Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Hasyr (Pengusiran) – surah 59 ayat 5 [QS. 59:5]

Topik ▪ Kekuasaan Allah
مَا قَطَعۡتُمۡ مِّنۡ لِّیۡنَۃٍ اَوۡ تَرَکۡتُمُوۡہَا قَآئِمَۃً عَلٰۤی اُصُوۡلِہَا فَبِاِذۡنِ اللّٰہِ وَ لِیُخۡزِیَ الۡفٰسِقِیۡنَ
Maa qatha’tum min liinatin au taraktumuuhaa qaa-imatan ‘ala ushuulihaa fabiidznillahi waliyukhziyal faasiqiin(a);
Apa yang kamu tebang di antara pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (itu terjadi) dengan izin Allah;
dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.
―QS. Al Hasyr [59]: 5

Whatever you have cut down of (their) palm trees or left standing on their trunks – it was by permission of Allah and so He would disgrace the defiantly disobedient.
― Chapter 59. Surah Al Hasyr [verse 5]

مَا apa-apa

Whatever
قَطَعْتُم kamu potong/tebang

you cut down
مِّن dari

of
لِّينَةٍ pohon kurma

(the) palm-trees
أَوْ atau

or
تَرَكْتُمُوهَا kamu tinggalkannya

you left them
قَآئِمَةً berdiri

standing
عَلَىٰٓ atas

on
أُصُولِهَا pokoknya/batangnya

their roots,
فَبِإِذْنِ maka dengan izin

it (was) by the permission
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah,
وَلِيُخْزِىَ dan Dia hendak menghinakan

and that He may disgrace
ٱلْفَٰسِقِينَ orang-orang fasik

the defiantly disobedient.

Tafsir

Alquran

Surah Al Hasyr
59:5

Tafsir QS. Al Hasyr (59) : 5. Oleh Kementrian Agama RI


Diriwayatkan dari Ibnu Ishaq dan Ibnu Jarir yang berasal dari Qatadah, Mujahid, dan Yazid bin Ruman bahwa ketika Rasulullah sampai ke tempat Bani Nadhir, mereka bersembunyi dalam benteng-benteng mereka.
Rasulullah ﷺ memerintahkan kaum Muslimin menebang dan membakar pohon kurma mereka sehingga memunculkan asap.

Bani Nadhir berteriak memanggil Rasulullah ﷺ,
"Hai Muhammad, engkau telah melarang mengadakan kerusakan di muka bumi ini dan mencela orang-orang yang berbuat kerusakan itu, akan tetapi mengapa engkau menebang pohon kurma dan membakarnya?"
Oleh karena itu, timbullah pada pikiran orang-orang yang beriman keragu-raguan.
Mereka berkata,
"Kami akan menanyakan kepada Rasulullah ﷺ.

Apakah kami memperoleh pahala karena menebang pohon-pohon kurma itu, atau kami berdosa karena kami tidak mengetahui."
Maka turunlah ayat ini yang menerangkan bahwa perintah penebangan dan pembakaran pohon kurma orang-orang Yahudi itu adalah atas perintah Allah, dan Allah membenarkan untuk merusak harta orang-orang kafir seandainya hal itu diperlukan.


Semua tindakan yang dilakukan Rasulullah terhadap orang-orang Yahudi Bani Nadhir, baik merobohkan pohon-pohon kurma mereka atau tidak, semua itu berdasarkan perintah Allah dengan maksud membersihkan Madinah dari kejahatan Bani Nadhir.


Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah memerintahkan yang demikian itu untuk memuliakan dan meningkatkan semangat orang-orang yang beriman, serta menghinakan dan melipatgandakan kedukaan orang-orang Yahudi Bani Nadhir.

Kedukaan karena kalah dalam berperang, kedukaan karena terusir dari kampung halaman, dan kedukaan karena kemusnahan harta benda mereka.

Tafsir QS. Al Hasyr (59) : 5. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai kaum Muslimin, semua pohon kurma yang kalian tebang atau kalian biarkan seperti semula adalah dengan izin Allah.
Tidak apa-apa kalian melakukan hal itu.


Dengan izin itu, Allah hendak memuliakan kaum mukminin dan merendahkan orang-orang yang keluar dari aturan agama dan membelok dari syariat Allah.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Tidaklah kalian menebang pohon kurma atau membiarkannya tetap tegak melainkan semua itu atas izin Allah.
Demikianlah Allah hendak menghinakan orang-orang yang senantiasa berpaling dan ingkar dari segala perintah dan larangan-Nya, yaitu tatkala Allah memberikan kekuasaan kepada kalian untuk menebang dan membakar pohon kurma milik mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Apa saja yang kalian tebang) hai orang-orang muslim


(dari pohon kurma) milik orang kafir


(atau yang kalian biarkan tumbuh berdiri di atas pokoknya, maka semua itu adalah dengan izin Allah) yakni Allah subhanahu wa ta’ala menyerahkannya kepada kalian


(dan karena Dia hendak memberikan kehinaan) dengan mengizinkan kalian menebangnya


(kepada orang-orang fasik) yakni orang-orang Yahudi, karena mereka telah menentang, bahwa menebang pohon yang berbuah itu adalah pengrusakan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala,:

Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu
"biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah;
dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.
(QS. Al-Hasyr [59]: 5)

Al-lin adalah sejenis kurma yang buahnya unggul.


Abu Ubaidah mengatakan bahwa al-lin artinya pohon kurma yang buahnya tidak seperti kurma biasa yang rendah mutunya.


Kebanyakan ulama tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan al-lin ialah segala jenis kurma selain kurma yang rendah mutunya.


Ibnu Jarir mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah semua jenis kurma, dan menurut yang ia nukil dari Mujahid menyebutkan bahwa termasuk ke dalam kurma lin ialah kurma Buwairah.

Demikian itu karena ketika Rasulullah ﷺ mengepung mereka, beliau memerintahkan kepada pasukan kaum muslim untuk menebangi pohon kurma milik mereka sebagai penghinaan buat mereka dan sekaligus menakut-nakuti dan menjatuhkan mental mereka.
Muhammad ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Yazid ibnu Ruman, Qatadah, dan Muqatil Ibnu Hayyan yang mengatakan bahwa lalu orang-orang Bani Nadir mengirimkan utusannya untuk mengatakan kepada Rasulullah ﷺ,
"Sesungguhnya engkau adalah orang yang melarang menimbulkan kerusakan, lalu mengapa engkau memerintahkan agar pohon-pohon kurma kami ditebangi?"
Lalu Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan ayat yang mulia ini yang artinya ‘apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma milik musuhmu atau yang kamu biarkan tumbuh, maka semuanya itu dengan seizin Allah dan berdasarkan kehendak, takdir, dan rida-Nya.’ Dan dalam penebangan ini terkandung pukulan terhadap musuh dan penghinaan terhadap mereka agar mereka menyerah dan tunduk.

Mujahid mengatakan bahwa sebagian Muhajirin melarang sebagian lainnya dari menebangi pohon kurma, dan mereka mengatakan bahwa sesungguhnya pohon-pohon kurma itu adalah ganimah kaum muslim, lalu turunlah ayat Alquran yang membenarkan pendapat orang yang melarang menebangnya dan membebaskan orang-orang yang menebanginya dari dosa.
Yang kesimpulannya ialah bahwa sesungguhnya menebangi dan membiarkannya hanyalah semata-mata dengan seizin Allah.

Telah diriwayatkan pula secara marfu‘ hal yang semisal.
Untuk itu Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Muhammad ibnu Affan, telah menceritakan kepada kami Hafs ibnu Giyas, telah menceritakan kepada kami Habib ibnu Abu Umar, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah;
dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.
(QS. Al-Hasyr [59]: 5)
Ia mengatakan bahwa kaum muslim memaksa mereka untuk turun dari benteng-benteng mereka, untuk itu maka mereka menebangi pohon-pohon kurma milik orang-orang kafir itu.
Dan terjadilah rasa berdosa dalam hati pasukan kaum muslim akibat perbuatannya itu.
Maka mereka mengatakan,
"Kita telah menebangi sebagian dan membiarkan sebagian yang lainnya.
Maka marilah kita bertanya kepada Rasulullah ﷺ, apakah kita mendapat pahala karena menebanginya, dan apakah kita mendapat dosa karena membiarkan sebagiannya?"
Maka Allah menurunkan firman-Nya:
Apa saja yang kamu tebangi dari pohon kurma (milik orang-orang kafir).
(QS. Al-Hasyr [59]: 5)

Al-Hafiz Abu Ya’la Al-Mausuli mengatakan dalam kitab musnadnya, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Waki’, telah menceritakan kepada kami Hafe dari Ibnu Juraij, dari Sulaiman ibnu Musa, dari Jabir, dari Abuz Zubair, dari Jabir yang mengatakan bahwa diperbolehkan bagi mereka (pasukan kaum muslim) menebangi pohon kurma milik Bani Nadir.
Setelah itu mereka dilarang menebanginya.
Maka mereka datang kepada Nabi ﷺ dan bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah kami mendapat dosa karena menebangi pohon kurma, atau apakah kamu mendapat dosa karena membiarkan sebagiannya?"
Lalu Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah.
(QS. Al-Hasyr [59]: 5)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Musa ibnu Uqbah, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah ﷺ menebangi pohon kurma milik Bani Nadir dan membakarnya.
Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan hadis ini melalui riwayat Musa ibnu Uqbah dengan lafaz yang semisal.


Menurut lafaz Imam Bukhari yang diriwayatkannya melalui jalur Abdur Razzaq, dari Ibnu Juraij, dari Musa ibnu Uqbah, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, disebutkan bahwa aku termasuk orang-orang yang memerangi Bani Nadir dan Bani Quraizah, maka Bani Nadir diusir dan Bani Quraizah dibiarkan bersama orang-orangnya, tetapi pada akhirnya Bani Quraizah diperangi juga dan aku ikut memeranginya.
Maka prajurit-prajurit mereka sebagiannya ditawan dan sebagian lainnya dibunuh;
sedangkan kaum wanita mereka, anak-anak mereka, dan harta benda mereka dibagi-bagikan di kalangan pasukan kaum muslim sebagai jarahan perang, terkecuali sebagian dari mereka yang bergabung dengan Nabi ﷺ Mereka masuk Islam, dan Nabi ﷺ memberikan jaminan keamanan kepada mereka.
Semua orang Yahudi di Madinah diusir, terdiri dari Bani Qainuqa‘ kabilahnya Abdullah ibnu Salam, dan Yahudi Bani Harisah, serta semua Yahudi Madinah lainnya.

Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan pula melalui Qutaibah, dari Al-Lais ibnu Sa’d, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah ﷺ membakar pohon kurma milik Bani Nadir dan menebanginya, yaitu pohon kurma Buwairah.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah;
dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik.
(QS. Al-Hasyr [59]: 5)

Imam Bukhari rahimahullah telah mengetengahkan melalui riwayat Juwairiyah binti Asma, dari Nafi’, dari Ibnu Umar r.a., bahwa Rasulullah ﷺ membakar kurma milik Bani Nadir dan menebanginya, yaitu kurma Buwairah.
Dan sehubungan dengan peristiwa ini Hassan ibnu Sabit mengabadikannya melalui bait-bait syairnya yang mengatakan:

Dianggap ringan bagi orang-orang Bani Lu-ay melakukan pembakaran di Buwairah yang terkenal itu.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al Hasyr (59) ayat 5

Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Manshur dan Hannad bin As Sarry keduanya berkata,
telah menceritakan kepada kami Ibnu Mubarak dari Musa bin Uqbah dari Nafi dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah menebang dan membakar kebun kurma milik (Yahudi) Bani Nadlir, dalam peristiwa itu, Hassan sempat membaca sebait sya’ir: Alangkah terhinanya tokoh-tokoh Bani Lu’aiy saat kebakaran melumat kebun kurma mereka yang berada di daerah Buwairah. Sehubungan dengan itu, maka turunlah ayat: Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya… (Qs. Al Hasyr: 5).

Shahih Muslim, Kitab Jihad dan Ekspedisi – Nomor Hadits: 3284

Unsur Pokok Surah Al Hasyr (الحشر)

Surat Al-Hasyr terdiri atas 24 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Bayyinah.

Dinamai surat ini "Al Hasyr" (pengusiran) diambil dari perkataan "Al Hasyr " yang terdapat pada ayat 2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Keimanan:

▪ Apa yang berada di langit dan di bumi semuanya bertasbih memuji Allah.
▪ Allah pasti mengalahkan musuh-Nya dan musuh-musuh Rasul-Nya.
▪ Allah mempunyai Al Asmaa-ul Husna.
▪ Keagungan Alquran dan ketinggian martabatnya.

Hukum:

▪ Cara pembagian harta fai’.
▪ Perintah bertakwa dan menyiapkan diri untuk kehidupan ukhrawi.

Lain-lain:

▪ Beberapa sifat orang-orang munafik dan orang-orang ahli kitab yang tercela.
▪ Peringatan-peringatan untuk kaum muslimin.

Audio

QS. Al-Hasyr (59) : 1-24 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 24 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Hasyr (59) : 1-24 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 24

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Hasyr ayat 5 - Gambar 1 Surah Al Hasyr ayat 5 - Gambar 2
Statistik QS. 59:5
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Hasyr.

Surah Al-Hasyr (Arab: الحشر , “Pengusiran”) adalah surah ke-59 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 24 ayat.
Dinamakan Al Hasyr yang berarti pengusiran diambil dari perkataan Al Hasyr yang terdapat pada ayat ke-2 surat ini.
Di dalam surat ini disebutkan kisah pengusiran suatu suku Yahudi yang bernama Bani Nadhir yang berdiam di sekitar kota Madinah.

Nomor Surah59
Nama SurahAl Hasyr
Arabالحشر
ArtiPengusiran
Nama lainBani Nadhir
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu101
JuzJuz 28
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat24
Jumlah kata448
Jumlah huruf971
Surah sebelumnyaSurah Al-Mujadilah
Surah selanjutnyaSurah Al-Mumtahanah
Sending
User Review
4.4 (14 votes)
Tags:

59:5, 59 5, 59-5, Surah Al Hasyr 5, Tafsir surat AlHasyr 5, Quran Al-Hashr 5, AlHashr 5, Al Hashr5, Al-Hasyr 5, Surah Al Hasyr ayat 5

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Pilihan

(Kami jelaskan yang demikian) agar kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tak menyukai setiap orang sombong lagi membanggakan diri
QS. Al-Hadid [57]: 23

Bila ditimpa bahaya ia berdoa dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tapi setelah Kami hilangkan bahaya itu, ia (kembali) lalui (jalan sesat) seolah tak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya
QS. Yunus [10]: 12

Hai anak Adam,
pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid,
makan & minumlah,
dan janganlah berlebih-lebihan.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
QS. Al-A’raf [7]: 31

Hai manusia,
ingatlah akan nikmat Allah kepadamu.
Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit & bumi?
Tidak ada Tuhan selain Dia,
maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?
QS. Fatir [35]: 3

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Benar! Kurang tepat!

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

+

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Benar! Kurang tepat!

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Instagram