2]

رُبَمَا یَوَدُّ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا لَوۡ کَانُوۡا مُسۡلِمِیۡنَ
Rubamaa yawaddul-ladziina kafaruu lau kaanuu muslimiin(a);
Orang kafir itu kadang-kadang (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang Muslim.
―QS. Al Hijr [15]: 2

Daftar isi

Perhaps those who disbelieve will wish that they had been Muslims.
― Chapter 15. Surah Al Hijr [verse 2]

رُّبَمَا kadang-kadang

Perhaps
يَوَدُّ menginginkan

will wish
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
كَفَرُوا۟ kafir/ingkar

disbelieved,
لَوْ seandainya

if
كَانُوا۟ adalah mereka

they had been
مُسْلِمِينَ orang-orang muslim

Muslims.

Tafsir

Alquran

Surah Al Hijr
15:2

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 2. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini merupakan peringatan Allah ﷻ kepada orang-orang kafir dengan menerangkan kepada mereka bahwa di akhirat nanti di saat mereka merasakan beratnya siksa neraka, mereka menyesal atas perbuatan dan tindakan mengingkari Tuhan yang Mahakuasa selama hidup di dunia.
Seandainya mereka mengikuti seruan rasul, melaksanakan perintah-perintah Allah, meninggalkan larangan-larangan-Nya, dan beribadah dengan tunduk dan patuh kepada-Nya, tentulah mereka tidak akan diazab seperti yang mereka alami pada hari itu.

Seandainya mereka berbuat sebaliknya, tentulah mereka akan dimasukkan Allah ke dalam surga yang penuh kenikmatan seperti yang dialami oleh orang-orang muslim pada saat itu.
Akan tetapi pada waktu itu, semua penyesalan mereka tidak ada lagi gunanya.

Allah ﷻ telah menetapkan keputusan-Nya yang tidak dapat diubah lagi, kecuali jika kekuasaan-Nya menghendaki yang lain.


Dalam suatu hadis diterangkan saat-saat penyesalan mereka itu:


Dari Abu Musa semoga Allah meridainya, ia berkata,
"Rasulullah ﷺ bersabda,
"Apabila telah berkumpul penghuni neraka dan beserta mereka ada orang yang dikehendaki Allah dari ahli kiblat (orang yang mukmin), orang kafir berkata kepada orang-orang Islam,
"Bukankah kamu sekalian dahulu orang-orang Islam.
"
Orang Islam berkata,
"Benar."
Mereka berkata,
"Tidaklah berfaedah bagimu agama Islam yang kamu anut dahulu, sehingga kamu dikumpulkan bersama kami di neraka ini?"
Orang-orang Islam berkata,
"Kami telah mengerjakan perbuatan dosa, maka kami diazab karenanya.
"
Maka Allah ﷻ mendengar pembicaraan mereka, lalu memerintahkan orang-orang Islam yang berada di dalam neraka itu untuk dikeluarkan.
Tatkala orang-orang kafir yang tinggal melihat yang demikian, mereka berkata,
"Wahai seandainya kami dahulu orang muslim, tentu kami akan dikeluarkan pula dari neraka, sebagaimana mereka dikeluarkan.
"
Abu Musa Berkata,
"Kemudian Rasulullah ﷺ mengucap-kan,
"Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."
Dan selanjutnya beliau membaca ayat ini.
"
(Riwayat ath-Thabrani)


Firman Allah ﷻ yang senada dengan ayat ini ialah:

وَلَوْ تَرٰٓى اِذْ وُقِفُوْا عَلَى النَّارِ فَقَالُوْا يٰلَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِاٰيٰتِ رَبِّنَا وَنَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata,
"Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman."
(al-An’am [6]: 27)


Sebagaimana disebut dalam al-Maragi, Az-Zajjaj mengatakan,
"Sesungguhnya orang kafir, tatkala melihat keadaan azab neraka dan melihat keadaan orang Islam di surga, mereka berangan-angan, seandainya dahulu waktu di dunia mereka adalah orang-orang muslim."


Demikianlah Allah melukiskan watak manusia yang ingkar kepada Allah.
Mereka hanya ingat kepada Allah sewaktu bahaya dan azab menimpa mereka, tetapi bila bahaya dan azab itu telah tiada, mereka kembali ingkar kepada Allah penolong dan pencipta mereka.
Hal yang seperti itu terjadi pula pada orang-orang kafir yang berangan-angan kembali hidup di dunia untuk beribadah dan mereka berjanji seandainya angan-angan mereka itu dikabulkan, mereka akan beriman dengan sungguh-sungguh tidak akan ingkar lagi seperti dahulu.
Seandainya manusia itu benar-benar mau beriman, telah cukup petunjuk-petunjuk Allah ﷻ yang disampaikan oleh para nabi dan rasul-Nya, tetapi kebanyakan manusia terpengaruh oleh kesenangan hidup duniawi yang sifatnya sementara.
Mereka lebih meng-hambakan diri kepada setan yang terkutuk daripada menghambakan diri kepada Allah, Tuhan penciptanya.
Telah cukup banyak kesempatan untuk bertobat yang diberikan Allah sewaktu di dunia kepada mereka, tetapi mereka mengabaikan kesempatan itu.
Setelah mereka di akhirat, kesempatan itu tidak akan diberikan lagi.
Bagi mereka telah berlaku ketentuan Allah yang akan mengazab setiap orang yang ingkar kepada-Nya.


Ayat ini merupakan peringatan keras bagi orang-orang musyrik Arab khususnya, dan orang-orang kafir pada umumnya, terutama mereka yang menghalangi tersiarnya agama Allah di muka bumi.
Bagi Nabi ﷺ dan para sahabat, ayat ini merupakan kabar gembira.
Pada saat turunnya ayat ini, orang kafir menghalangi dengan keras terlaksananya dakwah Islam yang sedang dilakukan Nabi ﷺ dan para sahabat, bahkan kaum musyrik Mekah telah sampai pada tingkat melakukan tindakan penganiayaan disertai dengan ancaman yang keras kepada pengikut Nabi Muhammad, sehingga Nabi dan para sahabat hampir putus asa dan khawatir, seandainya tugas yang dipikulkan Allah tidak dapat terlaksana dengan baik.
Turunnya ayat ini menimbulkan rasa optimis.
Ketabahan, dan kesabaran mereka bertambah dalam menyiarkan agama Allah karena mereka betul-betul percaya agama Islam pasti berkembang dan kemenangan paling hakiki ialah kemenangan yang akan diperoleh di akhirat nanti.


Dari ayat ini dan hadis di atas dapat dipahami bahwa pahala atau siksa yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman dan orang-orang yang kafir adalah setimpal dan sesuai dengan perbuatan yang pernah mereka lakukan sewaktu di dunia.

Tafsir QS. Al Hijr (15) : 2. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, saat melihat siksaan di hari kiamat, banyak berangan- angan:
alangkah senangnya bila dulu, di dunia, mereka memeluk Islam dan ikhlas beragama kepada Allah.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang kafir itu berharap ketika mereka melihat orang-orang beriman yang maksiat keluar dari neraka, sekiranya mereka pernah mengesakan Allah supaya mereka bisa keluar sebagaimana orang-orang beriman yang maksiat itu keluar.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sering kali) dapat dibaca rubbamaa dan rubamaa


(berkeinginan) mengharapkan


(orang-orang yang kafir itu) kelak di hari kiamat, yaitu sewaktu diperlihatkan kepada mereka keadaan diri mereka dan keadaan kaum Muslimin


(seandainya mereka menjadi orang-orang muslim) lafal rubba menunjukkan makna littaktsir/sering, karena sesungguhnya mereka sering kali mengharapkan hal tersebut.
Akan tetapi menurut pendapat lain menunjukkan makna littaqlil, artinya sedikit, karena sesungguhnya kengerian-kengerian pemandangan di hari kiamat membuat mereka terkejut dengan sangat, sehingga mereka tidak sadar untuk berharap seperti itu melainkan hanya dalam masa yang sedikit.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) meng­inginkan., hingga akhir ayat.

Ayat ini menceritakan tentang orang-orang kafir, bahwa di akhirat kelak mereka akan menyesali kekafiran mereka selama di dunia, dan mereka hanya bisa berharap seandainya saja mereka menjadi orang-orang muslim ketika di dunia.

As-Saddi di dalam kitab tafsirnya telah menukil sebuah asar berikut sanadnya yang berpredikat masyhur dari Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud serta sahabat-sahabat lainnya, bahwa orang-orang kafir Quraisy —saat mereka akan dimasukkan ke dalam neraka— berharap seandainya saja mereka dahulu menjadi orang-orang muslim.

Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud ialah setiap orang kafir di saat menghadapi kematiannya menginginkan seandainya saja dia menjadi orang mukmin sebelumnya.

Menurut pendapat yang lainnya, ayat ini menceritakan perihal hari kiamat, sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-­Nya:

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadap­kan ke neraka, lalu mereka berkata,
"Kiranya kami dikembali­kan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman,
"
(tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan).
(QS. Al-An’am [6]: 27)

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Salamah ibnu Kahil, dari Abuz Zahiriyah, dari Abdullah (Ibnu Mas’ud) sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) meng­inginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.
Bahwa ayat ini menceritakan perihal orang-orang yang menghuni neraka Jahanam ketika melihat teman-teman mereka dikeluarkan dari neraka.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Musanna, telah menceritakan kepada kami Muslim, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Farwah Al-Abdi, bahwa Ibnu Abbas dan Anas ibnu Malik menakwilkan ayat ini, yaitu firman-Nya:

Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) meng­inginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.
dengan pengertian berikut:
Ayat ini menceritakan hari (ketika itu) Allah memasukkan orang-orang yang berdosa dari kalangan kaum muslim ke dalam neraka bersama orang-orang musyrik.
Kemudian orang-orang musyrik berkata kepada mereka,
"Tiada manfaatnya bagi kalian penyembahan kalian (kepada Allah) ketika di dunia."
Maka Allah murka kepada orang-orang musyrik, lalu berkat kemurahan dari-Nya, Dia mengeluarkan orang-orang muslim dari neraka.
Yang demikian itu disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dalam firman-Nya:

Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) menginginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami As-Sauri, dari Hammad, dari Ibrahim dan dari Khasifi dari Mujahid, keduanya mengatakan bahwa penghuni tetap neraka berkata kepada ahli tauhid yang berada di dalam neraka,
"Tiada manfaatnya bagi kalian iman kalian."
Manakala mereka mengatakan demikian, Allah berfirman,
"Keluarkanlah semua orang yang di dalam kalbunya terdapat iman sebesar biji sawi!"
Perawi mengatakan bahwa yang demikian itulah apa yang disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) meng­inginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.

Masalah ini disebutkan pula dalam banyak hadis marfu’ seperti penjelasan berikut.


Al-Hafiz Abul Qasim At-Tabrani mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Abbas (yaitu Al-Akhram), telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Mansur At-Tusi, telah menceritakan kepada kami Saleh ibnu Ishaq Al-Jahbaz dan Ibnu Ulayyah Yahya ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Ma’ruf ibnu Wasil, dari Ya’qub ibnu Nabatah, dari Abdur Rahman Al-Agar, dari Anas ibnu Malik r.a., bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya ada sebagian orang dari kalangan orang-orang yang mengucapkan,
"Tidak ada Tuhan selain Allah,
"
masuk ke dalam neraka karena dosa-dosa mereka.
Maka berkatalah kepada mereka para penyembah Lata dan ‘Uzza (orang-orang musyrik),
"Tiada manfaatnya bagi kalian ucapan kalian, ‘Tidak ada Tuhan selain Allah, ‘ sedangkan kalian sekarang berada di dalam neraka bersama-sama kami."
Maka Allah murka terhadap mereka, lalu Allah mengeluarkan ahli tauhid yang berdosa itu (dari neraka) dan melemparkan mereka ke dalam sungai kehidupan, maka mereka menjadi bersih dari kehangusannya, sebagaimana bersihnya rembulan setelah gerhana.
Lalu mereka dimasukkan ke dalam surga, dan mereka di dalam surga dijuluki dengan sebutan golongan Jahannamiyyun.
Lalu ada seorang lelaki berkata kepada sahabat Anas,
"Hai Anas, apakah benar kamu mendengar hadis ini dari Rasulullah ﷺ?"
Sahabat Anas menjawab bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Barang siapa yang mendustakan aku dengan sengaja, maka hendaklah ia bersiap-siap untuk menduduki tempatnya di neraka."Ya, saya mendengarnya langsung dari Rasulullah ﷺ saat beliau mengatakan hadis ini."


Kemudian Imam Tabrani mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Al-Jahbaz secara munfarid.

Hadis kedua:


Imam Tabrani mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ahmad ibnu Hambal, telah menceritakan kepada kami Abusy Sya’sa Ali ibnu Hasan Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Khalid ibnu Nafi’ Al-Asy’ari, dari Sa’id ibnu Abu Burdah, dari ayahnya, dari Abu Musa r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Apabila ahli neraka telah berkumpul di dalam neraka yang antara lain termasuk ahli kiblat yang dikehendaki oleh Allah (masuk neraka), maka orang-orang kafir berkata kepada orang-orang muslim,
"Bukankah kalian orang-orang muslim?"
Orang-orang muslim menjawab,
"Benar, kami orang muslim."
Mereka berkata,
"Tiada manfaatnya Islam bagi kalian, sedangkan kalian menjadi orang-orang yang dimasukkan ke dalam neraka bersama-sama kami."
Orang-orang muslim menjawab,
"Dahulu kami banyak melakukan dosa, maka kami dihukum karenanya."
Allah mendengar apa yang dikatakan oleh mereka, maka Dia memerintahkan agar orang-orang yang ada di dalam neraka dari kalangan ahli kiblat dikeluarkan.
Ketika orang-orang kafir yang masih tetap di dalam neraka melihat hal tersebut, maka mereka berkata,
"Sekiranya kami dahulu menjadi orang-orang muslim, tentulah kami akan dikeluarkan (dari neraka) sebagaimana mereka dikeluarkan."
Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu Rasulullah ﷺ membacakan firman Allah yang dimulainya dengan bacaan,
"Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk."
Alif, Lam, Ra.
(Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al-Our’an yang memberi penjelasan.


Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) menginginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan hadis ini melalui Khalid ibnu Nafi’ dengan sanad yang sama, tetapi di dalamnya disebutkan
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"
sebagai ganti dari isti’azah.

Hadis yang ketiga:

Imam Tabrani telah mengatakan pula:


telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Rahawaih, yang telah mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Abu Usamah,
"Apakah pernah Abu Rauq yang nama aslinya Atiyyah ibnul Haris menceritakan kepadamu bahwa telah menceritakan kepadanya Saleh ibnu Abu Syarif yang telah mengatakan bahwa dia pernah bertanya kepada Abu Sa’id Al-Khudri, ‘Pernahkah engkau mendengar dari Rasulullah ﷺ tafsir firman Allah subhanahu wa ta’ala, berikut’, yaitu:

Orang-orang yang kafir itu sering kali {nanti di akhirat) meng­inginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.
Abu Sa’id menjawab, ‘Ya, saya pernah mendengar beliau bersabda’, yakni:
Allah mengeluarkan sejumlah manusia dari kalangan kaum mukmin dari nereka sesudah mereka menerima kemurkaan dari-Nya.
Dan beliau ﷺ bersabda pula:
Setelah Allah memasukkan mereka (orang-orang mukmin yang durhaka) bersama dengan orang-orang musyrik ke dalam neraka., maka orang-orang musyrik bertanya kepada mereka,
"Kamu mengira bahwa kamu adalah kekasih-kekasih Allah ketika di dunia, lalu mengapa kamu bisa dimasukkan ke dalam neraka bersama-sama dengan kami?"
Maka apabila Allah mendengar ucapan tersebut dari orang-orang musyrik, lalu Allah memberi izin untuk diberikan syafaat kepada mereka (orang-orang mukmin yang durhaka itu).
Lalu para malaikat, para nabi, dan orang-orang mukmin yang bersih memberi syafaat kepada mereka, hingga mereka dikeluarkan dari neraka dengan seizin Allah.
Dan apabila orang-orang musyrik melihat hal tersebut, berkatalah mereka,
"Aduhai, sekiranya kami dahulu seperti mereka, tentulah kami pun akan beroleh syafaat pula dan dikeluarkan dari neraka ini bersama-sama dengan mereka."

Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa yang demikian itulah yang dimaksud oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) meng­inginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.
Maka orang-orang mukmin durhaka yang terbelakang masuk surganya itu diberi nama kaum Jahannamiyyin karena wajah mereka masih kelihatan menghitam.
Lalu mereka berkata,
"Ya Tuhanku, lenyapkanlah julukan ini dari kami."
Maka Allah memerintahkan kepada mereka untuk mandi, lalu mereka mandi di sungai surga, setelah itu lenyaplah julukan itu dari mereka (karena muka mereka tidak hitam lagi).


Lalu Abu Usamah mengakui pernah mendengar hadis itu, dan menjawab Ishaq ibnu Rahawaih dengan kata-kata mengiakan.

Hadis keempat.


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Al-Abbas ibnul Walid Al-Bursi, telah menceritakan kepada kami Miskin Abu Fatimah, telah menceritakan kepadaku Al-Yaman ibnu Yazid, dari Muhammad ibnu Jubair, dari Muhammad ibnu Ali, dari ayahnya, dari kakeknya yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Di antara ahli neraka ada yang dibakar oleh api neraka sampai batas lututnya, di antara mereka ada yang dibakar api neraka sampai batas pinggangnya, di antara mereka ada yang dibakar api neraka sampai batas lehernya, masing-masing orang disesuaikan dengan kadar dosa dan amal perbuatannya.
Di antara mereka ada yang tinggal di dalam neraka selama satu bulan, kemudian dikeluarkan darinya.
Di antara mereka ada yang tinggal di dalamnya selama satu tahun, kemudian dikeluarkan darinya.
Dan orang yang paling lama menghuni neraka adalah seusia dunia sejak dunia diciptakan hingga kiamat.
Apabila Allah hendak mengeluarkan mereka dari neraka, berkatalah orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan para penghuni neraka dari kalangan agama lain dan para penyembah berhala kepada penghuni neraka dari kalangan ahli tauhid,
"Kalian telah beriman kepada Allah, kitabkitab-Nya, dan rasulrasul-Nya, tetapi kami dan kalian sekarang sama saja berada di dalam neraka."
Maka Allah murka dengan kemurkaan yang tidak pernah dialami-Nya sebelum itu karena sesuatu hal, lalu Allah menge­luarkan ahli tauhid (dan melemparkan mereka) ke dalam mata air di dalam surga.
Hal ini disebutkan oleh firman Allah,

…"Orang-orang yang kafir itu (nanti di akhirat) menginginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim
"

Unsur Pokok Surah Al Hijr (الحجر)

Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.
Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah subhanahu wa ta’ala, karena mendustakan Nabi Shalehalaihis salam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luthalaihis salam dan kaum Syu’aib ‘alaihis salam.

Dari kesemua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasulrasul akan mengalami kehancuran.

Keimanan:

▪ Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah.
▪ Allah menjamin kemurnian Alquran sepanjang masa.
▪ Syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya.
Alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan.
▪ Kadar rezeki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah.
▪ Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan.
▪ Allah disamping bersifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar.
▪ Manusia dihimpun pada hari kiamat.

Hukum:

▪ Larangan melakukan homosexual.
▪ Kewajiban melakukan ibadah selama hidup.
▪ Larangan menginginkan harta orang kafir.
▪ Perintah kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melakukan dakwah agama secara terang-terangan.
▪ Larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Kisah:

▪ Nabi Ibrahim `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Nabi Luth `alaihis salam dengan kaumnya
▪ Kaum Syu’aib dan kaum Shaleh `alaihis salam (Tsamud).

Lain-lain:

▪ Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah.
▪ Kejadian alam dan isinya mengandung hikmah.
▪ Angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan.
▪ Asal kejadian Adam`alaihis salam.

Audio

QS. Al-Hijr (15) : 1-99 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 99 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Hijr (15) : 1-99 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 99

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hijr ayat 2 - Gambar 1 Surah Al Hijr ayat 2 - Gambar 2
Statistik QS. 15:2
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hijr.

Surah Al-Hijr (bahasa Arab:الحجر, al-Hijr, “Al-Hijr”) adalah surah ke-15 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surah ini diambil dari nama daerah pegunungan itu yang berkaitan dengan nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah, karena mendustakan Nabi Shaleh dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
Dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth dan kaum Syu’aib .
Surah ini juga mengandung pesan bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran.

Nomor Surah 15
Nama Surah Al Hijr
Arab الحجر
Arti Gunung Al Hijr
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 54
Juz Juz 13 (ayat 1) sampai juz 14 (2-99)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 99
Jumlah kata 658
Jumlah huruf 2881
Surah sebelumnya Surah Ibrahim
Surah selanjutnya Surah An-Nahl
Sending
User Review
4.5 (29 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

15:2, 15 2, 15-2, Surah Al Hijr 2, Tafsir surat AlHijr 2, Quran Al-Hijr 2, Surah Al Hijr ayat 2

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al Hijr

۞ QS. 15:2 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 15:3 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 15:4 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:5 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 15:8 • Tugas-tugas malaikat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 15:9 Al Qur’an terpelihara dari penyelewengan

۞ QS. 15:11 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 15:12 • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 15:13 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 15:14 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 15:15 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 15:16 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 15:17 • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 15:18 • Pahala jin dan balasannya • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 15:19 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 15:20 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 15:21 • Segala sesuatu milik Allah • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 15:22 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 15:23 Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Al Warits (Yang mewariskan alam) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 15:24 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 15:25 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan •

۞ QS. 15:26 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 15:27 • Kekuasaan Allah • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 15:28 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 15:31 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 15:32 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 15:33 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 15:36 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 15:39 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 15:40 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 15:41 • Allah menepati janji

۞ QS. 15:42 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Menjaga diri dari syetan • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:43 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 15:44 • Sifat neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 15:45 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 15:46 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Tugas-tugas malaikat • Memasuki surga • Sifat ahli surga

۞ QS. 15:47 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 15:48 • Pahala iman • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga •

۞ QS. 15:49 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 15:50 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 15:52 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:53 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:54 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:55 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:56 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 15:57 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:58 • Tugas-tugas malaikat • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:59 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 15:60 • Azab orang kafir

۞ QS. 15:61 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:62 • Sifat-sifat malaikat

۞ QS. 15:63 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:64 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:65 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 15:66 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:73 • Tugas-tugas malaikat • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:74 • Tugas-tugas malaikat • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:79 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:80 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 15:81 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 15:83 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:84 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 15:85 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 15:86 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 15:91 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 15:92 Ar Rabb (Tuhan) • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 15:93 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 15:96 Syirik adalah dosa terbesar • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 15:98 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 15:99 Ar Rabb (Tuhan) • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Kewajiban hamba pada Allah

Ayat Pilihan

Dan janganlah kamu mendekati zina,
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji.
Dan suatu jalan yang buruk.
QS. Al-Isra’ [17]: 32

Di antara tanda kekuasaanNya, diperlihatkan padamu kilat untuk (timbulkan) ketakutan & harapan, Dia turunkan hujan, lalu hidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya.
Sungguh yang demikian itu terdapat tanda bagi kaum yang mempergunakan akal
QS. Ar-Rum [30]: 24

“Tidak ada seorangpun di langit & di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib,
kecuali Allah”,
dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.
QS. An-Naml [27]: 65

Akan kau dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang beriman ialah orang2 yang berkata
“Sesungguhnya kami ialah orang Nasrani
Yg demikian itu karena di antara mereka terdapat pendeta & para rahib, (juga) karena mereka tak sombongkan diri
QS. Al-Ma’idah [5]: 82

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Benar! Kurang tepat!

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Kamus

amal jariah

Apa itu amal jariah? perbuatan baik untuk kepentingan masyarakat (umum) yang dilakukan terus-menerus dan tanpa pamrih; perbuatan sosial ۞ Variasi nama: sedekah jariyah, jariyah … • sedekah ...

Abdul Malik bin Abdul ‘Aziz bin Juraij

Siapa itu Abdul Malik bin Abdul ‘Aziz bin Juraij? Ibnu Jurayj adalah seorang Islam. Dia termasuk di antara Taba ‘at-Tabi’in dan meriwayatkan banyak kisah Isra’iliyat. Lahir: 699 M,...

Dalil

Apa itu Dalil? da.lil (1) keterangan yang dijadikan bukti atau alasan suatu kebenaran (terutama berdasarkan ayat Alquran); (2) patokan dalam matematika dan sebagainya; salah satu Dalil segitiga sama ...